BLOGSPOT atas

Sunday, October 31, 2010

Transaksi Obligasi

Minggu, 31 Oktober 2010 | 04:02 WIB

Adler Haymans Manurung - praktisi keuangan

Selasa lalu, pemerintah melakukan buy back atas obligasi FR0049 yang pernah ditawarkan atau telah dimiliki masyarakat. Obligasi ini jatuh tempo pada 15 September 2013, artinya investor akan mendapat pelunasan lebih awal (tiga tahun lebih cepat) karena pembayarannya hasil lelang selasa lalu.

Buy back atas obligasi dimaksud untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan pemerintah. Dengan buy back, pemerintah bisa mengganti obligasi yang lebih murah kuponnya. Obligasi ini mempunyai kupon 9 persen sehingga harga obligasi pasti di atas 100 dikarenakan tingkat bunga yang berlaku saat ini sekitar 6 persen.

Sebelum pelaksanaan lelang buy back obligasi tersebut telah terjadi kenaikan harga obligasi sekitar 2 persen dalam satu sampai dua minggu. Harga obligasi ini sebenarnya ditransaksikan pada harga 105, tetapi belakangan mengalami kenaikan menjadi 107. Kenaikan ini cukup besar dan mengagetkan beberapa investor yang memegang obligasi tersebut dan merasa senang karena pemerintah membeli obligasi tersebut lebih mahal dari harga wajar.

Kenaikan harga ini mengakibatkan kenaikan yield yang diperoleh investor. Pada obligasi berlaku hukum apabila yield semakin tinggi, harga obligasi semakin rendah dan sebaliknya; apabila harga meningkat, yield semakin rendah. Namun, kali ini kenaikan harga tersebut membuat yield yang diperoleh investor semakin meningkat.

Investor yang melakukan investasi pada obligasi bisa dilakukan dengan dua kelompok besar, yaitu untuk transaksi dagang (trading) dan investasi jangka panjang. Jika melakukan obligasi sebagai trading, investor tersebut harus sering kali menggunakan momentum yang ada. Momentum tersebut dipergunakan untuk mendapatkan yield lebih besar. Misalkan, investor harus menjual obligasi tersebut karena mendapat yield lebih besar dan bisa memindahkan dananya pada instrumen investasi yang sesuai yield pada obligasi tersebut.

Momentum yang ada saat ini adalah adanya buy back pemerintah atas obligasi yang beredar di pasar modal tersebut. Pada sisi lain, pemain obligasi cukup terbatas dan bisa memainkan harga obligasi tersebut. Hukum penawaran dan permintaan juga terjadi pada buy back obligasi ini sehingga harga obligasi mengalami kenaikan. Permintaan datang dari pemerintah yang ingin membeli obligasi dan pemilik obligasi mengetahuinya dan kebetulan pemerintah mengumumkannya sehingga pemegang obligasi mencoba mendongkrak harga agar memperoleh yield yang lebih besar.

Investor asing

Secara kebetulan pemegang obligasi tersebut paling banyak asing dan mereka umumnya jauh lebih pintar dari investor lokal sehingga menaikkan harga obligasi ini untuk kepentingan asing tersebut dapat dilaksanakan.

Asing sangat pintar melakukan transaksi obligasi, sementara lokal mempunyai pengetahuan yang minim. Oleh karenanya, teori pergerakan pasar yang biasanya tidak bisa diintervensi oleh pihak-pihak tertentu akan berbeda pada pasar ini dikarenakan pemegang obligasi bisa mendikte pasar, di mana dalam kasus ini pemerintah untuk membeli obligasi tersebut.

Variabel lain yang perlu diketahui investor dalam rangka investasi pada obligasi ini adalah kepemilikan obligasi tersebut. Kepemilikan obligasi yang dimaksudkan dalam tulisan ini adalah alokasi kepemilikan obligasi, baik saat ditawarkan maupun pada saat sekarang. Apabila kepemilikan obligasi umumnya pada pemegang yang pintar, pada saat di-buy back akan memberikan harga lebih tinggi dari harga wajarnya.

Selanjutnya, investor yang melakukan investasi pada obligasi untuk investasi jangka panjang, maka investor harus memahami berbagai indikator ekonomi yang bisa membantu investor untuk mendapatkan capital gain atau lebih luasnya tingkat pengembalian yang lebih besar.

Isu sentral bertransaksi obligasi adalah investor harus memahami pergerakan tingkat bunga. Tingkat bunga ini sangat memengaruhi keputusan investor untuk berinvestasi pada obligasi dan juga saham. Jika tingkat bunga yang berlaku naik, investor akan meningkatkan yield yang diharapkannya dan sebaliknya tingkat yield tersebut akan turun bila tingkat bunga tersebut mengalami kenaikan.

Arah tingkat bunga

Investor jangka panjang biasanya menggunakan tiga strategi untuk mendapatkan keuntungannya. Investor tersebut biasanya harus mengetahui arah tingkat bunga yang akan terjadi pada masa mendatang. Arah tingkat bunga ini sangat penting. Dengan mengetahui arah tingkat bunga, investor akan bisa melakukan perubahan obligasi jika arah tingkat bunga tersebut diketahui investor.

Apabila mengetahui arah tingkat bunga minimum tiga bulan ke depan, investor bisa mengambil tindakan saat ini. Jika tingkat bunga akan mengalami kenaikan pada masa mendatang, harga obligasi akan turun. Akibatnya, investor harus mengubah obligasinya agar penurunan harga obligasinya tidak cukup besar. Sebaliknya, jika tingkat bunga turun, harga obligasi mengalami peningkatan dan investor mengharapkan kenaikan harga yang tajam.

Selanjutnya, investor harus mengetahui waktu perubahan tingkat bunga. Jika waktu perubahan tingkat bunga pada besok hari atau satu minggu ke depan, investor tidak bisa melakukan tindakan yang memberikan keuntungan lebih besar bahkan banyak pihak menyatakan bahwa tindakannya tidak berguna.

Akhirnya, investor harus mengetahui besaran perubahan tingkat bunga agar ia bisa mengambil tindakan yang lebih jelas. Jika perubahan tingkat bunga kecil, investor kemungkinan tidak akan melakukan apa-apa. Jika perubahan tingkat suku bunga besar, investor sangat perlu melakukan tindakan untuk kepentingan portofolio obligasi.

KOMPAS

Tuesday, October 26, 2010

Orang Terkaya: Wah, Buffet Tengah Cari Pengganti

Selasa, 26 Oktober 2010 | 18:51 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com — Rencana Warren Buffet untuk suksesi dari bisnisnya kian nyata. Kemarin, orang terkaya nomor dua versi Forbes ini menunjuk salah seorang hedge fund manager di Connecticut yang memiliki pengalaman asuransi untuk menangani porsi yang sangat signifikan dari portofolio investasi Berkshire Hathaway.

Dalam pernyataannya, Berkshire menunjuk Todd Combs (39) sebagai manajer investasi. Asal tahu saja, berdasarkan informasi yang dikirimkan kepada sejumlah investor, Combs sudah berpengalaman menangani saham di sektor finansial senilai 400 juta dollar AS di Castle Point Capital Greenwich.

Belakangan, Buffet (80) memang tengah mencari kandidat yang bisa mengambil alih semua tugasnya pada saat dia mengundurkan diri dari dunia bisnis. Buffet juga pernah bilang, semua tanggung jawabnya sudah dibagi kepada tiga orang kepercayaannya terkait kematian atau masa pensiun. (Kontan/Barratut Taqiyyah)

KOMPAS

- Muhammad Idham Azhari

Sunday, October 24, 2010

Memahami Perilaku Saham

Minggu, 24 Oktober 2010 | 04:59 WIB

Elvyn G Masassya - Praktisi Keuangan

Dalam dua tulisan terdahulu telah dibahas tentang investasi saham untuk pemula dan juga bagaimana memilih saham yang potensial. Apakah dengan memahami hal mendasar tersebut sudah memberi garansi bagi Anda untuk sukses dalam investasi saham? Sama sekali tidak.

Sehebat apa pun kemampuan dan pengetahuan Anda tentang saham, tidak merupakan jaminan kalau Anda membeli saham, pasti saham tersebut akan mengalami kenaikan harga. Kenapa? Karena harga saham esok hari adalah sebuah misteri. Karena harga tersebut belum terjadi. Tetapi dengan meningkatkan pengetahuan dan pengalaman dalam bermain saham, biasanya akan memberikan ”insting” bagi Anda untuk lebih memahami perilaku saham dan pergerakan harganya.

Oleh karena itu, paparan berikut akan melanjutkan analisa perihal saham, khususnya bagaimana membentuk portofolio saham, lalu mendeteksi perilaku terbentuknya harga dan momentum untuk membeli saham.

Pertama, membentuk portofolio saham. Seperti konsep diversifikasi yang mengatakan jangan pernah menaruh telur dalam satu keranjang, maka saham-saham yang akan Anda beli juga mesti terdiri atas bermacam jenis dan juga bermacam tujuan. Artinya, jika Anda memiliki dana Rp 100 juta untuk berinvestasi saham, dana tersebut mesti dibagi dulu, berapa yang akan dialokasikan untuk saham yang hendak dipegang dalam jangka pendek atau trading serta jangka menengah panjang, dengan harapan harga saham tersebut terus meningkat.

Jika Anda tergolong pemula, ada baiknya sebagian besar dana dipakai untuk membeli saham-saham yang berkategori growth stock, atau saham-saham yang akan bertumbuh dalam jangka menengah panjang.

Bagaimana caranya? Belilah saham yang fundamental bagus tetapi harganya masih relatif reƱdah. Memang saham jenis begini belum tentu akan mengalami perubahan harga secara cepat, atau malah belum tentu banyak ditransaksikan. Namun jika ”muatan” saham tersebut alias kinerja emiten cemerlang, biasanya akan mengalami peningkatan harga menjelang RUPS (rapat umum pemegang saham) tahunan, dan apalagi jika ada berita pembagian dividen kepada pemegang saham.

Yang tergolong growth stock itu sendiri tidak mesti saham berkategori blue chip yang harganya kebanyakan relatif mahal, tetapi juga saham-saham yang berada pada kategori second liner alias saham lapis kedua, atau dengan kapitalisasi pasar lebih rendah. Apa itu kapitalisasi pasar? Kapitalisasi pasar adalah hasil perkalian harga saham dengan jumlah lembar saham yang diperdagangkan di pasar modal. Bagi sebagian investor, kapitalisasi pasar dianggap tergolong besar jika angkanya berada di atas Rp 2 triliun.

Bagaimana dengan saham-saham yang kapitalisasi pasarnya di bawah itu? Tidak masalah, tetap bisa dipilih sepanjang tergolong growth stock. Kesimpulannya, portofolio saham yang hendak Anda bentuk sebaiknya sebagian besar terdiri atas growth stock, misalnya 60-70 persen. Sisanya adalah saham yang bisa Anda beli dan jual setiap saat sesuai pergerakan harga di pasar. Dengan kata lain, Anda boleh menjadi trader tetapi hanya mentransaksikan 30-40 persen dari alokasi total dana Anda di pasar saham.

Kedua, memilih saham untuk trading. Seorang investor di pasar saham baru akan merasakan denyut jantung pasar jika sudah melakukan perdagangan saham secara sering. Artinya, jual beli saham dengan mengambil kesempatan dari pergerakan harga yang bisa terjadi dalam hitungan jam, hari, ataupun pekan. Semakin sering melakukan transaksi, maka pemahaman investor terhadap perilaku saham, khususnya pergerakan harga, akan semakin dalam. Itu sebabnya, kendati Anda memilih menjadi growth investor ataupun value investor, tidak ada salahnya sedikit dana Anda dipakai untuk melakukan trading saham. Tinggal masalahnya bagaimana memilih saham yang akan dibeli dan kapan saham itu dibeli.

Untuk itu tentu Anda pahami dulu karakteristik terbentuknya harga. Yang paling mendasar adalah bid dan offer atau permintaan dan penawaran. Sama seperti jual beli pasar di riel, saham juga merupakan sebuah ”produk”, di mana ada yang menjadi pihak pembeli dan pihak penjual. Dan pembeliannya juga dengan cara tawar-menawar hingga terbentuk harga untuk transaksinya.

Sebutlah saham ”A”, memiliki harga permintaan sebesar Rp 300 per lembar dan penawaran sebesar Rp 310 per lembar. Artinya, peminat ingin membeli saham tersebut dengan harga Rp 300, tetapi penjual menawarkannya Rp 310. Bagaimana harga yang terbentuk? Tergantung jumlah peminat dibandingkan dengan jumlah penawar. Jika peminat lebih besar, bisa jadi harga yang terbentuk untuk transaksi adalah Rp 310. Sebaliknya, jika penawar lebih besar jumlahnya, harga yang terjadi adalah di Rp 300. Inilah salah satu kunci untuk mendeteksi tendensi pergerakan harga dalam perdagangan saham, yakni volume bid dan offer.

Kesalahan yang dilakukan para pemula dalam bermain saham biasanya adalah tidak selalu mencari informasi mengenai volume bid dan offer dari sebuah saham. Investor pemula biasanya hanya melihat pergerakan harga saham. Ketika harga bergerak naik, mereka ikut serta membeli dengan harapan harga naik terus. Padahal, harga akan segera berubah jika volume bid dan offer berubah. Oleh karena itu, sebelum melakukan transaksi saham, Anda sebaiknya bertanya dulu kepada sales/pihak sekuritas di mana Anda melakukan transaksi, berapa volume bid dan offer dari saham tersebut. Jika volume permintaan lebih besar dari penawaran, harga berpeluang naik. Demikian pula sebaliknya.

Itu baru satu hal mendasar sederhana. Belum lagi soal jumlah pembelian Anda dibandingkan dengan volume permintaan dan penawaran itu sendiri. Volume permintaan dan penawaran mencerminkan ”market likuiditas” dari saham. Kalau volumenya besar, market likuiditasnya bagus. Ini sangat penting sebab kalau Anda membeli saham yang market likuiditasnya kecil, sama saja Anda harus menyimpan saham tersebut sepanjang masa. Apa maksudnya? Karena ketika Anda hendak menjualnya kembali, belum tentu ada investor lain yang mau membeli. Oleh karena itu, selain mengetahui lebih besar mana antara volume permintaan dan penawaran, Anda juga mesti mencermati seberapa besar total volumenya.

Dalam praktiknya, sebagian besar investor yang sudah piawai biasanya akan mengalokasikan dana untuk membeli sebuah saham, maksimal adalah 5 persen dari volume yang terbentuk. Misalnya, saham ”A”, memiliki bid di harga Rp 300, dengan volume 10.000 lot (5 juta lembar), maka Anda layak ikut serta menawar dengan volume sekitar 5 persen, atau 500 lot saja. Kenapa? Karena Anda harus ”berkelahi” dengan peminat yang lain untuk mendapatkan saham tersebut. Jika jumlah yang Anda beli semakin besar, semakin sulit juga mendapatkannya, apalagi jika volume penawaran jauh di bawah volume permintaan.

Selamat mencoba.

KOMPAS

- Muhammad Idham Azhari

Tuesday, October 19, 2010

Mimsy, Tas Lokal yang Mendunia

Selasa, 19/10/2010 | 09:33 WIB
KOMPAS.com — Christyna Theosa awalnya adalah seorang mahasiswi yang berkuliah di Amerika Serikat, yang tidak puas dengan clutch yang banyak ditemukannya di pasaran. Menurutnya, clutch yang dijual di pasaran tidak sesuai dengan seleranya, dan harganya terlalu mahal. Selain itu, kebanyakan clutch juga hanya cocok dikenakan pada satu jenis acara saja, entah formal, atau kasual. Jarang ada clutch yang bisa dipakai untuk suasana atau acara apa saja.
Christyna yang kuliah di jurusan grafis, Art Center College of Design Pasadena, akhirnya mulai membuat clutch-nya sendiri dengan label Mimsy pada tahun 2004. Perempuan kelahiran Tuban, 2 Januari 1982, ini banyak bereksperimen dengan bahan dan warna untuk menciptakan desain yang elegan, unik, dan classy, tetapi juga seksi dan funky. Ia mendesain clutch-nya dengan bahan terbaik seperti kulit Italia, kain lace Jepang dan Perancis, pita sutra, beludru, hingga kristal Swarovski. Semua tas dan clutch-nya juga dilapisi dengan bahan suede Italia dan satin. Tas-tas buatannya ini dijual dengan kisaran harga Rp 1,5 juta hingga Rp 7 juta.

Christyna memasarkan koleksinya door to door, sampai akhirnya memutuskan untuk memilih jalur konsinyasi dengan toko tas dan pakaian di daerah Main Street, Santa Monica, CA. "Lingkungan itu adalah daerah perkantoran orang-orang film Hollywood dan studio film," ujarnya.
Tas Mimsy yang bergaya edgy ternyata diminati, dan penjualannya terus melesat. Christyna pun kemudian menyasar pencinta fashion dengan budget terbatas dan membuat label Clementine yang dibanderol Rp 158.000- Rp 600.000-an. Perbedaan ada pada bahan bakunya, "Namun, kualitas sama baiknya," terangnya lagi.

Christyna peduli sekali dengan pemasaran Mimsy dan Clementine sehingga dia pun bekerja sama dengan PR marketing khusus fashion di Los Angeles. Mereka membuat Mimsy ikut serta dalam acara-acara fashion internasional dan mendapat liputan media luar negeri seperti Women’s Weekly (Singapura) dan Fashion Addict (Amerika).
"Brand Mimsy pun jadi dikenal dan order pun datang semakin banyak," ungkapnya lagi. Kini, tas karyanya bisa ditemui di Amerika (New York, Los Angeles, Chicago), Jepang, Malaysia, dan tentunya Indonesia (Grand Indonesia Shopping Town). Koleksi tas ini juga bisa diakses di www.mimsycollections.com.

Saat ini Christyna telah bekerja sama dengan label internasional, seperti Bebe dan Urban Outfitters. Untuk Bebe, dia menciptakan tas Mimsy limited edition. Christyna juga tidak melupakan akarnya sebagai wanita Indonesia, setiap tahun dia menciptakan koleksi tas dengan unsur Indonesia.
"Tahun lalu kita menggunakan batik, tahun ini kita pakai tenun Makassar. Bahkan kita menggelar show khusus untuk koleksi ini di New York," ujarnya bangga.

Perempuan yang juga berprofesi sebagai desainer grafis ini pun berbagi tips untuk desainer yang ingin mengikuti jejaknya, "Never give up, try new things and be original. Kekayaan budaya masih bisa kita kembangkan lebih ke dunia luar," ujarnya menutup pembicaraan.

(Tabloid Nova/Franka)

Editor: Dini

KOMPAS


- Muhammad Idham Azhari

Sunday, October 17, 2010

Bagaimana Transaksi Surat Sanggup?

Minggu, 17 Oktober 2010 | 03:58 WIB

Adler Haymans - Manurung praktisi keuangan

Asing datang membanjiri dana di Indonesia dan ingin membeli surat utang dan saham. Kesempatan ini tidak bisa dilepaskan begitu saja, mengingat selama ini agak susah mendapatkan kredit dari bank. Akibatnya, timbul pertanyaan bagaimana menerbitkan surat sanggup? Bagaimana transaksi surat sanggup dan apa risikonya?

Surat sanggup adalah surat utang yang diterbitkan oleh subyek hukum dan dianggap sebagai instrumen keuangan dan dapat diperjualbelikan. Surat sanggup lebih dikenal di pasar modal sebagai promissory notes. Surat sanggup mempunyai jatuh tempo dan umumnya tidak panjang dan paling panjang kurang dari satu tahun sehingga instrumen keuangan dianggap sebagai instrumen investasi jangka pendek.

Instrumen keuangan ini merupakan sebuah perjanjian atau kontrak antara dua pihak, yaitu penerbit surat sanggup dan investor. Instrumen keuangan harus dibayar oleh penerbit pada saat jatuh tempo dengan tanpa alasan apa pun sesuai dengan nilai yang tertera pada surat sanggup tersebut.

Surat sanggup tidak memerlukan rating (pemeringkat) dari lembaga pemeringkat seperti Pefindo dan Fitch Rating Indonesia. Pemeringkatan dan jatuh tempo ini merupakan perbedaan surat sanggup dengan commercial papers. Investor yang membeli surat sanggup maupun commercial paper pada harga at discount dan diskon tersebut dianggap sebagai bunga.

Misalnya, sebuah surat sanggup mempunyai nilai jatuh tempo sebesar Rp 5 miliar, maka nilai beli surat sanggup harus di bawah Rp 5 miliar, tergantung yield kesepakatan penerbit dengan investor. Bila yield sebesar 5 persen, maka investor akan membayar sebesar diskon bunga dengan periodenya. Bila jatuh tempo investor selama 270 hari, maka investor akan membayar sebesar Rp 4.821.664.465, (Rp.5 miliar/(1+(270/365)*5%)).

Tanpa jaminan

Pada awal penerbitan surat sanggup, penerbit mempunyai itikad baik untuk membayar surat sanggup pada saat jatuh tempo sehingga surat sanggup tidak mempunyai jaminan. Kepercayaan investor terhadap janji tersebut merupakan pegangan investor sehingga investor mau membeli surat sanggup tersebut. Tetapi, belakangan surat sanggup sudah mulai ditambah dengan jaminan karena investor ingin mengurangi risiko yang dihadapinya.

Penerbitan surat sanggup bisa dilakukan sendiri bila penerbit mengetahui pembelinya (investor). Karena investor sangat bervariasi terutama dari segi permintaan, maka sering kali penerbit meminta bank investasi (sekuritas) untuk membantu penerbit menjual surat sanggup tersebut karena sekuritas yang memiliki investor. Untuk jasa sekuritas tersebut diperlukan pembayaran fee sehingga penerbit tidak mau dipusingkan seluruh persoalan penerbitan surat sanggup tersebut.

Bisa diperjualbelikan

Surat sanggup bisa diperjualbelikan sesuai dengan kesepakatan antara pembeli dan penjual tanpa sepengetahuan penerbit, tetapi pembeli harus melakukan konfirmasi kepada penerbit mengenai keabsahan surat sanggup agar pada saat jatuh tempo surat sanggup bisa ditagih kepada penerbit. Agar cepat laku,

penjual kembali akan menggunakan sekuritas karena perusahaan tersebut yang mengetahui investor (pembeli) surat sanggup tersebut. Investor kembali harus membayar fee untuk menjual surat sanggup terkecuali pada awal sudah ada kesepakatan bahwa surat sanggup dijual tanpa bayar fee.

Ketika diterbitkan, surat sanggup tidak mempunyai nama kepemilikan pada surat sanggup sehingga siapa yang membawa surat sanggup menjadi pemiliknya dan berkuasa untuk menagih pada saat jatuh tempo kepada penerbit. Tidak adanya nama tersebut dikarenakan surat sanggup dapat diperjualbelikan dan tidak ada jaminan pihak lain bahwa surat sanggup tersebut akan dibayar pada saat jatuh tempo.

Ketika saat awal pertama transaksi surat sanggup di mana investor membelinya, maka investor harus mentransfer dana sebesar nilai kesepakatan surat sanggup tersebut. Pemegang surat sanggup harus mempunyai bukti transfer atas pembeli surat sanggup dan juga bukti transaksi telah terjadinya jual-beli surat sanggup. Bukti ini sangat diperlukan pada periode jatuh tempo untuk menyatakan telah terjadi transaksi.

Pada saat jatuh tempo, pemegang surat sanggup harus mengajukan surat sanggup untuk menagih utang tersebut dan hanya bisa menagih sebesar nilai yang tertera pada surat sanggup. Penerbit surat sanggup tidak bisa menolak tagihan tersebut karena kewajiban yang harus dibayar. Tindakan ini dilakukan untuk menyatakan bahwa penerbit mempunyai utang kepada pemegang surat sanggup.

Surat sanggup harus ditagih pada saat jatuh tempo dan bila tidak ditagih, tidak ada kewajiban penerbit harus membayar secepatnya dan adanya tambahan pembayaran dikarenakan telat penagihan. Akibatnya, penerbit surat sanggup tidak bertanggung jawab atas kerugian yang dialami pemegang surat sanggup akibat kelalaiannya menagih pada saat jatuh tempo. Pemegang bisa menagih surat sanggup asalkan dengan bukti yang kuat.

Bila terjadi penagihan di luar waktu yang ditentukan bukan pada saat jatuh tempo, maka pemegang surat sanggup tidak bisa mengenakan bunga setelah berakhir jatuh tempo surat sanggup karena tidak ada tertera dalam surat sanggup, terkecuali ada kesepakatan antara penerbit dengan pemegang surat sanggup. Bila ada kesepakatan baru karena belum bisa bayar atau pemegang surat sanggup setuju diperpanjang, maka penerbit surat sanggup harus menerbitkan surat sanggup dengan nilai terbaru sesuai kesepakatan. Jatuh tempo surat sanggup sudah berubah sesuai dengan kesepakatan.

Risiko

Banyak risiko yang dihadapi pemegang surat sanggup, yaitu risiko tingkat bunga, risiko daya beli, dan risiko tidak mampu bayar. Salah satu risiko yang paling besar dari seluruh risiko yang ada adalah risiko tidak mampu bayar walaupun pada awal penerbitan mempunyai itikad baik untuk membayar. Ketidakmampuan membayar dikarenakan faktor internal perusahaan dan faktor lingkungan eksternal perusahaan seperti krisis ekonomi dan keuangan serta kebijakan pemerintah.

