BLOGSPOT atas
Showing posts with label options. Show all posts
Showing posts with label options. Show all posts

Sunday, March 6, 2011

Investasi: Bermain Saham Situasi Fluktuatif

Minggu, 06 Maret 2011
Adler Haymans Manurung/praktisi keuangan

Saat ini pasar sedang fluktuatif yang bergerak naik turun pada level IHSG 3350 sampai dengan 3650. Fluktuatifnya IHSG pada kisaran tersebut dikarenakan informasi yang masuk ke bursa tidak banyak yang mendukung untuk naik tajam. Bahkan, informasi yang datang saat ini tingkat bunga meningkat dikarenakan ada kenaikan harga-harga.

Kejadian ini tidak terlepas dari proyeksi yang dilakukan pemerintah dan angka-angka pertumbuhan ekonomi yang tidak begitu baik.

Pada situasi pasar fluktuatif, investor perlu menentukan tujuan utama dari dana yang dimiliki serta tujuan utama untuk bermain saham. Tujuan tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang. Bila tujuan jangka panjang yang diinginkan, investasi pada saham harus memberikan tingkat pengembalian yang tinggi. Bila tujuan jangka pendek yang diinginkan, investor menginginkan tingkat pengembalian cukup dalam jangka pendek.

Ada beberapa tindakan investor yang bisa dilakukan dalam situasi ini, pertama, investor tidak boleh masuk ke saham yang sangat bervariasi harganya dikarenakan pemain pasar. Investor akan mengalami kerugian bila ikut masuk bermain saham di kelompok saham ini. Pemain pasar (baca: bandar) sangat lihai menggoyang atau mengayunkan harga saham demi mendapatkan keuntungan bagi dirinya.

Ada beberapa saham yang sering dimainkan pemain pasar dan biasanya saham ini dapat disebutkan saham gorengan. Saham ini biasanya berkapitalisasi pasar yang kecil. Adanya net selling dalam sehari yang dikenal netting membuat pemain pasar ini tidak memerlukan modal untuk memainkan saham ini.

Kedua, investor memilih saham yang sangat layak untuk dibeli dan disimpan dalam jangka panjang. Karena tujuannya jangka panjang, investor bisa membeli saham secara perlahan-lahan dan bertahap. Bila pasarnya turun, investor membeli 10 persen dari dana yang dimiliki dan turun lagi investasi 10 persen lagi.

Besaran persentase dana investasi bertahap ini bergantung pada keyakinan dan pandangan pasar yang dimiliki investor. Setelah investasi sudah seluruhnya dilakukan, investor tidak perlu memerhatikan setiap detik denyut pergerakan harga saham di bursa. Selanjutnya, investor hanya memerhatikan IHSG sudah naik berapa persen, apakah sudah naik tajam, atau bahkan drop. Bila sahamnya drop, tidak usah panik karena dana yang dimiliki tidak hilang dan dana tersebut dari awalnya memang tidak dibutuhkan untuk jangka pendek.

Bila IHSG sudah naik dua kali atau tiga kali lipat dari hasil investasi pada instrumen deposito sudah selayaknya investor mengambil keuntungan yang disebut profit taking, kemudian membeli saham kembali. Bahkan, ada investor yang telah mempunyai program dengan menjual saham bila harga saham sudah naik sekitar 15 persen dalam jangka pendek sehingga nilainya jauh lebih besar bila disetahunkan. Bahkan, investor membandingkan dengan investasi lain, maka investasi ini akan lebih baik.

Ketiga, situasi pasar yang fluktuatif ini dapat digunakan untuk melakukan jual beli atau disebut trading untuk para pemain pasar dan ini sangat cocok untuk jangka pendek. Bila investor ingin melakukan strategi ini, investor harus mempunyai waktu untuk mengikuti pergerakan harga saham tersebut. Bila investor tidak mempunyai waktu, investor jangan menggunakan strategi ini karena investor bisa mengalami kerugian dan akhirnya investor akan menempuh strategi pertama.

Penggunaan strategi ini tidak perlu dengan banyak saham karena semakin banyak saham yang ditransaksikan, semakin besar pengetahuan dan informasi yang harus dimiliki. Sebaiknya investor hanya melakukan transaksi terhadap 5 sampai 9 saham.

Di samping itu, kemampuan manusia untuk menganalisis saham dan mengingatnya sekitar 10 saham. Penulis hanya menyarankan banyak saham yang ditransaksikan sebanyak 5 atau 6 saham. Selanjutnya, investor harus memilih saham mana saja yang harus ditransaksikan agar mempunyai keuntungan.

