BLOGSPOT atas
Showing posts with label Saham untuk Pemula. Show all posts
Showing posts with label Saham untuk Pemula. Show all posts

Sunday, August 2, 2009

Investasi dan Keuangan: Memulai Transaksi Saham

Minggu, 2 Agustus 2009 | 03:04 WIB


Adler Haymans Manurung praktisi keuangan

Pertanyaan pemilik dana adalah bagaimana memulai transaksi saham? Bisakah langsung datang ke bursa untuk membeli saham?

Investor tidak bisa langsung datang ke bursa untuk membeli saham seperti membeli sayur ke pasar. Bursa merupakan lembaga bertransaksi saham melalui broker (perusahaan sekuritas) yang keberadaannya berdasar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Semua transaksi di bursa menggunakan teknologi informasi dan sistem pembayarannya melalui perbankan. Perusahaan sekuritas yang berlisensi sebagai pedagang perantara efek dan anggota bursa yang bisa melakukan transaksi saham.

Anggota bursa adalah perusahaan sekuritas yang memiliki saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham dimiliki ketika bursa berdiri atau melalui lelang perusahaan lain yang tidak memenuhi syarat menjadi anggota. Perusahaan anggota bursa dapat dilihat di situs BEI dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Bila bertransaksi melalui perusahaan sekuritas yang bukan anggota bursa, investor harus mencari informasi mengenai aliansinya dengan anggota bursa. Artinya, investor mengetahui dan paham atas transaksi yang dilakukan.

Dengan kata lain, investor harus memilih perusahaan sekuritas dengan lebih cermat agar dana dan saham yang dimiliki jelas keberadaannya.

Perhatikan kriteria perusahaan sekuritas, yaitu pertama, modal setor perusahaan, apakah melebihi modal yang ditentukan Bapepam karena dapat menjadi ukuran likuiditas perusahaan.

Kedua, pemasaran perusahaan sekuritas. Banyaknya pemasar perusahaan juga menunjukkan layanannya kepada investor. Bila jumlahnya sangat sedikit, maka pelayanan akan tidak optimal.

Ketiga, apakah perusahaan mempunyai bagian riset yang bisa diandalkan karena investasi saham dilakukan dengan melihat prospek perusahaan. Untuk itu butuh riset dan perlu pertemuan antara riset analis dengan investor relation perusahaan.

Bila tidak ada bagian riset, investor bisa mendapat informasi gratis melalui www.finansialbisnis.com. Investor harus mencari hasil riset berdasarkan pendekatan fundamental dan teknis.

Keempat, sistem pembayaran transaksi saham antara perusahaan sekuritas dan investor. Saat ini, aturan transaksi saham adalah T+3. Artinya, bila investor membeli saham, maka pembayaran dilakukan tiga hari kemudian dan investor menyerahkan saham bila menjual saham dan mendapatkan dananya.

Perusahaan sekuritas dapat meminta investor membayar pada T+2 dan membayar pada T+4, karena penyelesaian transaksi saham pada T+3 dan perusahaan sekuritas membutuhkan proses. Sebaiknya regulator memecahkan persoalan ini agar investor tidak dirugikan. Sebaiknya, transaksi diselesaikan pada T+1 supaya efisien.

Kelima, kenali manajemen perusahaan sekuritas agar investor bisa berhubungan langsung dengan manajemen bila ada persoalan genting.

Keenam, adakan pertemuan rutin setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu untuk menyebarkan informasi. Pertemuan rutin ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan perusahaan sehingga keputusan bertransaksi dapat tepat dilakukan.

Ketujuh, apakah perusahaan mempunyai lisensi lain, seperti penjamin emisi atau manajer investasi atau hanya perantara pedagang efek. Adanya lisensi lain juga menunjukkan bonafiditas dan informasi yang dapat diperoleh investor, selain pelayanan akan meningkat.

