Thursday, October 24, 2013
Pendiri Twitter Ungkap Rahasia Jadi Kaya
KOMPAS.com — Setiap pengusaha pasti ingin sukses dan menjadi kaya berkat bisnisnya. Para pengusaha online cukup beruntung karena pendiri Twitter, Evan Williams, membagikan tips suksesnya membangun bisnis berbasis internet.
Williams menjadi salah satu pembicara favorit dalam XOXO Conference di Portland, Oregon, pada 19-22 September 2013 lalu. Dalam acara itu, dia membagi ilmunya tentang internet, bagaimana cara kerjanya, dan bagaimana seseorang bisa menjadi kaya berkat internet.
"Kita sering berpikir bahwa internet memungkinkan kita untuk melakukan hal-hal baru. Padahal sesungguhnya, banyak orang hanya ingin melakukan hal sama seperti yang selalu mereka lakukan," kata Evan Williams, dikutip KompasTekno dari Wired.
Nasihatnya dinilai sangat tepat ditujukan kepada generasi muda Silicon Valley, yang masih butuh petunjuk dalam menjalankan bisnis internet.
Williams memang pantas memberikan nasihat soal internet. Sepanjang kariernya sebagai entrepreneur, pria kelahiran 31 Maret 1972 ini telah mendirikan beberapa perusahaan internet. Dua di antaranya, yakni Twitter dan Blogger, sangat terkenal dan digunakan banyak orang.
Williams terjun ke bisnis internet sejak 10 tahun lalu. Pada tahun 1994, setelah drop-out dari kampusnya di Nebraska, dia mulai mencari uang dengan menjual video tutorial tentang internet. Pada masa itu, dia masih menggambarkan internet sebagai sebuah puzzle yang terdiri dari banyak komputer, informasi, dan banyak orang.
Seiring dengan waktu, kini dia melihat internet sebagai sesuatu yang berbeda. Dia melihat internet sebagai sebuah "mesin raksasa yang dirancang untuk memberikan hal-hal yang diinginkan banyak orang".
Bagaimana cara untuk sukses dan menjadi kaya berkat internet? Berikut tips dari Williams.
1. Temukan hal-hal yang pernah dilakukan dan disukai banyak orang
Kebanyakan pengusaha internet selalu mencoba mencari hal-hal baru yang menurut mereka menarik untuk dilakukan oleh banyak orang. Hal itu salah, menurut Williams. Carilah hal-hal yang disukai banyak orang, hal-hal yang pernah dan ingin dilakukan oleh banyak orang. Identifikasi hal-hal tersebut.
Lalu, gunakan teknologi modern untuk menciptakan layanan yang lebih baik daripada layanan yang telah ada, untuk membantu banyak orang melakukan hal-hal tersebut.
2. Ciptakan solusi untuk menjawab kebutuhan dasar banyak orang
Internet bukanlah benda ajaib. Internet hanya sebuah alat. Orang-orang yang dapat menggunakan alat itu dengan baik, dan bisa menciptakan solusi untuk permasalahan dasar yang dihadapi banyak orang, akan mendapatkan keuntungan.
Sebaliknya, orang-orang yang melupakan kebutuhan dasar manusia, dan ingin menyuguhkan ide-ide hebat yang baru, hanya akan mendapat masalah.
3. Buat orang merasa nyaman
Orang akan sering mengakses layanan Anda jika mereka merasa nyaman menggunakannya. Kenyamanan di internet pada dasarnya bisa diperoleh dengan dua hal: kecepatan dan kemudahan. Dengan kata lain, orang tidak mau menunggu dan tidak mau berpikir. Jadi, internet harus bisa merespons keinginan mereka.
Williams mencontohkan Google, Facebook, dan Amazon. Banyak orang merasa nyaman menggunakan layanan-layanan tersebut karena bisa diakses dengan cepat dan mudah, tanpa membuat orang berpikir dan membuang banyak waktu.
4. Layanan harus sederhana
Formula lain untuk sukses dalam berbisnis online adalah membuat layanan yang sederhana. Blogger, misalnya, bisa mengubah cara orang menyimpan konten di jaringan internet dengan cara yang sederhana. Blogger membantu orang untuk membuat dokumen, menyimpannya, serta memublikasikannya ke jaringan secara mudah, hanya dengan mengeklik tombol "publish".
Itulah tips untuk membangun perusahaan bernilai miliaran dollar dari Evan Williams. Tips tersebut memang terdengar sederhana. Namun, itulah kunci sukses dari setiap pengusaha internet. Mereka harus bisa memberdayakan internet sebagai mesin yang dapat meningkatkan kualitas hidup para penggunanya.
Quoted by Muhammad Idham Azhari from Kompas.com
Sunday, August 26, 2012
Ini Dia Makanan Termahal di Dunia
Ni Luh Made Pertiwi F | Minggu, 26 Agustus 2012 | 11:56 WIB
KOMPAS.com - Emas identik dengan perhiasan. Lalu bagaimana dengan cupcake emas? Di Dubai, Uni Emirat Arab, kafe Bloomsburys menjual Golden Phoenixe Cupcake yang terbuat dari lembaran emas 23 karat yang bisa dimakan.
Berani coba? Maka siapkan uang sebesar 3.676 dirham atau sekitar Rp 9,4 juta. Seperti dalam daftar "Makanan Termahal di Dunia" yang dikeluarkan BBC Travel, cupcake emas tersebut disebut-sebut sebagai cupcake termahal di dunia. Selain lembaran emas, cupcake itu juga berisi buah stoberi organik dan bubuk emas yang bisa dimakan.
Masih di Dubai, minuman yang terkanal di hotel Burj Al Arab masuk dalam daftar "Makanan Termahal di Dunia". Nama cocktail itu adalah "27.321". Berapa harganya? Bersiaplah untuk terbelalak. Sesuai namanya, harga minuman itu adalah 27.321 dirham atau sekitar Rp 70,5 juta.
Nama itu juga tak sekedar menunjukan harganya, namun dinamai berdasarkan lantai hotel tempat minuman itu disuguhkan yaitu lantai 27 dan tinggi hotel tersebut yaitu 321 meter. Minuman ini adalah hasil campuran Macallan Single Malt Scotch, whisky Skotlandia berumur 55 tahun serta disuguhkan di gelas emas 18 karat.
Masih dalam daftar yang sama, Serendipity 3 yang berlokasi di New York, Amerika Serikat, memiliki hidangan manis yang bertajuk Frrrozen Haute Chocolate.
Harganya antara 18.713 dolar AS atau sekitar Rp 177,5 juta. Makanan ini mengandung 28 jenis cokelat dan juga disuguhkan di gelang penuh emas 18 karat dan berlian. Restoran ini juga memiliki es krim sundae termahal di dunia yang bahkan masuk dalam rekor dunia.
Di restoran tersebut juga menyajikan menu hidangan utama yang mahal. Menu Le Burger Extravagant terbuat dari daging sapi wagyu Jepang dengan mentega dari jamur truffle putih yang memang terkenal mahal.
Tambahan lagi isian jamur truffle hitam dan kaviar. Lalu di atasnya, burger ditusuk oleh tusuk gigi yang ujungnya terbuat dari berlian. Bisa jadi ini burger termahal di dunia dengan harga 293 dolar AS atau Rp 2,7 juta.
Nah, berikutnya adalah nigiri sushi yang dibungkus dengan daun emas 24 karat serta berlian 0,20 karat dari Afrika. Sushi ini diberi nama Sushi Del Oriente dan dibuat oleh koki selebriti Angelito Araneta Jr dari perusahaan gastronomi bernama Karat Chef.
Menu ini spesial dibuat untuk seorang pebisnis asal Jepang yang tinggal di Manila, Filipina. Harganya "hanya" 85.727,59 peso Filipina atau sekitar Rp 19, 2 juta.
Di London, ada menu yang tak kalah mahalnya. Sup yang bernama Buddha Jumps Over the Wall dibandrol dengan harga 108 poundsterling atau sekitar Rp.
Menu sup ini dijual di restoran yang menyajikan kuliner-kuliner China bernama Kai Mayfair. Isi sup terdiri dari sirip hiu, abalon, bunga jamur dari Jepang, teripang, ayam, ham Hunan, simping kering, daging babi, dan jahe.
Quoted by Muhammad Idham Azhari from Kompas.com
Saturday, January 14, 2012
Ingin Tambah Kaya? Pahami dan Restrukturisasi Utang Anda!
Erlangga Djumena | Sabtu, 14 Januari 2012 | 10:48 WIBKOMPAS.com — Pembaca yang bijak, sering sekali kita mendengar nasihat yang isinya lebih kurang menyatakan bahwa janganlah Anda berutang karena utang merupakan warisan "bom waktu" kita maupun bagi pasangan dan anak kita. Ya, benar. Utang akan menjadi masalah besar ketika utang tersebut tidak dapat diselesaikan atau dilunasi. Utang juga menjadi masalah ketika si peminjam utang (debitor) meninggal, sedangkan utang belum lunas. Namun, sesungguhnya benarkah demikian? Untuk jelasnya, silakan kita simak artikel ini dengan seksama.
