Sunday, March 15, 2009

Investasi & Keuangan: Bagaimana Mengelola Utang

Minggu, 15 Maret 2009 | 06:12 WIB

Adler Haymans Manurung praktisi keuangan

Utang bisa timbul dikarenakan ketidakmampuan atau tidak cukupnya dana untuk membeli sesuatu barang.

Meminjam uang kepada pihak lain dikarenakan kebutuhan sehari-hari disebut utang untuk konsumsi atau utang nonproduktif. Tindakan keluarga meminjam dana dari pihak lain untuk membeli rumah termasuk utang nonproduktif walaupun sebenarnya rumah itu naik harganya dalam jangka panjang.

Logika dalam pembelian rumah, cicilan pembelian rumah dianggap sebagai biaya sewa. Bila keluarga menyewa, maka rumah tidak dimiliki, padahal dengan membeli rumah secara cicilan sewa rumah dianggap sebagai bayaran cicilan rumah.

Utang dapat dilakukan dengan direncanakan sebelumnya untuk keperluan bukan konsumsi. Misalnya, seseorang menawarkan rumah dan Anda berminat membeli rumah tersebut dengan tujuan akan disewakan. Hasil sewa rumah dapat dipakai membayar bunga atas pinjaman untuk membeli rumah tersebut.

Ada juga utang untuk membeli peralatan usaha, seperti motor untuk mengantar produk yang dihasilkan kepada konsumen atau membawa bahan baku ke pasar. Artinya, barang ini merupakan perlengkapan kantor dan ada perhitungan nilai motor akan susut sesuai peraturan perpajakan.

Pertanyaan berikut yang selalu timbul, berapa besar utang dapat dilakukan dari gaji bila ingin membeli barang konsumsi maupun utang produktif.

Berbagai pihak atau perbankan menyebut, rasio kemampuan berutang terhadap konsumsi 30% berbanding 70%. Rasio ini tidak selalu demikian karena rasio ini merupakan rata-rata.

Bila gaji yang diperoleh kecil, rasio konsumsi dan utang kemungkinan 90% berbanding 10%. Misalkan, seseorang bergaji Rp 1,5 juta, tidak mungkin meminjam sangat besar karena biaya konsumsi saja sudah sekitar 90%. Bila gaji semakin besar, rasio konsumsi semakin kecil dan kemampuan berutang semakin tinggi. Artinya, semakin besar kemampuan berutang, semakin besar dana yang dapat dipinjam dari pihak lain.

Sebaiknya, seseorang jangan mengandalkan pinjaman untuk memiliki barang bila barang tersebut tidak diperlukan sekali. Sebaiknya dapat menahan diri untuk memilikinya sebelum dana yang dipersiapkan belum cukup.

Bila barang itu sangat diperlukan dan Anda paham cara pembayarannya, meminjam dapat dilakukan. Pembelian barang elektronik, seperti video, televisi ukruan besar, dan mobil, tidak harus dilakukan segera bila peralatan yang lebih murah dan wajar masih memadai.

Berhitung

Perhitungkan kelebihan konsumsi yang bisa dipergunakan membayar utang untuk keperluan konsumsi. Bila perlu, seseorang atau keluarga melakukan perhitungan dan perencanaan matang agar bisa menentukan utang yang akan dilakukan.

Bila utang untuk bisnis, sebaiknya bisnis tersebut bisa membayar utang tersebut, baik pokok maupun bunganya. Jangan dana dimasukkan kembali untuk membeli barang dengan cara berutang dari pemilik. Sebaiknya, utang diselesaikan dulu baru berutang kembali.

Penambahan utang tidak perlu dilakukan bila utang yang ada belum selesai. Setiap penambahan utang harus memperhitungkan kemampuan dan keperluan atas barang tersebut.

Utang yang dilakukan sebaiknya diketahui semua pihak dalam keluarga agar masing-masing anggota keluarga bisa menahan diri. Keterbukaan terhadap anggota keluarga akan memberi pelajaran berharga untuk semuanya. Masing-masing pihak akan bertanggung jawab atas tindakan yang dilakukan sehingga tidak menimbulkan utang.

Bila sedang banyak utang kepada berbagai pihak, utang tersebut dikelola dengan baik agar tidak menyulitkan. Bila bisa dilakukan restrukturisasi utang dengan membuat semakin sedikit jumlah pihak yang memberikan pinjaman.

Misalnya, keluarga mempunyai utang kepada tujuh pihak, maka sebaiknya utang tersebut direstrukturisasi menjadi lebih sedikit, dibuat menjadi 2 atau 3 pihak. Tetapi, syarat yang harus selalu dipegang adalah bunga yang dibayarkan tidak menjadi lebih besar.

Bila ada barang yang tidak berguna dan jarang sekali dipakai, sebaiknya barang tersebut dijual untuk membayar pokok utang. Utang yang harus dibayar lebih dulu adalah utang yang kecil-kecil. Adanya pembayaran terhadap yang kecil akan menurunkan jumlah pihak yang meminjamkan sehingga pengelola utang lebih terarah, lebih jelas, dan negosiasi akan lebih terjamin.

Umumnya banyak pihak lebih baik meminjam kepada keluarga daripada kepada pihak lain dengan berbagai alasan. Bila ingin meminjam, sebaiknya dilakukan kepada pihak lain, bukan kepada keluarga. Tindakan ini diperlukan untuk menjaga psikologis keluarga dan rasa waswas bisa teratasi.

Meminjam kepada keluarga dapat dilakukan asalkan sudah memahami risiko dan citra yang timbul sebagai konsekuensi berutang. Selamat mengelola utang.

Kompas

No comments: