BLOGSPOT atas
Showing posts with label Perusahaan Sekuritas. Show all posts
Showing posts with label Perusahaan Sekuritas. Show all posts

Sunday, December 26, 2010

INVESTASI: Investor Kecil Membeli Saham IPO

Minggu, 26 Desember 2010 | 03:02 WIB

Adler Haymans Manurung - praktisi keuangan

Bagaimana caranya investor kecil dengan modal maksimum Rp 5 juta ikut membeli saham IPO?

Tidak ada batasan yang jelas mengenai konsep investor kecil, tetapi berbagai pihak biasanya menyatakan bila transaksinya masih di bwah 50 lot (1 lot sama dengan 500 saham), transaksi tersebut dianggap transaksi kecil. Bila nilai harga sahamnya sebesar Rp 50.000, seperti saham ASII (Astra Internasional), nilainya 1 lot saja sudah mencapai Rp 25 juta.

Bila ukuran yang dipakai nilai, maka nilai transaksi di bawah Rp 50 juta sudah dianggap investor kecil, bahkan ada pihak yang menganggap nilai transaksi Rp 100 juta masih dikategorikan investor kecil. Biasanya investor kecil paling peka terhadap aturan yang mematikan kehidupan mereka. Bahkan, ada investor kecil hidup dari transaksi saham di bursa. Bila kita pergi ke Bursa Amerika Serikat, banyak investor kecil yang bermain saham di bursa sebagai penghidupan.

Saham IPO adalah saham yang pertama kali ditawarkan oleh investor kepada publik dengan bantuan perusahaan sekuritas sebagai penjamin emisi. Periode IPO sangat pendek karena saham tersebut biasanya sudah ditawarkan kepada pihak lain sebelum ditawarkan kepada publik. Namun, sosialisasi penawaran saham tersebut perlu berkali-kali dilakukan agar bisa menjadi saham yang dapat diketahui masyarakat.

Berbagai penelitian memberikan argumentasi dan kesimpulan baik di dalam negeri ini maupun di luar negeri bahwa investor yang melakukan investasi pada saham IPO umumnya mendapatkan keuntungan minimum 5 persen selama periode dua minggu. Bila investor melakukan investasi dua saham IPO pada setiap bulan, investasinya akan sangat menguntungkan. Ada seorang investor yang bercerita ketika penulis mengikuti IPO KS bahwa investor tersebut selalu mendapatkan keuntungan dan kekurangan biaya hidup ditutupi dari keuntungan main saham IPO dan secara kebetulan investor tersebut seorang pegawai negeri.

Buka rekening

Pertama yang harus dilakukan investor adalah mempunyai rekening pada perusahaan sekuritas. Pembukaan rekening pada perusahaan sekuritas merupakan sebuah kewajiban, tanpa rekening ini investor tidak bisa menjual sahamnya. Ketika investor ingin membuka rekening pada perusahaan sekuritas, investor harus mempunyai dana paling sedikit Rp 10 juta. Nilai ini merupakan kewajiban yang diminta perusahaan sekuritas. Nilai ini kadang bisa juga lebih rendah dan bila ada yang menjamin investor, tetapi kemajuan dan persoalan krisis yang terjadi membuat nilai ini akan meningkat.

Pada pembukaan rekening, investor mengisi sebuah formulir yang berisikan pertanyaan mengenai data pribadi investor. Berisi juga pertanyaan: mengapa investor bermain saham dan dari dana investor untuk transaksi saham tersebut. Pertanyaan ini merupakan pertanyaan wajib untuk memenuhi peraturan yang dikenal peraturan pengenalan klien (know your client, KYC).

Selanjutnya, perusahaan sekuritas melakukan due diligence (pengujian tuntas) terhadap pernyataan investor dalam formulir tersebut. Bila perusahaan sekuritas telah merasa tidak ada persoalan, investor diperbolehkan melakukan transaksi. Investor harus mencari perusahaan sekuritas yang memberikan kelonggaran kepada investor agar bisa membuka rekening dengan setoran awal Rp 5 juta. Bila investor melakukan dengan jujur, perusahaan sekuritas akan memberikannya kepada investor. Tujuan investor adalah bermain saham IPO, tetapi investor tidak bisa langsung, melainkan bermain saham dulu dengan jumlah kecil.