Memang jika tidak direncanakan dan diperlakukan dengan matang serta dengan disiplin yang ekstraketat maka utang adalah bom waktu. Utang akan menyengsarakan keluarga kita. Namun sebaliknya, jika direncanakan dan dikelola dengan benar, disiplin yang tinggi, tentu utang menjadi tidak berbahaya. Sekali lagi saya tegaskan, tidak berbahaya. Dalam kondisi kondusif, potensi utang akan lebih besar imbasnya pada peningkatan aset dari pengutang (debitor) tersebut.
Beberapa waktu yang lalu (Desember 2011) artikel kami telah membahas mengenai "Kapan Saya Perlu Utang?". Di artikel tersebut sudah dijelaskan, jika kita memiliki modal usaha, mana yang lebih baik? Apakah kita lebih baik berutang atau tidak berutang? Nah, kali ini kami ingin melengkapinya dengan memaparkan lebih rinci mengenai instrumen-instrumen utang perorangan bukan perusahaan dengan tujuan agar terjadi peningkatan aset yang signifikan dari debitor tersebut.
Pertanyaan berikut adalah, dapatkah kita meningkatkan aset melalui utang? Jawabannya adalah "Ya" asalkan Anda memahami karakteristik dari jenis instrumen utang yang ada di perbankan serta posisi keuangan Anda berada di dalam koridornya.
Pahami instrumen utang Anda
Nah pembaca, jika ingin meningkatkan aset saat kita berutang maka pahamilah dan tempatkanlah beberapa instrumen utang ini sesuai dengan peruntukannya. Dengan mematuhi koridor yang ada maka aset Anda akan bertambah. Sebagai informasi instrumen (lihat tabel di atas) adalah yang dikeluarkan oleh perbankan serta oleh lembaga pembiayaan yang bukan bank untuk gadai (dengan bulan pengambilan data Januari 2012).
Jadi evaluasilah diri Anda, apakah utang Anda ada yang berada di luar koridor "batasan penggunaan wajar"? Dan melebihi "jangka waktu utang ideal"? Apakah total cicilan utang saya di atas 35 persen dari income? Hmm..., jika ya, kami sarankan Anda untuk berpikir dan bekerja keras agar berusaha untuk berada di dalam kedua koridor tersebut di atas (yang berwarna kuning) serta menekan total cicilan Anda hingga berada dalam koridor maksimal 35 persen dari income. Lalu bagaimana caranya? Marilah kita simak dan lakukan langkah selanjutnya.
Pindahkan instrumen utang Anda!
Di atas telah dibahas bahwa bagi mereka yang berada di luar koridor "batasan penggunaan wajar" dan melebihi "jangka waktu utang ideal", berikut ini adalah kiat-kiat yang harus dilakukan, yakni dengan melakukan restrukturisasi atas utang Anda. Bagaimana caranya? Ini dia:
1. Hitunglah besar cicilan Anda per bulan, apakah total cicilan utang di atas 35 persen dari penghasilan? Solusi jika jawabannya "Ya":
a. Jika Anda karyawan tetap, alokasikan bonus atau tunjangan Anda untuk membayar pokok utang Anda. Jika belum cukup maka Anda harus mulai mencari tempat kerja lain dengan aktif agar mendapatkan gaji yang lebih besar.
b. Jika Anda bukan karyawan tetap, masuklah ke perusahaan besar. Satu di antara sedikit cara adalah jadikan diri Anda sebagai tenaga atau agen penjual. Suka atau tidak, Anda harus lakukan ini karena agen penjual jika berprestasi sangat mungkin untuk mendapatkan imbal hasil yang besar jika dibandingkan dengan departemen yang lain. Kemudian lakukanlah penjualan sebanyak mungkin, hingga Anda memiliki uang untuk membayar utang tersebut. Carilah bisnis yang tidak memerlukan modal besar. Hati-hati, Anda jangan mudah tercebur pada bisnis multi level marketing (MLM) jika menurut Anda MLM tersebut memiliki modal yang besar. Atau jangan pula mudah tergiur memiliki income yang besar karena melihat gempuran iklan di koran yang menyatakan mudahnya mendapatkan uang dari option, bisnis properti, dan lain-lain. Betapa pun menariknya income yang dijanjikan, tetap Anda mengeluarkan modal besar. Hindari! Mengapa? Karena prioritas saat ini adalah untuk menekan total cicilan Anda yang berada di atas 35 persen, jadi prioritas Anda saat ini bukan untuk mengeluarkan banyak uang, melainkan sebaliknya, mendapatkan uang.
2. Hitung total utang Anda, kemudian alihkan seluruh utang tersebut kepada utang yang memiliki jangka waktu yang panjang dan suku bunga yang lebih ringan, yakni utang dengan jaminan properti (butir nomor 4);
3. Jika properti telah dijaminkan di bank maka coba renegosiasi dengan bank Anda, mintalah top up atas kredit Anda. Sejauh cicilan Anda lancar dan kredit telah berjalan minimal 1 tahun maka ada kemungkinan bank menaikkan plafon kredit tersebut. Gunakan dana top up tersebut untuk menutupi utang Anda yang ada di butir nomor 1 sampai dengan 3.
4. Jangan lupa, dalam alokasi dana yang baru tersebut Anda harus sisihkan untuk investasi sebesar minimal 10 persen. Investasi dapat dilakukan pada sektor riil ataupun sektor keuangan.
5. Namun, jika Anda telah melakukan hal di atas tetapi masih belum masuk dalam batasan cicilan utang yang sehat < 35 persen maka Anda harus ikhlas untuk menjual sebagian aset Anda agar rasio cicilan utang Anda sehat. Ingat, pada saat rasio cicilan utang sehat, Anda akan berpeluang lagi untuk mendapatkan aset Anda yang dahulu hilang terjual.
6. Dalam dunia utang, kita juga harus melakukan manajemen risiko. Nah, untuk butir nomor 4, utang tersebut sudah otomatis ter-cover oleh asuransi jiwa sehingga membuat Anda dan keluarga menjadi lebih tenang.
Demikian pembaca, tentunya tulisan ini hanya membangun semangat dan kerangka untuk berpikir lebih kritis. Bagaimanapun, setiap orang pasti memiliki kondisi yang berbeda. Namun, setidaknya pasti ada jalan untuk membuat aset kita bertambah. Utang sah-sah saja asalkan rasionya sehat dan digunakan untuk yang produktif, bukan konsumtif. (Taufik Gumulya, CFP® CEO & Perencana Keuangan pada TGRM Financial Planning Services)
Quoted by Muhammad Idham Azhari from KOMPAS
Sunday, January 16, 2011
Manajemen Keuangan: Ingin Jadi Miliuner? Ini Tipsnya!
JAKARTA, KOMPAS.com — Siapa yang tak ingin menjadi miliuner? Bisa dipastikan, setiap manusia ingin sejahtera secara ekonomi. Tidak jarang juga yang sejak kecil bercita-cita menjadi miliuner.
Adam Khoo, warga negara Singapura, berhasil mewujudkan cita-citanya itu. Dia menjadi miliuner pada 26 tahun. Apa saja tipsnya? Menurut Adam, untuk menjadi miliuner, yang pertama kali harus dilakukan adalah memiliki mindset seorang miliuner. "Mindset, cara berpikir, miliuner berpikir berbeda dari orang pada umumnya," kata Adam dalam acara Wealth Academy di Hotel Aryadutha, Jakarta, Sabtu (15/1/2011).
Seorang miliuner, kata Adam, akan berpikir bahwa hal apa pun dapat terwujud jika disertai dengan belajar untuk menggapainya. "Menjadikan sesuatu sebagai tantangan, bagaimana bisa terjadi, dan mungkin jika belajar untuk membuat itu terjadi," ujarnya.
Selain itu, seorang miliuner memiliki cara berpikir yang optimis. Dia selalu melihat adanya kesempatan di balik masalah-masalah yang datang. "Sementara orang rata-rata selalu memikirkan problem-problem. Kalau miliuner bisa mulai dari no money. Apa pun harus dikreasikan di pikiran, bagaimana menjadi miliuner," katanya.
Meskipun demikian, lanjut Adam, hanya mengubah cara berpikir tidak cukup membuat Anda menjadi orang "kaya". Untuk selanjutnya, seorang calon miliuner harus menentukan tujuan-tujuan beserta strategi untuk mencapainya.
Oleh karena itulah, kata Adam, untuk membuat sukses menghasilkan uang miliaran bahkan triliunan, seseorang harus memiliki keahlian dalam menghasilkan uang. "Making money is a skill (menghasilkan uang adalah suatu keahlian). Kamu harus belajar agar ahli untuk itu. Untuk mengerti manajeman investasi, kamu harus belajar," ungkapnya.
Lantas, dari mana seseorang harus belajar menjadi ahli dalam menghasilkan uang? Pelajaran tersebut, kata Adam, tidak akan ditemui di sekolah atau di Universitas. Namun, belajar untuk menjadi ahli dalam menghasilkan uang, kata Adam, bisa didapat dari lingkungan sekitar seperti keluarga, teman, atau sumber pengetahuan seperti buku dan internet. "Sekolah hanya untuk mendapatkan pekerjaaan di perusahaan dan menghasilkan uang untuk bos kita," ujar penulis 11 buku finansial itu seraya menambahkan sekolah tetap penting sebagai dasar.