Bila surat sanggup tidak mampu dibayar oleh penerbitnya, pemegang surat sanggup dapat melakukan tindakan hukum, misalnya mengajukan kepailitan kepada pengadilan terhadap penerbit surat sanggup bila surat sanggup tersebut tercatat di laporan keuangan penerbit.

KOMPAS

Sunday, October 10, 2010

Jurus Memilih Saham

Minggu, 10 Oktober 2010 | 03:50 WIB

Elvyn G Masassya - Praktisi Keuangan

Paparan berikut ini akan memaparkan lebih jauh langkah berinvestasi di pasar modal. Yang utama adalah bagaimana memilih saham yang akan dibeli dan kapan saham tersebut boleh dibeli. Hal tersebut akan diketahui berdasarkan analisis fundamental serta analisis teknikal dari setiap saham.

Secara sederhana, analisis fundamental adalah untuk mengetahui kinerja dari suatu perusahaan. Dan berdasarkan itu Anda bisa memutuskan apakah saham tersebut layak beli atau tidak. Semakin bagus kinerja dari perusahaan dimaksud, semakin layaklah saham itu untuk dikoleksi. Sedangkan analisis teknikal, akan menggambarkan kapan sebaiknya saham tersebut dibeli dan atau kapan harus dijual. Singkat kata, dalam berinvestasi di pasar modal, tentukan dulu keranjang saham yang layak untuk dibeli. Ini didasarkan atas analisis fundamental. Langkah berikutnya adalah memilih saham-saham mana saja yang akan ditransaksikan.

Tentu saja, kalau harga saham tersebut cukup murah, pada saat itulah saham tersebut Anda beli. Bagaimana langkah-langkah konkretnya?

Pertama, siapkan sekeranjang saham yang siap untuk Anda beli. Caranya sederhana. Cermati analisis para analis pasar modal yang banyak ditulis di berbagai surat kabar. Lalu berdasarkan analisis tersebut, pelan-pelan Anda kumpulkan saham-saham untuk dimasukkan dalam daftar potensi beli bagi portofolio saham Anda. Katakan, Anda sudah memilih 10 saham yang menurut hemat Anda secara fundamental saham-saham tersebut menjanjikan. Apakah langsung boleh dibeli? Jelas tidak. Itu adalah kandidat saham saja. Langkah berikutnya, Anda mesti meneliti kembali saham-saham itu ada di sektor apa saja? Jangan sampai ke-10 saham yang Anda lirik itu berada pada sektor yang sama. Sebab, mereka adalah pesaing, yang kinerjanya bisa saling bertabrakan.

Konketnya, Anda mesti memilih saham-saham dari sektor yang berbeda. Ini disebut dengan diversifikasi sektor. Misalnya, ada saham yang bergerak di perbankan/keuangan, saham di sektor pertambangan, saham di sektor perkebunan, saham di sektor properti, dan lain sebagainya. Tentu saja, belum tentu semua sektor tersebut akan cemerlang. Sebab, faktor ekonomi makro akan memengaruhi kinerja pada masing-masing sektor. Oleh karena itu, pilihlah saham dari sektor-sektor yang karakteristiknya cukup Anda kenal secara pribadi. Ini akan memudahkan Anda mencerna analisis fundamental yang sudah disiapkan para analis.

Setelah Anda memutuskan sektor mana yang menjadi prioritas Anda, barulah kemudian Anda pilih beberapa saham dari sektor-sektor tersebut. Sebagai pemula, tidak perlu memilih banyak saham. Apa lagi jika dana Anda terbatas. Cukup menyiapkan 4-5 saham saja. Misalnya dari dua atau tiga sektor. Dengan demikian, Anda bisa fokus pada saham-saham tersebut.

Alternatif

Sekarang Anda sudah memiliki beberapa alternatif kandidat saham. Akan tetapi, apakah saham-saham tersebut masih cukup murah atau sudah mahal? Ini sangat penting, karena kendati Anda membeli saham bagus, tetapi kalau harganya sudah mahal, potensi kenaikan harganya tinggal sedikit. Oleh karena itu, Anda mesti bisa menentukan saham-saham yang berkualitas, tetapi harganya masih cukup murah.

Bagaimana menentukan sebuah saham murah atau sudah kemahalan? Banyak konsep mengenai hal ini. Namun, pendekatan yang paling sederhana adalah dengan menghitung price earning ratio (PER), atau harga saham tersebut dibandingkan dengan laba perusahaan dimaksud. Saat ini, PER rata-rata di pasar modal adalah sekitar 14 X. Kalau PER saham yang hendak Anda beli masih di bawah 14 X, saham tersebut belum bisa disebut sebagai saham mahal.

Selain itu, Anda juga perlu melihat return on equity (ROE), alias imbal hasil dari modal perusahaan itu sendiri. Beberapa kalangan menganggap ROE yang baik adalah dua kali tingkat suku bunga bank. Kalau saat ini suku bunga berkisar 7 persen, ROE perusahaan mestinya ada di atas 14 persen. Itu berarti, jika ada saham yang ROE-nya di bawah 14 X dan ROE-nya di atas 14 persen, saham tersebut secara fundamental tergolong baik.

Kedua, cermati analisis teknikal dari masing-masing saham yang sudah Anda seleksi secara fundamental. Ini untuk memberikan informasi, kapan saham-saham tersebut mulai bisa Anda koleksi. Bagaimana caranya mencermati analisis teknikal? Banyak analis memberikan gambaran dalam bentuk grafik, bar chart, dan lain sebagainya, yang kemudian akan diimbuhi oleh rekomendasi buy, sell, hold, dan juga target price dari saham dimaksud. Tidak ada yang keliru dari analisa semacam itu. Akan tetapi, tidak juga memberikan jaminan bahwa rekomendasi para analis itu akan jitu dan sesuai dengan kenyataan. Kenapa? Karena harga saham bukan terbentuk dari aspek fundamental saja, tetapi juga dari aspek sentimen pasar. Analisis teknikal menggambarkan terbentuknya sebuah harga yang dikaitkan dengan sentimen pasar pada saat itu. Contohnya, ketika krisis melanda pasar modal di tahun 2008, tidak peduli saham berfundamental bagus ataupun jelek, semuanya mengalami kejatuhan harga. Kenapa demikian? Karena hampir seluruh investor menjual sahamnya dan lebih suka memegang cash. Ini dipicu oleh rasa takut terhadap imbas krisis subprime mortgage yang melanda Amerika Serikat pada waktu itu. Itu berarti, harga yang digambarkan oleh teknikal analisis sangat dipengaruhi oleh suasana kebatinan atau psikologis investor, yang setiap saat bisa berubah.

Namun, lepas dari itu, analisis teknikal bisa memberikan sinyal beli atau sinyal jual dari suatu saham. Dan sinyal itu bisa Anda pertimbangkan untuk kapan membeli atau menjual saham. Bagaimana rumus sederhananya?

Seperti diuraikaan tadi. Banyak konsep yang mengulas soal teknikal analisis, tetapi konsep yang paling sederhana adalah harga saham diperkirakan akan naik kembali setelah menyentuh level paling dasar dari harga yang pernah terbentuk sebelumnya. Dan untuk mengetahui level dasar tersebut, cermati pergerakan harga saham tersebut dalam kurun waktu satu tahun atau enam bulan terakhir. Jika harga saat ini sudah di bawah pergerakan harga rata-ratanya, dan mulai mengalami peningkatan, maka itu bisa dianggap sebagai indikator untuk siap-siap membeli saham dimaksud. Selamat mencoba. ***

KOMPAS

- Muhammad Idham Azhari

Saturday, October 9, 2010

Thursday, October 7, 2010

Mau Sukses Wirausaha? Jangan Jadi Broker

Kamis, 7/10/2010 | 06:55 WIB

KOMPAS.com — Kaya bukan menjadi ukuran kesuksesan sebuah usaha. Wirausaha yang sukses dan bertahan membutuhkan kerja keras yang bukan cuma bermodalkan kepintaran. Jika ingin sukses berbisnis, Anda harus berani memulai dari bawah, berinovasi, cerdas, bekerja keras, dan memiliki strategic thinking.

"Orang Indonesia banyak yang kaya karena menjadi broker. Padahal, yang dibutuhkan untuk membangun wirausaha sukses adalah kerja keras dari bawah dengan inovasi bisnis yang baru. Start small, dream big," papar pengamat ekonomi Aviliani seusai peluncuran program reality show kompetisi wirausaha Diplomat Success Challenge, beberapa waktu lalu.

Pebisnis yang memiliki fondasi kuat akan selalu siap menghadapi kendala. Saat gagal berbisnis, pebisnis tak patah arang dan akan bertahan.

Kompetisi bisnis bisa memotivasi

Selain fondasi yang kuat, dalam berbisnis juga diperlukan kompetisi. Kompetisi bisnis inilah yang meningkatkan motivasi.

"Kalau tak terbiasa bersaing, belum apa-apa sudah merasa down," tambah Aviliani.

Semangat untuk mempertahankan bisnis dalam kondisi sesulit apa pun semakin terasah jika mental kuat. Inilah juga manfaat kompetisi bisnis, selain juga sportivitas yang teruji.

Siap menjadi pengusaha sukses dengan cara ini?

WAF

Editor: Dini
KOMPAS


- Muhammad Idham Azhari

Sunday, October 3, 2010

Transaksi Saham di Pasar Mana?

Minggu, 3 Oktober 2010 | 03:58 WIB

Adler Haymans Manurung - praktisi keuangan

Pertanyaan yang datang adalah di manakah saya harus bertransaksi saham terutama apabila saya membutuhkan dana secepatnya? Pertanyaan ini membuat kita harus membaca secara detail mengenai peraturan pasar saham yang ada di Bursa Efek Indonesia atau BEI.

Pengaturan perdagangan bursa dibuat oleh Bapepam dan BEI, di mana BEI membuat regulasi perdagangannya karena BEI mempunyai tugas utama mempersiapkan perdagangan saham untuk kepentingan investor. BEI dengan peraturan II-A menyatakan bahwa ada tiga pasar yang dipersiapkan bursa.

Pertama, Pasar Reguler adalah pasar di mana perdagangan efek di bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh anggota bursa efek melalui JATS dan penyelesaiannya dilakukan pada hari bursa ke-3 setelah terjadinya transaksi bursa.

Untuk melakukan transaksi ini, investor harus menggunakan anggota bursa yang dikenal perusahaan sekuritas. Investor harus mempunyai rekening pada perusahaan sekuritas tersebut sehingga bisa bertransaksi.

Investor juga bisa menggunakan beberapa perusahaan sekuritas untuk melakukan transaksi. Sekarang Bapepam dan bursa melakukan perampingan bahwa investor hanya memiliki satu rekening saja walaupun investor bisa bertransaksi di beberapa perusahaan sekuritas. Namun, tidak salah juga investor mempunyai rekening sendiri di perusahaan sekuritas dan investor harus memonitor rekening tersebut karena tidak ada jaminan.

Sedangkan transaksi yang dilakukan investor di bursa akan mendapat jaminan dikarenakan transaksi tersebut mempunyai uang jaminan yang dikelola oleh perusahaan kliring yang disebut dengan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia. Apabila ingin membeli/menjual saham, maka investor harus menyampaikannya kepada perusahaan sekuritas untuk disampaikan ke bursa melalui JATS dan menunggu atau langsung mendapatkannya jika ada harga yang cocok untuk harga investor, baik jual maupun beli saham.

Transaksi

Selanjutnya, penyelesaian transaksi akan dilakukan pada hari ke-3 setelah transaksai dilakukan (T+3) di mana investor yang menjual saham mendapatkan dananya dan investor yang membeli saham mendapatkan saham yang diinginkannya. PT KPEI yang menjamin investor mendapatkan dananya jika investor menjual saham dan akan muncul di rekening investor pada T+3. PT KPEI juga menjamin investor untuk mendapatkan saham yang dibelinya bila investor melakukan pembelian.

PT KPEI melakukan kliring atas seluruh transaksi saham setiap harinya sebelum pasar saham dibuka kembali pukul 09.30 pagi.

Perusahaan sekuritas yang menyampaikan transaksi investor tidak bisa melakukan penjualan/pembelian saham tanpa sepengetahuan investor. Perusahaan sekuritas harus mendapatkan kepastian harga dari investor baru bisa melakukan transaksi dan bila perusahaan sekuritas transaksi saham milik investor tanpa sepengetahuan investor, maka perusahaan sekuritas telah melanggar hukum dan kerugian yang terjadi tidak bisa ditimpakan kepada investor.

Kedua, Pasar Tunai adalah pasar di mana perdagangan efek di bursa dilaksanakan berdasarkan proses tawar-menawar secara lelang yang berkesinambungan (continuous auction market) oleh anggota bursa efek melalui JATS dan penyelesaiannya dilakukan pada hari bursa yang sama dengan terjadinya transaksi bursa (T+0). Untuk bertransaksi pada pasar ini, investor harus juga menggunakan perusahaan sekuritas di mana perusahaan sekuritas yang menyampaikan transaksi beli/jual saham ke bursa melalui JATS.

Investor harus menunggu atas instruksi transaksi saham tersebut sampai ada pihak lain yang ingin bertransaksi pada harga yang diinginkan investor.

Saham

Saham investor akan disimpan oleh PT KSEI dan investor akan mendapatkan dana di rekeningnya untuk transaksi saham tunai tersebut. Oleh karenanya, pasar ini sangat cocok bagi investor yang membutuhkan dana pada hari itu juga. Namun, harga tawar-menawarnya akan berbeda dengan harga di pasar reguler. Biasanya investor membuat harga lebih rendah dari harga pada pasar reguler. Kecilnya harga ini dikarenakan banyaknya permintaan dan penawaran yang disebabkan kebutuhan dana. Di sisi lain, investor saham sangat pintar dan memberikan perhitungan tingkat bunga dikarenakan penerima hasil transaksi sekarang ini, sementara pada pasar reguler pada hari yang sama (T+3). Pada pasar ini, investor bisa langsung melakukan transaksi dan harus sepengetahuan bursa agar penyelesaian transaksi dilakukan.

Ketiga, Pasar Negosiasi adalah pasar di mana perdagangan efek di bursa dilaksanakan berdasarkan tawar-menawar langsung secara individual dan tidak secara lelang yang berkesinambungan (non continuous auction market) dan penyelesaiannya dapat dilakukan berdasarkan kesepakatan anggota bursa efek. Investor harus meminta bantuan perusahaan sekuritas untuk melakukan transaksi ini, agar transaksi tercatat dan langsung mengubah kepemilikan. Antarinvestor juga bisa memanfaatkan pasar ini dan masing-masing investor menyampaikan harga yang sudah disepakati dan dinformasikan kepada perusahaan sekuritas di mana investor selalu berinvestasi/bertransaksi saham.

Apabila investor melakukan transaksi pada perusahaan sekuritas yang sama, transaksi ini sangat mudah. Oleh karenanya, transaksi saham pada pasar ini mengharuskan adanya kesepakatan harga di antara perusahaan sekuritas dan juga investornya. Perusahaan sekuritas tidak bisa melakukan transaksi saham pada pasar ini tanpa sepengetahuan investor.

Kerugian yang terjadi atas transaksi saham harus dilihat secara saksama. Bila sepengetahuan investor, akan ditanggung oleh investor dan bila tidak sepengetahuan investor, kerugian harus ditanggung perusahaan sekuritas. Selamat bertransaksi di Bursa Efek Indonesia.

KOMPAS

Monday, September 27, 2010

Yang Perlu Dimiliki 'Entrepreneur' Muda

Senin, 27/9/2010 | 08:18 WIB

KOMPAS.com — Bukan hanya jumlah wirausahawan yang masih sedikit, motivasi berwirausaha juga masih minim di Indonesia. Padahal, kata ekonom Aviliani, jika wirausaha Indonesia tidak tangguh, maka masyarakat ekonomi ASEAN akan masuk dan menguasai lini ini pada 2015.

"Peningkatan daya tahan perlu dilakukan untuk wirausaha Indonesia. Selain itu juga menginspirasi lebih banyak lagi orang untuk berwirausaha," kata Aviliani, saat peluncuran kompetisi wirausaha dalam program acara realitas Diplomat Success Challange di Jakarta, Kamis (23/9/2010).

Pentingnya inovasi
Menurut Aviliani, untuk memiliki daya tahan yang tangguh dan berdaya saing tinggi, wirausahawan perlu berinovasi. Inovasi tak berhenti saat kali pertama membangun bisnis. Untuk memenangkan persaingan, inovasi perlu dilakukan terus-menerus.

"Wirausaha bukan sekadar bermodalkan pintar jualan. Bisnis restoran tak akan berkembang jika tak dibarengi inovasi. Berinovasi dengan kemasan yang berbeda, orang akan datang. Di sinilah pentingnya inovasi," Aviliani mencontohkan.

Tanpa inovasi, usaha akan berjalan di tempat.

Daya tahan tinggi
Aviliani menegaskan, mentalitas wirausaha perlu dibangun sejak dini. Kemampuan bertahan saat kondisi sedang jatuh menunjukkan mentalitas pebisnis. Dengan mental yang kuat, pebisnis takkan begitu saja menutup usahanya saat sedikit merugi atau mengalami masa krisis.

Wirausahawan harus tahan banting dalam berbagai situasi yang dihadapi. Tak boleh menjadi pebisnis yang hanya senang saat keuntungan melimpah, lalu menjadi lemah saat kerugian melanda bisnisnya.

Kemampuan manajemen diri
Bagaimana bisa mengatur orang lain jika tak bisa mengatur diri sendiri? Kemampuan manajemen diri perlu teruji. Inilah prinsip yang harus dipegang teguh entrepreneur jika ingin sukses dengan usahanya.

"Usaha menjadi tidak tangguh karena utang terlalu banyak untuk kepentingan konsumsi pribadi. Inilah sebabnya pengusaha sukses orangnya itu-itu saja," kata Aviliani menggambarkan ketidakmampuan wirausahawan pemula mengatur dirinya.

Bagaimana tolok ukurnya? Pebisnis yang tidak tangguh dan tak mampu mengatur dirinya akan menghabiskan 50 persen pinjaman kredit untuk konsumsi diri dan 50 persen untuk usaha. Ini jelas salah kaprah.

Menurut Aviliani, kebanyakan orang Indonesia membelanjakan pinjaman kredit untuk gaya hidup daripada untuk bertahan dengan bisnisnya. Anggapannya, dengan membuat tampilan luar yang bagus, akan menarik konsumen datang. Pada akhirnya, kredit yang harusnya dimanfaatkan untuk membuat bisnis bertahan malah habis percuma untuk kebutuhan yang sifatnya konsumtif.

Mengubah pola pikir pekerja menjadi pengusaha

Menjadi entrepreneur adalah inspirasi bagi orang lain sekaligus mendorongnya mengubah mindset atau pola pikir.

"Orang daerah selalu menanyakan anaknya, nanti mau kerja di mana. Banyak juga orangtua yang senang jika anaknya menjadi PNS. Padahal ekonomi kelas menengah bisa meningkat dengan wirausaha," lanjut Aviliani.

Banyak cara menginspirasi orang lain menjadi pengusaha skala kecil menengah atau besar di Indonesia. Salah satunya, Anda, dengan latar pendidikan tinggi, tak lagi mencari kerja, tetapi justru menciptakan lapangan kerja dengan berwirausaha.

Seperti dilakukan Hendy Setiono, pemilik waralaba Kebab Turki Baba Rafi. Pria yang memulai bisnis sejak berusia 19 tahun ini sukses mengembangkan usaha waralaba lokal buatannya. Hendy yang terpilih sebagai juri Diplomat Success Challange telah teruji dalam hal daya tahan.

"Dari 14 usaha yang saya bangun, delapan di antaranya gagal. Tidak ada sukses yang instan," katanya di kesempatan yang sama.

Menurut Hendy, generasi muda masih terobsesi mencari lapangan kerja. "Padahal, setelah lulus kuliah, semestinya mereka bisa menciptakan lapangan kerja," tambah pria yang pernah berkuliah di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, ini.


WAF

Editor: Dini

KOMPAS

Sunday, September 26, 2010

Saham bagi Pemula

Minggu, 26 September 2010 | 03:46 WIB

Elvyn G Masassya - Praktisi keuangan

Coba cermati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG dalam dua bulan terakhir. Berkali-kali menembus rekor baru, mulai dari 3.200 dan kemudian 3.300, bahkan hari-hari ini sudah di sekitar 3.400. Padahal, di awal tahun 2010, indeks masih berada di kisaran 2.400. Kenaikan indeks yang pesat tersebut jelas menggembirakan bagi para pelaku di pasar modal.

Investor institusi ataupun investor ritel berpeluang memetik keuntungan besar dari saham-saham yang ditransaksikan. Bayangkan, ada saham yang dalam waktu seminggu harganya melonjak puluhan persen.

Bahkan tidak sedikit saham yang secara harian harganya bergerak di atas lima persen. Jelas ini merupakan imbal hasil yang luar biasa. Apalagi jika dibandingkan dengan tingkat bunga deposito atau tabungan yang hanya memberikan bunga sekitar enam persen per tahun. Di pasar modal, keuntungan enam persen itu bisa diraih dalam jangka waktu harian, mingguan, ataupun bulanan saja. Apakah Anda tertarik? Tunggu dulu. Itu adalah cerita indahnya.

Dalam realitasnya, tidak sedikit investor, khususnya investor ritel apalagi pemula, yang babak belur ketika mencoba mengadu peruntungan di pasar modal. Apa pasal? Banyak faktor. Akan tetapi, yang paling sering terjadi adalah minimnya pengetahuan tentang pasar modal. Kemudian lebih berperannya emosional dibandingkan dengan rasional. Seperti contoh di atas, tatkala indeks melesat tinggi, bukan berarti semua saham terus meningkat harganya. Banyak juga saham-saham yang malah terperosok.

Di sisi lain, peningkatan harga saham tidaklah bersifat permanen, apalagi jika kenaikannya bukan didorong oleh faktor fundamental, melainkan sekadar sentimen pasar. Misalnya, ketika saham A bergerak ke atas.

Naik mulai dari satu persen, dua persen, tiga persen, bahkan mungkin empat persen. Para investor tergiur melihat kenaikan harga saham tersebut dan mereka ikut-ikutan membeli pada saat harga sudah cukup tinggi. Dengan kata lain, tatkala investor ritel sudah masuk, harga sudah telanjur tinggi. Harapannya tentu saja adalah harga saham itu akan semakin naik. Namun, yang terjadi adalah sebaliknya. Keesokan harinya harga saham A terjun bebas, kembali ke harga semula.

Jual kembali

Kenapa? Karena mereka yang membeli di awal melakukan profit taking. Menjual kembali saham tersebut. Sementara para investor ritel masih memegang saham tadi. Alhasil, investor ritel mengalami kerugian besar.

Itulah yang kerap terjadi di pasar modal. Konkretnya, pasar modal menjanjikan keuntungan besar, tetapi di sisi lain juga menawarkan kerugian besar. Ini sesuai dengan prinsip high risk high return. Lantas, kalau situasinya seperti itu, apakah tidak usah mengadu nasib di pasar modal? Tidak juga. Pasar modal tetap merupakan alternatif lahan investasi yang bisa dipertimbangkan oleh siapa saja, termasuk oleh Anda, jika menginginkan aset bertumbuh secara lebih cepat. Namun, tentu saja banyak kriteria yang sebaiknya dipertimbangkan sebelum Anda menanamkan uang Anda dalam berbagai saham, apalagi jika Anda tergolong investor pemula. Apa saja kriteria tersebut? Kita lihat dalam bahasan berikut.

Pertama, prinsip siap menerima keuntungan, tetapi siap juga menanggung kerugian. Artinya, kalau dana yang Anda tempatkan di pasar modal ternyata bernasib buruk, maka Anda tidak akan jatuh miskin. Dengan kata lain, jangan menggunakan ”uang dapur” untuk berinvestasi di pasar modal. Lain hal kalau Anda sudah tergolong pakar di bidang saham, boleh-boleh saja seluruh harta Anda dipertaruhkan. Namun, kalau Anda masih tergolong pemula, gunakan sedikit saja dulu dari dana yang Anda miliki untuk memulai investasi di pasar modal. Lakukan penjajakan dan pengenalan terhadap karakteristik serta perilaku pasar modal. Ini seperti pepatah, ”tak kenal maka tak sayang”. Jadi, pelan-pelan kenali pasar modal. Dan, itu mesti dilakukan dengan cara ”bermain” langsung. Tidak sekadar konsep-konsep. Sebab, prinsip investasi di pasar modal adalah eksperience alias merasakan langsung denyut nadinya. Merasakan naik turun harga saham ketika Anda sudah membelinya.