Karena tujuan awal untuk trading, investor harus memerhatikan saham mempunyai volatilitas (pergerakan harga) saham sekitar 10 persen sampai dengan 15 persen. Semakin besar volatilitas saham tersebut, semakin besar kemungkinan mendapatkan keuntungan, tetapi saham tersebut semakin berisiko. Bila investor menggunakan volatilitas yang kecil, keuntungan yang diperoleh kecil dan investor melakukan transaksi untuk memberikan kekayaan kepada pihak lain. Investor sebaiknya bermain pada saham yang likuid dan tidak perlu bermain pada saham yang berkapitalisasi besar karena modal yang diperlukan juga besar.

Keempat, melakukan transaksi bukan langsung bermain saham, tetapi bermain opsi saham. Permainan opsi saham ini sangat banyak sekarang dilakukan oleh investor dengan langsung bermain ke bursa Amerika Serikat.

Opsi tersebut merupakan hak untuk membeli saham dikenal opsi call atau hak untuk menjual saham dikenal opsi put pada harga tertentu di mana harga ini disebut strike price.

Bila investor menggunakan opsi call, investor memandang harga saham akan mengalami kenaikan pada masa mendatang. Sebaliknya, investor menggunakan opsi put bila investor mempunyai pandangan pada masa mendatang harga saham akan mengalami kenaikan.

Dalam situasi pasar yang berfluktuasi ini, strategi opsi yang dipergunakan adalah strategi spread, khususnya butterfly spread. Strategi spread maksudnya melakukan transaksi membeli opsi call dan menjual opsi call. Investor hanya melakukan perbedaan strike price dari opsi call tersebut sehingga ada spread.

Butterfly spread call maksudnya transaksi membeli opsi call sebanyak dua buah dengan strike price yang berbeda dan menjual opsi call dengan strike price di antara (di tengah) strike price dari pembelian opsi call. Artinya, investor akan mendapatkan keuntungan di antara strike price pembelian opsi call tersebut di mana puncaknya keuntungan pada strike price menjual opsi.

Quoted by Idham Azhari from KOMPAS

Sunday, September 19, 2010

INVESTASI: Bermain Opsi untuk Biaya Hidup

Minggu, 19 September 2010 | 03:38 WIB

Adler Haymans Manurung, praktisi keuangan

Opsi merupakan sebuah transaksi di mana seseorang mempunyai hak atas pembelian opsi tersebut dan pihak lawannya mempunyai kewajiban atas transaksi tersebut. Opsi dikelompokkan dalam opsi call dan opsi put.

Opsi call adalah hak yang dimiliki untuk membeli aset pada harga tertentu. Hak tersebut hanya dieksekusi apabila harga aset di atas harga perjanjian. Apabila tidak, pembeli opsi call tidak mungkin akan melakukan pembelian aset tersebut karena harganya lebih murah beli pasar daripada melalui teman/pihak bertransaksi opsi.

Biasanya, manajer investasi atau investor yang pintar melakukan transaksi bila melihat pasar akan mengalami bullish dan tidak mempunyai kesempatan untuk masuk ke pasar dikarenakan portofolio sudah penuh. Opsi put adalah hak untuk menjual aset pada harga tertentu di mana harga saham terus mengalami pemerosotan. Artinya, pembeli opsi put menjual pada harga saham ”X” senilai Rp 2.000, padahal harganya sudah drop mencapai Rp 1.000.

Opsi call ini juga dipergunakan sejumlah pihak, terutama manajer investasi untuk melindungi saham dalam portofolionya. Pihak lawan investor yang melakukan transaksi dikenal sebagai writer dan biasanya memperoleh dana pada awal transaksi, tetapi mempunyai kewajiban besar pada akhir periode atau selama periode bila opsi tersebut dieksekusi karena menguntungkan pembeli opsi.

Kontrak opsi saham

Bursa Efek Indonesia telah memulai transaksi opsi yang dikenal dengan kontrak opsi saham (KOS). KOS belum sangat dikenal investor karena kebanyakan investor Indonesia melakukan transaksi opsi dengan sekuritas di luar negeri.

KOS diciptakan untuk mereka yang tak mempunyai kesempatan membeli langsung asetnya dikarenakan terlalu likuid. Bukan KOS membuat transaksi saham menjadi likuid seperti yang sering didengar investor selama ini. Adapun saham yang menjadi saham KOS masih terbatas , misalkan saham-saham besar yang terdaftar pada saham Indeks LQ45.

Bermain opsi call dan put merupakan transaksi di mana pembeli harus membayar senilai tertentu agar pihak lain mau melakukan transaksi opsi dan biasanya dikenal premium.

