Sunday, April 19, 2009

[Kompas 100]: Titan Kimia Nusantara: A Newly Big and Strong Chemical Company

Bagian 66 dari 100

Minggu, 19 April 2009 | 07:29 WIB

KOMPAS.com - Lithuania bisa jadi adalah negara Baltik terpopuler di dunia.

Baltik itu sendiri adalah sebutan untuk negara-negara yang berada di sekeliling Laut Baltik, yang berada di kawasan Barat Laut Eropa. Sebelum Perang Dunia II, definisi mengenai negeri Baltik ini sungguh ketat. Karena itu, semua negara yang berbatasan dengan laut Baltik, seperti misalnya Finlandia, juga masuk di dalamnya.

Tapi paska Perang Dunia II, julukan negeri Baltik mulai menyempit, yaitu semua negara yang berbatasan dengan laut Baltik tapi yang menjadi bagian dari Uni Sovyet. Selain Lithuania, yang juga masuk dalam kategori ini adalah Latvia dan Estonia. Kebetulan ketiga negara tersebut dulunya adalah bagian dari kekaisaran Rusia.

Paska ambruknya Uni Sovyet, ketiga negara itu, seperti halnya negara-negara lain yang dipaksa bergabung ke Uni Sovyet, tumbuh menjadi negara merdeka. Karena pernah juga menjadi bagian dari kekaisaran Rusia, ketiga negara tersebut berusaha setengah mati agar tidak lagi jatuh di tangan Rusia, pecahan Uni Sovyet yang paling besar. Dan yang mereka lakukan adalah berusaha menjadi bagian dari NATO.

Di sisi lain, setelah merdeka, negara-negara Baltik pecahan Uni Sovyet tersebut muncul menjadi apa yang disebut sebagai Baltic Tigers. Julukan tersebut muncul karena negara-negara tersebut punya angka pertumbuhan yang tinggi. Sehingga ketiga negara tersebut terlihat pantas masuk menjadi anggota baru Uni Eropa.

Meski negara-negara Baltik memiliki banyak persamaan, tapi ada perbedaan diantara mereka yaitu di olahraga. Lithuania adalah salah satu raksasa bola basket dunia dan disuatu masa sempat dikenal sebagai penghasil bintang bola basket NBA. Dan para pemain NBA itulah yang membuat Uni Sovyet, yang waktu itu masih melingkupi Lithuania, memenangkan medali emas Olimpiade 1988.

Dan setelah menjadi negeri merdeka, Lithuania selalu menjadi lawan yang ditakui para raksasa bola basket dunia. Ditambah dengan kondisi ekonomi yang bagus, eksistensi negara menjadi semakin kuat. Apalagi setelah menjadi bagian dari NATO dan Uni Eropa yang membuatnya seperti punya pelindung.

Mirip dengan Lithuania, sejumlah perusahaan spesialis kimia di Indonesia kian terlihat mencorong setelah menjadi bagian dari perusahaan spesialis kimia yang besar. Inilah yang terjadi pada PT Titan Kimia Nusantara Tbk (FPNI), yang dulunya lebih dikenal sebagai PT Fatrapolindo Nusa Industri Tbk. FPNI adalah sebuah perusahaan pembuat lembaran plastik pembungkus dan plastic film yang dikenal dengan istilah kimia biaxially-oriented polypropylene (BOPP) dan kebetulan memang memiliki kapasitas produksi BOPP terbesar kedua di Indonesia.

Produk BOPP FPNI diberi nama merek Falene. Karena dibuat dengan teknologi tinggi dalam industri plastic film, gabungan dari Mitsubishi Heavy Industries dari Jepang dan DMT, SA dari Perancis, Falene ini disebut-sebut sebagai salah satu plastic film terbaik di Indonesia. Karena BOPP FPNI dikelompokkan dalam empat kategori, maka nama Falene juga dipakai di empat kategori Falene Plain, Falene Heat Sealable, Falene Cigarette, dan Falene Metalizable.

Produk BOPP digunakan dalam spektrum penggunaan yang luas, mulai dari kemasan produk-produk makanan, pembungkus luar rokok, sabun dan deterjen, bahan baku kemasan pengganti alumunium, dan bahan pembungkus plastik lainnya yang digunakan oleh berbagai industri. Yang menarik, ternyata proses produksi BOPP tidak menghasilkan limbah yang membahayakan lingkungan sekitar, karena menggunakan proses kering, yang tidak mengeluarkan limbah cair dan sisa proses produksi bisa didaur ulang.

Meski potensi pasar produk BOPP begitu besar, tapi ternyata tidak mudah bagi FPNI saat masih berdiri sendiri –sekalipun merupakan pemain terbesar kedua dari segi kapasitas– untuk mencetak laba. Ini terjadi karena harga bahan baku yang mahal, sementara harga jual produk FPNI murah seiring dengan masuknya produk impor dengan harga yang memang lebih rendah. Karena itu, masuknya Titan Chemicals, yang dikenal sebagai salah satu raksasa kimia di Malaysia, sebagai pemegang saham mayoritas melalui proses reverse take over banyak dipercaya bisa meningkatkan efisiensi produksi FPNI.

Di Malaysia, Titan dikenal sebagai perusahaan terpadu terbesar untuk olefin dan polyolefin yang kalau diolah lagi akan menghasilkan polypropylene yang bisa digunakan oleh pembuat BOPP seperti FPNI. Sebelum mengambil alih FPNI, Titan Chemicals sudah memiliki PT Titan Petrokimia Nusantara, yang dikenal sebagai pabrik polyethylene terbesar di Indonesia. Oleh Tital Chemicals, kedua anak perusahaan yang ada di Indonesia itu disatukan agar tercapai sinergi dimana FPNI ternyata yang menjadi induknya.

Dengan proses semacam itu, FPNI akhirnya berubah menjadi perusahaan kimia besar dan di back-up oleh perusahaan kimia raksasa.

Kompas

No comments: