BLOGSPOT atas
Showing posts with label new wave marketing. Show all posts
Showing posts with label new wave marketing. Show all posts

Wednesday, December 10, 2008

[Bagian 100 dari 100] Welcome to the New Wave Marketing!

Rabu, 10 Desember 2008 | 08:20 WIB

PEMBACA KOMPAS.com sekalian, inilah tulisan keseratus atau tulisan terakhir saya di rubrik New Wave Marketing ini. Selama 100 hari berturut-turut sejak hari Sabtu tanggal 30 Agustus 2008 saya telah mengajak Anda semua untuk sama-sama berpetualang ke era baru pemasaran ini.

Saya memang melihat bahwa perkembangan Internet dengan Web 2.0 dan Social Networking-nya serta perkembangan mobile technology bukan hanya akan mengubah lanskap dunia bisnis dan pemasaran, namun juga akan mengubah perilaku masyarakat secara keseluruhan. Jangan salah, walaupun hampir semua contoh yang saya berikan berasal dari luar Indonesia, namun praktik New Wave Marketing ini bukan hanya terjadi di negara-negara maju. Dengan kemajuan teknologi, apa-apa yang terjadi di negara-negara tersebut bisa dengan cepat masuk ke Indonesia.

bersambung...

---------------------------------------
Bahasan lengkap artikel ini sudah diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul "New Wave Marketing, The World Is Still Round, The Market is Already Flat."

Hermawan Kartajaya

Kompas

Tuesday, December 9, 2008

[Bagian 99 dari 100] New Wave Marketing: Humanizing Human Being

Selasa, 9 Desember 2008 | 07:28 WIB

ADA yang bertanya kepada saya, darimana datangnya semua gagasan tentang New Wave Marketing (NWM) ini? Jawabannya sederhana saja. Semua ide ini berasal dari pengamatan saya terhadap praktik yang terjadi di lapangan. Saya pun sering berdiskusi dengan banyak orang—termasuk dengan tim saya di MarkPlus, Inc—sehingga konsep ini bisa semakin tajam.

Dan tentu yang terpenting adalah praktiknya secara langsung. Saya selalu bilang, practice what you preach, praktikkan apa yang kita ucapkan. Karena itulah, baik secara individu maupun secara korporat, saya juga telah mempraktikkan konsep NWM ini. Lewat Facebook misalnya, saya bisa mendapatkan banyak relasi yang sebagian berujung kepada relasi bisnis. Saya juga mendapatkan banyak masukan lewat e-mail sehingga bisa semakin memperkaya dan memperluas pengetahuan saya tentang praktik NWM.

bersambung...


Hermawan Kartajaya

Kompas

Sunday, December 7, 2008

[Bagian 98 dari 100] New Wave Marketing: Pangea Day: When the World Becomes One

Minggu, 7 Desember 2008 | 07:16 WIB

By sharing stories, we’ve started the process of turning strangers into friends.” Itulah yang dikatakan Jehane Noujaim, seorang sutradara Amerika kelahiran Mesir, yang juga merupakan penggagas Pangea Day.

Apa itu Pangea Day? Pangea Day merupakan acara multimedia yang diselenggarakan di enam kota sekaligus: Kairo, London, Los Angeles, Mumbai, Rio de Janeiro, dan Kigali (ibu kota Rwanda). Selama empat jam pada 10 Mei 2008 lalu, keenam kota tersebut secara simultan menyelenggarakan pemutaran film, pementasan musik, dan menampilkan pidato dari sejumlah tokoh terkemuka.