Besarnya premium

sekitar 2 persen sampai dengan maksimum 10 persen dari harga aset yang sedang dibuat derivatifnya (opsi). Bila nilai mencapai maksimum, kemungkinan besar persoalan likuiditas aset underlying. Oleh karenanya, premium yang dibayarkan pembeli opsi merupakan biaya dan tak mungkin kembali, terkecuali apa yang telah direncanakan menjadi kenyataan.

Misalkan, untuk membeli sebuah TLKM dengan harga strike senilai Rp 8.650, investor pembeli KOS membayar senilai Rp 200 per saham. Apabila harga saham naik menjadi Rp 9.500, investor hanya membayar Rp 8.650, tetapi harus membayar dulu senilai Rp 200, per saham. Apabila harga saham drop di bawah Rp 8.650, investor akan kehilangan dana sebesar Rp 200, per saham. Artinya, nilai Rp 200 dianggap sebagai biaya bagi investor tersebut.

Arah pasar

Dalam bermain KOS, investor harus memahami atau bisa meramalkan arah pasar. Apakah akan mengalami bullish atau berarish atau fluktuasi pada harga sekarang atau pada harga tertentu saja, misalkan pada Indeks Harga Saham Gabungan level 3.000.

Jika arah pasar akan mengalami bullish, investor bisa mempergunakan transaksi opsi call. Arah pasar yang bullish sebenarnya bisa diperhatikan dari berita. Situasi tingkat bunga yang sedang berlaku dan arah tingkat bunga bisa memberikan arah pergerakan pasar saham ke depan. Bila tidak ada persoalan yang mendasar dan tingkat bunga akan mengalami kenaikan, arah pasar saham akan mengalami penurunan. Bila arah pasar mengalami penurunan, investor cukup baik membeli opsi put atau menulis opsi call.

Sebaliknya, jika arah tingkat bunga turun, arah pasar saham akan naik sehingga opsi call dan menulis put untuk saham sangat wajar dilakukan. Jika situasi pasar tidak berubah, investor akan melakukan tindakan tertentu, misalkan portofolio opsi dan biasanya menggunakan strategi straddle, yaitu Butterfly.

Selanjutnya, investor harus menentukan periode opsi yang akan dilaksanakan. Bila periode yang dipergunakan lebih panjang, maka biaya yang dibayarkan akan lebih mahal dan transaksi opsinya lebih pendek. Periode opsi yang dibeli masih tergantung kepada estimasi arah pasar saham di masa mendatang. Bila arah pasar dalam jangka waktu diketahui pasti, investor bisa menambahkan periodenya agar lebih leluasa melakukan transaksi. Bila kenaikan pasar diyakini dan diestimasi dalam dua bulan ke depan, maka periode investasi opsi bisa dilakukan dengan periode tiga bulan. Artinya, investor harus memanjangkan sedikit periodenya agar bisa mendapatkan keuntungan.

Investor tidak bisa hanya melakukan satu arah transaksi saja. Investor harus mempunyai berbagai transaksi agar bisa memberikan keuntungan. Investor tidak bisa hanya membeli opsi call atau opsi put saja. Apabila investor hanya melakukan transaksi membeli, maka dana yang dimiliki investor harus keluar. Namun, investor harus melakukan transaksi penulisan opsi tersebut agar dana masuk.

Apabila keinginan atau tujuan utama supaya mendapatkan dana untuk kehidupan, transaksi menulis (menjual) opsi harus lebih besar dari membeli opsi. Berbagai portofolio opsi akan bisa memberikan keuntungan kepada investor. Misalkan, transaksi opsi menjual senilai Rp 225 per saham dan transaksi opsi membeli senilai Rp 200 per saham sehingga investor mengalami keuntungan.

KOMPAS

Sunday, November 29, 2009

INVESTASI & KEUANGAN: Bermain Opsi ketika Pasar "Bullish"

Minggu, 29 November 2009 | 03:26 WIB

Adler Haymans Manurung praktisi keuangan

Beberapa analis dan pemain pasar menyatakan pasar akan naik tahun mendatang dan dimulai akhir November. Desember dianggap berbagai pihak sebagai saat pemain dan issuer saham melakukan window dressing karena ingin memperlihatkan kinerja yang bagus.

Harga saham akhir Desember dipublikasikan pada laporan keuangan perusahaan dan selalu diinginkan ada kenaikan harga saham bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila menurun, maka harus ada alasan terjadinya penurunan itu. Bermain opsi pada kondisi ini sangat diperlukan agar mendapat untung.