Perusahaan sekuritas

Kedua, investor harus berhubungan dengan pemasaran perusahaan sekuritas. Investor selalu mempunyai hubungan yang baik dengan pemasaran tersebut agar pelayanan terhadap investor lebih baik. Bahkan, ada pihak yang melakukan traktir makan bila investor mendapatkan keuntungan cukup lumayan. Biasanya, pemasaran perusahaan tidak pernah meminta hal-hal yang demikian, tetapi investor yang bertindak.

Pemasaran perusahaan sekuritas sangat takut bila kehilangan investor. Bila investor mempunyai hubungan yang sangat baik dan dekat, saham IPO akan bisa diperoleh dan kemungkinan setiap ada IPO akan mendapat penjatahan karena memberikan kepada investor bukan sebagai beban, melainkan pelayanan. Investor jangan kecewa dengan pengalaman investor yang tertulis pada tulisan dua minggu lalu, di mana 10 tahun telah menjadi nasabah tetapi satu lot pun tidak dapat, padahal sudah menyetor sekian ratus juta. Persoalan tersebut terjadi karena moral hazard lebih tinggi dari tindakan bijak.

Ketiga, investor harus melakukan transaksi yang berulang pada perusahaan sekuritas tersebut. Bila investor hanya melakukan transaksi tidak berulang-ulang, investor tidak akan pernah diingat. Artinya, investor melupakan transaksi sahamnya dan orang lain juga ada kemungkinan melupakan investor.

Saat ini sudah ada berapa perusahaan sekuritas yang menawarkan transaksi saham secara online, seperti Done dilayani PT Danareksa, E-trading oleh perusahaan yang bersangkutan, dan IPOT dilayani PT IndoPrimer Sekuritas. Ketiga perusahaan ini terdaftar di Bapepam dan menjadi anggota Bursa Efek Indonesia. Transaksi ini dilakukan bila investor memiliki dana dan saham.

Dana harus dibutuhkan pada rekening investor di perusahaan minimum sejumlah nilai transaksi investor dan saham yang ada di rekening jika ingin menjual. Artinya, perusahaan sekuritas tidak ingin mengganggu risiko akibat transaksi investor. Selayaknya investor mencoba transaksi saham pada metode online ini dan ada kemungkinan mendapatkan saham IPO karena investor sudah mempunyai rekening pada perusahaan sekuritas.

Quoted by Idham Azhari From KOMPAS

Sunday, August 2, 2009

Investasi dan Keuangan: Memulai Transaksi Saham

Minggu, 2 Agustus 2009 | 03:04 WIB


Adler Haymans Manurung praktisi keuangan

Pertanyaan pemilik dana adalah bagaimana memulai transaksi saham? Bisakah langsung datang ke bursa untuk membeli saham?

Investor tidak bisa langsung datang ke bursa untuk membeli saham seperti membeli sayur ke pasar. Bursa merupakan lembaga bertransaksi saham melalui broker (perusahaan sekuritas) yang keberadaannya berdasar Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.

Semua transaksi di bursa menggunakan teknologi informasi dan sistem pembayarannya melalui perbankan. Perusahaan sekuritas yang berlisensi sebagai pedagang perantara efek dan anggota bursa yang bisa melakukan transaksi saham.

Anggota bursa adalah perusahaan sekuritas yang memiliki saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Saham dimiliki ketika bursa berdiri atau melalui lelang perusahaan lain yang tidak memenuhi syarat menjadi anggota. Perusahaan anggota bursa dapat dilihat di situs BEI dan Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Bila bertransaksi melalui perusahaan sekuritas yang bukan anggota bursa, investor harus mencari informasi mengenai aliansinya dengan anggota bursa. Artinya, investor mengetahui dan paham atas transaksi yang dilakukan.

Dengan kata lain, investor harus memilih perusahaan sekuritas dengan lebih cermat agar dana dan saham yang dimiliki jelas keberadaannya.

Perhatikan kriteria perusahaan sekuritas, yaitu pertama, modal setor perusahaan, apakah melebihi modal yang ditentukan Bapepam karena dapat menjadi ukuran likuiditas perusahaan.