Hebatnya, keseluruhan program ini disiarkan secara langsung dalam tujuh bahasa kepada jutaan orang lewat media televisi, Internet, dan telepon seluler! Acara ini bertujuan untuk menyatukan jutaan orang di seluruh dunia melalui sebuah pengalaman bersama yang unik. Dengan demikian, diharapkan akan tercipta pemahaman yang lebih baik antara tiap-tiap manusia yang terdiri dari berbagai bangsa, budaya, dan bahasa.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Saturday, December 6, 2008

[Bagian 97 dari 100] New Wave Marketing: The Era of Internet Presidency

Sabtu, 6 Desember 2008 | 16:29 WIB

PEMILIHAN Presiden Amerika Serikat sudah usai. Barack Obama sudah terpilih menjadi Presiden AS periode 2008-2012 dan akan dilantik pada 20 Januari 2009. Ada satu catatan yang menarik bagi saya dari Pilpres Amerika kali ini, yaitu bagaimana pentingnya peranan internet, terutama Web 2.0 dan social networking, sebagai media kampanye. Ini menandai era baru pemanfaatan media dalam sejarah kepresidenan di Amerika.

Dulu, pada masa kepemimpinannya, Franklin D Roosevelt (FDR) memanfaatkan radio untuk menjelaskan kebijakan New Deal-nya kepada warga Amerika. Sepanjang tahun 1933 sampai 1944, pidato radio FDR yang dikenal sebagai fireside chats ini mampu membangkitkan semangat kepada warga Amerika yang sedang dilanda the great depression dan disusul Perang Dunia Kedua.

Belasan tahun kemudian, pada September dan Oktober 1960, John F Kennedy (JFK) dan Richard Nixon melakukan debat kepresidenan untuk pertama kalinya di televisi. Hasilnya? Menurut penonton televisi, JFK yang menang. Namun, menurut pendengar radio, Nixon-lah yang menang atau setidaknya seri.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Friday, December 5, 2008

[Bagian 96 dari 100] New Wave Marketing: "We are the World": by USA for Africa

Jumat, 5 Desember 2008 | 09:24 WIB

There comes a time, when we need a certain call. When the world, must come together as one.” Anda tahu lirik lagu ini? Itulah lirik pembuka dari lagu “We are the World” yang sangat populer pada tahun 1985. Lagu ini dinyanyikan secara keroyokan oleh para musisi ternama dunia, mulai dari Michael Jackson, Bob Dylan, Stevie Wonder, Tina Turner, Bruce Springsteen, Paul Simon, Kenny Rogers, dan masih banyak lagi.

Lagu ini melodinya indah, liriknya juga sederhana dan mudah diingat. Karakter vokal yang unik dari para musisi ternama ini mampu membuat harmonisasi suara yang indah, sehingga masih terngiang-ngiang di telinga kita sampai saat ini walaupun sudah lebih dari 20 tahun.

Proyek yang digarap oleh Quincy Jones ini bertujuan untuk mengumpulkan dana dalam rangka membantu upaya pemberantasan kelaparan di Ethiopia. Pada tahun 1984-1985 itu Ethiopia memang sedang mengalami tragedi kemanusiaan kekurangan pangan akibat musim kering yang berkepanjangan.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Thursday, December 4, 2008

[Bagian 95 dari 100] New Wave Marketing: IBM Rochester: High-Tech High-Touch Collaboration

Kamis, 4 Desember 2008 | 07:16 WIB

Masih ingat kisah saya soal Mayo Clinic? Nah, kali ini saya mau cerita soal kunjungan saya ke fasilitas IBM di kota yang sama dengan lokasi Mayo Clinic itu, yaitu di Rochester, di negara bagian Minnesota, Amerika. Gedung IBM Rochester ini sendiri oleh karyawan IBM dijuluki sebagai ”Blue Zoo”. Hal ini karena gedungnya dipenuhi panel-panel berwarna biru, sesuai warna korporat IBM.

Di sinilah terdapat fasilitas manufaktur, rekayasa, dan pendidikan dari IBM. Anda tahu sistem komputer AS/400? Nah, di IBM Rochester inilah tempat pembuatannya. Kapasitas produksi di sini memang sangat besar, sehingga kalau dijadikan perusahaan terpisah bisa menjadi produsen komputer terbesar ketiga di dunia!

Saya sangat terkesan dengan persiapan dan layanan yang diberikan. Nama saya sudah dipasang di papan nama di briefing room dan di gedungnya. Juga sudah ada material presentasi yang disiapkan untuk saya.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Wednesday, December 3, 2008

[Bagian 94 dari 100] New Wave Marketing: InnoCentive: Crowdsourcing for Solutions

Rabu, 3 Desember 2008 | 07:18 WIB

ANDA ingin mengembangkan produk baru namun tidak punya biaya untuk melakukan risetnya? Jangan khawatir. Anda bisa meminta bantuan dari para peneliti di seluruh dunia dengan biaya yang relatif terjangkau. Caranya? Daftar saja ke InnoCentive di www.innocentive.com. Di situ Anda bisa mengutarakan permasalahan Anda, ajukan berapa nilai kompensasi yang mau Anda berikan untuk orang yang bisa menyelesaikannya, dan nanti orang akan berduyun-duyun menghubungi Anda dengan tawaran solusi dari mereka.

Ya, InnoCentive yang diluncurkan pada tahun 2002 ini merupakan situs yang menjadi mediator antara pihak-pihak yang menghadapi suatu masalah (disebut “Seekers”) dan orang-orang yang memiliki kompetensi untuk menyelesaikan masalah tersebut (“Solvers”).

Setiap orang, di mana pun ia berada asal punya akses Internet, dapat bergabung ke Innocentive ini, baik sebagai Seekers maupun sebagai Solvers. Organisasi yang tercatat sebagai Seekers berasal dari perusahaan dari berbagai industri, institusi pemerintahan, dan organisasi nirlaba. Di lain pihak, sampai saat ini sudah tercatat ada 160 ribu Solvers dari 175 negara serta berasal dari 60 disiplin industri.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Tuesday, December 2, 2008

[Bagian 93 dari 100] New Wave Marketing: It's not Process anymore, It's Collaboration!

Selasa, 2 Desember 2008 | 07:22 WIB

ELEMEN terakhir dari Value Pemasaran, sekaligus elemen terakhir dari Sembilan Elemen Inti Pemasaran, adalah Proses. Proses adalah value enabler dari suatu perusahaan, karena hanya dengan adanya proses, kedelapan elemen inti pemasaran lainnya akan bisa berjalan dengan efektif dan efisien.

Secara garis besar, sebuah perusahaan melakukan tiga jenis proses dalam aktivitasnya. Yang pertama adalah Routine Delivery Order. Ini merupakan proses yang berlangsung secara rutin untuk menghantarkan produk atau servis kepada pelanggan. Proses ini menjadi tanggung-jawab Operational Managers. Lalu yang kedua adalah Customer Handling, yang merupakan proses yang terkait dengan penanganan layanan atau keluhan pelanggan. Ini merupakan tanggung-jawab Service Manager.

Dan, jenis proses yang ketiga adalah New Product Development. Di sini perusahaan melakukan proses mulai dari tahapan penggagasan (ideation) sampai ke penjualan ke pelanggan (commercialization) sebuah produk atau layanan baru. Yang bertanggung-jawab di sini adalah Brand/Product Manager.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Monday, December 1, 2008

[Bagian 92 dari 100] New Wave Marketing: Mayo Clinic: Dealing with Customer's Life

Senin, 1 Desember 2008 | 06:40 WIB

SEPERTI pernah saya ceritakan sebelumnya, sejak pertengahan Oktober sampai awal November lalu saya pergi ke Amerika. Di situ saya sempat melakukan general check-up di Mayo Clinic di Rochester, Minnesota, Amerika, dari tanggal 20 sampai 24 Oktober. Nah, selama di sinilah saya merasa takjub, betapa proses yang ditunjang dengan teknologi dan manusia (process, people, technology/PPT) menjadikan proses tersebut berlangsung horisontal. Tidak lagi terjadi silo-silo alias vertikal.