Asumsi yang digunakan kali ini harga saham naik dalam enam bulan ke depan. Alasan seperti diuraikan sebelumnya dan juga adanya kemungkinan January Effect di mana harga saham akan naik karena fund manager mengubah strategi dengan menukar saham akibat adanya perubahan estimasi pendapatan.

Tindakan pertama yang dilakukan investor adalah membeli opsi cal, bisa yang bergaya Amerika atau Eropa. Disarankan membeli opsi call Amerika supaya investor lebih bebas melakukan eksekusi. Walaupun pasar diasumsikan naik terus, ada kemungkinan turun. Bila penurunan pada akhir periode, maka pembeli opsi call tidak banyak untung.

Pada opsi call Amerika, investor bebas mengeksekusi selama periode opsi untuk mendapatkan keuntungan optimal. Kemampuan melihat waktu yang tepat mengeksekusi sangat diharapkan agar keuntungan optimal.

Dalam membeli opsi call, investor juga harus memerhatikan dan menganalisis periode opsi call agar keuntungan optimal. Periode yang dipergunakan bisa enam bulan atau lebih pendek, yaitu satu bulan. Tetapi, disarankan periode pendek untuk investor yang mempunyai waktu untuk memerhatikan pasar tiap hari. Investor yang tidak mempunyai waktu disarankan membeli yang periodenya panjang.

Investor juga harus memerhatikan harga strike, kesalahan menentukan bisa membuat ketinggalan sehingga keuntungan tidak optimal. Harga strike yang diharapkan tidak jauh berbeda dari harga sekarang, bila perlu harga strike sama dengan harga sekarang.

Tindakan kedua, lindung nilai terhadap tindakan sebelumnya. Tindakan ini ada dua strategi. Bila investor sudah membeli saham atau dikenal dengan underlying asset, investor dapat membeli/menulis opsi. Sebaliknya, pertama sekali investor melakukan tindakan opsi dan tindakan selanjutnya membeli saham.

Bila investor pertama sekali membeli saham, berikutnya investor harus melindungi saham tersebut dengan membeli put. Artinya, bila harga jatuh tajam tiba-tiba, investor sudah punya hak menjual sahamnya pada harga tertentu. Dengan begitu investor hanya rugi sedikit.

Bila investor pertama kali mempunyai tindakan menulis opsi call, investor wajib menyerahkan barang ke lawannya. Tindakan ini salah pilih karena investor mendapat informasi bahwa harga naik. Investor harus melindungi tindakan menulis opsi call tersebut dengan membeli underlying asset atau saham yang dikontrak opsi call tersebut.

Membeli saham memberi keuntungan bagi investor pada masa mendatang karena pasarnya naik. Tetapi, menulis opsi membuat rugi sehingga keuntungan investor stabil (sama) atas portofolio tersebut sepanjang harga saham naik.

Posisi atas opsi

Tindakan berikut, mengambil posisi atas dua atau lebih opsi dengan jenis yang sama. Artinya, investor mengambil posisi dua atau lebih opsi call dan juga demikian dengan opsi put yang disebut sebagai spread. Misalnya, investor membeli opsi call dan juga menulis opsi call.

Harga strike dari membeli opsi call lebih rendah dari harga strike menulis opsi call. Perbedaan harga strike ini merupakan spread bagi investor. Investor juga harus membayar premium opsi call tersebut secara berbeda. Premium pembelian opsi call lebih tinggi dari premium menulis opsi call. Perbedaan nilai premium ini juga menyatakan spread atas opsi tersebut. Kedua tindakan opsi ini harus mempunyai jatuh tempo sama sehingga tidak terjadi missmaturity dalam literature opsi.

Atas tindakan posisi dua opsi call ini atau disebut portofolio opsi call, keuntungan investor akan stabil setelah harga strike menulis opsi. Tetapi, kerugian investor juga stabil bila harga drop sejak harga strike membeli opsi call. Penulisan opsi call dengan harga strike yang lebih tinggi dari harga strike pembelian opsi call untuk membuat kenaikan harga masih jauh terjadi kewajiban penyerahan underlying asset.

Yang juga dapat dilakukan pada saat harga naik adalah mengambil posisi dua opsi put. Posisi pertama membeli opsi put dan posisi kedua menjual/menulis opsi put. Investor harus membuat harga strike membeli opsi put lebih rendah dari menulis opsi put sehingga investor mempunyai spread atas harga strike.

Investor juga membuat premium dari membeli opsi put lebih rendah dari premium menulis opsi put. Perbedaan premium dari kedua opsi put ini merupakan keuntungan investor. Investor sebaiknya mempunyai periode opsi put sama sehingga jatuh temponya sama. Dalam portofolio ini, investor mempunyai keuntungan stabil bila harga terus naik sepanjang masa di mana harga naik dari harga strike menulis opsi put. Namun, investor akan rugi bila harga turun terus dari harga strike membeli opsi put.

KOMPAS

Sunday, November 15, 2009

Investasi & Keuangan: Bermain Opsi Saat Bursa Stasioner

Minggu, 15 November 2009 | 16:17 WIB

Adler Haymans Manurung - praktisi keuangan

Sebelumnya telah dibahas bermain opsi ketika bursa saham turun. Belakangan ini harga saham tidak bisa naik terus dan juga tidak bisa turun terus. Artinya, harga saham naik-turun pada kisaran harga tertentu dan bisa disebutkan harga saham tersebut stasioner. Konsep stasioner sangat dikenal dalam statistik untuk menggambarkan fluktuasi pada kisaran tertentu. Orang bursa menyebut harga saham pada posisi sideways.

Salah satu strategi yang sering dipergunakan ketika bermain opsi adalah spread, yaitu strategi mengambil posisi untuk dua atau lebih opsi sejenis berupa beli call dan jual call atau beli put dan satunya lagi jual put. Kedua opsi ini mempunyai harga strike berbeda, bisa saja harga strike untuk beli opsi lebih kecil atau lebih besar untuk jual opsi.

Investor juga dapat mempunyai portofolio opsi dengan tiga atau lebih harga strike. Berarti, investor mempunyai opsi sejenis dengan banyak harga strike sesuai portofolio opsi yang telah ditentukan. Bila investor ingin mempunyai empat portofolio opsi, tetapi mempunyai tiga harga strike, maka hasilnya berbeda dengan portofolio empat opsi dan empat harga strike.

Bila empat opsi yang dibuat menjadi portofolio dengan tiga harga strike, maka ada dua opsi sejenis mempunyai harga strike sama. Misalkan, investor membeli dua opsi call yang berbeda harga strike dan menjual dua opsi call dengan harga strike berbeda. Investor juga bisa membeli dua put dengan dua harga strike dan menjual dua put dengan satu harga strike.

Pada pasar opsi dikenal strategi opsi butterfly spread call yang menyatakan portofolio opsi call sebanyak empat kontrak dengan tiga harga strike. Artinya, ada dua opsi yang mempunyai harga strike sama dan dua opsi mempunyai harga strike berbeda. Untuk kasus ini, investor harus membeli dua call dengan dua harga strike. Pembelian opsi call pertama mempunyai harga strike paling kecil dan pembelian opsi call kedua dengan harga strike jauh lebih tinggi.

Nilai premium call pertama lebih tinggi dari nilai premium kedua. Kemudian investor menjual opsi call dua kontrak dengan harga strike sama pada pertengahan harga strike paling kecil dan paling tinggi pada pembelian opsi call sebelumnya.

Nilai premium pada penjualan opsi ini jauh lebih kecil atau hampir sama dari hasil jumlah nilai premium pembelian opsi. Pada portofolio ini, investor akan mempunyai hasil negatif dari mulai harga saham terendah sampai harga strike paling kecil dengan kerugian sebesar nilai tertentu. Artinya, investor tidak pernah untung bila harga saham drop terus.

Grafik hasil selanjutnya meningkat sampai puncaknya pada harga strike kedua (pertengahan) dan kembali menurun sampai pada harga strike tertinggi (ketiga). Pada posisi ini, investor akan untung karena harga saham bergerak pada sekitar harga strike kedua. Oleh karenanya, investor harus menggunakan strategi ini bila harga berfluktuasi atau sideways pada harga tertentu. Dalam portofolio ini, harga saham bergerak dari harga strike pertama (paling kecil) sampai harga strike tertinggi. Grafik hasil selanjutnya mendatar merugi sebesar nilai tertentu bila harga saham terus meningkat.

Strategi lain

Strategi lain pada pasar opsi adalah strategi opsi butterfly spread put yang menyatakan portofolio opsi put sebanyak empat kontrak dengan tiga harga strike. Artinya, ada dua opsi yang mempunyai harga strike sama dan dua opsi mempunyai harga strike berbeda. Untuk kasus ini, investor harus membeli dua put dengan dua harga strike. Pembelian opsi put pertama mempunyai harga strike paling kecil dan pembelian opsi put kedua dengan harga strike jauh lebih tinggi.

Nilai premium put kedua lebih tinggi dari nilai premium put pertama. Kemudian investor menjual dua kontrak opsi put dengan harga strike sama pada pertengahan harga strike terkecil dan tertinggi pada pembelian opsi put sebelumnya. Nilai premium penjualan put jauh lebih kecil atau hampir sama dengan nilai kedua pembelian opsi.