Adam mencontohkan, dia belajar berpikir menjadi miliuner dari pamannya. Sejak kecil, di saat anak muda membelanjakan uang jajannya, Adam diajarkan untuk menabung. Kemudian di saat teman sebayanya membaca komik atau novel, Adam sudah mulai membaca buku-buku finansial. "Buku properti, pemasaran properti, belajar semua tentang bisnis, belajar tentang skill," imbuhnya.
Quoted by Idham Azhari from KOMPASSaturday, November 27, 2010
5 Hal yang Bikin Kantung Tipis
1. Window Shopping
Memang menyenangkan untuk melihat-lihat etalase di mal-mal untuk mengetahui ada gaya-gaya seru apa di dalam toko itu. Ada sebagian orang yang menyukai perlengkapan masak, ada yang suka perlengkapan dekorasi, ada juga yang senang mengutak-utik elektronik, atau busana, meski orang yang bilang tak suka ke mal sekalipun. Tetapi tahukah Anda, bahwa "window shopping" sebenarnya tak baik untuk Anda. Saat ini "window shopping" tak berarti Anda harus ke mal, lho. Lewat katalog pun berarti Anda sudah melakukan kegiatan tersebut. Segala kemudahan yang menghubungkan Anda dengan barang-barang kesukaan Anda itu bisa membuat Anda terdorong untuk belanja. Butuh disiplin yang kuat untuk menghentikan kebiasaan "window shopping". Mintalah untuk toko kesayangan Anda berhenti mengirimkan Anda newsletter dan katalog yang berisi barang-barang terbaru agar Anda tak selalu tergoda untuk membeli. Sebelum membeli barang terbaru itu, selalu tanyakan pada diri Anda, apakah Anda membutuhkan barang tersebut, dan bisakah Anda membayar tunai untuk barang itu? Jika salah satu jawabannya adalah "tidak", tinggalkan barang itu.
2. Membawa banyak uang tunai
Sudah seringkali diingatkan untuk tidak tergoda menggunakan kartu kredit atau kartu debet setiap saat, dan lebih baik membawa uang tunai secukupnya. Karena, kalau membawa uang tunai dalam jumlah banyak ke mana-mana, Anda bisa mendorong Anda lebih banyak belanja. Uang tunai yang tercecer dan ddalam jumlah banyak bisa membuat Anda berpikir bahwa itu adalah uang sisa yang bisa dibelanjakan barang tersier. Lalu Anda merasa bersalah karena uang tersebut hanya duduk diam di sana, Anda pun tergoda untuk memakainya. Bawalah uang tunai secukupnya, dan tinggalkan sisanya di rumah. Menghindari kartu kredit atau debet memang menyenangkan, tetapi pengaturan anggaran yang baik, lebih penting.
3. Menyimpan data kartu kredit di toko maya
Ada sebagian toko maya yang memberi Anda kemudahan dengan menyimpan data kartu kredit Anda di sana. Dengan kemudahan ini, Anda jadi tak perlu memasukkan data-data dan password berulang kali. Dengan kata lain, Anda tinggal pilih saja barang yang Anda mau tanpa repot. Tetapi, hal ini akan berbahaya bagi Anda. Alasannya, Anda akan lebih mudah tergoda untuk belanja. Terlebih karena yang perlu Anda lakukan adalah mengklik barang yang Anda mau, tanpa ada kesan bahwa Anda baru saja melakukan sebuah transaksi.
4. Belanja dengan emosi
Bagi wanita, belanja kala sedang kesal atau sedang senang adalah semacam hal yang membuatnya merasa bahagia. Tapi hati-hati, membiarkan mood Anda mendikte kebutuhan Anda adalah cara cepat menuju bangkrut. Upayakan untuk mencari ketenangan diri sebelum pergi belanja. Jujurlah pada diri Anda untuk menjawab pertanyaan, apakah Anda benar-benar membutuhkan barang-barang tersebut dan apakah Anda mampu membayar barang tersebut secara tunai? Coba bahagiakan diri Anda dengan melakukan hal-hal yang tak mengeluarkan biaya tinggi, seperti mandi air hangat atau spa dengan perlengkapan mandi yang sudah Anda miliki.
5. Tidak membuat perencanaan
Jarang membuat menu per minggu? Hm, sudah saatnya Anda membuat menu makan mingguan, kalau perlu, bulanan, demi penghematan. Mengapa? Karena, jika Anda malas membuat menu dan jadwal masakan mingguan, dan Anda mendapati di rumah tak ada bahan makanan, Anda akan tergoda untuk berbelanja makanan di restoran terus menerus. Hal ini bisa membuat Anda bangkrut tanpa disadari.
Saat Anda menyusun menu seminggu, Anda pasti akan memperkirakan bahan makanan apa yang bisa Anda beli, dan sisanya bisa digunakan untuk hari-hari selanjutnya. Jika Anda memperkirakan dalam waktu seminggu Anda akan sibuk, belanjalah bahan makanan sehat yang bisa tahan lama dan bisa Anda buat di akhir minggu untuk Anda simpan selama beberapa hari. Tak hanya bisa menghemat uang, tetapi juga membantu Anda menghindari makanan berlemak dari restoran cepat saji.
Dibutuhkan disiplin untuk terhindari dari kebiasaan buruk. Namun, dengan perencanaan dan pertahanan diri, serta kemampuan untuk menghindar dari situasi menggoda, Anda bisa terbebas dari kebiasaan-kebiasaan ini, dan mungkin bisa menyisakan uang lebih untuk ditabung.
NAD
Editor: Nadia Felicia
Sumber: Investopedia
KOMPAS
- Muhammad Idham Azhari
Tuesday, October 26, 2010
Orang Terkaya: Wah, Buffet Tengah Cari Pengganti
Selasa, 26 Oktober 2010 | 18:51 WIBDalam pernyataannya, Berkshire menunjuk Todd Combs (39) sebagai manajer investasi. Asal tahu saja, berdasarkan informasi yang dikirimkan kepada sejumlah investor, Combs sudah berpengalaman menangani saham di sektor finansial senilai 400 juta dollar AS di Castle Point Capital Greenwich.
Belakangan, Buffet (80) memang tengah mencari kandidat yang bisa mengambil alih semua tugasnya pada saat dia mengundurkan diri dari dunia bisnis. Buffet juga pernah bilang, semua tanggung jawabnya sudah dibagi kepada tiga orang kepercayaannya terkait kematian atau masa pensiun. (Kontan/Barratut Taqiyyah)
KOMPAS
- Muhammad Idham Azhari
Thursday, October 7, 2010
Mau Sukses Wirausaha? Jangan Jadi Broker
"Orang Indonesia banyak yang kaya karena menjadi broker. Padahal, yang dibutuhkan untuk membangun wirausaha sukses adalah kerja keras dari bawah dengan inovasi bisnis yang baru. Start small, dream big," papar pengamat ekonomi Aviliani seusai peluncuran program reality show kompetisi wirausaha Diplomat Success Challenge, beberapa waktu lalu.
Pebisnis yang memiliki fondasi kuat akan selalu siap menghadapi kendala. Saat gagal berbisnis, pebisnis tak patah arang dan akan bertahan.
Kompetisi bisnis bisa memotivasi
Selain fondasi yang kuat, dalam berbisnis juga diperlukan kompetisi. Kompetisi bisnis inilah yang meningkatkan motivasi.
"Kalau tak terbiasa bersaing, belum apa-apa sudah merasa down," tambah Aviliani.
Semangat untuk mempertahankan bisnis dalam kondisi sesulit apa pun semakin terasah jika mental kuat. Inilah juga manfaat kompetisi bisnis, selain juga sportivitas yang teruji.
Siap menjadi pengusaha sukses dengan cara ini?
WAF
Editor: Dini
KOMPAS
- Muhammad Idham Azhari
Monday, September 27, 2010
Yang Perlu Dimiliki 'Entrepreneur' Muda
KOMPAS.com — Bukan hanya jumlah wirausahawan yang masih sedikit, motivasi berwirausaha juga masih minim di Indonesia. Padahal, kata ekonom Aviliani, jika wirausaha Indonesia tidak tangguh, maka masyarakat ekonomi ASEAN akan masuk dan menguasai lini ini pada 2015.
"Peningkatan daya tahan perlu dilakukan untuk wirausaha Indonesia. Selain itu juga menginspirasi lebih banyak lagi orang untuk berwirausaha," kata Aviliani, saat peluncuran kompetisi wirausaha dalam program acara realitas Diplomat Success Challange di Jakarta, Kamis (23/9/2010).
Pentingnya inovasi
Menurut Aviliani, untuk memiliki daya tahan yang tangguh dan berdaya saing tinggi, wirausahawan perlu berinovasi. Inovasi tak berhenti saat kali pertama membangun bisnis. Untuk memenangkan persaingan, inovasi perlu dilakukan terus-menerus.