Kedua, memastikan prinsip investasi Anda apakah sebagai trader, growth investor, atau value investor. Apa maksudnya? Ini merupakan pilihan bagi investor yang menanamkan dananya di pasar modal. Jika Anda memiliki nyali sekeras baja, memiliki cukup banyak waktu untuk memonitor pasar, dan memiliki akses untuk mendapatkan berbagai informasi serta rumours dan berorientasi jangka pendek, maka Anda boleh mencoba untuk menjadi trader. Setiap hari bermain saham, beli pagi jual sore, atau beli sore jual keesokan harinya, dan seterusnya. Akan tetapi, jika Anda tergolong investor yang berorientasi jangka menengah panjang dan tidak terlalu punya waktu, Anda sebaiknya menjadi growth investor dengan memilih saham-saham yang fundamentalnya bagus dan perusahaan/emiten memiliki potensi untuk bertumbuh kembang. Anda beli sahamnya dan berharap dalam enam bulan atau setahun mendatang harganya akan meningkat. Dengan menjadi growth investor, Anda tidak perlu sibuk melihat pergerakan harga saham karena orientasi Anda bukanlah pergerakan harian.

Selain itu, Anda juga bisa memilih menjadi value investor. Artinya, Anda membeli saham-saham yang berharga sangat murah dan kemudian memegangnya dalam kurun waktu yang sangat panjang, bisa di atas satu tahun, dan berharap saham- saham tersebut akan meningkat atau paling tidak kembali ke harga wajarnya. Mana pilihan terbaik? Semua bisa baik dan semua bisa tidak baik jika Anda keliru memilih.

Dengan kata lain, pilihan tersebut mesti disesuaikan dengan karakteristik pribadi Anda. Jika Anda tergolong risk taker, menjadi trader boleh dipertimbangkan. Namun, jika Anda bukan kalangan tersebut, maka menjadi growth investor atau value investor merupakan pilihan yang lebih baik.

Ketiga, memilih saham dan melakukan transaksi. Dalam jargon pasar modal dikenal istilah analisa fundamental dan analisa teknikal. Analisa fundamental bertujuan untuk mengetahui kinerja perusahaan/emiten yang sahamnya diperdagangkan di bursa, sedangkan analisa teknikal untuk mengetahui rekam jejak pergerakan harga saham dimaksud dan faktor yang memengaruhinya. Untuk menjadi piawai dalam berinvestasi saham tentu ada baiknya kedua analisa tersebut dipelajari dan dipahami. Namun, jika Anda tidak cukup punya minat dan mungkin tidak cukup waktu, boleh mengambil jalan pintas dengan membaca saja hasil analisa dari para analis saham, baik itu analisa fundamental maupun analisa teknikal. Inti dari kedua jenis analisa tersebut adalah untuk menggambarkan prospek dari saham yang dianalisa. Selamat mencoba. ***

KOMPAS

- Muhammad Idham Azhari

Friday, September 24, 2010

8 Karakteristik Orang Sukses

Jumat, 24/9/2010 | 20:25 WIB

KOMPAS.com - Tujuan hidup dan arti kesuksesan memang tidak sama bagi setiap orang. Namun, yang pasti kita semua memiliki mimpi untuk dicapai dalam hidup. Seperti apakah ciri-ciri orang sukses yang mencapai tujuannya dalam hidup?

Bahagia dan Optimisme
Ada sebagian orang yang percaya bahwa uang bisa membawa kebahagiaan. Ketika Anda sudah hidup nyaman, uang yang lebih banyak tak akan membeli lebih banyak kebahagiaan. Justru kebalikannya, kebahagiaan mengarah ke datangnya uang serta sukses. Begitupun dengan optimisme. Kedua hal tersebut membantu Anda untuk mengatasi masalah, menemukan ide, dan mengambil konsekuensi menjadi pertimbangan, serta kembali lagi ketika Anda melewati hal tersebut untuk pertama kalinya.

Ketahanan
Mereka yang berhasil keluar dari situasi keuangan yang buruk dan berhasil kembali mandiri pasti memiliki daya tahan yang kuat. Jika ada kejadian buruk, misal; pemutusan hubungan kerja, kondisi keluarga, atau apa pun yang memngaruhi keuangan mereka, jangan memungkiri dan menutup mata. Namun, hal tersebut bisa membantu mengubah fokus menjadi suatu hal yang bisa diputar dan membantu diri mereka percaya bahwa mereka memiliki kekuatan untuk berubah. Ketahanan bukanlah hal yang diturunkan lewat gen, melainkan harus dipelajari.

Keterikatan
Anda sebagai orang Indonesia pasti mengerti bahwa keterikatan dan perbanyak jaringan adalah hal yang sangat penting. Makin banyak jaringan yang Anda kenal, makin dekat Anda dengan mereka, makin mungkin pula kemungkinan mereka akan membantu Anda ketika menghadapi masalah, khususnya masalah keuangan.

Gairah
Gairah adalah elemen kunci yang menggerakkan seseorang dari kesulitan keuangan ke kesuksesan keuangan. Mereka yang sukses biasanya memang memiliki gairah pada hal yang mereka kerjakan. Mereka tahu apa yang mendorong mereka bekerja dan meraih hal-hal yang ingin mereka gapai. Tak semua orang beruntung bekerja di bidang yang mereka cintai, namun ada kalanya kita harus belajar untuk mencintai pekerjaan kita.

Intuisi

Selama bertahun-tahun, otak kita menciptakan semacam pola mencerna informasi, misal, jika suatu hal terjadi, maka akan ada kejadian selanjutnya yang mengikuti. Hal itulah yang menjadi semacam intuisi dalam diri kita. Maka, makin banyak pengalaman, meski bukan hal yang baik sekali pun, bisa jadi pengalaman dan pelajaran, serta membantu kita menciptakan intuisi ini.

Kebiasaan Berhemat
Ya, kita bisa lihat beberapa miliarder atau orang yang memiliki kekayaan berlimpah memiliki barang-barang yang mahal dan senang menghamburkan uang. Tetapi, tak semuanya begitu, lho. Justru ada sebagian orang yang justru senang menabung.

Berinvestasi
Dalam bukunya Rich Dad Poor Dad, Robert T. Kiyosaki menekankan agar uang yang bekerja untuk Anda dan jangan biarkan Anda bekerja keras untuk uang. Tentunya, bagi mereka yang ingin memastikan keuangannya tetap aman, perlu dipastikan agar tetap menjaga keuangannya dengan berinvestasi dengan bijak.

Rasa Syukur
Pernah mendengar karma? Ya, mereka yang berbuat baik akan menuai kebaikan, begitu pun sebaliknya. Tak heran, bagi mereka yang sudah mencapai kesuksesan senang membagi apa yang mereka punya kepada mereka yang membutuhkan. Ingat Oprah yang senang membuat orang lain bahagia dengan membantu mereka? Ketika Anda merasa bosan dengan pekerjaan, cobalah untuk memandang pekerjaan tersebut sebagai sebuah hadiah untuk Anda, dan coba pikirkan seperti apa hidup Anda jika tak memiliki pekerjaan itu.


NAD

Editor: Nadia Felicia

Sumber: Oprah

KOMPAS

Thursday, September 23, 2010

Gates Masih Terkaya: Inilah 10 Orang Terkaya di AS

Kamis, 23 September 2010 | 12:12 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Meski sudah tidak menjadi orang terkaya sejagat, pendiri Microsoft Bill Gates masih menjadi orang terkaya di Amerika Serikat. Demikian Forbes dalam daftar 400 Orang Terkaya di AS yang dirilis Rabu (22/9/2010) waktu setempat.

Gates untuk ke-17 kalinya secara berturut-turut kembali memuncaki orang terkaya di negara AS dengan kekayaan 54 miliar dollar AS. Untuk diketahui saja, posisi orang terkaya sedunia Gates pada tahun ini digeser oleh taipan asal Meksiko, Carlos Slim Helu. Pria berkacamata in harus puas di peringkat kedua orang terkaya sedunia versi Forbes.

Adapun orang terkaya kedua di AS adalah pemilik Berkshire Hathaway, Warren Buffett, dengan nilai kekayaan mencapai 45 miliar dollar AS.

Kemudian peringkat ketiga adalah bos Oracle, Larry Ellison, dengan kekayaan 27 miliar dollar AS, serta posisi keempat adalah salah satu dari tiga serangkai pewaris kerajaan ritel Walmart, Christy Walton, dengan 24 miliar dollar AS. Peringkat kelima ditempati dua orang bersaudara Koch, yakni Charles Koch dan David Koch, dengan kekayaan masing-masing 21,5 miliar dollar AS.

Posisi 7 sampai 9 dikuasai oleh keluarga ritel Walmart, yakni berturut-turut Jim Walton dengan 20,1 miliar dollar AS, Alice Walton 20 miliar dollar AS, serta S Robson Walton 19,7 miliar dollar AS.

Sementara ranking 10 ditempati oleh pendiri Bloomberg, Michael Bloomberg. Wali Kota New York ini mempunyai kekayaan 18 miliar dollar AS.

KOMPAS

Wednesday, September 22, 2010

5 Kebiasaan Keuangan yang Bikin Anda Bahagia

Rabu, 22/9/2010 | 08:14 WIB

KOMPAS.com - Memiliki kontrol yang cukup besar atas uang yang Anda miliki boleh dibilang merupakan salah satu hal yang dapat membuat Anda bahagia. Ada beberapa kebiasaan spesifik yang dapat Anda coba untuk membuat uang berada di bawah kontrol Anda. Dengan perbedaan tersebut, Anda akan merasa lebih bahagia. Simak caranya.

1. Mengelola keuangan
Anda tidak perlu menyewa perencana keuangan profesional. Anda hanya perlu menerapkan beberapa program tabungan yang Anda pahami sehingga Anda dapat melakukannya dengan cepat dan tanpa kerumitan. Itu adalah kuncinya. Orang yang cukup terorganisasi dan bisa mendapatkan apa yang mereka butuhkan dengan cepat umumnya lebih bahagia daripada mereka yang tidak.

2. Tidak membayar semua tagihan bersamaan
Bayangkan bila Anda memiliki tagihan dua kartu kredit, PLN, PAM, ponsel, dan asuransi, dalam waktu bersamaan. Melihat sejumlah besar uang Anda raib dari saldo rekening di bank bukanlah pengalaman yang menyenangkan. Jika masing-masing tagihan tersebut memiliki waktu jatuh tempo yang berbeda, kenapa tidak membayarnya langsung begitu tagihan diterima? Anda akan merasa segera terbebas dari kewajiban, dan terpakainya uang untuk membayar utang pun tidak begitu terasa.

3. Menabung lima persen
Ada hubungan yang kuat antara tabungan dan kebahagiaan. Jika Anda dapat menabung sebanyak lima persen saja, Anda pasti akan merasa bahagia. Jumlah ini tidak besar, kok. Jika gaji Anda Rp 5 juta, maka lima persennya berarti hanya Rp 250.000. Menabung sedikit uang tersebut, bila dilakukan rutin tiap bulan, pada akhir tahun Anda sudah bisa menggunakannya untuk tiket pesawat untuk liburan berdua. Dimulai dari lima persen, setelah terbiasa menyisihkan uang Anda dapat menabung sepuluh persen.

4. Tetapkan dan jalankan tujuan Anda
Mencapai kebahagiaan bukan masalah telah mencapai tujuan, melainkan masalah membuat kemajuan. Meskipun untuk mencapai tujuan itu seringkali Anda mengalami kekecewaan, Anda harus tetap maju. Intinya adalah memotivasi diri. Anda hanya perlu melihat hasil yang akan Anda capai untuk terus maju.

5. Donasikan sebagian uang Anda
Tidak ada cara lain untuk meningkatkan kebahagiaan keuangan Anda sendiri selain membuat hidup orang lain sedikit lebih baik. Banyak cara yang bisa Anda lakukan, dari memberi modal usaha untuk PRT yang ingin mandiri, atau menyumbang untuk proyek pelestarian lingkungan. Orang-orang yang memberikan sedikit uangnya tidak hanya akan merasa bahagia, tetapi juga akan lebih sehat. Orang yang tahu bagaimana memberi juga dapat mengingatkan diri bahwa menginginkan lebih banyak bukan berarti memanjakan kesenangan. Kebahagiaan Anda tidak bergantung pada seberapa banyak yang Anda miliki, tetapi pada cara Anda menanganinya.


M05-10

Editor: Dini

Sumber: Shine

KOMPAS

Sunday, September 19, 2010

INVESTASI: Bermain Opsi untuk Biaya Hidup

Minggu, 19 September 2010 | 03:38 WIB

Adler Haymans Manurung, praktisi keuangan

Opsi merupakan sebuah transaksi di mana seseorang mempunyai hak atas pembelian opsi tersebut dan pihak lawannya mempunyai kewajiban atas transaksi tersebut. Opsi dikelompokkan dalam opsi call dan opsi put.

Opsi call adalah hak yang dimiliki untuk membeli aset pada harga tertentu. Hak tersebut hanya dieksekusi apabila harga aset di atas harga perjanjian. Apabila tidak, pembeli opsi call tidak mungkin akan melakukan pembelian aset tersebut karena harganya lebih murah beli pasar daripada melalui teman/pihak bertransaksi opsi.