Pada portofolio ini investor akan mempunyai hasil negatif dari mulai harga saham terendah sampai harga strike terkecil dengan kerugian sebesar nilai tertentu. Artinya, investor tidak pernah untung bila harga saham drop terus. Grafik hasil selanjutnya meningkat sampai puncaknya pada harga strike kedua (pertengahan) dan kembali menurun sampai pada harga strike tertinggi (ketiga).

Pada posisi ini, investor akan untung karena harga saham bergerak pada sekitar harga strike kedua. Karenanya investor harus menggunakan strategi ini bila harga pasar berfluktuasi atau sideways pada harga tertentu. Dalam portofolio ini harga saham bergerak dari harga strike pertama (paling kecil) sampai dengan harga strike tertinggi. Kemudian grafik hasil selanjutnya mendatar, merugi sebesar nilai tertentu bila harga saham terus meningkat.

Investor yang mempunyai portofolio opsi call atau put untuk strategi ini mempunyai risiko bila harga saham tidak berfluktuasi pada sekitar harga strike tengah. Tetapi, kerugian tersebut tidak sebesar nilai premium masing-masing opsi call atau put. Bila investor menandatangani jumlah saham cukup besar, maka keuntungan atau kerugian tergantung besaran saham yang sudah diperjanjikan.

KOMPAS

Sunday, November 1, 2009

investasi: Bermain Opsi pada Pasar Turun

Minggu, 1 November 2009 | 03:10 WIB


Adler Haymans Manurung - praktisi keuangan

Setelah pelantikan presiden dan menteri dilakukan, terjadi keanehan di pasar modal. Pertama-tama harga saham turun, termasuk saham Gropu Bakrie, yang ditunjukkan oleh turunnya IHSG. Investor ketakutan, tetapi ketika harga naik semua gembira.

Pada sisi lain, banyak pihak menawarkan opsi kepada masyarakat, dengan pelatihan atau langsung, agar bisa menikmati keuntungan. Apakah kita bisa memperoleh keuntungan dengan pasar yang sedang turun ini?

Opsi merupakan hak membeli atau menjual sebuah aset pada harga tertentu untuk periode tertentu, bisa berupa saham, komoditi, valuta asing, dan tingkat bunga. Hak membeli dikenal dengan opsi call dan hak menjual disebut opsi put.

Bila harga saham diperkirakan akan terus turun selama tiga bulan mendatang, maka tindakan pertama yang bisa dilakukan adalah membeli opsi put atas aset saham tersebut. Artinya, investor mempunyai hak menjual saham pada harga tertentu. Misalkan, BUMI yang berharga Rp 2.400-Rp. 2.500 per saham, bila harga strike dari opsi put BUMI sebesar Rp. 2.400, maka investor bisa menjual pada harga Rp 2.400 walaupun harga BUMI drop sampai dengan Rp 1.100. Tetapi, harus jelas periode opsi put tersebut.

Bila harga saham BUMI berbalik, maka investor hanya merugi sebesar harga premium opsi put BUMI tersebut. Berdasarkan penelitian Manurung (1995), harga premium opsi put selalu lebih rendah dari harga opsi call. Umumnya harga opsi call tidak melebih 10% harga sahamnya.

Sebaiknya yang dibeli opsi put bergaya Amerika karena investor bisa mengeksekusi setiap saat selama periode tersebut. Artinya, investor punya kemungkinan untung besar selama periode tersebut. Keuntungan yang diperoleh merupakan selisih antara harga strike sebagai harga jual dan harga beli saham pada harga lebih rendah saat harga pasar sedang turun.

Investor tidak disarankan membeli opsi put gaya Eropa karena eksekusinya pada akhir periode yang membuka peluang harga berbalik naik sehingga terjadi kerugian sebesar nilai premium opsi call tersebut.

Tindakan kedua yang bisa dilakukan investor adalah menulis atau menandatangani opsi call dengan waktu jangka pendek, disarankan membeli opsi call Eropa. Menulis opsi call artinya investor wajib menyerahkan saham BUMI bila harga saham berbalik naik secepatnya.

Bila strike opsi call tersebut pada harga Rp 2.550 dan harga premium opsi call sekitar Rp 200, maka investor harus menyerahkan sahamnya kepada pembeli opsi call bila harga saham melebihi hasil jumlah harga strike dan harga premium opsi call. Bila investor menulis atau menandatangani kontrak opsi call Amerika, maka kerugian investor hampir setiap saat bila harga saham berbalik. Bila opsi call Eropa yang ditandatangani, maka masih ada harapan harga saham tidak mencapai harga strike pada akhir periode kontrak opsi call sehingga keuntungan sebesar premium opsi call tersebut.

