BLOGSPOT atas
Showing posts with label invetasi emas. Show all posts
Showing posts with label invetasi emas. Show all posts

Thursday, March 12, 2009

Harga Emas Kembali Cemerlang

Kamis, 12 Maret 2009 | 08:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Harga emas internasional kembali menguat seiring aksi meredanya optimisme di pasar saham. Investor kembali memburu logam mulia ini.

"Investor tidak percaya bahwa pasar saham akan rally secara sustain," kata broker dan futures analyst OptionSellers.com, Michael Gross.

Di New York Mercantile Exchange, Divisi Comex, Rabu (11/3) waktu setempat, harga emas pengiriman sekarang ditutup pada 910,40 dollar AS per troy ounce, naik dari hari sebelumnya pada 895,60 dollar AS.

Sementara itu, untuk harga emas pengiriman April ditutup melonjak 14,80 dollar AS pada 910,70 dollar AS per ounce.

Hal serupa juga terjadi pada perdagangan emas di Hongkong Kamis pagi. Seperti dikutip AFP, harga emas dibuka pada 909,00-910,00 dollar AS per ounce, naik dibandingkan penutupan Rabu pada 901,00-902,00 dollar AS.


EDJ
Sumber : AP

Kompas

Monday, February 23, 2009

Emas Semakin Mahal

Senin, 23 Februari 2009 | 10:16 WIB

JAKARTA, SENIN — Harga emas di pasar internasional semakin mengilap seiring situasi pasar modal yang tidak stabil. Emas menjadi safe haven (tempat aman) bagi para investor.

Di Hongkong, pada pembukaan perdaganan, Senin (23/2), seperti dikutip AFP, harga emas dibuka di kisaran 994,00 dollar-995,00 dollar AS per ounce, naik dari penutupan Jumat pada 976,00 dollar-977,00 dollar AS.

Sementara pada perdagangan di Comex, New York Mercantile Exchange, Jumat lalu, harga logam mulia ini sudah menembus 1.000 dollar AS per troy ounce.


EDJ

Kompas

Komentar: "Good News untuk pemegang emas....masih ada investasi yang menguntungkan pada saat situasi pasar saham yang volatile ini....kalau kita bermain investasi jangka pendek....untuk jangka panjang....tetap pegang emas untuk dana cadangan dan untuk dana yang akan digunakan untuk 10 tahun kedepan...seperti biaya masuk sekolah anak"

Monday, February 9, 2009

HARGA EMAS HARI INI: Harga Si Kuning Melorot Lagi

Senin, 9 Februari 2009 | 15:05

SINGAPURA. Sudah dua hari ini, harga emas di Asia terus melorot. Hal ini terjadi setelah beberapa investor melakukan aksi jual untuk menarik keuntungan atas melonjaknya harga si kuning pada minggu lalu.

Penyebab lainnya, adanya kenaikan di pasar bursa regional membuat turunnya permintaan emas sebagai investasi alternatif.

“Adanya aksi para spekulan dia pasar emas saat ini membuat emas melorot. Kami memprediksikan aksi profit taking akan tetap marak pada satu hingga dua minggu mendatang,” jelas Analis Credit Suisse, Tobias Merath.

Saat ini, harga emas untuk pengantaran cepat turun sebesar 0,9% menjadi US$ 903,34 per troy ounce. Pada pukul 11.00 waktu Singapura, emas berada pada posisi US$ 929,70 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas untuk pengantaran bulan Februari melorot 0,9% menjadi US$ 906,30 di Nymex divisi Comex.

Meski demikian, harga emas diperkirakan akan mengalami rebound pada minggu ini seiring adanya rencana kebijakan baru AS tentang anggaran belanjanya.

Pada tanggal 6 dan 7 Februari lalu, sekitar 27 trader, investor dan analis yang disurvei dari Tokyo hingga Chicago pada 5 Februari dan 6 Februari menyarankan untuk membeli emas.

Barratut Taqiyyah Bloomberg

Kontan ONLINE

Wednesday, February 4, 2009

Emas Masih di Kisaran 900 Dollar AS

Rabu, 4 Februari 2009 | 08:39 WIB

JAKARTA, RABU — Harga emas di pasar internasional masih di kisaran 900 dollar AS per troy ounce.

Pada perdagangan di New York Mercantile Exchange, Selasa (3/2) waktu setempat, emas untuk pengiriman sekarang ditutup pada 892,00 dollar AS per troy ounce, turun dibandingkan penutupan Senin di posisi 906,70 dollar AS.

Sementara perdagangan emas di Hongkong, Rabu (4/2) pagi, seperti dikutip AFP dibuka pada 899,00-900,00 dollar AS per ounce, naik dibandingkan penutupan kemarin pada 896,00-897,00 dollar AS.


EDJ
Sumber : AP

Kompas

Komentar: "Beberapa minggu kebelakang harga emas terus menerus merangkak naik. Investasi emas merupakan investasi yang paling aman saat ini, sangat likuid dan risikonya yang rendah. Mulailah berburu emas dari sekarang bagi yang belum pernah ber-invest di emas. Mungkin untuk kedepannya emas yang paling sangat diandalkan dibanding mata uang yang tidak memiliki nilai riil.....kembali ke jaman Rasullullah....harga 1 ekor kambing = harga 1 dinar emas pada waktu itu...sekarang pun masih sama.....It's real...Right!!!"

For Your Info,

RTI:
Gold
USD=898.98/oz
Buy=898.98
Sell=899.67
High=900.38
Low=896.08
Rp.335851/gm
<04/02>

Sunday, November 9, 2008

30 Day Gold Chart (Oct 8 2008 ~ Nov 7 2008)


Same with the stock prices in Indonesia, currently Gold price is on the low price. Your great change to buy some Gold.
Great change pals!!!

Wednesday, October 15, 2008

Dinar Emas Dan Financial Crisis...

Hampir satu tahun saya menangani blog ini, tidak pernah sesibuk dua hari terakhir. Kemarin saya sampai masuk angin karena tidak sempat makan, hari ini saya baru sempat menulis artikel ini jam 10 malam yang biasanya saya tulis pagi.

Pemicu kesibukan yang luar biasa ini adalah banyaknya telepon, email dan tamu yang datang yang rata-rata menanyakan tentang Dinar dari A sampai Z. Rata-rata yang kirim email, telepon dan datang mengaku sendiri sebagai ‘pemain baru’ dalam Dinar ini sehingga perlu waktu agak lama bagi saya untuk bisa semaksimal mungkin menjelaskannya. Jadi mohon maaf sekali kalau email atau coment Anda belum mendapat giliran di response.

Bisa diduga yang memicu peminat baru dalam Dinar ini adalah krisis yang sedang melanda dunia saat ini. Ketika nilai saham hancur – bahkan bursannya sempat di skors, dan ketika nilai daya beli uang kertas menurun – salah satu ‘pelarian’ yang fitrah bagi para pemilik uang adalah ke emas yang berarti juga Dinar.

Yang hampir selalu saya sampikan adalah dalam berinvestasi, kita harus selalu melihat jangka yang cukup panjang. Jadi jangan terlalu panik dengan gonjang-ganjing sesaat. Emas/Dinar-pun apabila dilihat dalam jangka pendek juga terus bergejolak, bisa naik dan tentu juga bisa turun. Jadi yang berniat untuk mendapatkn keuntungan cepat dengan berspekulasi di emas, siap-siaplah kecewa.

Perkiraan saya sendiri (saya bisa keliru) dalam beberapa bulan kedepan harga emas akan cenderung tertekan turun dahulu sebelum naik kembali. Mengapa ? karena di Amerika akan ada pemimpin baru. Ada semacam euphoria di negara yang pemimpinnya baru – sesaat masyarakat akan mempunyai pengharapan yang luar biasa, seolah pemimpin barunya akan dapat mengatasi seluruh masyalah.

Setelah mereka sadar, bahwa pemimpinnya bukanlah seorang superman – saat itu masyalah yang sebelumnya dihadapi telah menjadi lebih parah kondisinya. Saat itulah emas akan kembali diburu dan tentu naik harganya.

Kapan itu terjadi ?, saya nggak berani memperkirakan waktunya karena saya tidak merasa punya ilmu masa depan. Namun ada yang berani memperkirakan sampai angka harga emas dan waktu kenaikannya seperti kata Donald Luskin, CIO of Trend Macrolytics seperti disiarkan CNBC malam ini sbb.:

“Invest in gold as it may hit $2,000 a troy ounce in the next 6 months. Stores of value, long-term stores bedrock of value, like gold, are going to be the best performing assets over the next couple of years".
US$ Index vs Gold Price Luskin mungkin tidak mengada-ada dalam perkiraannya karena berbeda dengan tingginya harga emas Maret lalu yang disebabkan oleh rendahnya nilai US$; saat ini harga emas tinggi pada saat yang bersamaan nilai US$ juga tinggi yang ditunjukkan oleh tingginya US$ Index.

Sedangkan US$ Index lebih berpeluang turun (setelah melewati masa euphoria pemimpin baru) oleh berbagi sebab, seperti dampak dari bailout yang mereka lakukan baru-baru ini, pemotongan suku bungan the fed dan berbagai penyebab lainnya. Ketika US$ Index turun statistik selalu menunjukkan harga emas naik.