Biasanya, manajer investasi atau investor yang pintar melakukan transaksi bila melihat pasar akan mengalami bullish dan tidak mempunyai kesempatan untuk masuk ke pasar dikarenakan portofolio sudah penuh. Opsi put adalah hak untuk menjual aset pada harga tertentu di mana harga saham terus mengalami pemerosotan. Artinya, pembeli opsi put menjual pada harga saham ”X” senilai Rp 2.000, padahal harganya sudah drop mencapai Rp 1.000.

Opsi call ini juga dipergunakan sejumlah pihak, terutama manajer investasi untuk melindungi saham dalam portofolionya. Pihak lawan investor yang melakukan transaksi dikenal sebagai writer dan biasanya memperoleh dana pada awal transaksi, tetapi mempunyai kewajiban besar pada akhir periode atau selama periode bila opsi tersebut dieksekusi karena menguntungkan pembeli opsi.

Kontrak opsi saham

Bursa Efek Indonesia telah memulai transaksi opsi yang dikenal dengan kontrak opsi saham (KOS). KOS belum sangat dikenal investor karena kebanyakan investor Indonesia melakukan transaksi opsi dengan sekuritas di luar negeri.

KOS diciptakan untuk mereka yang tak mempunyai kesempatan membeli langsung asetnya dikarenakan terlalu likuid. Bukan KOS membuat transaksi saham menjadi likuid seperti yang sering didengar investor selama ini. Adapun saham yang menjadi saham KOS masih terbatas , misalkan saham-saham besar yang terdaftar pada saham Indeks LQ45.

Bermain opsi call dan put merupakan transaksi di mana pembeli harus membayar senilai tertentu agar pihak lain mau melakukan transaksi opsi dan biasanya dikenal premium.

Besarnya premium

sekitar 2 persen sampai dengan maksimum 10 persen dari harga aset yang sedang dibuat derivatifnya (opsi). Bila nilai mencapai maksimum, kemungkinan besar persoalan likuiditas aset underlying. Oleh karenanya, premium yang dibayarkan pembeli opsi merupakan biaya dan tak mungkin kembali, terkecuali apa yang telah direncanakan menjadi kenyataan.

Misalkan, untuk membeli sebuah TLKM dengan harga strike senilai Rp 8.650, investor pembeli KOS membayar senilai Rp 200 per saham. Apabila harga saham naik menjadi Rp 9.500, investor hanya membayar Rp 8.650, tetapi harus membayar dulu senilai Rp 200, per saham. Apabila harga saham drop di bawah Rp 8.650, investor akan kehilangan dana sebesar Rp 200, per saham. Artinya, nilai Rp 200 dianggap sebagai biaya bagi investor tersebut.

Arah pasar

Dalam bermain KOS, investor harus memahami atau bisa meramalkan arah pasar. Apakah akan mengalami bullish atau berarish atau fluktuasi pada harga sekarang atau pada harga tertentu saja, misalkan pada Indeks Harga Saham Gabungan level 3.000.

Jika arah pasar akan mengalami bullish, investor bisa mempergunakan transaksi opsi call. Arah pasar yang bullish sebenarnya bisa diperhatikan dari berita. Situasi tingkat bunga yang sedang berlaku dan arah tingkat bunga bisa memberikan arah pergerakan pasar saham ke depan. Bila tidak ada persoalan yang mendasar dan tingkat bunga akan mengalami kenaikan, arah pasar saham akan mengalami penurunan. Bila arah pasar mengalami penurunan, investor cukup baik membeli opsi put atau menulis opsi call.

Sebaliknya, jika arah tingkat bunga turun, arah pasar saham akan naik sehingga opsi call dan menulis put untuk saham sangat wajar dilakukan. Jika situasi pasar tidak berubah, investor akan melakukan tindakan tertentu, misalkan portofolio opsi dan biasanya menggunakan strategi straddle, yaitu Butterfly.

Selanjutnya, investor harus menentukan periode opsi yang akan dilaksanakan. Bila periode yang dipergunakan lebih panjang, maka biaya yang dibayarkan akan lebih mahal dan transaksi opsinya lebih pendek. Periode opsi yang dibeli masih tergantung kepada estimasi arah pasar saham di masa mendatang. Bila arah pasar dalam jangka waktu diketahui pasti, investor bisa menambahkan periodenya agar lebih leluasa melakukan transaksi. Bila kenaikan pasar diyakini dan diestimasi dalam dua bulan ke depan, maka periode investasi opsi bisa dilakukan dengan periode tiga bulan. Artinya, investor harus memanjangkan sedikit periodenya agar bisa mendapatkan keuntungan.

Investor tidak bisa hanya melakukan satu arah transaksi saja. Investor harus mempunyai berbagai transaksi agar bisa memberikan keuntungan. Investor tidak bisa hanya membeli opsi call atau opsi put saja. Apabila investor hanya melakukan transaksi membeli, maka dana yang dimiliki investor harus keluar. Namun, investor harus melakukan transaksi penulisan opsi tersebut agar dana masuk.

Apabila keinginan atau tujuan utama supaya mendapatkan dana untuk kehidupan, transaksi menulis (menjual) opsi harus lebih besar dari membeli opsi. Berbagai portofolio opsi akan bisa memberikan keuntungan kepada investor. Misalkan, transaksi opsi menjual senilai Rp 225 per saham dan transaksi opsi membeli senilai Rp 200 per saham sehingga investor mengalami keuntungan.

KOMPAS

Saturday, September 18, 2010

Dari Sopir Jadi Juragan Kue Kacang Hijau

Sabtu, 18 September 2010 | 14:43 WIB

Mohammad Hilmi Faiq

Kue kacang hijau sudah sejak lama menjadi salah satu cemilan warga Kota Sabang, Pulau We, Nanggroe Aceh Darussalam. Pada tahun 1980-an, beberapa warung menjual kue kacang hijau buatan ibu rumah tangga itu dengan cara diletakkan di atas nampan atau piring.

Warga menilai kue kacang hijau hanyalah camilan biasa, tidak ada istimewanya. Apalagi, kue itu hanya bertahan satu sampai dua hari. Lebih dari itu, tidak lezat lagi disantap karena basi.

Beda dulu, beda sekarang. Tangan dingin Marfin Gunawan (53) atau kerap dipanggil A Guan berhasil mendongkrak citra kue kacang hijau dari sekadar kue kelas toko menjadi kue andalan Kota Sabang. Tidak ada yang menyangka kalau mantan sopir angkutan barang itu mampu mendongkrak pamor kue kacang.

Di hampir semua pusat oleh-oleh khas Sabang, termasuk di Pelabuhan Balohan, pemilik toko memajang Kue Kacang Hijau AG Sabang ini. Para pelancong yang singgah ke Sabang merasa kurang puas kalau tidak membawa pulang Kue Kacang Hijau AG Sabang. Ketenaran Kue Kacang Hijau AG Sabang bahkan sampai ke Yogyakarta melalui anggota TNI Angkatan Udara yang terbang bolak-balik Yogyakarta-Sabang sebulan sekali.

Semua itu butuh ketekunan, keuletan, dan perjuangan panjang. Pria kelahiran Sabang, 13 Juni 1957, itu sendiri tidak pernah menduga kalau harus menggeluti usaha pembuatan kue kacang hijau.

Perjodohan Marfin dengan kue kacang hijau, yang mirip dengan bakpia, itu bermula pada suatu hari pada tahun 1994. Saat itu, seorang pengusaha kacang hijau tingkat rumah tangga memberinya resep rahasia membuat kue kacang hijau kepada Marfin. Pengusaha itu sendiri memilih alih profesi karena merasa usaha lamanya itu tidak prospektif.

Marfin lantas mencoba resep rahasia itu dan menitipkannya di toko-toko. Hasilnya sama saja, kuenya tidak begitu laku. Dalam sehari hanya sekitar 50 biji yang terjual dari 100 biji yang tersedia. ”Dari situ saya mulai mencari cara agar kue kacang ini lebih diminati pembeli,” kata Marfin, akhir Juli lalu.

Inovasi

Dia menemukan dua kekurangan mencolok dalam pembuatan kue kacang hijau. Kue tersebut terlalu basah dan rasanya hambar karena menggunakan minyak goreng. Setelah beberapa kali berinovasi, dia menemukan pengganti minyak goreng yang pas, yakni mentega yang membuat kuenya lebih kering dan gurih.

Dampak inovasi itu sangat nyata. Omzet penjualan kue kacang hijau terus melambung. Pada tahun 2000, omzetnya mencapai 200 sampai 300 kotak per hari, dengan harga Rp 11.000 per kotak. Satu kotak berisi 20 biji kue kacang hijau. Semua dia lakukan sendiri, dibantu anggota keluarganya.

Marfin biasa bangun pukul 03.00 untuk membuat adonan kue. Dia baru tidur pada pukul 22.00 pada saat semua bahan untuk esok hari telah siap. Kebiasaan itu berlangsung sampai sekarang.

Namun, masih ada yang mengganggu Marfin karena kuenya hanya bisa bertahan satu sampai dua hari alias cepat basi. Untuk itu, dia menambahkan zat antibasi dalam adonannya. Ide untuk penambahan zat antibasi itu datang dari petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan saat Marfin berkonsultasi tentang cara meningkatkan mutu kuenya. Hasilnya, kue bisa bertahan sampai sepekan.

”Zat antibasi ini bukan pengawet. Saya tidak berani memberi zat pengawet karena katanya bisa mengganggu kesehatan,” kata Marfin.

Usaha pembuatan kue kacang hijau terus berkembang. Marfin perlu tambahan tenaga kerja sehingga dia merekrut 25 ibu rumah tangga di sekitar rumahnya di Jalan Sultan Hasanuddin, Sabang, sebagai pekerja.

Selain itu, dia merasa perlu membeli alat-alat produksi baru untuk pengembangan usaha. Dari awalnya menggunakan oven manual, kemudian Marfin membeli tiga oven semimanual seharga Rp 400.000 per buah. Saat keuntungan kian melimpah, dia membeli oven putar sebanyak empat buah, Rp 11 juta sampai Rp 16 juta per buah.

Terdampak tsunami

Ketika tsunami menghantam Aceh dan sekitarnya pada 26 Desember 2004, usaha Marfin ikut menjadi korban ikutan. Meskipun semua alat produksi selamat dari hantaman tsunami dan semua anggota keluarga selamat, usahanya lesu.

Tak ada seorang pun pegawainya yang masuk kerja karena mereka sibuk menyelamatkan diri dan merawat keluarganya yang menjadi korban. Kalau pun Marfin memaksakan membuat kue, tidak akan ada yang membelinya. ”Saat itu, banyak orang berpikir sulit untuk bisa pulih, tetapi saya yakin masih bisa bertahan dan maju,” katanya.

Tiga bulan usaha Marfin mati dan itu membuatnya sempat berpikir usahanya berakhir. Seiring pulihnya korban tsunami, semangat Marfin pun pulih. Apalagi, para karyawannya kembali bekerja.

Seolah berangkat dari nol lagi, Marfin meyakinkan diri dan karyawannya bahwa usahanya akan maju jika mereka tetap bersemangat. Satu bulan. Dua bulan. Tiga bulan. Omzet Marfin pulih dan bahkan naik menjadi 500 kotak per hari.

Saat itu dia merasa perlu inovasi baru. Jika sebelumnya kotak kemasan kue kacang hanya berupa kardus polos, sekarang dia berpikir untuk membuat merek bergambar dan berlabel halal. Tujuannya agar para pelancong semakin mantap menjadikan Kue Kacang Hijau AG Sabang sebagai oleh-oleh.

Dia lantas menghubungi koleganya di Medan, Sumatera Utara, untuk membantu mencetak dan membuat desain kotak kemasan kue kacang hijau. Sejak saat itu, tepatnya awal 2005, kemasan Kue Kacang Hijau AG Sabang lebih menarik dan menawan seperti yang terlihat di berbagai warung dan toko pusat oleh-oleh.

Kerja keras Marfin tidak hanya diapresiasi oleh pelanggan. Badan POM memberinya penghargaan berupa piagam Bintang Keamanan Pangan karena telah menerapkan prinsip dasar keamanan pangan. Badan POM menilai, proses pembuatan Kue Kacang Hijau AG Sabang menjaga higienitas, keamanan penyimpanan, sanitasi yang bagus, serta peralatan yang aman dan bersih.

KOMPAS

Friday, September 10, 2010

Investasi Saham atau Berbisnis?

Jumat, 10/9/2010 | 01:58 WIB

KOMPAS.com
— Dana likuid yang Anda miliki akan lebih berkembang dan menghasilkan jika diinvestasikan. Di antara berbagai pilihan investasi, apakah Anda masih bingung mengambil keputusan? Satu sisi Anda tertarik membeli saham, tetapi di sisi lain prospek bisnis sepertinya menjanjikan. Jadi pilih mana?