Lindung nilai

Selanjutnya adalah melakukan lindung nilai (hedging) atas tindakan awal yang sebetulnya tindakan melindungi transaksi aset (underlying asset). Bila investor membeli opsi call dan investor menjual aset, maka kombinasi ini sangat menguntungkan bila pasar sedang turun.

Pada kombinasi ini sebenarnya investor melakukan short selling atau menjual saham pada harga tertentu dan kemudian investor harus membeli saham agar transaksi penjualan saham bisa diserahkan. Bila investor melakukan membeli opsi call, maka investor harus melindungi transaksi tersebut dengan melakukan short selling atau menjual saham.

Kombinasi ini tidak akan memberi keuntungan bila pasar naik, bahkan rugi. Pada saat pasar turun, investor akan untung sebesar selisih harga antara keuntungan pada tidak menggunakan pembelian opsi call dengan harga premium opsi call. Bila dibuat grafiknya, maka keuntungan investor meningkat bila harga saham turun menuju nol.

Tindakan hedging berikutnya yang juga bisa dilakukan investor dan akhirnya memberikan keuntungan adalah tindakan portofolio antara penjualan saham dan menulis opsi put. Bila investor melakukan penjualan saham seperti uraian sebelumnya, maka investor wajib menyerahkan saham. Untuk melindungi transaksi jual saham tersebut, investor harus menulis opsi put yang artinya investor wajib membeli saham tersebut.

Bila sebaliknya, investor pertama sekali membeli opsi put, maka investor harus melindungi tindakan tersebut dengan menjual saham. Artinya, tindakan mana pun yang pertama kali dilakukan, tindakan kedua melindungi tindakan pertama sehingga hasilnya memberi keuntungan. Investor akan memperoleh keuntungan tidak meningkat seperti pada tindakan portofolio uraian sebelumnya. Investor hanya memperoleh keuntungan merata atau sama selama periode harga turun tersebut.

Mudah-mudahan tindakan ini bisa membantu investor menghadapi situasi pasar yang menurun, walaupun masih ada tindakan lain dengan cara menggabungkan opsi call dan opsi put. Untuk tindakan ini investor perlu pelatihan karena sudah masuk pada tingkatan lanjut pada opsi. Risiko tetap ada, maka investor perlu berhati-hati. Pengenalan terhadap saham dan pialang saham juga sangat diperlukan agar risiko dapat diminimalkan.

KOMPAS

Sunday, October 18, 2009

Investasi Bermain Kontrak Opsi Saham

Minggu, 18 Oktober 2009 | 03:12 WIB

Adler Haymans Manurung - praktisi keuangan

Belakangan ini investor banyak ditawari produk yang kelihatannya belum muncul di bursa, tetapi sebenarnya ada, yaitu Kontrak Opsi Saham atau KOS. Bahkan, produk ini banyak ditawarkan melalui iklan di surat kabar. Awalnya, ditawarkan pendidikan dan bisa online dengan bursa di Amerika. Banyak juga investor yang untung, tetapi ada juga yang rugi.

KOS merupakan produk opsi yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia. Opsi adalah perjanjian jual atau beli aset pada periode tertentu dan pada harga tertentu. Di Amerika, opsi jual dikenal dengan call option dan opsi beli dengan put option. Bursa opsi di Amerika Serikat adalah Chicago Board Option Trading (CBOT). Opsi ini juga dikenal dengan American Style Option dan European Style Option.

Perbedaan keduanya adalah waktu eksekusi. American Style Option dieksekusi setiap saat selama periode opsi dan European Style Option hanya bisa dieksekusi pada akhir periode. Jadi, perbedaan bukan karena tempat transaksi, tetapi karena waktu eksekusi kontrak aset. Umumnya, investor lebih menyukai transaksi American Style Option daripada European Style Option dikarenakan kebebasan eksekusi dan tidak mungkin kehilangan kesempatan. Bila harga saham meningkat selama periode dan drop mendekati semula menjelang akhir periode, maka pemegang European Style kehilangan kesempatan mengeksekusi harga yang meningkat tadi. Bagi American Style Option, kesempatan selalu ada dan sangat menguntungkan.

Dalam bertransaksi saham opsi call, investor berpandangan pasar akan naik sehingga perlu membeli pada harga tertentu dan selebihnya merupakan keuntungan. Atas terjadinya kontrak tersebut investor harus membayar biaya premium.