"Wirausaha bukan sekadar bermodalkan pintar jualan. Bisnis restoran tak akan berkembang jika tak dibarengi inovasi. Berinovasi dengan kemasan yang berbeda, orang akan datang. Di sinilah pentingnya inovasi," Aviliani mencontohkan.
Tanpa inovasi, usaha akan berjalan di tempat.
Daya tahan tinggi
Aviliani menegaskan, mentalitas wirausaha perlu dibangun sejak dini. Kemampuan bertahan saat kondisi sedang jatuh menunjukkan mentalitas pebisnis. Dengan mental yang kuat, pebisnis takkan begitu saja menutup usahanya saat sedikit merugi atau mengalami masa krisis.
Wirausahawan harus tahan banting dalam berbagai situasi yang dihadapi. Tak boleh menjadi pebisnis yang hanya senang saat keuntungan melimpah, lalu menjadi lemah saat kerugian melanda bisnisnya.
Kemampuan manajemen diri
Bagaimana bisa mengatur orang lain jika tak bisa mengatur diri sendiri? Kemampuan manajemen diri perlu teruji. Inilah prinsip yang harus dipegang teguh entrepreneur jika ingin sukses dengan usahanya.
"Usaha menjadi tidak tangguh karena utang terlalu banyak untuk kepentingan konsumsi pribadi. Inilah sebabnya pengusaha sukses orangnya itu-itu saja," kata Aviliani menggambarkan ketidakmampuan wirausahawan pemula mengatur dirinya.
Bagaimana tolok ukurnya? Pebisnis yang tidak tangguh dan tak mampu mengatur dirinya akan menghabiskan 50 persen pinjaman kredit untuk konsumsi diri dan 50 persen untuk usaha. Ini jelas salah kaprah.
Menurut Aviliani, kebanyakan orang Indonesia membelanjakan pinjaman kredit untuk gaya hidup daripada untuk bertahan dengan bisnisnya. Anggapannya, dengan membuat tampilan luar yang bagus, akan menarik konsumen datang. Pada akhirnya, kredit yang harusnya dimanfaatkan untuk membuat bisnis bertahan malah habis percuma untuk kebutuhan yang sifatnya konsumtif.
Mengubah pola pikir pekerja menjadi pengusaha
Menjadi entrepreneur adalah inspirasi bagi orang lain sekaligus mendorongnya mengubah mindset atau pola pikir.
"Orang daerah selalu menanyakan anaknya, nanti mau kerja di mana. Banyak juga orangtua yang senang jika anaknya menjadi PNS. Padahal ekonomi kelas menengah bisa meningkat dengan wirausaha," lanjut Aviliani.
Banyak cara menginspirasi orang lain menjadi pengusaha skala kecil menengah atau besar di Indonesia. Salah satunya, Anda, dengan latar pendidikan tinggi, tak lagi mencari kerja, tetapi justru menciptakan lapangan kerja dengan berwirausaha.
Seperti dilakukan Hendy Setiono, pemilik waralaba Kebab Turki Baba Rafi. Pria yang memulai bisnis sejak berusia 19 tahun ini sukses mengembangkan usaha waralaba lokal buatannya. Hendy yang terpilih sebagai juri Diplomat Success Challange telah teruji dalam hal daya tahan.
"Dari 14 usaha yang saya bangun, delapan di antaranya gagal. Tidak ada sukses yang instan," katanya di kesempatan yang sama.
Menurut Hendy, generasi muda masih terobsesi mencari lapangan kerja. "Padahal, setelah lulus kuliah, semestinya mereka bisa menciptakan lapangan kerja," tambah pria yang pernah berkuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, ini.
WAF
Editor: Dini
KOMPAS
Friday, September 24, 2010
8 Karakteristik Orang Sukses
KOMPAS.com - Tujuan hidup dan arti kesuksesan memang tidak sama bagi setiap orang. Namun, yang pasti kita semua memiliki mimpi untuk dicapai dalam hidup. Seperti apakah ciri-ciri orang sukses yang mencapai tujuannya dalam hidup?
Bahagia dan Optimisme
Ada sebagian orang yang percaya bahwa uang bisa membawa kebahagiaan. Ketika Anda sudah hidup nyaman, uang yang lebih banyak tak akan membeli lebih banyak kebahagiaan. Justru kebalikannya, kebahagiaan mengarah ke datangnya uang serta sukses. Begitupun dengan optimisme. Kedua hal tersebut membantu Anda untuk mengatasi masalah, menemukan ide, dan mengambil konsekuensi menjadi pertimbangan, serta kembali lagi ketika Anda melewati hal tersebut untuk pertama kalinya.
Ketahanan
Mereka yang berhasil keluar dari situasi keuangan yang buruk dan berhasil kembali mandiri pasti memiliki daya tahan yang kuat. Jika ada kejadian buruk, misal; pemutusan hubungan kerja, kondisi keluarga, atau apa pun yang memngaruhi keuangan mereka, jangan memungkiri dan menutup mata. Namun, hal tersebut bisa membantu mengubah fokus menjadi suatu hal yang bisa diputar dan membantu diri mereka percaya bahwa mereka memiliki kekuatan untuk berubah. Ketahanan bukanlah hal yang diturunkan lewat gen, melainkan harus dipelajari.
Keterikatan
Anda sebagai orang Indonesia pasti mengerti bahwa keterikatan dan perbanyak jaringan adalah hal yang sangat penting. Makin banyak jaringan yang Anda kenal, makin dekat Anda dengan mereka, makin mungkin pula kemungkinan mereka akan membantu Anda ketika menghadapi masalah, khususnya masalah keuangan.
Gairah
Gairah adalah elemen kunci yang menggerakkan seseorang dari kesulitan keuangan ke kesuksesan keuangan. Mereka yang sukses biasanya memang memiliki gairah pada hal yang mereka kerjakan. Mereka tahu apa yang mendorong mereka bekerja dan meraih hal-hal yang ingin mereka gapai. Tak semua orang beruntung bekerja di bidang yang mereka cintai, namun ada kalanya kita harus belajar untuk mencintai pekerjaan kita.
Intuisi
Selama bertahun-tahun, otak kita menciptakan semacam pola mencerna informasi, misal, jika suatu hal terjadi, maka akan ada kejadian selanjutnya yang mengikuti. Hal itulah yang menjadi semacam intuisi dalam diri kita. Maka, makin banyak pengalaman, meski bukan hal yang baik sekali pun, bisa jadi pengalaman dan pelajaran, serta membantu kita menciptakan intuisi ini.
Kebiasaan Berhemat
Ya, kita bisa lihat beberapa miliarder atau orang yang memiliki kekayaan berlimpah memiliki barang-barang yang mahal dan senang menghamburkan uang. Tetapi, tak semuanya begitu, lho. Justru ada sebagian orang yang justru senang menabung.
Berinvestasi
Dalam bukunya Rich Dad Poor Dad, Robert T. Kiyosaki menekankan agar uang yang bekerja untuk Anda dan jangan biarkan Anda bekerja keras untuk uang. Tentunya, bagi mereka yang ingin memastikan keuangannya tetap aman, perlu dipastikan agar tetap menjaga keuangannya dengan berinvestasi dengan bijak.
Rasa Syukur
Pernah mendengar karma? Ya, mereka yang berbuat baik akan menuai kebaikan, begitu pun sebaliknya. Tak heran, bagi mereka yang sudah mencapai kesuksesan senang membagi apa yang mereka punya kepada mereka yang membutuhkan. Ingat Oprah yang senang membuat orang lain bahagia dengan membantu mereka? Ketika Anda merasa bosan dengan pekerjaan, cobalah untuk memandang pekerjaan tersebut sebagai sebuah hadiah untuk Anda, dan coba pikirkan seperti apa hidup Anda jika tak memiliki pekerjaan itu.
NAD
Editor: Nadia Felicia
Sumber: Oprah
KOMPAS
Thursday, September 23, 2010
Gates Masih Terkaya: Inilah 10 Orang Terkaya di AS
JAKARTA, KOMPAS.com — Meski sudah tidak menjadi orang terkaya sejagat, pendiri Microsoft Bill Gates masih menjadi orang terkaya di Amerika Serikat. Demikian Forbes dalam daftar 400 Orang Terkaya di AS yang dirilis Rabu (22/9/2010) waktu setempat.
Gates untuk ke-17 kalinya secara berturut-turut kembali memuncaki orang terkaya di negara AS dengan kekayaan 54 miliar dollar AS. Untuk diketahui saja, posisi orang terkaya sedunia Gates pada tahun ini digeser oleh taipan asal Meksiko, Carlos Slim Helu. Pria berkacamata in harus puas di peringkat kedua orang terkaya sedunia versi Forbes.
Adapun orang terkaya kedua di AS adalah pemilik Berkshire Hathaway, Warren Buffett, dengan nilai kekayaan mencapai 45 miliar dollar AS.
Kemudian peringkat ketiga adalah bos Oracle, Larry Ellison, dengan kekayaan 27 miliar dollar AS, serta posisi keempat adalah salah satu dari tiga serangkai pewaris kerajaan ritel Walmart, Christy Walton, dengan 24 miliar dollar AS. Peringkat kelima ditempati dua orang bersaudara Koch, yakni Charles Koch dan David Koch, dengan kekayaan masing-masing 21,5 miliar dollar AS.