Prinsipnya, Anda harus memiliki tujuan finansial yang jelas sebelum memilih jenis investasi. Tom Martin Charles Ifle, mentor coach yang juga praktisi hipnoterapi, mengatakan, sebelum mengambil keputusan berinvestasi sebaiknya pertimbangkan dengan matang dan perhitungkan risiko.

Pada praktiknya, 99 persen orang masih bingung menentukan tujuan finansial. Selain itu, kecenderungan investor pemula adalah mudah tergiur dengan produk money game yang menjanjikan keuntungan. Alasan lain yang membuat seseorang mudah tergiur adalah juga karena ikut-ikutan teman yang membeli produk serupa.

"Secara teori semua orang tahu dan paham prinsip berinvestasi. Namun kenyataannya, praktiknya berbeda dengan teori. Ini ada hubungannya dengan emosi. Kemampuan otak yang tidak terlatih akan mengakibatkan kerugian saat mengambil keputusan. Dan banyak orang melakukan kesalahan berulang dan tidak belajar dari kesalahan mereka," Tom memaparkan dalam bukunya yang berjudul Big Brain Big Money.

Nah, untuk menjawab kebingungan Anda memilih di mana sebaiknya menanamkan modal, Tom memberikan gambarannya. Sebaiknya kenali perbandingan antara menanamkan modal pada saham atau di bisnis, sebelum menetapkan pilihan.

Faktor pertimbangan memilih saham atau bisnis di antaranya dengan membandingkan alat ukurnya, tingkat akurasi, perubahan harga dan alasannya, kepemilikan, dan risiko. Berikut perbandingan sederhana versi Tom:

Saham
Untuk mengukur penanaman modal pada saham Anda hanya perlu melihat harga saham tersebut. Sedangkan nilai akurasi investasi di pasar modal ini cenderung akurat meski sering kali salah prediksi. Perubahan harga terjadi setiap detik pada investasi saham disebabkan harga penawaran yang selalu berubah. Kepemilikan saham rata-rata selama 11 bulan. Risiko investasi saham adalah adanya penurunan sementara pada harga saham yang cenderung fluktuatif.

Bisnis
Untuk mengukur modal yang sudah ditanamkan pada bisnis, lihatlah jumlah nilai aset Anda. Tingkat akurasi pada bisnis bergantung pada ketepatan prediksi dari pemilik bisnis tersebut. Perubahan harga pada bisnis tidak terlalu fluktuatif seperti saham. Harga berubah 2-3 kali dalam setahun pada investasi bisnis. Perubahan harga sangat bergantung pada nilai omzet yang dihasilkan pemilik usaha. Bisnis bisa berjalan hingga beberapa generasi, tergantung kemampuan manajemen pemilik bisnis. Bicara risiko, bisa terjadi penurunan yang pasti dari aset pada bisnis Anda.

Bagaimana pengalaman Anda? Investasi apa yang akan Anda pilih jika diberikan opsi saham atau berbisnis?


WAF

Editor: Josephus Primus

KOMPAS

Sunday, September 5, 2010

INVESTASI: Inovasi Keuangan Keluarga

Minggu, 5 September 2010 | 02:59 WIB

Elvyn G Masassya/Praktisi Keuangan

Apakah Anda termasuk keluarga muda yang baru menikah, atau paling tidak memiliki satu atau dua anak yang masih kecil? Apakah istri dan suami sama-sama bekerja dan menghasilkan pendapatan bagi keluarga? Jika ya, bagaimana caranya Anda mengatur pendapatan keluarga?

Berdasarkan asas normatif dalam pengelolaan keluarga, sesungguhnya tidak ada istilah uang yang bersumber dari pendapatan suami atau istri. Ketika dua orang bersepakat membangun rumah tangga, maka penghasilan pasangan tersebut mesti disebut sebagai penghasilan keluarga.

Pada zaman modern ini tulang punggung keluarga tidak selamanya ada di pundak suami. Banyak juga para istri yang bekerja. Selain itu, tidak sedikit para istri yang bekerja karena sudah sejak sebelum menikah memang sudah memiliki penghasilan sendiri.

Pertanyaannya kemudian, apakah kalau istri sudah sejak lama memiliki penghasilan sendiri, maka setelah menikah dan tetap bekerja, penghasilan yang diperolehnya semata-mata untuk memenuhi keperluan pribadi? Semestinya adalah tidak. Karena, pasangan suami istri pada hakikatnya memiliki tujuan keuangan yang sama, yakni terpenuhinya kebutuhan sandang, pangan, dan papan untuk keluarga.

Lantas bagaimana agar paradigma yang selama ini berkembang di sebagian kalangan, sebagaimana diuraikan di atas, bisa diubah? Kemauan dan kebesaran hati. Itu jawabannya. Bagaimana konkretnya?

Komitmen dan tujuan keuangan

Pertama, komitmen. Ketika Anda berumah tangga, itu berarti Anda sudah siap untuk berbagi penghasilan untuk keperluan rumah tangga Anda. Jika Anda masih menggunakan ideologi individual dalam rumah tangga Anda, itu tidak ada bedanya dengan hidup sendiri. Ujung-ujungnya akan bermuara pada masalah keuangan. Oleh karena itu, memiliki komitmen untuk berbagi merupakan fondasi dalam pengelolaan keuangan keluarga. Jika selama ini suami-istri sudah telanjur menggunakan paradigma, penghasilan merupakan hak masing-masing, maka ubahlah paradigma tersebut. Tidak ada kata terlambat.

Kedua, menentukan tujuan keuangan secara bersama. Berapa banyak aset yang ingin dimiliki? Bagaimana menyiapkan biaya anak sekolah? Dan lain sebagainya. Setiap keluarga memiliki hak untuk menentukan tujuan keuangannya masing-masing. Namun, yang menjadi kata kunci adalah bagaimana membuat prioritas dari tujuan keuangan tersebut. Siapa yang mesti mengalah dan apa yang mesti diutamakan.

Contoh sederhana adalah kebutuhan kendaraan untuk keluarga. Bisa jadi, karena ketidaksamaan pandangan akhirnya dana keluarga habis hanya untuk membeli barang tidak produktif. Yang paling sering terjadi adalah soal mobil. Bisa jadi sang suami ingin mobilnya berjenis sedan. Tujuannya, Agar kalau ke kantor bisa lebih bergaya. Akan tetapi, sang istri ingin jenis kendaraan yang bisa memuat banyak orang karena masih ingin bepergian bersama-sama keluarga besarnya. Jika tidak ada titik temu, keluarga tersebut kemudian membeli dua mobil yang notabene tidak produktif.

Hal semacam ini bisa mengakibatkan dana untuk pembelian mobil membengkak, dan dapat mengganggu pencapaian tujuan keuangan keluarga. Oleh karena itu, dalam konteks tujuan keuangan ini, kedua pihak sejatinya mesti bersedia untuk mengalah dan mengutamakan aset yang bersifat produktif. Sementara untuk aset konsumtif sebaiknya berdasarkan fungsi dan kebutuhan dasar, bukan sekadar keinginan belaka.

Tujuan keuangan dan alokasi pendapatan

Ketiga, bagaimana cara mencapai tujuan keuangan keluarga? Setiap tujuan keuangan bisa dicapai dengan menyisihkan penghasilan ke dalam tabungan, dan setelah mencukupi, maka tabungan tersebut dipergunakan untuk memenuhi tujuan keuangan itu tadi.

Lebih modern lagi, penghasilan yang disisihkan tersebut dialokasikan untuk berinvestasi sehingga jumlahnya terus bertambah, sampai suatu ketika jumlah tersebut bisa memenuhi kebutuhan tujuan keuangan keluarga, apa pun tujuan tersebut.

Akan tetapi, bagaimana jika tujuan keuangan tersebut, misalnya memiliki rumah atau apartemen ingin diperoleh saat ini? Apakah tidak bisa? Bisa, beli rumah atau apartemen dengan cara berutang. Selanjutnya, utang tersebut dicicil dan diangsur dari penghasilan bulanan suami dan istri. Intinya di sini adalah suami dan istri mesti memiliki kesepakatan jika hendak mencapai tujuan dengan cara berutang, maka tanggung jawab ada di kedua pihak.

Konsekuensi yang lain, dari seluruh penghasilan keluarga, setiap bulannya harus disisihkan secara konsisten dana untuk mengangsur pembayaran utang. Itu berarti keinginan untuk membelanjakan dana bagi keperluan lain mesti dikurangi. Dengan kata lain, jika tidak mampu disiplin menyisihkan penghasilan untuk membayar utang kredit rumah, maka rumah itu sendiri bisa hilang dan tujuan keuangan yang hendak dicapai dengan berutang akan pupus.

Keempat, mengalokasikan pendapatan suami dan istri untuk peruntukan yang jelas, termasuk investasi dan juga pengeluaran biaya kebutuhan sehari-hari. Caranya? Penghasilan kedua pihak dimasukkan dalam sebuah rekening tabungan, dan itulah yang disebut dengan penghasilan keluarga. Lalu, dari seluruh penghasilan tersebut dipilah untuk kebutuhan sehari-hari atau konsumsi dan juga investasi. Di sini, yang terpenting adalah keterbukaan kedua belah pihak. Setiap bulan, suami dan istri bersama-sama meninjau kondisi keuangannya. Begitu seterusnya.

KOMPAS

Friday, August 27, 2010

Rumus dapat Fulus dari Tempat Kursus

Jumat, 27 Agustus 2010 | 15:22 WIB

KOMPAS.com - Bekal pendidikan bagi masa depan si buah hati merupakan hal utama yang harus dipersiapkan para orang tua. Mereka tidak akan sungkan merogoh koceknya dalam-dalam demi memenuhi kebutuhan pendidikan anaknya sejak usia dini.

Tapi, membekali anak dengan ilmu dari lembaga formal seperti sekolah, rasanya, belumlah cukup. Belakangan ini, para orangtua merasa perlu menambah asupan pendidikan bagi anak-anaknya di berbagai lembaga pendidikan informal. Seperti, les bahasa Inggris, les komputer, hingga bimbingan belajar tambahan mata pelajaran dari sekolah.

Karena itu, kini banyak pemodal yang terjun ke bisnis bimbingan belajar (bimbel). Salah satunya adalah Dedy Purwanto, yang pada tahun 2009 membuka usaha bimbel bertajuk AyoPinter!. Bendera usahanya adalah CV Purwadira yang berlokasi di Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Bimbel ini memiliki tiga fasilitas yaitu bimbingan belajar mata pelajaran sekolah, kursus bahasa Inggris, dan kursus komputer. Usaha ini menyediakan layanan pendidik untuk jenjang usia playgroup hingga kalangan dewasa.

Pengelola bimbel AyoPinter! mengklaim, sistem dan konsep pembelajaran di lembaganya telah teruji, sesuai kurikulum di sekolah formal. Dengan sistem seperti itu, bimbel AyoPinter! mendapat sambutan positif dari pasar.

Untuk melebarkan sayap bisnisnya, mulai tahun ini pengelola bimbel AyoPinter! menawarkan konsep kemitraan kepada masyarakat yang berminat terjun ke bisnis ini.

Ada tiga jenis paket kemitraan yang ditawarkan AyoPinter!. Pertama, Paket Standar dengan nilai investasi Rp 14,9 juta. Kedua, Paket Silver bernilai investasi Rp 54,9 juta. Ketiga, Paket Platinum seharga Rp 155 juta. Tentu saja, kelengkapan fasilitas ketiga paket ini disesuaikan dengan harga investasinya.

Pada Paket Standar, misalnya, hanya mendapatkan fasilitas modul dan alat tulis kantor, media promosi, pelatihan, dan renovasi tempat. Adapun Paket Silver akan mendapat tambahan perlengkapan seperti komputer jinjing (laptop) dan seragam karyawan sebanyak lima setel.


Hak master kemitraan

Jika memilih Paket Platimum, mitra mendapatkan peralatan dan perlengkapan yang lebih lengkap dari Paket Silver. Selain itu, mitra memperoleh hak sebagai master kemitraan di kota tempat bimbel itu berdiri. "Mitra boleh menjaring mitra lain di daerah itu," kata Sri Irdayati, Managing Director AyoPinter!.

Namun, biaya investasi awal tersebut belum termasuk biaya sewa tempat, kirim peralatan, survei, dan akomodasi pelatih yang ditanggung oleh calon mitra. Mitra juga wajib membayar biaya royalti 10 persen dari omzet, yang dibayar pada bulan kedua setelah operasi.