Ceritanya begini. Ada dokter koordinator yang namanya Salma Iftikhar, M.D. Setelah bertemu saya, ia kemudian memasukkan semua catatan kesehatan saya ke dalam komputer. Terus ia menentukan, tes apa saja yang harus dilakukan. Juga dokter spesialis apa saja yang harus saya temui. Hebatnya, setiap kali ada tes atau konsultasi, hasilnya bisa langsung masuk ke komputer. Sehingga semua dokter—yang merawat saya semuanya ada 5 dokter—bisa langsung melihat datanya. Komentar mereka juga bisa dimasukkan ke komputer.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Sunday, November 30, 2008

[Bagian 91 dari 100] New Wave Marketing: Changi: The Destination Airport

Minggu, 30 November 2008 | 05:26 WIB

ANDA sudah pernah keliling-keliling Bandara Changi? Kalau belum, saya sarankan kalau kebetulan Anda pergi ke Singapura, coba luangkan waktu untuk jalan-jalan di situ. Bandara Changi ini buat saya bukan sekadar bandara, namun lebih mirip sebuah kawasan wisata.

Dari dalam kota Singapura, ke bandara ini paling enak naik mass rapid transit (MRT). Murah, cepat, dan nyaman. Lalu, begitu sampai di stasiun MRT Changi, Anda tinggal naik eskalator yang cukup tinggi ke Terminal 2 (T2). Nah, penjelajahan Anda bisa dimulai. Dari sini Anda bisa keliling-keliling T2, Terminal 1 (T1) atau Terminal 3 (T3).

Baiklah, kita ke T3 yang umurnya belum segenap setahun. T3 ini dibuka pada 9 Januari 2008 yang ditandai dengan kedatangan pesawat Singapore Airlines dari San Francisco, Amerika. Dari T2 atau T1, Anda bisa menuju ke T3 ini dengan menggunakan Skytrain yang beroperasi dari jam 5 pagi sampai jam setengah tiga dini hari.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Saturday, November 29, 2008

[Bagian 90 dari 100] New Wave Marketing: It's not Service anymore, It's Caring!

Sabtu, 29 November 2008 | 12:47 WIB

Services dominate the expanding world economy as never before, and nothing stands still. Itulah yang dikatakan kedua sahabat saya, almarhum Prof. Christopher Lovelock dan Prof. Jochen Wirtz. Mereka berdua menekankan pentingnya peranan servis dalam dunia bisnis saat ini.

Ya, Servis inilah yang merupakan elemen kedua dari Value Pemasaran untuk memenangkan heart share, selain merek dan proses. Yang dimaksud servis ini bukan sekadar layanan purna-jual (after-sales service), layanan pra-jual (before-sales service), atau layanan saat-jual (during-sales service). Servis juga bukan sekadar bicara soal nomor bebas pulsa bagi pelanggan, soal maintenance, atausoal customer service.

Bagi saya, Servis adalah value enhancer dari sebuah perusahaan. Servis adalah paradigma perusahaan untuk menciptakan sebuah value abadi bagi pelanggan melalui produk (“p” kecil) dan servis (“s” kecil). Jadi, Servis di sini mengacu kepada Servis dengan “S” besar, bukan “s” kecil. Inilah jawaban dari pertanyaan Peter Drucker, sang begawan manajemen, “What business are you really in?”. Satu-satunya jawaban dari pertanyaan tersebut adalah, “We are in Service Business!” Jadi, hanya ada satu kategori bisnis, yaitu Bisnis Servis.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Friday, November 28, 2008

[Bagian 89 dari 100] New Wave Marketing: "Face/Off": When John Travolta Becomes Nicolas Cage

Jumat, 28 November 2008 | 07:17 WIB

Sudah pernah nonton film “Face/Off”?

Kalau belum, saya ceritakan sedikit soal film ini.

Film yang dibintangi oleh John Travolta dan Nicolas Cage ini berkisah tentang seorang agen FBI yang mencoba menghentikan upaya teroris untuk meledakkan bom biologis di Los Angeles. Pimpinan teroris ini bisa tertangkap, namun kondisinya dalam keadaan koma, sehingga FBI tidak bisa mendapatkan informasi tentang lokasi bom.