Posisi 7 sampai 9 dikuasai oleh keluarga ritel Walmart, yakni berturut-turut Jim Walton dengan 20,1 miliar dollar AS, Alice Walton 20 miliar dollar AS, serta S Robson Walton 19,7 miliar dollar AS.
Sementara ranking 10 ditempati oleh pendiri Bloomberg, Michael Bloomberg. Wali Kota New York ini mempunyai kekayaan 18 miliar dollar AS.
Saturday, January 9, 2010
Siapa Miliarder Amerika Pencetak Uang Tahun 2009?
Sabtu, 9 Januari 2010 | 06:36 WIBKOMPAS.com - Raja ritel online semakin kaya. Berkat Kindle, yang mencetak rekor penjualan pada bulan November dan meningkatnya jumlah pengunjung ke Amazon.com pada m musim liburan, menurut Alexa.com, Jeff Bezos, pendiri dan CEO Amazon.com ini pun mencetak banyak keuntungan pada tahun 2009.
Naiknya saham Amazon.com membuat keuntungan Bezos naik 7,3 miliar dollar AS dalam 12 bulan terakhir. Saham ini naik 175 persen sejak Januari tahun lalu. Ini membuat Jeff Bezos berada di urutan keenam daftar miliarder Amerika pencetak uang versi Majalah Forbes tahun 2009.
Larry Page, salah satu pendiri Google yang tahun lalu berada di posisi puncak dengan perolehan 11,9 miliar dollar AS pada tahun 2008, kini berada di urutan kelima dengan perolehan 8,4 miliar dollar AS antara Januari 2009 hingga pertengahan Desember 2009. Di belakang Page adalah mitra seumur hidupnya, Sergey Brin dengan perolehan 8,2 miliar dollar AS.
Dalam menyusun peringkat ini, Majalah Forbes melihat miliarder yang memiliki saham di perusahaan publik dan memperhitungkan keuntungan surat berharga dalam dollar. Pihak Forbes tidak memasukkan saham yang dibeli dan dijual dalam periode tersebut.
Ini menjadi tahun yang baik bagi saham-saham teknologi lebar. Indeks Nasdaq naik 40 persen pada tahun 2009, mengalahkan S&P 500 senilai 19 persen.
Enam pemenang saham terbesar masuk dalam daftar orang memiliki saham-saham di perusahaan perangkat lunak atau perusahaan internet. Di belakang Page dan Brin adalah Larry Ellison (Oracle), Bill Gates (Microsoft), Bezos dan Steve Ballmer (Microsoft). Kalau digabungkan, enam orang yang bergerak di bidang teknologi ini mencetak 44 miliar dollar AS selama 12 bulan terakhir.
Ralph Lauren, yang memperoleh 1,3 miliar dollar AS pada tahun 2009, satu-satunya miliarder di bidang fashion yang memenuhi kualifikasi. Namun para pengecer lain berlari cepat. Richard Hayne's Urban Outfitters memperoleh 120 persen, sementara Leslie Wexner's Limited Brands naik 90 persen (bukan miliarder namun masuk dalam daftar kualifikasi).
Lima besar pemenang saham di Amerika mempertaruhkan keberuntungan mereka di bidang keuangan. Di antaranya salah satu pendiri Blackstone Stephen Schwarzman (1,5 miliar dollar AS) dan miliarder hudge-fund Daniel Och (lebih dari 1,3 miliar dollar AS).
Jika tahun 2008 merupakan akhir dari masa keemasan ekuisitas swasta, tahun 2009 menunjukkan bahwa investor masih mempercayakan uang mereka kepada manajer yang bertahan dalam krisis keuangan yang terburuk.
Saham Blackstones naik 110 persen tahun ini, masih sulit untuk dirayakan mengingat saham-saham investasi raksasa masih turun 60 persen sejak go public tahun 2007. Yang juga kembali berjaya adalah Sheldon Adelson. Saham Las Vegas Sands miliknya naik 1.000 persen sejak Maret lalu, masih butuh pendorong lebih kuat bagi konglomerat kasino ini. Nilai saham Adelson jatuh hingga 24 miliar dollar AS pada tahun 2008, dan menyebabkannya menjadi pecundang terbesar tahun lalu.
KOMPAS
Sunday, November 22, 2009
Investasi: Kesempurnaan Finansial
Kemandirian finansial adalah kondisi yang memberikan rasa aman dari persoalan keuangan. Tingkatan yang lebih tinggi dari kemandirian finansial adalah kesempurnaan finansial.
Setidaknya, ada empat anak tangga yang mesti dilalui menuju puncak kemandirian finansial. Pertama, membebaskan logika dari pengaruh perasaan ketika mengambil keputusan di bidang keuangan. Kedua, memiliki penghasilan yang lebih besar daripada pengeluaran yang paling mendasar. Ketiga, kemampuan merencanakan keuangan dan mengimplementasikannya. Keempat, terbebas dari kebutuhan keuangan untuk membiayai hidup di saat tidak produktif lagi.
Apakah setelah keempat anak tangga tersebut berhasil dicapai, pasti akan memberikan rasa bahagia? Belum tentu. Kemandirian finansial baru sekadar kondisi yang memberikan rasa aman dari persoalan keuangan.
Sedangkan rasa bahagia, kepuasan hidup, tidak semata-mata soal uang. Namun, pola pengelolaan uang itu sendiri sebenarnya memberikan pengaruh juga terhadap rasa puas dalam menjalani hidup.
Makna yang paling dasar dari uang adalah sebagai alat tukar, untuk kemudian seseorang mampu memenuhi kebutuhan hidupnya. Uang dan harta yang banyak adalah tujuan keuangan untuk mencapai tujuan hidup. Dan, itu bisa dicapai oleh siapa saja. Tetapi, banyak orang lupa bagaimana proses mencapainya.
Hasil yang baik mestinya dicapai berdasarkan proses yang baik. Ringkasnya, kemandirian finansial hanya akan berhenti pada tahap tersebut jika proses mencapai kemandirian itu tidak dilakukan dengan kaidah-kaidah yang semestinya. Artinya, jika proses menuju kemandirian finansial itu tidak dilakukan dengan cara yang membikin rasa aman, besar kemungkinan kemandirian finansial tersebut akan bersifat artifisial. Tidak hakiki.
Jangankan untuk mencapai tahap kesempurnaan finansial, bahkan mempertahankan kemandirian finansial sekalipun akan menjadi problema besar. Ini seperti kata pepatah, ”Dari zero kembali ke zero”. Ketika muda, seseorang bekerja keras dengan segala cara mencari uang, tetapi setelah tua, harta yang diperoleh akan habis dipakai untuk menyelesaikan segala problema yang dibuat ketika mencari harta.
Kalau situasinya seperti ini, kemandirian finansial yang diraih sebenarnya bersifat semu. Sebab, kemandirian finansial adalah ketika uang sudah tidak diperlukan lagi, sampai akhir hayat. Bukan cuma kondisi sesaat.
Lantas, bagaimana cara untuk bisa mencapai kesempurnaan finansial? Tidak sulit. Hanya dua prinsip. Pertama, proses menuju kemandirian finansial mesti dilakukan dengan cara dan kaidah yang layak. Sebutlah pada anak tangga yang pertama, dalam hal mendudukkan logika di atas perasaan. Ini merupakan proses yang tiada henti. Dalam semua hal menyangkut keuangan, jangan sekali-kali mencampurkan aspek perasaan dalam pengambilan keputusan.
Begitu juga pada anak tangga yang kedua, jangan pernah berpikir atau merasa tidak cukup sehingga pengeluaran menjadi lebih besar dibandingkan dengan pemasukan. Betapapun kecilnya penghasilan saat ini, harus disikapi dengan makna cukup. Bahwa ingin meningkatkan penghasilan adalah suatu keharusan. Tetapi, delta peningkatan penghasilan mesti lebih besar ketimbang peningkatan pengeluaran.
Lepas dari itu, yang paling penting adalah tata cara peningkatan penghasilan itu. Lakukan dengan perencanaan keuangan yang memiliki norma-norma. Bukan karena ingin mendapatkan mobil Mercedes S-Class, kemudian ”melacurkan” prinsip atau memerkosa kaidah tata krama hidup. Hal yang sama juga berlaku dalam investasi. Jangan menggunakan ”kendaraan” investasi spekulatif untuk meningkatkan kekayaan karena hasilnya akan artifisial.
Prinsip kedua adalah memaknai uang itu sendiri. Seperti apa? Uang adalah sekadar sarana untuk memberikan manfaat. Tujuan mencari uang sebanyak-banyaknya bukanlah demi uang, tetapi bagaimana agar uang itu bisa memberikan nilai tambah dalam kehidupan si pemilik uang, keluarga, sanak saudara, orang lain, dan siapa pun seluas-luasnya.