Membuka rekening

Selanjutnya membuka rekening untuk transaksi saham di perusahaan sekuritas. Investor harus meminta agar rekening investor tercatat di bursa melalui PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Terdaftarnya rekening di kedua perusahaan itu memberi keuntungan, tidak perlu takut karena transaksi di bursa harus transparan.

Selanjutnya investor harus menunggu untuk mendapat persetujuan bertransaksi. Lama keluarnya persetujuan tergantung hasil penyelidikan terhadap investor karena perusahaan sekuritas harus mengenal investor, sesuai peraturan Bapepam. Umumnya, investor yang mempunyai teman dekat yang telah lama bertransaksi lebih cepat mendapat persetujuan karena ada pihak pemberi informasi bagi perusahaan sekuritas.

Investor lalu bertemu pemasar dan dapat bertanya jawab mengenai saham yang ditransaksikan. Ketika memulai transaksi, investor harus bertanya apakah investor setiap hari memerhatikan transaksi saham atau hanya beberapa saat karena ingin berinvestasi jangka panjang.

Investor dapat memulai dengan membeli satu lot saham (500 saham). Saham yang dibeli cukup dikonsentrasikan 5-10 jenis karena bila lebih akan terjadi kesemrawutan analisis. Tindakan ini untuk merasakan bermain saham dan bila terjadi kerugian jumlahnya tidak besar.

Transaksi satu lot itu dilakukan berkali-kali dalam seminggu untuk membuat denyut jantung terbiasa. Bila sudah yakin bisa mengikuti naik-turunnya harga saham, investor dapat menaikkan jumlah lot. Lompatan selanjutnya 5 lot saham sehingga investor mulai merasakan besarnya kerugian. Ini dapat dilihat sebagai ”biaya sekolah” dan jangan menjadi beban bagi investor. Sebaiknya, dana yang dipakai adalah uang lebih yang tidak dipakai dalam jangka panjang.

Investor harus terus mencari informasi melalui koran, analis, dan pihak yang memahami pasar. Investor jangan sekali-kali melawan pasar karena akan merugi. Selamat bermain saham.

KOMPAS

Saturday, June 20, 2009

Untung Oke, Ilmu Pasar Modal Oke

Sabtu, 20 Juni 2009 | 05:23 WIB

Oleh Reinhard Nainggolan dan M Fajar Marta

KOMPAS.com - Setelah berembuk beberapa kali, Arif Darmawan dan tujuh temannya sepakat mengumpulkan uang Rp 300.000 per orang. Dengan uang sebanyak Rp 2,4 juta, mereka pun mulai bermain saham.

Itu kami sisihkan dari uang saku. Sejak lama kami ingin tahu bagaimana sebenarnya investasi di pasar modal. Di kampus ada studi pasar modal, tapi kami tidak ingin hanya tahu teori,” kata Arif, Jumat (19/6), yang bersama ketujuh temannya tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro, Semarang.

Bermodalkan Rp 2,4 juta, bulan lalu Arif dan teman-temannya mendatangi Kantor Cabang Indo Premier Securities di Semarang untuk membuka rekening efek. Mereka mulai membeli beberapa saham yang dinilai akan memberikan keuntungan memadai. ”Sebelum transaksi, kami diskusi dulu. Ini mendorong kami lebih banyak tahu soal ekonomi dan pasar modal,” kata Arif.

Setelah satu bulan bermain saham, Arif dan rekannya untung Rp 200.000. Keuntungan didapat dari ratusan kali membeli dan menjual saham dalam kurun waktu satu bulan. Bahkan dalam sehari Arif dan teman- temannya bolak-balik membeli dan menjual satu saham tertentu sampai sepuluh kali.

”Untung 2-3 poin kami ambil,” kata Arif. Ia dan teman- teman memiliki horizon investasi jangka pendek.

Ketertarikan untuk berinvestasi di pasar modal juga disampaikan Benny Anthony, mahasiswa Fakultas Teknologi Informasi Universitas Tarumanagara, Jakarta. Ia tertarik atas saran seorang saudara dan beberapa temannya yang bekerja sebagai broker di perusahaan sekuritas.