Yang saya sepaham juga dengan Luskin adalah Dinar/Emas berbeda dengan berbagi bentuk investasi lainnya karena faktor stores of value.

Dinar/Emas tidak pernah kehilangan daya belinya. Ketika 1 Dinar cukup untuk membeli kambing di jaman Rasulullah SAW lebih dari 1400 tahun lalu, satu Dinar-pun cukup untuk membeli kambing yang besar sekarang.

Katakanlah prediksi Luskin keliru tentang harga emas dan besuk Dinar harganya turun secara significant dari Rp 1.2 juta ke Rp 1.1 juta, Anda tetap dapat membeli kambing yang besar besuk.

Daya beli inilah yang sangat penting kita pertahankan dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan kita.

Jadi ketika kita hijrah dari saham dan berbagai produk turunannya, juga dari deposito ke Dinar/Emas faktor proteksi nilai (daya beli) yang menjadi pertimbngan utama – bukan keuntungan sesaat yang bersifat semu.

Kemudian ada hal lain yang perlu sangat dipahami dalam mengelolaa kekayaan dalam bentuk apapun – tidak harus Dinar/Emas – yaitu larangan menimbun. Karena panjangnya bahasan ini saya akan tulis terpisah – insyaallah.

Gerai Dinar

Sunday, October 12, 2008

10 Year Gold Chart (Oct 1998 ~ Oct 2008)













Currently (1st week of Oct 2008), all stocks market are in
bearish condition.
The only investment in a bullish (going up trend) is gold.
Time to make a gain in gold but time to buy shares
(low prices momentum).
Congratulation for the gold investment!!!

Monday, June 23, 2008

Berkilaunya Investasi Emas

Senin, 23 Juni 2008 | 07:04 WIB

JAKARTA, SENIN - Sebuah analisis yang dirilis tahun 2003 menyebutkan, pada 10-12 tahun mendatang harga emas akan mencapai 8.000 dollar AS per troy ounce. Harga itu diperkirakan akan terjadi pada 2013-2015 sehingga bila pada 2007 seseorang menginvestasikan Rp 200 juta untuk emas, maka pada 2013-2015 kelak ia akan memiliki emas senilai Rp 2,2 miliar. Dengan kata lain ia meraup untung dari kenaikan harga yang mencapai 1.112 persen.

Jika hal itu terjadi, maka tidak ada instrumen investasi yang bisa mengalahkan keperkasaan emas, bahkan deposito, saham, maupun ORI sekalipun. Konsultan manajemen sekaligus motivator ternama, Tung Desem Waringin, sejak dulu hingga kini selalu berpendapat bahwa emas merupakan investasi teraman dan paling menguntungkan. "Sejak 2002 saya sudah bilang emas itu investasi paling menguntungkan," katanya.

Pengusaha sukses itu bahkan "mencabut" investasinya di sektor infrastruktur untuk dialihkan ke emas. Ia bersikukuh bahwa tindakan yang dilakukannya benar meskipun banyak orang memilih sektor infrastruktur sebagai instrumen investasi utama. Hal itu karena tren emas sejak zaman dahulu hingga detik ini selalu mengalami kenaikan harga. Namun, untuk kondisi pasar saat ini, ia masih menyarankan calon investor untuk wait and see. "Saat ini pasar masih bergejolak, jadi lebih baik wait and see sebelum memutuskan untuk terjun ke emas," katanya.

Tercatat kenaikan harga emas paling fantastis terjadi pada 2001 di mana pada saat yang sama mata uang kertas justru mengalami penurunan nilai. Proses kenaikan harga emas itu akan semakin dipercepat oleh laju inflasi dan abusing dollar AS saat ini. Itu karena emas tidak mempunyai efek inflasi atau zero inflation effect.

Memang logam mulia bernama emas sepertinya tidak akan pernah lekang dimakan zaman. Kemuliaan dan kemilaunya tetap saja memukau, termasuk bagi dunia investasi. Emas merupakan komoditas yang unik yang jumlahnya terbatas di dunia serta merupakan satu-satunya barang yang dapat ditambang di atas permukaan bumi. Emas juga merupakan alternatif uang kertas dengan daya beli yang abadi dan nilainya cenderung dipatok oleh pasar.


Kagak ada matinya

Pilihan investasi emas saat ini tetap dinilai paling menguntungkan dibandingkan opsi yang lain mengingat sifatnya yang "kebal" inflasi. "Investasi emas ibaratnya kagak ada matinya, alias selalu menguntungkan," kata pengamat ekonomi, A Tony Prasetiantono.