Jadi, kalau uang yang dimiliki belum memberikan kenyamanan hidup, berarti ada yang keliru dalam menafsirkan peran uang. Dan, kekeliruan itulah yang mesti diperbaiki. Misalnya, dengan mendefinisikan kembali bagaimana mestinya cara mencari uang. Dalam 24 jam sehari, hidup bukan hanya untuk uang, tetapi ada hal-hal dan kegiatan lain yang mesti dilakukan agar tidak menjadi ”budak” uang.
Selanjutnya, setelah uang diperoleh, peruntukannya mesti jelas. Tanpa peruntukan yang jelas, makna keberadaan uang menjadi sirna. Kesimpulannya, jika Anda ingin merasakan ”hidup yang lebih hidup”, tujuan keuangan bukan sekadar pada tahap mencapai kemandirian finansial, melainkan juga menuju kesempurnaan finansial, di mana uang memberikan manfaat bagi si pemilik dan orang lain. Selamat mencoba.
KOMPAS
- Muhammad Idham Azhari
Sunday, November 8, 2009
Investasi & Keuangan: Hemat Vs Pelit
Anda pernah disebut pelit oleh teman ataupun handai tolan? Atau memang selalu dianggap pelit karena, kendati memiliki uang banyak, tetapi tidak pernah mau berbagi dengan yang membutuhkan pertolongan? Jangan dulu berkecil hati. Boleh jadi mereka keliru. Anda sebenarnya tidak pelit, tetapi hemat.
Pertanyaannya, bagaimana membedakan hemat dengan pelit? Dan apa saja rumusan untuk bisa bersikap hemat tetapi tidak dianggap pelit? Jawabannya ada di berbagai buku tentang perencanaan keuangan, tetapi tidak ada salahnya kita ulas di rubrik ini.
Hemat adalah bagaimana mengelola pengeluaran sehingga bisa melakukan cost saving. Misalnya, tidak membeli barang-barang yang tidak diperlukan, lebih mengutamakan fungsi barang ketimbang prestise, gengsi, ataupun stimulus emosional lain, bisa membedakan mana kebutuhan dan mana yang sekadar keinginan, dan hanya mengeluarkan uang untuk hal-hal bermanfaat.
Banyak sekali aktivitas dalam keseharian yang bisa menggambarkan makna hemat. Kalau Anda berangkat ke kantor mengendarai mobil seorang diri, misalnya, sementara kantor Anda bisa dijangkau dengan transportasi umum yang cukup baik, sebenarnya Anda tergolong belum mau menghemat. Anda sebenarnya bisa bersama-sama rekan berangkat ke kantor dalam satu mobil dan kemudian berbagi biaya bensin.
Membeli pakaian saat musim sale juga perilaku hemat, dengan catatan barang yang dibeli merupakan kebutuhan.
Kebalikannya, perilaku boros, mengeluarkan uang sudah menjadi semacam hobi, membeli apa saja sekadar untuk memuaskan keinginan, kendati barang yang dibeli sama sekali tidak diperlukan, membeli barang baru yang sesampai di rumah mungkin lupa tadi membeli apa. Pendeknya, pengeluaran menjadi sangat besar terhadap hal-hal yang tidak memiliki aspek fungsi, melainkan sekadar gengsi.
Bagaimana agar makna hemat tidak kemudian terjerumus menjadi pelit? Intinya adalah perencanaan keuangan. Apa pun penyebab pengeluaran uang, didasarkan atas perencanaan untuk memenuhi kebutuhan, baik itu kebutuhan primer, sekunder, maupun tersier.
Bagaimana dengan hal yang tidak direncanakan tetapi tiba-tiba tergolong kebutuhan? Golongkan pengeluaran seperti itu dalam pengeluaran tersier, termasuk dalam hal ini jika Anda suka memberikan bantuan keuangan kepada orang lain.
Jika pendapatan Anda, misalnya, 100, maka yang boleh dialokasikan untuk pengeluaran primer, sekunder, dan tersier tidak lebih dari 70 persen Katakanlah, untuk kebutuhan primer 50 persen dari pendapatan, 15 persen untuk kebutuhan sekunder, dan 10 persen untuk kebutuhan tersier. Ketika ada yang meminta bantuan, gunakan dana dari alokasi yang 10 persen itu. Tidak boleh lebih. Kalau lebih, Anda melanggar prinsip yang sudah dicanangkan.
Hal-hal di atas sangatlah berbeda dengan pelit. Pelit adalah ketika seseorang bahkan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri pun enggan mengeluarkan uang. Jadi, persoalannya bukan lagi membedakan antara kebutuhan dan keinginan, tetapi hampir tidak mau mengeluarkan uang. Uang hanya disimpan, tidak jelas peruntukannya untuk apa. Jangankan membantu orang lain, membantu diri sendiri saja enggan.
Ketika perilaku pelit terus berada di dalam diri, maka sebenarnya kebebasan finansial tidak akan pernah diraih. Kenapa? Karena yang dimaksud dengan kebebasan finansial adalah ketika seseorang sudah tidak memikirkan soal uang lagi untuk memenuhi kebutuhan.
Kebutuhan itu bersifat relatif. Jadi, kebebasan finansial bukan berarti mesti memiliki uang satu karung. Uang yang hanya sekian lembar pun, jika sudah mampu memenuhi kebutuhan primer, sekunder, dan tersier bisa dianggap sebagai kalangan yang sudah terbebas dari masalah finansial. Sementara, orang-orang pelit, walaupun uangnya banyak, selalu saja merasa kekurangan, sehingga tetap berkeinginan mencari uang terus. Bukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, melainkan demi mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Dus, sudah menyimpang dari norma yang lazim berlaku dalam konsep keuangan pribadi.
Karena itu, hindari perilaku pelit agar tidak dianggap ”miring” secara sosial oleh masyarakat.
Itu adalah perilaku pelit paling berbahaya. Ada lagi pelit yang lain. Mereka adalah orang yang jika untuk dirinya sendiri mau mengeluarkan uang berapa pun, bukan sekadar memenuhi kebutuhan, tetapi malah lebih banyak untuk memuaskan keinginan. Hal yang sama tidak akan pernah dilakukan untuk orang lain.
Kalangan seperti di atas enggan berbagi. Tercukupi secara finansial, tetapi miskin secara sosial. Oleh karena itu, perilaku semacam ini pun tidak sesuai dengan prinsip keuangan pribadi di mana semestinya ada sebagian dari pendapatan yang harus dialokasikan untuk melakukan tanggung jawab sosial dan menjadi bagian dari pengeluaran tersier. Terserah Anda, mau jadi pelit atau hemat.
KOMPAS
- Muhammad Idham Azhari
Sunday, October 25, 2009
Investasi & Keuangan: Tahapan Kemandirian Finansial
Sebagian besar orang beranggapan kemandirian finansial adalah situasi di mana yang bersangkutan tidak memiliki ketergantungan lagi dengan uang. Uang tidak perlu lagi dicari karena yang dimiliki sudah sangat banyak dan uang tersebut dalam keadaan ”mampu menciptakan uang”.
Untuk mencapai kondisi puncak di atas ada anak tangga yang mesti didaki. Ringkasnya, kemandirian finansial memiliki tahapan yang mesti dilewati untuk bisa mencapai puncak.
Tahapan pertama menuju kemandirian finansial ada pada diri sendiri, apakah mampu memandirikan logika di atas perasaan; mengatasi keinginan bersikap konsumtif, berinvestasi dengan harapan untung besar tanpa memikirkan risiko, atau berbelanja tanpa melihat kemampuan finansial. Konkretnya, jika belum bisa memandirikan logika dari pengaruh perasaan, maka relatif akan sangat sulit mandiri secara finansial.
Jadi, anak tangga pertama menuju kemandirian finansial tidak lain adalah membebaskan diri dari keinginan yang bersumber dari pengaruh perasaan dan pengaruh orang lain atau lingkungan. Contoh paling konkret adalah jika Anda bermain saham dan atau membeli berbagai produk investasi lain. Kalau keputusan Anda semata-mata didorong pengaruh bujukan penjual kepada Anda, maka Anda sebenarnya belum mampu melewati anak tangga pertama.
Tahap kedua, melepaskan diri dari ketergantungan finansial pada tahap paling mendasar. Artinya, Anda sudah memiliki penghasilan, bisa bersumber dari gaji jika Anda seorang karyawan atau pendapatan sebagai pengusaha maupun profesional.
Penghasilan tersebut bisa disebut anak tangga kedua jika nilainya lebih besar dari kebutuhan pengeluaran paling dasar, yakni sandang, papan, dan pangan. Meskipun mungkin ketergantungan Anda terhadap gaji maupun penghasilan lain sangat besar, tetapi yang lebih penting Anda tidak perlu pinjam sana-sini untuk memenuhi kebutuhan hidup dasar. Jika Anda masih terjebak berbagai utang yang tidak jelas, termasuk penggunaan kartu kredit yang terus menimbulkan defisit dalam arus kas Anda, maka Anda belum melewati tahap kedua kemandirian finansial. Karena itu, PR Anda adalah bebaskan diri dulu dari semua jerat utang dan ketergantungan terhadap pihak lain, di luar penghasilan resmi Anda.