Maka, untuk mendapatkan informasi tentang lokasi bom ini, si agen FBI menyamar sebagai pimpinan teroris yang sedang koma tadi. Tujuannya untuk mendapatkan informasi dari saudara atau rekan-rekan teroris tadi, di mana letak bomnya.

Untuk penyamaran ini, si agen FBI melakukan operasi pada wajah dan suaranya sehingga sama persis dengan wajah dan suara si pimpinan teroris. Celakanya, pimpinan teroris tadi kemudian siuman dari komanya dan mengetahui apa yang terjadi. Maka, pimpinan teroris itu pun melakukan operasi pada wajah dan suaranya sehingga menjadi benar-benar mirip dengan si agen FBI.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Thursday, November 27, 2008

[Bagian 88 dari 100] New Wave Marketing: "Citizens" or "Criminals"?: The BBC World Case

Kamis, 27 November 2008 | 07:22 WIB

“Citizens” atau “Criminals”? Itulah kalimat yang tertera pada sebuah billboard di kawasan Times Square, New York, Amerika pada pertengahan 2007 lalu. Di tengah-tengah billboard itu ada gambar sekelompok pemuda imigran ilegal dari Meksiko yang sedang berhadapan dengan sejumlah polisi.

Rupanya ini adalah billboard dari BBC World yang dipasang sebagai bagian dari kampanyenya di Amerika. Billboard ini memang cukup unik karena melibatkan orang yang melihat billboard ini untuk menentukan, apa makna gambar tadi bagi mereka.

Jadi, kalau para pemuda Meksiko tadi dianggap sebagai warganegara, audiens billboard ini bisa mengirim SMS dengan angka “01” ke nomor 47647. Sementara kalau dianggap kriminal, SMS yang dikirim angkanya “02”. Di billboard tadi juga ada display digital yang menunjukkan berapa banyak suara (vote) yang masuk untuk masing-masing pilihan secara real time.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Wednesday, November 26, 2008

[Bagian 87 dari 100] New Wave Marketing: It's not Brand anymore, It's Character!

Rabu, 26 November 2008 | 07:18 WIB

TAHUKAH Anda, dari mana istilah opera sabun (soap opera) itu muncul? Ternyata istilah ini mulai ada sejak tahun 1930-an. Waktu itu Procter & Gamble (P&G) memproduksi dan mensponsori opera radio pertama. Nah, P&G ini sudah lama dikenal sebagai produsen sabun. Sabun Ivory misalnya, sudah dipasarkan P&G sejak tahun 1880-an. Pada tahun 1890-an, P&G bahkan sudah memproduksi lebih dari 30 jenis sabun.

Jadi, ketika P&G mensponsori opera radio tadi, orang pun lantas menyebutnya dengan istilah “opera sabun.” Opera radio ini memang ditujukan untuk ibu-ibu rumah tangga, sehingga disiarkan pada siang hari. Ketika televisi mulai populer pada tahun 1950-an sampai 1960-an, opera sabun ini pun pindah ke media televisi dan tetap secara rutin disponsori merek-merek dari P&G seperti deterjen ”Tide”, shampo ”Prell”, pasta gigi ”Crest”, pelembut pakaian ”Drowny”, atau popok bayi ”Pampers”.

Dengan mempopulerkan merek-mereknya secara massal seperti ini, maka bisa dibilang bahwa P&G-lah yang menjadi pelopor dalam konsep Brand Management.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Tuesday, November 25, 2008

[Bagian 86 dari 100] New Wave Marketing: Don't Forget the Heart Share!: The SQ006 Case

Selasa, 25 November 2008 | 07:12 WIB

MASIH ingat musibah yang menimpa maskapai penerbangan Singapore Airlines (SQ) sekitar 8 tahun lalu? Ketika itu, tepatnya tanggal 31 Oktober 2000 sekitar pukul 11 malam waktu setempat, pesawat Singapore Airlines Flight 006 (SQ006) mengalami kecelakaan fatal di Bandara Chiang Kai-Shek, Taiwan. Pesawat dengan rute Singapura - Los Angeles via Taiwan ini berada di runway yang salah ketika hendak lepas landas. Pesawat ini menabrak sejumlah perlengkapan konstruksi, termasuk ekskavator dan buldozer, yang ada di runway tersebut.