Kedua, pemasaran perusahaan sekuritas. Banyaknya pemasar perusahaan juga menunjukkan layanannya kepada investor. Bila jumlahnya sangat sedikit, maka pelayanan akan tidak optimal.

Ketiga, apakah perusahaan mempunyai bagian riset yang bisa diandalkan karena investasi saham dilakukan dengan melihat prospek perusahaan. Untuk itu butuh riset dan perlu pertemuan antara riset analis dengan investor relation perusahaan.

Bila tidak ada bagian riset, investor bisa mendapat informasi gratis melalui www.finansialbisnis.com. Investor harus mencari hasil riset berdasarkan pendekatan fundamental dan teknis.

Keempat, sistem pembayaran transaksi saham antara perusahaan sekuritas dan investor. Saat ini, aturan transaksi saham adalah T+3. Artinya, bila investor membeli saham, maka pembayaran dilakukan tiga hari kemudian dan investor menyerahkan saham bila menjual saham dan mendapatkan dananya.

Perusahaan sekuritas dapat meminta investor membayar pada T+2 dan membayar pada T+4, karena penyelesaian transaksi saham pada T+3 dan perusahaan sekuritas membutuhkan proses. Sebaiknya regulator memecahkan persoalan ini agar investor tidak dirugikan. Sebaiknya, transaksi diselesaikan pada T+1 supaya efisien.

Kelima, kenali manajemen perusahaan sekuritas agar investor bisa berhubungan langsung dengan manajemen bila ada persoalan genting.

Keenam, adakan pertemuan rutin setiap hari atau beberapa kali dalam seminggu untuk menyebarkan informasi. Pertemuan rutin ini sangat penting untuk mengetahui perkembangan perusahaan sehingga keputusan bertransaksi dapat tepat dilakukan.

Ketujuh, apakah perusahaan mempunyai lisensi lain, seperti penjamin emisi atau manajer investasi atau hanya perantara pedagang efek. Adanya lisensi lain juga menunjukkan bonafiditas dan informasi yang dapat diperoleh investor, selain pelayanan akan meningkat.

Membuka rekening

Selanjutnya membuka rekening untuk transaksi saham di perusahaan sekuritas. Investor harus meminta agar rekening investor tercatat di bursa melalui PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia. Terdaftarnya rekening di kedua perusahaan itu memberi keuntungan, tidak perlu takut karena transaksi di bursa harus transparan.

Selanjutnya investor harus menunggu untuk mendapat persetujuan bertransaksi. Lama keluarnya persetujuan tergantung hasil penyelidikan terhadap investor karena perusahaan sekuritas harus mengenal investor, sesuai peraturan Bapepam. Umumnya, investor yang mempunyai teman dekat yang telah lama bertransaksi lebih cepat mendapat persetujuan karena ada pihak pemberi informasi bagi perusahaan sekuritas.

Investor lalu bertemu pemasar dan dapat bertanya jawab mengenai saham yang ditransaksikan. Ketika memulai transaksi, investor harus bertanya apakah investor setiap hari memerhatikan transaksi saham atau hanya beberapa saat karena ingin berinvestasi jangka panjang.

Investor dapat memulai dengan membeli satu lot saham (500 saham). Saham yang dibeli cukup dikonsentrasikan 5-10 jenis karena bila lebih akan terjadi kesemrawutan analisis. Tindakan ini untuk merasakan bermain saham dan bila terjadi kerugian jumlahnya tidak besar.

Transaksi satu lot itu dilakukan berkali-kali dalam seminggu untuk membuat denyut jantung terbiasa. Bila sudah yakin bisa mengikuti naik-turunnya harga saham, investor dapat menaikkan jumlah lot. Lompatan selanjutnya 5 lot saham sehingga investor mulai merasakan besarnya kerugian. Ini dapat dilihat sebagai ”biaya sekolah” dan jangan menjadi beban bagi investor. Sebaiknya, dana yang dipakai adalah uang lebih yang tidak dipakai dalam jangka panjang.

Investor harus terus mencari informasi melalui koran, analis, dan pihak yang memahami pasar. Investor jangan sekali-kali melawan pasar karena akan merugi. Selamat bermain saham.

KOMPAS