Pemasukan mitra bimbel AyoPinter! didapat dari pendaftaran murid baru dan biaya kursus setiap bulan. Biaya pendaftaran di bimbel ini sebesar Rp 100.000 per orang. Sementara, biaya semua kursus Rp 129.000 untuk satu periode selama sebulan. "Kami ingin membuat sebuah lembaga kursus yang bisa masuk ke semua kalangan dengan harga yang terjangkau," ujar Sri.

Dia menambahkan, setelah Lebaran ini ada tiga calon mitra yang akan membuka gerai AyoPinter!. Memang, sekarang, lembaga bimbel ini belum memiliki mitra dan baru memiliki satu gerai bimbel.

Ketua Dewan Pengarah Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia, Amir Karamoy, menilai pemain di bidang pendidikan seperti bimbel sudah terlalu banyak di Indonesia. Tapi, agar masyarakat tetap berminat menjalin kemitraan, bimbel AyoPinter! harus memiliki keistimewaan dari bimbel lainnya.

Misalnya, metode pengajaran yang baru atau keunggulan kurikulumnya. "Mitra harus mencari tahu hal itu terlebih dahulu sebelum menjalankan kemitraan ini," kata Amir.

KOMPAS

Thursday, August 26, 2010

Mentawai Bakal Kembangkan Mutiara

Kamis, 26 Agustus 2010 | 21:35 WIB

PADANG, KOMPAS.com - Kabupaten Kepulauan Mentawai akan dijadikan pusat pengembangan kerang mutiara mulai tahun 2011 mendatang.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Yosmeri, Kamis (26/8/2010) mengatakan hal itu didasarkan temuan bibit kerang mutiara di wilayah Sikakap, Pulau Pagai Utara , sejak sekitar satu tahun lalu.

Menurut Yosmeri, bibit kerang mutiara itu berasal dari upaya pembudidayaan kerang mutiara di sekitar Pelabuhan Sikakap dengan sistem keramba pada 1986 yang dianggap gagal.

Ia menambahkan, selain di Mentawai, pihaknya juga akan mengembangkan pembudidayaan kerang mutiara itu ke wilayah Kabupaten Pesisir Selatan.

KOMPAS

Sunday, August 22, 2010

Budaya Menabung

Minggu, 22 Agustus 2010 | 03:42 WIB

Elvyn G Masassya - praktisi keuangan

Coba cek buku tabungan atau rekening tabungan Anda. Ada berapa dana tersisa di dalamnya? Terlalu sedikit, atau Anda ingin nilai tabungan lebih besar lagi?

Sudah merupakan hukum alam, setiap orang ingin memiliki uang banyak walau bagi sebagian kalangan tidak tahu uang tersebut mau diapakan. Namun, lepas dari itu, secara umum, orang ingin memiliki nilai tabungan yang besar. Setidaknya untuk berjaga-jaga atau menyiapkan dana untuk hari tua. Masalahnya, tidak setiap orang memiliki tabungan besar. Paling tidak, jika dibandingkan dengan penghasilan.

Singkat kata, dalam keseharian, sebagian penghasilan habis tanpa bekas. Yang mengalir ke tabungan sangat sedikit. Kenapa bisa demikian? Karena tidak ada kesungguhan untuk menyisihkan penghasilan ke dalam tabungan. Dan akhirnya, ketika dibutuhkan dana dalam jumlah besar, nilai tabungan tidak memadai.

Menabung, hakikatnya sama seperti melakukan kegiatan lain. Sama seperti keinginan untuk membeli barang-barang bermerek. Masalahnya bukan pada kemampuan, melainkan kemauan. Kalau Anda mampu mengontrol diri untuk tidak menghambur-hamburkan uang,
itu sama hakikatnya dengan mengontrol diri untuk menabung lebih banyak. Sebab, pada dasarnya penurunan jumlah pengeluaran bisa berbanding lurus dengan peningkatan jumlah tabungan. Oleh karena itu, untuk memulai meningkatkan tabungan mesti diawali dengan merancang aspek pengeluaran.

Penghasilan vs pengeluaran

Pertama, hitung berapa penghasilan per bulan. Lalu hitung rencana pengeluaran per bulan. Untuk mudahnya, tulis saja rencana pengeluaran tersebut, apa pun yang tebersit di benak Anda. Lalu perkirakan berapa jumlahnya. Kemudian, jumlah rencana pengeluaran itu dibandingkan dengan penghasilan.

Bagaimana hasilnya? Masih ada dana tersisa? Berapa persen? 10 persen, 20 persen, 30 persen? Kalau 10 persen atau 20 persen, berarti ada masalah dalam pengeluaran Anda. Apalagi kalau angkanya defisit. Ini benar-benar masalah.

Bagaimana jika 30 persen? Berarti, penghasilan Anda memang cukup besar. Sebab, tanpa melakukan seleksi terhadap aspek pengeluaran, Anda hanya menghabiskan 70 persen dari penghasilan. Namun, mesti diingat, jika yang sisa 30 persen tersebut dialokasikan untuk tabungan, belum tentu angkanya akan cukup untuk menutup kebutuhan finansial Anda di masa datang.

Kenapa? Karena untuk mendapatkan sisa dana 30 persen, Anda tidak membutuhkan upaya mengurangi pengeluaran. Jadi, semuanya berjalan biasa saja. Padahal, suatu ketika mungkin Anda mengalami masalah keuangan, dalam arti penghasilan menurun, sementara di sisi lain, perilaku pengeluaran Anda masih sama. Jika ini terjadi, Anda tidak punya kemampuan lagi untuk menyisihkan 30 persen penghasilan ke dalam tabungan.

Konkretnya, sangat mungkin dana yang bisa disisihkan untuk tabungan akan semakin menurun. Oleh karena itu, dalam kaitan jumlah dana yang dialokasikan untuk tabungan, Anda mesti mematok persentase dan juga angka nominal. Misalnya, saat ini penghasilan Anda adalah Rp 10 juta, adapun
30 persen dari Rp 10 juta adalah Rp 3 juta. Maka, sejak Anda memiliki komitmen menabung secara rutin, maka harus memenuhi kedua kriteria tersebut, yakni 30 persen penghasilan atau minimal Rp 3 juta per bulan, tergantung mana yang lebih tinggi.

Kuncinya adalah kamauan

Kedua, menyeleksi aspek pengeluaran.
Dalam realitasnya, masalah pengeluaran tidak pernah berhenti. Setiap orang merasa dana untuk membiayai pengeluaran tidak pernah cukup.

Bahasa terangnya begini. Jumlah dana yang menjadi penghasilan, hakikatnya tidak berubah kecuali naik gaji atau memperoleh penghasilan lain. Pendeknya, sulit dikontrol, karena yang menaikkan gaji, upah, honor, dan penghasilan Anda adalah pihak lain. Sementara, nafsu untuk membelanjakan uang sebenarnya ada dalam kontrol Anda.

Keinginan untuk belanja atau tidak belanja, bukan bergantung apakah ada obral besar atau tidak, tetapi pada kebutuhan atau keinginan Anda. Konkretnya, untuk menambah alokasi dana untuk menabung, akan sangat efektif jika Anda mampu mengurangi pengeluaran, dengan membatasi keinginan dan hanya memenuhi aspek kebutuhan. Dus, lakukan seleksi ulang seluruh rencana pengeluaran dan coret yang sifatnya sekadar keinginan.

Ketiga, menyisihkan dana tersisa dari pengeluaran untuk ditabung. Dari mana diperoleh dana tersisa? Jangan bohong. Kalau pergi ke restoran, atau membeli suatu barang, pasti ada kembaliannya. Misalnya, dalam rencana pengeluaran, dimasukkan rencana pembelian sepotong kemeja dengan harga Rp 300.000. Ternyata ketika dibeli, harganya hanya Rp 250.000. Hal yang sama bisa terjadi pada kegiatan belanja yang lain.

Pendeknya, dari transaksi yang dilakukan, pasti ada sisa dana. Pertanyaannya, ke mana digunakan sisa dana tersebut? Pasti untuk konsumsi remeh temeh lainnya. Padahal, jika nilainya dijumlahkan, boleh jadi akan cukup besar. Bayangkan jika jumlah yang cukup besar itu dijadikan tabungan, maka nilai tabungan pasti akan semakin meningkat.

Selain ketiga hal di atas, upaya meningkatkan tabungan tentu saja bisa dilakukan dengan berbagai cara. Namun, kata kuncinya adalah soal kemauan. Bukan soal berapa besar dana yang bisa disisihkan untuk ditabung. Jika kemauan tersebut dipelihara dan dilaksanakan secara konsisten, maka akan terbentuk budaya menabung. Tentu saja ini akan memberi manfaat bagi Anda sendiri, tatkala suatu ketika membutuhkan dana untuk membiayai kebutuhan, termasuk di hari tua.

KOMPAS

- Muhammad Idham Azhari

Thursday, August 19, 2010

Meet The YouTube Stars Making $100,000 Plus Per Year

There are 10 independent YouTube stars who made over $100,000 in the past year, according to a study done by analytics and advertising company TubeMogul.

From July 2009 to July 2010, TubeMogul used their viewership data to estimate the annual income for independent YouTube partners, which they define as anyone who is not part of a media company or brand.

Here's how they got their estimates:

* Revenue only comes from banner ads served near content (we ignored pre-roll or overlay since we can't easily isolate by publisher).
* Since YouTube banner ads have a two-second load delay, we estimate 2.59% of viewers click away before an ad loads based on separate research.
* Ads were served near all videos that loaded (since there are partners, this is generally true).
* CPM for the banner ads was $1.50 (Google auctions a lot of this inventory off; we rounded this 2009 estimate down to be conservative).
* YouTube is splitting ad revenue with partners 50-50.

Basically, take their views from the past year, assume a few don't stick around long enough for an ad to load, divide that number by 1,000, multiply by $1.50 and divide that number in half.

Conservative estimates? Sure. But with that math, you get a pretty decent estimate of how much these YouTube celebrities are making from just the banner ads on their channel. So, without further ado, here are the highest earning YouTube stars!

1. Shane Dawson – $315,000

Shane Dawson is so popular that he is three different YouTube channels. His most popular channel consists of his comedy skits and music video parodies. Dawson created a second channel as a vlog and for a separate series called "Ask Shane," and his third channel only has videos taken from his iPhone.

July 2009 - 2010 Views: 431,787,450

2. The Annoying Orange – $288,000

The Annoying Orange is a comedy web series that takes place in a kitchen and is about talking fruit. Dane Boedigheimer is the mastermind behind the series and is also the voice of Orange.

July 2009 - 2010 Views: 349,753,047

3. Philip DeFranco – $181,000

Philip DeFranco uploads a new video onto YouTube every Monday to Thursday for his show – The Philip DeFranco Show. His video blogging topics range from politics to pop culture.

July 2009 - 2010 Views: 248,735,032

4. Ryan Higa – $151,000

Ryan Higa makes comedy skits and is a video blogger who turned into a viral star with his "How to be Gangster" and "How to be Ninja" videos. Even though he doesn't upload as many videos as his fellow YouTube celebrities, Higa is still the top dog at YouTube with over 2.6 million subscribers.
July 2009 - 2010 Views: 206,979,909

5. Fred – $146,000

Lucas Cruikshank plays "a lonely six year old named Fred" who uses his mom's video camera and posts videos on a YouTube channel. As the second most subscribed to YouTube channel, Lucas Cruikshank's immensely popular Fred character even has a movie coming out backed by Nickelodeon.

July 2009 - 2010 Views: 200,656,150

6. Shay Carl – $140,000

As a radio DJ, Shay Carl started making comedy skits and put them on YouTube for the world to see. He claims to have held 20 different jobs before settling down with his DJ and YouTube gigs.

July 2009 - 2010 Views: 192,309,247

7. Mediocre Films – $116,000

Greg Benson created Mediocre Films initially for a sketchy comedy TV series called "Skip TV." The show lasted for one season, and now Benson makes low budget comedy videos for the web.

July 2009 - 2010 Views: 159,030,703

8. Smosh – $113,000

Smosh is the comedy duo of Ian Hecox and Anthony Padilla, and with over 1.7 million subscribers, they make up the 5th most popular channel on YouTube. They first shot to viral fame with their "Pokemon Theme Music Video" which became YouTube's most viewed video in Spring 2006. However, due to copyright reasons, the original video was removed from YouTube.

July 2009 - 2010 Views: 154,936,876

9. The Young Turks – $112,000

The Young Turks is a political talk show that also airs on Sirius Satellite Radio. Founded and hosted by Cenk Uygur, The Young Turks talk show and their vast viewership has proven that the Internet can be a viable broadcast platform.
July 2009 - 2010 Views: 153,807,362

10. Natalie Tran– $101,000

Under the user name of communitychannel, Natalie Tran is the most subscribed to YouTube user in Australia. Like most others on this list, she is a video blogger and occasionally uploads comedy skits.

July 2009 - 2010 Views: 138,871,829

finance.yahoo.com