Inilah kecelakaan fatal pertama yang dialami SQ. Musibah ini menghancurkan pesawat Boeing 747-412 itu serta menewaskan 83 orang yang terdiri dari 79 penumpang dan 4 awak kabin. Secara keseluruhan sendiri ada 159 penumpang dan 20 awak kabin di pesawat itu.

Sejumlah hal disebutkan menyebabkan kecelakaan ini. Adanya masalah human error serta hujan badai dan pencahayaan yang kurang di sekitar bandara menyebabkan pesawat tersebut berada di jalur yang salah.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Monday, November 24, 2008

[Bagian 85 dari 100] New Wave Marketing: The Hunt for the Pirates of the Caribbean: by Volvo

Senin, 24 November 2008 | 06:01 WIB

ANDA tentu tahu trilogi film “Pirates of the Caribbean”, bukan? Film yang dibintangi oleh Johnny Depp, Orlando Bloom, dan Keira Knightley ini memang termasuk salah satu film tersukses dalam sejarah. Secara keseluruhan, ketiga filmnya menghasilkan 2,7 miliar dollar AS!

Rupanya kesuksesan franchise film ini menarik perhatian Volvo. Pada Mei 2007 lalu, untuk mempromosikan produk terbarunya, Volvo XC90 SUV, produsen otomotif asal Swedia ini meluncurkan program yang disebut “The Hunt”. Waktunya memang sengaja berdekatan dengan peluncuran seri terakhir dari trilogi film tadi yang berjudul “Pirates of the Caribbean: At World’s End” yang ditayangkan mulai 25 Mei 2007.

“The Hunt” ini secara garis besar adalah kompetisi adu kepintaran dan adu cepat, di mana pemenangnya akan mendapatkan hadiah emas senilai 50 ribu dollar AS dan sebuah mobil Volvo XC 90!

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Sunday, November 23, 2008

[Bagian 84 dari 100] New Wave Marketing: Victoria's Secret Fashion Show: "The Glamour is Back!"

Minggu, 23 November 2008 | 13:17 WIB

ITULAH headline untuk acara Victoria’s Secret Fashion Show (VSFS) tahun 2008 ini. Acara tahunan yang dijuluki sebagai “the world’s most celebrated fashion show” ini akan diselenggarakan pada 3 Desember 2008 di Fountainebleau, Miami Beach, Amerika. VSFS yang disiarkan oleh jaringan televisi CBS ini rencananya menampilkan para Victoria’s Secret (VS) Angels seperti Heidi Klum, Adriana Lima, Marisa Miller, Alessandra Ambrosio, dan masih banyak lagi top model lainnya.

Di sinilah akan ditampilkan bra senilai 5 juta dollar AS yang terdiri dari 3900 intan dan batu rubi senilai 1500 karat! Model yang beruntung mengenakannya adalah Adriana Lima. Namun, bra yang baru saja diluncurkan pertengahan Oktober lalu itu bukanlah bra termahal yang pernah ditampilkan di acara ini. Pada VSFS 2005, Gisele Bundchen bahkan mengenakan bra senilai 12,5 juta dollar AS! VSFS bukan sekadar fashion show biasa. Daya pikat utamanya memang ada di VS Angels yang cantik dan seksi yang berlenggak-lenggok di catwalk dengan mengenakan koleksi terbaru dari VS. Namun, penataan panggung, musik, bintang tamu, dan pertunjukannya secara keseluruhan memang dikemas dengan sangat spektakuler sehingga sangat berkesan.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Saturday, November 22, 2008

[Bagian 83 dari 100] New Wave Marketing: Product (RED): The Bono Way to Save Africa

Sabtu, 22 November 2008 | 10:30 WIB

This is not charity. This is commerce.” Itulah yang dikatakan Bono di hadapan ribuan orang yang hadir di acara “Starbucks Leadership Conference” di New Orleans Arena, Amerika, pada 29 Oktober 2008 lalu.