Tahapan ketiga, kemampuan membuat perencanaan keuangan yang kemudian dijalani disiplin dan konsisten. Umpamakan, Anda sudah tidak mudah lagi dipengaruhi perasaan atau pihak lain dalam tindakan
Sebutlah kemandirian finansial yang diinginkan adalah saat memasuki usia pensiun yang bisa Anda tentukan sendiri. Pengertian usia pensiun di sini adalah ketika Anda tak perlu lagi memikirkan soal uang sebagai dampak kegiatan Anda.
Bukan berarti Anda tidak perlu bekerja atau melakukan kegiatan yang Anda sukai. Anda bisa bekerja jika Anda mau atau melakukan kegiatan sosial. Yang terpenting motif Anda tidak lagi soal uang, melainkan lebih pada kesenangan, yang membuat Anda tetap merasa hidup atau ingin lebih menikmati hidup.
Nah, jika hal itu yang menjadi tujuan keuangan Anda, maka ketika usia tersebut tiba Anda mestinya tidak lagi memikirkan uang untuk membiayai hidup. Seperti dipaparkan di atas, uang Anda bisa sangat banyak (relatif) atau uang Anda sudah mampu menghasilkan uang. Karena itu, Anda sendiri yang mesti mendefinisikan berapa banyak uang yang pas untuk membiayai kegiatan Anda tanpa perlu dicari lagi uangnya.
Anak tangga terakhir menuju kemandirian finansial adalah anak tangga implementasi perencanaan keuangan. Pada tahap ini, semua yang Anda lakukan adalah agar Anda bisa berada pada puncak kemandirian finansial. Oleh karena itu, jangan sekali-kali kembali pada anak tangga kedua, apalagi pertama, di mana kegiatan Anda masih banyak dipengaruhi orang lain ataupun perasaan. Kata kuncinya, konsisten pada tujuan keuangan yang telah dirancang dan yakin Anda bisa mengimplementasikannya.
Beberapa contoh yang bisa Anda pertimbangkan pada fase ini adalah mengkaji kembali
Langkah berikut, jika Anda memiliki banyak aset tidak produktif, maka aset tersebut mesti dikonversi menjadi aset produktif. Ini menjadi penting sebab besarnya aset belum tentu mendukung Anda, tetapi malah bisa jadi beban karena jika tidak produktif hanya akan menimbulkan biaya. Tentang ini sudah banyak dibahas pada tulisan terdahulu.
Selamat mencoba.
KOMPAS
- Muhammad Idham Azhari
Sunday, October 11, 2009
Kesalahan dalam Mengajarkan Anak tentang Uang
KOMPAS.com - Kita semua pasti pernah melakukan kesalahan mengenai keuangan. Itu adalah proses pembelajaran. Supaya si kecil juga mulai belajar tentang uang, dan tidak selalu merengek minta dibelikan sesuatu, ajarkanlah tentang uang. Berikut adalah hal-hal yang sering terlewatkan oleh orangtua kala mengajarkan anaknya tentang uang.
1. Menjadi manusia ATM
Cobalah untuk memberikan uang saku padanya. Beritahu mereka apa yang harus mereka keluarkan dari “dompetnya” untuk bisa mendapatkan sesuatu yang mereka inginkan. Entah itu es krim, mainan kecil di toko mainan, atau buku komik. Ini akan mengurangi rengekannya, sekaligus memberikannya kesempatan untuk belajar berhitung. Betapa menakjubkannya melihat berapa banyak yang mereka pelajari dengan menghargai hal-hal yang mereka dapatkan dari kantungnya sendiri. Berhentilah menjadi manusia ATM yang selalu memberikan apa yang ia inginkan setiap kali ia merengek meminta mainan.
2. Mengabaikan pelajaran setiap hati
Jangan lewatkan kesempatan untuk mendiskusikan ekonomi secara sederhana setiap hari. Ketika berbelanja bulanan, ajarkan mengapa membeli barang dalam jumlah besar itu lebih baik dan jadinya lebih murah ketimbang membeli sedikit-sedikit namun sering. Ajarkan juga mengapa barang-barang yang sedang sale dan belum rusak bisa disimpan dan digunakan lain waktu, dan hasilnya lebih hemat. Ajarkan mengapa barang diskonan bisa membantu kita berhemat untuk bisa membeli barang yang kita ingini di akhir tahun.
3. Tidak melibatkan anak-anak di gol jangka panjang
Manajemen keuangan yang baik berlandaskan dua hal; perencanaan dan memilih yang terbaik dari beberapa pilihan. Jika Anda berencana untuk melakukan liburan, libatkan si kecil untuk menentukan anggarannya. Baik itu harga tiket pesawat, konsumsi, dan hiburan. Ambillah satu toples untuk dijadikan “celengan liburan”, dan masukkan uang receh sebisa Anda. Ajak si kecil untuk memasukkan uang koin ke dalam celengan, dan biarkan ia melihat bahwa tabungan bisa bertambah banyak.
4. Tak menjelaskan arti “kartu plastik”
Remaja sekarang banyak yang sudah diberi kartu kredit oleh orangtuanya. Mereka seringkali berbelanja apa pun yang mereka inginkan, kapan pun mereka inginkan. Meski sudah ditekankan bahwa kartu kredit adalah untuk hal-hal yang mendesak, tetapi mereka tetap saja berbelanja sesuka hatinya dengan alasan “penting”. Mereka bisa melakukan hal tersebut karena mencontoh orangtuanya yang selalu menggunakan kartu kredit saat berbelanja apa pun. Tanpa sadar, di masa mendatang ia bisa saja terkena masalah dengan kartu kredit karena tak mampu membayar.
NAD
KOMPAS
Wednesday, October 7, 2009
Dengan Rp 3.000 Triliun Bisa Apa Saja?

KOMPAS.com — Kekayaan para miliarder yang masuk daftar orang terkaya di Amerika Serikat atau Forbes 400 menyusut sebesar 300 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 3.000 triliun dengan kurs Rp 10.000 per dollar AS.
Uang senilai 300 miliar dollar AS tentu bukan hal yang main-main. Dengan dana sebesar itu banyak hal yang bisa dilakukan, bahkan untuk "membeli" sebuah negara. Sebagai contoh, kekayaan taipan kasino yang "tinggal" 9 miliar dollar AS masih mampu untuk "membeli" Barbados, yang mempunyai produk domestik bruto 9 miliar dollar AS.
Bayangkan apa saja yang bisa diperbuat dengan dana 300 miliar dollar AS. Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan dengan dana 300 miliar dollar AS tersebut.
1. Anda bisa melakukan 8.571 perjalanan ke luar angkasa. Maret lalu, salah seorang petinggi Microsoft, Charles Simonyi, membayar 35 juta dollar AS untuk berjalan-jalan selama 10 hari di luar anglasa.
2. Kita pun bisa membeli 5.128 Gulfstream G650s. Pesawat jet tercepat yang bernilai 58,5 juta dollar AS.
3. Kita bisa membeli Google sebanyak dua kali. Nilai perusahaan raksasa internet tersebut mencapai 150 miliar dollar AS.
4. Bisa "membeli" Afrika Selatan yang mempunyai PDB 300 miliar dollar AS.
5. Setengahnya PDB Indonesia tahun 2009, yang mencapai Rp 5.309 triliun. Berarti kita masih harus nombok setengahnya lagi bila ingin "membeli" Indonesia.
6. Anda bisa melakukan 176.471 kali makan siang bareng taipan Warren Buffett. Pemenang lelang amal makan siang bersama Buffett harus membayar 1,7 juta dollar AS.
7. Kita bisa tinggal 32.877 tahun di presidential suite di Hotel Atlantis Bahama. Tarif termahal di hotel tersebut mencapai 25.000 dollar AS per malam.
Nah kalau Anda mempunyai duit 300 miliar dollar AS, apa yang akan Anda lakukan?
Sumber : Forbes
KOMPAS
Tuesday, October 6, 2009
Ini Dia Orang Terkaya di AS

KOMPAS.com — Orang-orang superkaya di Amerika Serikat semakin miskin? Ya, berdasarkan penghitungan majalah bisnis Forbes, nilai kekayaan miliarder di Negeri Uwak Sam itu melorot hingga 300 miliar dollar AS atau dengan kurs Rp 10.000 mencapai Rp 3.000 triliun! hanya dalam waktu 12 bulan, dari 1,57 triliun dollar AS menjadi "tinggal" 1,27 triliun dollar AS.
Merosotnya kekayaan para miliarder yang masuk daftar Forbes 400 itu terjadi karena gonjang-ganjing pasar saham dan harga real estat, serta adanya perceraian dan kecurangan (fraud). Hal itu membuat posisi 314 anggotanya melorot dan 32 miliarder terlempar dari daftar itu.
Orang terkaya kedua di AS, pemilik Berkshire Hathaway, Warren Buffet, menjadi miliarder yang paling menderita, ia kehilangan 10 miliar dollar AS karena saham Berkshire Hathaway anjlok 12 persen dalam jangka waktu 12 bulan. Kekayaannya saat ini bernilai 49 miliar dollar AS.