Menurutnya, , berinvestasi emas sama sifatnya dengan menginvestasikan dana untuk membeli tanah dan properti di kota-kota tertentu di Indonesia, seperti Bali dan Yogyakarta, yang harganya terus-menerus naik. Emas juga sangat baik untuk diversifikasi investasi setelah memiliki investasi di saham, obligasi, reksadana, ataupun properti. Terlebih di beberapa negara penghasil emas belakangan ini mengalami penurunan produksi secara signifikan sehingga harga emas dipastikan akan selalu naik.

"Namun, investasi emas juga ada beberapa kelemahannya," kata Tony. Menurut dia, calon investor juga harus mempertimbangkan banyak hal untuk mulai menginvestasikan dananya dalam bentuk emas karena relatif tidak praktis atau sulit disimpan, berisiko hilang, dicuri atau dirampok, dan lain-lain. Selain itu, bila penyimpanan kurang baik memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khusus emas berbentuk koin kalau terjatuh sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurangi harga.

Kekurangan lain, return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Investasi emas juga sangat tidak disarankan untuk jangka pendek karena sifatnya sebagai pelindung nilai (hedging). "Oleh karena itu, emas biasanya menjadi salah satu pilihan portofolio yang favorable," katanya.

Pengamat investasi, Roy Sembel, dalam salah satu tulisannya mengatakan, permintaan emas akan melonjak bila terjadi dua hal, yaitu kondisi negara tidak menentu dan terjadi inflasi. "Jika kedua hal itu terjadi, maka ketertarikan investor terhadap emas akan naik karena emas dinilai paling aman untuk investasi," katanya.

Senada dikatakan pakar investasi Safir Senduk, yang berpendapat bahwa bila terjadi inflasi tinggi, maka harga emas akan naik lebih tinggi daripada inflasi yang terjadi. Statistik menunjukkan, bila inflasi naik 10 persen, maka harga emas akan naik 13 persen. Jika inflasi naik 20 persen, emas akan naik menjadi 30 persen. Namun, bila inflasi 100 persen, maka emas akan melonjak 200 persen. Patut dipertimbangkan pula harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah bahkan ada kecenderungan menurun bila laju inflasi di bawah dua digit.

Diversifikasi emas

Tony Prasetiantono mengatakan, saat ini orang tidak harus menyimpan emas dalam bentuk fisik saat berinvestasi ,tetapi juga bisa menyimpannya dalam bentuk lain yang kini semakin bervariasi. Di antaranya dalam valas, saham, obligasi, dan lain-lain. "Investasi emas saat ini telah mengalami diversifikasi yang lebih luas," katanya.

Bentuk emas paling umum adalah batangan menyerupai batu bara berkadar 95 persen atau 99 persen (24 karat). Jenis ini dinilai paling menguntungkan untuk investasi karena kapan pun dan di manapun dijual, harganya mengikuti standar internasional. Bentuk lain adalah koin yang ada baiknya saat membelinya pilih produk dari produsen ternama seperti Maples, Krands, atau Eagles.

Ada juga emas yang berbentuk perhiasan. Bentuk ini sebenarnya kurang menguntungkan untuk investasi karena investor harus menanggung harga pembuatan dan sifatnya subyektif sesuai selera. Koin emas ONH juga merupakan bentuk lain investasi emas. Hanya saja bentuk emas ini sifatnya lokal dan kurang mendapat perhatian dunia. Ada pula yang menawarkan tabungan berbentuk emas untuk keperluan investasi jangka panjang, misalnya Bank Syariah Mandiri dan HSBC Syariah.

Untuk membeli dan menjual emas bisa dilakukan di toko emas atau Perum Pegadaian. Sementara itu, untuk tren dan perkembangan harga emas dunia terkini dapat dilihat di situs Kitco, Gold Price, atau UBC Gold.
Sangat disarankan, investor membeli emas di PT Antam unit Pengelolaan dan Pemurnian Logam, Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur. Dan lebih disarankan lagi untuk selalu meneliti sertifikat berupa kertas kecil berhologram dan kuitansinya. Setelah itu cocokkan dengan fisik emas yang dibeli. Umumnya tercantum kode 9999 atau 24 karat, nomor seri, dan berat logam dengan cetakan tenggelam dan logo pembuatnya.

Penyimpanan emas bila jumlahnya tidak banyak cukup ditempatkan di rumah. Namun, bila jumlahnya banyak dan untuk pertimbangan keamanan, investor dapat menyewa safe deposit box yang ada di setiap bank.
Di balik kemilau investasi emas yang menggiurkan, ada sebagian yang justru berpendapat bahwa emas bukan instrumen yang tepat untuk investasi. Emas cenderung merupakan alat spekulasi karena tidak menghasilkan revenue stream. Nilai emas hanya semata-mata tergantung pada persepsi yang mudah sekali berubah. Di luar itu emas adalah logam yang nyaris tidak berfaedah secara langsung.

Sumber : Antara

Kompas