”Mereka sarankan saya untuk beli saham karena akhir tahun lalu harganya cukup murah. Saya pikir, ini waktunya berinvestasi dan belajar pasar modal sekalipun pendidikan saya bukan di bidang itu,” kata Benny.

Ketertarikan mahasiswa untuk mengenal dan berinvestasi di pasar modal sebenarnya bukan baru berlangsung belakangan ini. Lebih dari 10 tahun lalu otoritas Bursa Efek Indonesia berupaya menyosialisasikan pasar modal ke kampus-kampus dengan membuka Pojok BEI.

Bahkan, sejak tiga tahun konsep Pojok BEI ditingkatkan dari 2 in 1 menjadi 3 in 1. Artinya, Pojok BEI yang tadinya hanya merupakan kerja sama BEI dan kampus menjadi kerja sama tiga pihak: BEI, kampus, dan perusahaan sekuritas.

Kerja sama dengan perusahaan sekuritas ini memungkinkan Pojok BEI di kampus tidak bermanfaat sebagai penyedia informasi saja, tetapi juga galeri (tempat investor bertransaksi).

Sampai saat ini ada 52 pojok BEI yang tersebar di 14 provinsi di Indonesia. Sebanyak 31 di antaranya telah menggunakan konsep 3 in 1. Salah satu pojok BEI yang cukup berhasil ialah di Universitas Sangga Buana YPKP, Bandung, yang setiap bulan dikunjungi 150 mahasiswa dengan rata-rata nilai transaksi mencapai Rp 11 miliar per bulan.

Sekretaris Perusahaan BEI Friderica Widyasari Dewi mengatakan, pendirian Pojok BEI dengan konsep 3 in 1 merupakan bagian dari upaya BEI menambah jumlah investor lokal di Indonesia yang sejak 10 tahun lalu tidak beranjak dari 320.000 orang atau hanya 0,12 persen dari 250 juta penduduk Indonesia saat ini.

Sebagai kaum intelektual, Friderica mengatakan, mahasiswa merupakan calon investor potensial yang perlu dirangsang untuk terbiasa berinvestasi sejak dini. ”Kalau di negara-negara maju, pembicaraan seputar saham, obligasi, mutual fund, sudah sangat biasa di antara mahasiswa. Ke depan, kami berharap mahasiswa di Indonesia juga demikian,” kata Friderica.

Direktur Valbury Asia Securities Benny Andrewijaya mengatakan, kalau hanya dilihat dari sisi profit, bisnis pasar saham di kampus tak masuk hitungan. ”Namun, yang kami lihat adalah potensi ke depannya,” kata Benny.

Bagi universitas, Pojok BEI dinilai memiliki manfaat besar. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Mercu Buana Yuli Harwani mengatakan, sejak Pojok BEI didirikan di Mercu Buana tiga tahun silam, nilai akademik para mahasiswa di studi pasar modal dan investasi meningkat.

Pojok BEI juga dimanfaatkan sebagai sumber informasi penulisan skripsi atau tesis mengenai pasar modal. ”Mahasiswa yang sudah buka rekening efek juga bisa betul-betul merasakan risiko apa yang terkandung di balik investasi saham,” kata Yuli.

Bisa jadi saat ini Anda membeli saham di harga Rp 100 dalam waktu seminggu naik menjadi Rp 1.000 karena ”banteng” sedang mengamuk (bullish), istilah pasar modal yang menunjukkan harga saham tengah merangkak naik. Sebaliknya, bisa jadi saham yang dibeli Rp 1.000 dalam waktu satu minggu menjadi Rp 100 karena beruang sedang turun gunung (bearish), istilah yang menggambarkan harga saham terkoreksi.

Karena itu, keputusan membeli atau menjual saham haruslah dilakukan dengan analisis yang benar dan mendalam. Tanpa itu, investasi di pasar modal hanyalah menjadi ajang spekulasi dan ikut-ikutan bagi para mahasiswa.


Sumber : Kompas Cetak