Harga pembelian (penjualan) kontrak opsi call (put) saham dikenal dengan Strike Price atau Exercise Price. Misalkan, investor membeli KOS TLKM pada harga Rp 8.550 dengan premium Rp 100 per saham untuk periode tiga bulan Oktober-Desember, maka investor mempunyai biaya Rp 8.650 per saham. Artinya, investor akan dapat membeli saham TLKM dari lawan (disebut writer) pada harga Rp. 8.550 walaupun harganya melebihi atau di bawah harga strike tersebut.

Investor bisa mengeksekusi KOS bila harga melebihi Rp 8.650 agar untung. Bila tiba-tiba harga saham menjadi Rp 10.000 dan investor tetap membeli pada harga Rp 8.550, KOS akan selesai jika eksekusi atas kontrak opsi dilaksanakan.

Sebaliknya, bertransaksi opsi put. Investor melihat pasar mendatang akan turun sehingga perlu melakukan lindung nilai atas saham dan investor dapat menjual pada harga tertentu walaupun harganya drop tajam ke bawah. Artinya, investor tidak perlu merugi walaupun harga turun sehingga harga strike selalu ditentukan tidak jauh berbeda dari harga pembelian investor.

Misalkan, investor bertransaksi opsi put saham ISAT pada harga Rp 4.750 dengan harga put premium Rp 70 per saham. Artinya, harga pulang pokok (break-event) investor Rp 4.680. Bila harga saham ISAT drop sampai Rp 3.250, maka investor pembeli put opsi saham ISAT akan memperoleh harga Rp 4.750 per saham sehingga investor tidak akan merugi Rp. 1.500 per saham karena telah melakukan KOS untuk put pada harga Rp 4.750.

Harus ada gejolak

Salah satu faktor penting dalam transaksi opsi, saham harus punya likuiditas tinggi dan bergejolak sehingga investor ingin mendapat keuntungan dari pergerakan harga saham melalui transaksi opsi saham. Jadi, bukan karena ada opsi saham maka saham menjadi likuid karena filosofi opsi tidak seperti itu. Jangan ada pikiran pengelola bursa atau advis tenaga ahli agar likuiditas saham semakin tinggi, maka diciptakan opsi saham tersebut. Bila dilakukan, maka tidak akan terjadi transaksi karena sahamnya tidak likuid.

Pada sisi lain, investor juga bisa untung bila melakukan strategi lindung nilai pada aset. Misalkan, investor melakukan writer atas saham untuk transaksi call opsi saham. Dalam kasus ini, investor berkewajiban menyerahkan barang atau membayar selisih harga pasar saham dengan harga strike saham tersebut.

Untuk menutup kewajiban tersebut, investor juga bisa langsung membuat transaksi pembelian sahamnya sehingga investor tidak perlu takut atas transaksi penulisan call opsi saham. Adapun penggabungan penulisan call opsi saham dan membeli saham disebut covered call. Investor melakukan penulisan baru membeli saham, tetapi bisa juga sebaliknya, yaitu membeli saham dulu dan baru berani melakukan penulisan call opsi saham. Investor mengharapkan pasarnya naik sehingga mendapat untung besar.

Istilah lain yang berhubungan dengan put adalah protective put. Konsepnya, kombinasi opsi put saham dengan posisi panjang untuk aset tersebut. Posisi panjang adalah investor telah memiliki saham atau investor membeli saham.

Pembelian put mengakibatkan kewajiban investor menjual saham pada harga tertentu dan akibatnya investor harus memiliki saham itu. Artinya, bisa juga investor memiliki saham, tetapi karena yakin harga saham akan turun maka investor melakukan perlindungan dengan membeli opsi put. Investor akan mendapatkan keuntungan besar bila pasar meningkat.

Dalam bertransaksi opsi saham risiko paling kecil investor hanya pada biaya opsi yang dikenal dengan premium. Mudah-mudahan investor memahami dan bisa bertransaksi.

KOMPAS

Monday, November 20, 2006

Seminar Saham & Options










I was in the seminar of Stock Derivative (Options)
in Le-Meridien Hotel, Jakarta. It took two days to
complete this seminar.
The lectures: Redwin Sitindjak MBA & Budi Liman.
They are the experienced investor in Stock Derivative
in US Market.
Some participants became a lecture after this seminar,
they are Peter Sufandri and Darwin Budiman.
You have to try this investment!!!.....making more or less
10% gain/return per month......wonderful ha....compare to
the "Deposito Dolar" in Jakarta...only 4% in one year!!!!....
But....you have to remember this wise word..."high risk high
return".......It's up to you!!!.....

-Muhammad Idham Azhari-