Sementara itu, pemuncak daftar 400 orang terkaya se-AS dalam 16 tahun berturut-turut adalah pendiri Microsoft, Bill Gates, yang harus kehilangan hingga 7 miliar dollar AS dalam satu tahun ini akibat turunnya harga saham dari perusahaan yang didirikannya tersebut.
Adapun miliarder yang masuk 10 besar daftar Forbes 400 lainnya adalah pendiri Oracle, Larry Ellison, dengan sisa kekayaan "tinggal" 27 miliar dollar AS. Ia menduduki urutan ketiga.
Kemudian, para pewaris Wal-Mart berturut-turut menempati posisi keempat hingga ketujuh, yakni Christy Walton (21,5 miliar dollar AS), Jim C Walton (19,6 miliar dollar AS), Alice Walton (19,3 miliar dollar AS), dan S Robson Walton (19 miliar dollar AS).
Raja media yang juga Wali Kota New York, Michael Bloomberg, berada di urutan kedelapan (17,5 miliar dollar AS). Posisi berikutnya diisi duo pengusaha energi, Charles dan David Koch, yang masing-masing mempunyai 16 miliar dollar AS.
Total, kesepuluh miliarder AS itu kehilangan 39,2 miliar dollar AS atau merosot 14 persen dari jumlah setahun yang lalu.
Namun jangan salah, meski kekayaan mereka melorot, para miliarder itu masih sanggup untuk "membeli" sebuah negara. Contohnya Bill Gates. Kekayaannya yang mencapai 50 miliar dollar AS lebih besar dibanding produk domestik bruto 140 negara di dunia ini, di antaranya Kosta Rika, El Salvador, Bolivia, dan Uruguay.
EDJ
KOMPAS
Tuesday, September 22, 2009
Islam "Harus" Kaya
Salah satu faktor nya adalah pemberian Zakat yang bersifat wajib artinya bagaimana seseorang dapat memberikan Zakat (tangan diatas) kalau dia seseorang yang miskin. Orang miskin harus diberikan Zakat atau Sadaqah oleh orang2 Kaya.
Seorang nara sumber memberikan analogi sbb: Ketika seseorang memberikan berlian atau mobil yang mewah ke seseorang yang dicintainya mereka merasa bahagia sekali, tidak merasa kehilangan sama sekali, tidak merasa rugi. Karena merasa bahagia, dapat menimbulkan aura positif yang dapat mempengaruhi sekelilingnya sehingga alam ini dengan suka cita memberikan dia kesempatan untuk memperoleh harta yang berlimpah karena aura positif tersebut....Masya ALLAH!!!......
Marilah kita terapkan TANGAN DIATAS, supaya kita dibalas oleh ALLAH dengan harta yang berlimpah....Amin....
Sunday, July 5, 2009
Investasi & Keuangan: Kaya dari Bermain Saham?
Belakangan berita surat kabar sangat banyak menceritakan bursa saham mengalami kenaikan atau penurunan cukup tajam. Ada juga berita investor mendapat keuntungan atas hasil investasinya mencapai 400 %. Bila dibandingkan dengan investasi pada produk lain, tidak mungkin mendapat keuntungan sebesar itu. Pertanyaannya, mungkinkah kaya dari bermain saham?
Kaya yang dimaksud adalah mempunyai dana lebih dari dana yang diharapkan, bahkan tidak perlu bekerja lagi, tetapi masih bisa hidup dari hasil uang simpanan.
Kaya juga berarti tidak perlu memikirkan bagaimana mendapatkan uang, tetapi uang datang sendiri karena sudah berlebih akibat dikumpulkan sangat lama pada masa lalu.
Kaya dari bermain saham artinya dana terkumpul karena keuntungan dari transaksi saham di bursa. Bila pemilik dana berinvestasi pada saham BUMI saat harganya Rp 470 dan kini mencapai Rp 2.000 per saham, investor tersebut mendapat keuntungan 325,53 %. Artinya, dalam tempo sangat singkat dana sudah berlipat ganda. Bahkan keuntungan itu bila dihitung dalam setahun mencapai 650 %, cukup mengagumkan, bukan?
Bila investor juga masuk ke saham ASII, ia akan mendapat untung cukup besar pula. Saham ini pernah mencapai harga Rp 10.000 per lembar dan kini Rp 24.000, berarti investor mencapai keuntungan sekitar 140 % dalam waktu kurang dari enam bulan.
Banyak lagi saham lain yang memberi tingkat pengembalian cukup menggembirakan bagi investor yang tepat melakukan investasi saham. Sayangnya, investor hanya melakukan investasi dalam jumlah kecil dengan alasan melakukan diversifikasi. Bayangkan bila investor melakukan investasi satu juta saham.
Bila investor bertransaksi jual beli, pada harga tinggi menjual dan membeli kembali saat harga turun, keuntungan akan lebih tinggi lagi. Adanya harga saham yang naik dan kembali turun sudah sering terjadi, terutama pada saham yang kerap digoreng. Artinya, investor yang piawai bertransaksi dalam sehari bisa memperoleh keuntungan dua atau tiga kali karena saham bisa dua, tiga, bahkan empat kali naik-turun seperti yoyo.
Untuk mendapat saham yang memberi tingkat pengembalian tinggi, investor harus memerhatikan saham tersebut secara saksama. Bila perlu, harus menunggu di depan monitor transaksi harga saham. Tetapi, ada juga pemain saham yang tidak memberi perhatian saksama dan tetap mendapat keuntungan besar.
Investor juga bisa menghubungi analis perusahaan pialang di mana investor bertransaksi untuk berdiskusi. Investor harus menyimak dan menganalisis agar hasil dapat lebih maksimal. Investor juga harus mengenal analis tersebut supaya lebih wajar bertransaksi saham yang diinginkan. Tetapi, belakangan ini karena IHSG naik terus, sering kali investor tidak menggunakan pandangan analis karena apa pun yang dibeli pasti naik. Informasi yang diperlukan investor adalah keberlangsungan hidup dari saham yang akan diinvestasikan.
Investor dapat menggunakan dua pendekatan dalam analisis saham, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal.
Pendekatan fundamental mencoba menganalisis saham sampai mendapatkan harga intrinsik saham dan kemudian membandingkannya dengan harga pasar saham. Bila harga intrinsik saham lebih tinggi daripada harga pasar, saham tersebut dibeli. Pendekatan ini mencoba meramal harga saham dengan menggunakan informasi fundamental perusahaan. Analis dengan pendekatan ini juga mencoba menganalisis perkembangan tingkat bunga ke depan. Pendekatan fundamental menyatakan, dalam membeli saham yang dibeli prospek perusahaan.
Pendekatan teknikal menggunakan volume transaksi dan harga saham masa lalu untuk menentukan harga. Biasanya, harga saham dibuat dalam bentuk gambar (chart) sehingga ditemukan kemungkinan harga saham yang akan terjadi. Asumsi yang sering didengungkan pencinta pendekatan ini, pola harga saham akan berulang kembali. Karena itu, pendekatan ini juga sangat bagus dan dapat menentukan kapan membeli saham.
Ada juga investor yang menggunakan kedua pendekatan tersebut dalam bertransaksi. Pendekatan fundamental digunakan untuk mendapatkan harga intrinsik saham dan pendekatan teknikal untuk menentukan waktu membeli saham. Biasanya, penggunaan dua pendekatan ini memberi hasil lebih optimal daripada hanya satu pendekatan.
Tetapi, investor juga harus hati-hati karena transaksi saham mempunyai risiko cukup tinggi dibandingkan dengan transaksi deposito, obligasi, dan properti. Bila investor tidak kuat melihat harga saham menaik atau menurun tajam, jangan mencoba karena bisa membuat jantung investor tidak berdenyut.
Umumnya, investor usia muda bisa menolerir transaksi yang sangat fluktuatif. Bermain saham tidak disarankan untuk investor yang tidak bisa menolerir risiko tersebut, umumnya mereka yang berumur lebih dari 60 tahun. Investor yang mempunyai pekerjaan tetap dan dana yang dimiliki tidak dipergunakan untuk periode minimum lima tahun sebaiknya mencoba transaksi saham.
Yang harus diperhatikan, bila harga drop, jangan panik. Investor tetap sabar karena harga saham bisa naik kembali, terutama perusahaan yang kinerjanya baik atau berumur panjang.
Kompas
- Muhammad Idham Azhari
Sunday, June 14, 2009
INVESTASI & KEUANGAN: Berbagi Kekayaan
Kalau Anda sudah berada dalam keadaan cukup kaya atau malah sangat kaya, apa yang akan Anda lakukan dengan kekayaan Anda? Menggunakannya sesuka hati, memnuhi semua keinginan? Sepenuhnya terserah Anda.
Jangan Anda lupa, kekayaan yang tidak dikelola sama artinya dengan menuju kembali ke kemiskinan, apalagi jika kekayaan itu bukan aset produktif. Jika kekayaan Anda berisi aset produktif dan terus menghasilkan sehingga terus bertumbuh, maka Anda layak menikmati kekayaan Anda hingga pada tahap memberi manfaat kepada orang lain, yakni berbagi kekayaan, tanpa harus kehilangan kekayaan.
........
Kompas