Frontman U2 ini mengatakan hal tersebut untuk menyambut bergabungnya Starbucks dengan proyek Product (RED) yang digagasnya. Langkah ini bagi Starbucks menegaskan kembali visinya sebagai “a company with a conscience”. Ini juga merupakan bagian dari inisiatif “Shared Planet” dari Starbucks untuk mendorong praktik-praktis bisnis yang lebih ramah lingkungan dan lebih peduli terhadap komunitas.

Dengan menjadi bagian dari Product (RED) ini, Starbucks akan mendonasikan sebagian dari pendapatannya ke Global Fund untuk membantu penggalangan dana untuk penanggulangan masalah HIV/AIDS di Afrika. Selain itu, sejumlah produk lainnya yang tergabung dalam Product (RED) juga akan dijual di ribuan kedai Starbucks. Starbucks menjadi perusahaan terakhir yang bergabung dalam proyek ini. Sebelumnya, sejumlah perusahaan ternama seperti Microsoft, Converse, Apple, Hallmark, Gap, Giorgio Armani, American Express, Motorola, koran The Independent, dan Dell juga telah bergabung.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Friday, November 21, 2008

[Bagian 82 dari 100] New Wave Marketing: It's not Selling anymore, It's Commercialization!

Jumat, 21 November 2008 | 07:28 WIB

ANDA tahu, siapa yang paling sulit diajari soal pemasaran? Bukan orang keuangan atau orang operasional, namun justru orang sales. Lho, mengapa bisa begitu? Ini karena banyak orang sales yang menganggap dirinyalah yang paling mengetahui soal pasar sehingga merasa tidak membutuhkan belajar soal pemasaran. Apalagi kalau dia sudah sukses. Buat apa memikirkan soal segmentasi, positioning, brand, dan sebagainya. Toh selama ini yang dilakukannya telah terbukti berhasil, begitu yang ada di pikiran orang sales itu.

Orang sales yang punya pandangan seperti tadi biasanya tidak akan bisa mempertahankan kesuksesannya dalam jangka waktu lama. Lanskap berubah dengan sangat cepat sehingga praktik-praktik yang telah membawanya ke puncak kesuksesan tidak akan lagi bisa diterapkan alias jadi usang. Bahkan ada gurauan bahwa salesman yang masih enggan belajar soal pemasaran sebenarnya hanya mengandalkan apa yang disebut sebagai “FGD Marketing” alias “fun, golf, and dinner marketing”.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Thursday, November 20, 2008

[Bagian 81 dari 100] New Wave Marketing: CNN iReport: When Steve Jobs Had a "Heart Attack"

Kamis, 20 November 2008 | 07:45 WIB

Steve Jobs terkena serangan jantung!!! Itulah berita besar yang muncul pada 3 Oktober 2008 lalu. Berita yang mengutip sumber “orang dalam” itu menyebutkan bahwa CEO Apple ini dilarikan ke ruang gawat darurat setelah menderita serangan jantung parah. Sontak saja kabar ini membuat saham Apple di Nasdaq turun drastis sebesar 5,4 persen hanya dalam jangka waktu satu jam!

Namun, ternyata berita ini tidak benar. Apple langsung membantah rumor tersebut. Harga saham Apple pun kembali naik seperti semula.

Pada 24 Oktober, badan pengawas pasar modal Amerika, Securities and Exchange Commission (SEC), akhirnya memeriksa remaja berusia 18 tahun yang dianggap bertanggung jawab atas berita bohong tersebut.

Inilah salah satu konsekuensi dari apa yang disebut sebagai Citizen Journalism.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas