BLOGSPOT atas

Monday, February 16, 2009

[Kompas 100]: Charoen Pokphand Indonesia: "An Integrated Poultry-Related Company"

Senin, 16 Februari 2009 | 07:21 WIB

Ada satu menu makanan yang disenangi oleh semua kalangan di Indonesia. Daging Ayam. Selain karena berbagai alasan yang berhubungan dengan agama, seperti umat Muslim yang tidak mengonsumsi daging babi dan umat Hindu yang tidak mengonsumsi daging sapi, daging ayam adalah alternatif sumber protein yang harganya relatif paling murah. Hampir tiap warung makan di Indonesia menjual daging ayam dalam berbagai bentuk dan rasa.

Karena itu, bisnis yang berhubungan dengan ayam harusnya dapat berkembang dengan pesat di sini. Potensi berkembangnya pasar ini juga masih tinggi, kalau kita melihat tingkat konsumsi ayam per kapita di Indonesia yang hanya mencapai 4,5 kg. Ini masih sangat kecil jika dibandingkan dengan Malaysia yang mencapai 34 kg, mengingat pola makan antara kedua negara ini tidaklah terlalu berbeda.

Salah satu perusahaan yang bergantung pada konsumsi daging ayam di Indonesia adalah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Perusahaan ini bergerak di bidang pakan ternak, bibit ayam (day-old-chicken/DOC), dan daging ayam olahan atau dapat disebut an integrated poultry related company. Secara tidak langsung, meningkatnya pertumbuhan konsumsi ayam di Indonesia akan semakin mendongkrak naik kinerja perusahaan yang menguasai 35 persen pangsa pasar pakan ternak dan DOC di Indonesia ini.

CPIN adalah bagian dari Charoen Pokphand Food (CPF), pemain regional di bidang agribisnis yang beroperasi di Thailand, Kamboja, China, India, Indonesia, Malaysia, Myanmar, Singapura, Turki, Taiwan, dan Vietnam. CPF sendiri adalah bagian dari The Charoen Pokphand Group, konglomerasi bisnis terbesar di Thailand yang berdiri sejak 1921.

Bagi CPIN, beroperasi di Indonesia pada saat ini membawa tantangan tersendiri. Salah satunya adalah kasus flu burung yang hingga kini masih belum bisa terselesaikan secara tuntas. Dalam hal ini, flu burung berefek ganda. Selain ancaman bagi pemilik peternakan yang harus memusnahkan seluruh ternaknya jika ditemukan kasus flu burung di sekitar wilayahnya, kasus flu burung juga berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan mengonsumsi daging ayam.

Karena itu, ada baiknya CPIN proaktif meminimalisasi tantangan tersebut di atas. Misalnya dengan melakukan edukasi masyarakat. Baik terhadap peternak ayam, agar tidak memelihara ayam di rumah dan membantu menghentikan penyebaran flu burung maupun terhadap masyarakat, untuk menjelaskan bahwa daging ayam yang diolah dengan benar akan tetap terjaga keamanannya.

Tantangan lainnya adalah kenyataan bahwa industri pakan ternak memang sudah menjadi industri komoditas. Dalam kondisi seperti ini, cost-leadership yang didukung oleh peningkatan efisiensi proses menjadi andalan. Terlebih lagi, dalam kondisi ekonomi yang sulit dan tidak menentu, pelanggan cenderung sangat reaktif terhadap perubahan harga. Brand loyalty sudah semakin menurun sehingga pembeli akan dengan mudah pindah ke produsen lain yang menawarkan harga lebih kompetitif.

Sebagai bagian dari konglomerasi yang memiliki pengalaman lebih dari 50 tahun di bidang pakan ternak, CPIN memiliki competitive advantage di sini. Didukung oleh sistem dan proses yang matang, disertai pembelajaran dari berbagai negara di Asia, CPIN berpotensi untuk lebih dapat menerapkan cost leadership dibandingkan kompetitornya. Cost leadership ini dapat dicapai dengan meningkatkan efisiensi dalam proses maupun dalam penggunaan bahan baku. Inilah Marketing Value yang kami lihat dimiliki oleh CPIN, yang bisa diandalkan untuk terus bersaing dan tetap survive melewati krisis ekonomi global.

"Philip Kotler's Executive Class: 100 Days To Go"

Hermawan Kartajaya,Taufik

Kompas

Sunday, February 15, 2009

Cara Aman Memilih Password: Password Favorit "1234"

Minggu, 15 Februari 2009 | 10:07 WIB

WASHINGTON, MINGGU — Berpikirlah dua kali sebelum memilih password bagi e-mail, rekening bank online atau tiket pesawat.

Password yang tak memperlihatkan bayangan apa-apa atau perbedaan, merupakan umpan yang menarik bagi para pembajak informasi. Demikian dikatakan sebuah pengkajian baru AS, seperti dilaporkan AFP, Minggu (15/2).

Analisis statistik atas 28.000 password yang belum lama ini dicuri dari sebuah laman internet terkenal AS dan dimuat di internet mengungkapkan bahwa orang sering menganggap password sebagai suatu hal yang kurang penting.

Survei itu menemukan bahwa 16 persen pengguna komputer memakai nama pertama sebagai password mereka, atau seringnya nama sendiri atau nama anak mereka, demikian menurut pengkajian yang dipublikasikan Information Week.

Sebanyak 14 persen lainnya mengandalkan pada kombinasi keyboard yang termudah untuk mengingatnya, seperti "1234" atau "12345678". "QWERTY" merupakan password paling populer di kalangan para pengguna keyword bahasa Inggris. Demikian pula, "AZERTY", bagi masyarakat Eropa.

Sebanyak 5 persen dari password yang dicuri itu adalah nama-nama acara televisi atau bintang terkenal di kalangan kawula muda, seperti "Hannah", yang diambil dari nama penyanyi dan pelakon acara musik televisi Hannah Montana. Password kondang lainnya adalah "Pokemon", "Matrix" atau "Ironman"

Sebesar 3 persen menggunakan password yang merupakan ungkapan sikap, seperti "I don't care", "whatever" atau "No".

Ada juga password berupa pilihan sentimental, seperti "iloveyou" dan kebalikannya, "ihateyou".

Robert Graham dari perusahaan keamanan komputer Errata Security, yang menganalisis dan menerbitkan berbagai kesimpulan, memberikan nasihat kepada para pengguna komputer demi memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap penerobosan di lokamaya.

Ia menganjurkan agar para pengguna komputer memilih sebuah password yang lebih panjang dari delapan karakter atau huruf, dengan satu huruf besar dan satu simbol.


ONO
Sumber : Ant

Kompas

Komentar: "Gunakan strong password yang sulit ditebak seperti kombinasi huruf dan angka (alfanumerik) untuk semua login/sign-in kegiatan on-line Anda di Internet. Anda tidak mau kehilangan kesempatan ataupun uang bukan? karena lalai menggunakan strong password. Silahkan lihat bahasan IT Security lain (ancaman virus dan keluarganya) di http://1st-VirusUpdate.Blogspot.com"

INVESTASI & KEUANGAN: Investasi Ketika TIngkat Bunga Turun

ADLER HAYMANS MANURUNG / PRAKTISI KEUANGAN

Pemerintah telah menurunkan tingkat bunga sebesar 50 bps pada awal Februari sehingga tingkat bunga BI menjadi 8,25 persen.

Kompas

[Kompas 100]: Sorini Agro Asia Corporation: A Leading Global Player from East Java

Minggu, 15 Februari 2009 | 04:42 WIB

POSISI sebagai negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia dan didukung dengan kekayaan alam melimpah sering kali membuat banyak perusahaan Indonesia terlupa untuk menggarap pasar internasional. Apalagi berpikir menjadi pemain yang diperhitungkan di pasar global. Tapi tidak berarti Indonesia tidak punya yang bisa disebut -- meminjam salah satu judul film terkenal Tom Cruise -- A Few Leading Global Player.

Tidak mudah untuk menjadi anggota klub elit tersebut. Karena bukan hanya harus mampu menciptakan keunikan produk tapi juga mampu menjaga standar kualitas tinggi dalam jangka waktu lama seperti yang dituntut perusahaan-perusahaan global. Dan hal tersebut terakhir biasanya sudah membuat takut kebanyakan perusahaan Indonesia.

Soegiarto Adikoesoemo, pendiri Aneka Kimia Raya (AKR), termasuk salah satu yang tidak takut, bukan hanya untuk memenuhi standar kualitas perusahaan global tapi juga untuk bersaing dengan pemain global di bidang bisnis yang digelutinya. Awalnya, Soegiarto adalah importir produk sorbitol dari Roquette, perusahaan nomor satu di dunia untuk produk ini, untuk Unilever. Tapi setelah memahami lebih jauh tentang bisnis sorbitol, terutama melimpahnya bahan bakunya, singkong dan tapioka, di Indonesia, di tahun 1983 Soegiarto mendirikan Sorini Asia Agro Corporporindo (SOBI), perusahaan pembuat sorbitol di Pasuruan Jawa Timur.

Dari awal berdirinya, SOBI bukan hanya sekedar mengandalkan keunikan singkong dan tapioka yang ada di Indonesia, tapi juga berdasarkan pengalaman sebagai importir untuk Unilever. Dimana, jika produsen mampu menjaga standar kualitas tinggi dalam jangka waktu lama, perusahaan global akan menempel terus sebagai pelanggan. Setahun setelah pabriknya resmi beroperasi di tahun 1987, SOBI sudah masuk ke pasar Jepang, salah satu pasar yang sekalipun bersedia membayar tinggi juga punya tuntutan standar kualitas tinggi.

Kesuksesan yang diraih di pasar Jepang membuat jalan SOBI masuk ke perusahaan global lain lebih mudah. Boleh dibilang di sektor business to business yaitu perusahaan yang memasok bahan baku untuk perusahaan lain, kemampuan masuk ke pasar dengan tuntutan standar kualitas tinggi menjadi alat efektif pemasaran. Istilah gampangnya, it speaks for itself! Pelan tapi pasti, daftar perusahaan global yang menjadi pelanggannya terus bertambah. Dan perusahaan global yang menjadi pelanggannya adalah perusahaan-perusahaan yang masuk dalam FORTUNE most admired global companies seperti antara lain Unilever, P&G, Colgate Palmolive, BASF, Nestle, Glaxo Smith Kline dan Abbott.

Sorbitol buatan SOBI merupakan bahan baku untuk produk farmasi, pasta gigi, makanan minuman dan kosmetik. Sebelumnya, Roquette mendominasi pasokan ke perusahaan-perusahaan global tersebut di atas. Dan kini Roquette mesti bersaing dengan SOBI yang merupakan pemain nomer dua di pasar global untuk sorbitol.

Di tahun 1992, tampuk kepemimpinan AKR dan SOBI diserahkan Soegiarto kepada anaknya, Haryanto Adikoesoemo. Di tangan Haryanto, yang tahun 2008 terpilih sebagai Entrepreneur of the Year versi Ernst & Young, SOBI semakin kukuh menjadi pemain global, dan produknya telah masuk ke 70 negara.

"Philip Kotler's Executive Class: 101 Days To Go"

Hermawan Kartajaya,Taufik

Kompas

Saturday, February 14, 2009

[Kompas 100]: Modernland: A Pioneer of Modern Residential Complex in Tangerang

Sabtu, 14 Februari 2009 | 15:21 WIB

Jika Anda sudah tinggal di kawasan Tangerang di awal 90-an, Anda pasti kenal Kota Modern. Saat itu, kawasan perumahan tersebut menjadi wilayah paling elite di seluruh Tangerang, dan bahkan terkadang disebut sebagai “Menteng-nya Tangerang”. Pengembang Kota Modern, PT Modernland Realty Tbk (MDLN), memang cukup jeli melihat kebutuhan pasar kalangan atas di daerah tersebut yang mengidamkan lokasi tinggal yang asri dan hijau, tetapi tidak jauh dari kota Tangerang.

Namun, kejayaan di saat awal pendiriannya itu sulit untuk dipertahankan terus menerus. Krisis moneter pada tahun 1998 sedikit banyak berkontribusi pada berkurangnya kekuatan brand Kota Modern, sepanjang 1999 hingga 2003. Meskipun demikian, MDLN masih berhasil menggandeng Keppel Land, salah satu perusahaan pengembang top dari Singapura, pada awal tahun 2005, untuk pembangunan perumahan baru di daerah Cakung. Kerja sama ini terbukti berhasil mengangkat kembali nama MDLN di calon pembeli rumah di Tangerang.

Selain beraliansi dengan Keppel, MDLN juga bekerja sama dengan Premier, developer asal Perancis, untuk mengembangkan dua cluster perumahan di lokasi paling strategis dalam Kota Modern. Kepercayaan perusahaan properti bereputasi internasional terhadap MDLN dapat menjadi indikator kompetensi fundamental yang dimiliki oleh pengembang ini. Tentunya, perusahaan bereputasi internasional tidak akan bekerja sama dengan sembarang pihak, terutama yang tidak bisa mendukung ekspansi yang efektif di suatu negara.

Namun, kami melihat bahwa ada beberapa hal yang patut diperhatikan oleh MDLN, dalam upaya perkembangan perusahaan ke depan. Salah satunya adalah keputusannya membangun rusunami di dalam kawasan Kota Modern. Hal ini dapat mengaburkan image kawasan itu sebagai daerah elite. Jika tidak dilakukan manajemen yang rapi, diferensiasi Kota Modern akan terancam, yang diiringi menurunnya competitiveness mereka.

Faktor lain yang perlu diperhatikan adalah banyaknya produk MDLN yang kurang diketahui masyarakat umum. Sedikit yang tahu bahwa, selain sebagai pengembang Kota Modern, MDLN juga mengembangkan dua perumahan di kawasan Cakung, sebuah perumahan kelas atas di Pondok Cabe, dan padang golf malam pertama di Indonesia di dalam Kota Modern. Bahkan, permainan golf malam hari ini sudah ditawarkan oleh MDLN sejak tahun 1995, jauh sebelum night-golfing menjadi tren di Indonesia.

Manajemen brand hierarchy di MDLN selama ini tampaknya belum dapat menyatukan kekuatan semua produk yang dikembangkan untuk dapat memperkuat brand equity dari nama “ModernLand”. Corporate branding yang kuat adalah salah satu faktor yang sebenarnya dapat menjadi andalan MDLN untuk meningkatkan daya saing di dalam industrinya, terutama untuk produk yang baru.

Beberapa hal inilah yang tampaknya sedang diperhatikan oleh jajaran manajemen baru MDLN. Tim manajemen saat ini, yang dibentuk akhir 2007, memiliki tantangan besar dalam meningkatkan kekuatan brand MDLN. Dengan keberhasilan mendapatkan berbagai penghargaan dari beberapa organisasi pada tahun 2008, sepertinya jajaran manajemen berada dalam jalur yang benar.

Jika tim yang dipimpin oleh Edwyn Lim, dengan pengalaman 15 tahun lebih di dunia properti, berhasil kembali mengangkat nama MDLN, bisa jadi perusahaan ini dapat membangunkan kembali brand besar mereka di Tangerang. Bahkan tidak mustahil, MDLN berkembang menjadi suburban developer ternama di Jabodetabek, dan bahkan menjadi the iconic suburban developer of Jakarta. *

"Philip Kotler's Executive Class: 102 Days To Go"

Hermawan Kartajaya,Taufik

Kompas

Waspadai Money Mole

Pada 2007, sebuah survei menyebutkan, kejahatan di dunia maya telah menimbulkan kerugian perusahaan di dunia hingga US$ 1 triliun. Fakta ini makin menuntut pengguna internet, terutama yang sering bertransaksi via internet dan perusahaan yang mengandalkan dunia maya untuk lebih berhati-hati.

INVESTOR DAILY

Friday, February 13, 2009

[Kompas 100]: Wijaya Karya: "A Quiet Integrated Construction Company"

Jumat, 13 Februari 2009 | 07:30 WIB

Nama dan logonya ada dimana-mana, terutama di tiang pancang kabel listrik PLN yang tersebar di seluruh Indonesia. Tapi ada dimana-mana di tempat yang tidak gampang dilihat banyak orang membuat masyarakat umum susah mengenalinya. Apalagi kalau diminta mengenali diferensiasinya.
Itulah yang terjadi pada PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), sebuah perusahaan BUMN konstruksi. Namun, begitu melihat lebih dekat, perusahaan ini diferensiasinya langsung gampang dikenali terutama kalau melihat produknya yang sejauh ini tidak ditawarkan para pesaingnya dan bisa memperkuat kualitas pekerjaan konstruksi. Melalui anak perusahaan WIKA Beton, WIKA memproduksi tiang pancang beton yang dipakai bukan hanya untuk tiang pancang listrik tapi juga tiang pancang bangunan beton.

Dengan melihat sekilas keberadaan anak perusahaan tersebut, maka setiap orang yang bergerak di industri konstruksi tidak ragu menyebutnya sebagai the most integrated construction company in Indonesia. Positioning tersebut membuat WIKA bisa dianggap sebagai perusahaan yang paling diuntungkan dengan rencana pemerintah menggenjot berbagai proyek infrastruktur. Karena dengan memiliki anak perusahaan yang punya peran sentral dalam proses konstruksi, terbuka luas kemungkinan untuk menaikkan margin tapi tetap dengan kualitas tinggi, sesuatu yang diimpikan di industri konstruksi.

Rupanya posisi tersebut membuat WIKA lebih percaya diri dalam menggarap peluang baru di bisnis infrastruktur, seperti munculnya program pembangunan berbagai pembangkit listrik. WIKA yang sebelumnya sudah masuk lewat tiang pancang listrik, mulai terlibat lebih dalam ke proses pembangunan pembangkit listrik. Kalau langkah ini berkembang luas dan tidak ada yang mengimbangi, maka tanpa banyak gembar-gembor WIKA bisa-bisa berevolusi menjadi an integrated infrastructure company yang didukung bisnis konvensional konstruksi, seperti EPC (engineering, procurement, construction).

Hanya saja, kalau melihat unit bisnis lain yang dimilikinya, seperti operator jalan tol, gedung, realty, dan bahkan tabung gas, bisa-bisa positioning solid yang mulai dikenali di dunia infrastruktur mulai tergerus. Apalagi kalau di bisnis seperti pembuatan tabung gas, ternyata WIKA terpaksa mengalokasikan resources yang semestinya bisa digunakan untuk memperkuat bisnis intinya, entah itu sebagai integrated construction company atau sebagai integrated infrastructure company. Padahal membesarnya peluang di bisnis infrastruktur di Indonesia pasti akan mengundang para pemain lain yang boleh jadi tidak akan ragu-ragu menandingi diferensiasi yang saat ini dimiliki WIKA.

Tampaknya kondisi tersebut dipahami benar oleh Bintang Perbowo, orang luar WIKA yang baru satu tahun duduk sebagai direktur utama WIKA. Setelah mengidentifikasi sejumlah diferensiasinya, Bintang menjadikan penajaman corporate culture dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia sebagai prioritas programnya. Ini akan dilakukan melalui pembentukan knowledge management system untuk memfasilitasi transfer of knowledge antar bagian yang pada akhirnya diharapkan akan menstimulasi terjadinya inovasi terus menerus. Sejalan dengan motto “Spirit of Innovation”.

Apabila proses tersebut bisa berjalan lancar, ini akan berimbas ke penguatan diferensiasi. Memang ini yang mesti dilakukan agar WIKA memiliki Marketing Value yang solid.

Hermawan Kartajaya,Taufik

Kompas

Jaminan KPR Redam Kemerosotan Tajam Dow Jones

Jumat, 13 Februari 2009 | 06:13 WIB

NEW YORK, JUMAT - Kemerosotan tajam nilai saham di bursa Wall Street, New York, berhasil diredam oleh laporan kemungkinan kembali dikeluarkan penjaminan bagi kredit kepemilikan rumah (KPR) bermasalah oleh pemerintah AS. Kabar mengenai kembali kemungkinan diberikannya subsidi terhadap pemegang KPR itu ternyata lebih besar pengaruhnya di bursa Wall Street ketimbang kabar paket stimulus senilai 789 miliar dollar AS dan rencana revisi penalangan kredit macet perbankan.

Badan Pendanaan Perumahan Federal menolak mengomentari laporan tersebut. Indeks industrial Dow Jones merosot 6,77 atau 0,09 persen menjadi 7.932,76 setelah sempat turun lebih dari 245 poin pada sesi awal transaksi. Indeks saham unggulan itu tercatat 20 November lalu merosot 142 poin dan ditutup menjadi 7.552,29 yang merupakan terendah dalam 5 tahun.

Sementara indikator saham terkemuka lainnya ditutup menguat. Indeks The Standard & Poor's 500 naik 1,45 atau 0,17 persen menjadi 835,19 dan indeks gabungan Nasdaq melonjak 11,21 atau 0,73 persen menjadi 1.541,71.


JIM
Sumber : AP

Kompas

Thursday, February 12, 2009

[Kompas 100]: Suryainti Permata: A Low-Profile King of "Ruko"

Kamis, 12 Februari 2009 | 07:08 WIB

Lima tahun yang lalu, majalah bisnis bulanan SWA pernah menulis liputan menarik mengenai raja-raja bisnis Surabaya yang low profile, bukan hanya di tingkat nasional tapi bahkan di kota mereka sendiri. Gaya low profile para raja bisnis itu bukan hanya terbatas pada gaya pakaian, gedung dan lokasi kantor, tapi juga, misalnya, ketika naik pesawat. Ada raja bisnis yang bisa membeli hotel di negara tetangga dengan uang tunai, tapi naik pesawat selalu duduk di kelas ekonomi dan sering membawa tas plastik.

Dengan gaya yang low profile, maka susah bagi orang luar Surabaya untuk gampang mengenali mereka. Boleh jadi banyak orang Surabaya yang juga tidak mengenali raja bisnis yang suka naik pesawat kelas ekonomi itu. Maklum sebagian para raja bisnis itu memang dikenal sebagai raja bisnis di lingkungan terbatas.

Salah satu raja bisnis yang low profile itu adalah Henry J. Gunawan, yang bangga disebut sebagai "tokoh Tionghoa yang nasionalis" dan saat ini juga duduk sebagai Ketua Umum Persatuan Anggar dan REI Jawa Timur. PT. Suryainti Permata Tbk. (SIIP), yang didirikannya di tahun 1992, mendapat julukan sebagai Raja Ruko dari Surabaya. Maklum SIIP bukan hanya sekedar membangun banyak ruko tapi sekaligus menjadi ruko yang banyak dikenal luas di Surabaya.

Positioning seperti itu, tentu akan memudahkan SIIP kalau akan ekspansi ke wilayah lain. SIIP bisa menggunakan deretan pencapaiannya di kota kedua terbesar di Indonesia untuk meyakinkan calon pembeli atau mungkin potential partner. Meskipun demikian, kami melihat bahwa positioning semacam itu bisa tidak terlihat nyata ketika business landscape berubah, seperti saat resesi ekonomi dunia yang dampaknya mulai terasa di Indonesia.

Kalau dilihat dari perjalanan bisnisnya, SIIP tidak ragu untuk melakukan repositioning ketika business landscape berubah. Prinsip market-centric ini berhasil membawa pengembang ini dari sekedar penjual tanah di awal awal tahun pendiriannya, hingga kini menjadi salah satu pengembang yang diperhitungkan di Surabaya. Harus diakui, langkah go-public yang dilakukan pada tahun 1997 punya peran memacu SIIP untuk menciptakan positioning yang relevan dengan business landscape yang dihadapi.

Di sisi lain, yang namanya repositioning tidak gampang dilakukan semudah membalik tangan. Pengalaman kami menunjukkan ketika positioning suatu perusahaan tidak dikenal luas, repositioning jadi gampang dilakukan. Tapi kalau positioning suatu perusahaan terlanjur banyak dikenal, prosesnya menjadi lebih rumit.

Inilah tantangan ke depan yang kami lihat bakal dihadapi SIIP. Sebagai perusahaan public, mau tak mau SIIP harus bisa menunjukkan bahwa mereka memiliki marketing fundamental yang memungkinkan pemanfaatan peluang baru. Bisa jadi positioning sebagai raja ruko akan sangat menguntungkan untuk masuk ke daerah yang dilanda boom harga komoditas, seperti yang terjadi di tahun lalu.

Tapi dengan harga komoditas yang bergejolak dan relatif masih sedikitnya daerah yang sukses dalam pelaksanaan otonomi daerah, bisa jadi Surabaya tetap tempat terbaik bagi SIIP. Seiring dengan evolusi Surabaya menjadi metropolitan, yang ditandai dengan munculnya berbagai mall dan office building baru yang megah, mau tak mau SIIP pun mesti menanggapi perubahan ini. Inilah yang sedang dilakukannya dengan mengembangkan beberapa proyek premium di Surabaya, seperti dua perumahan di wilayah pemukiman kelas atas, dan juga pembangunan kondominium premium di Surabaya Barat, di samping membangun future flagship product di sekitar Bandara Juanda Surabaya

Tentu ini akan berjalan mulus kalau SIIP bisa berevolusi menjadi pengembang properti premium. Imagenya sebagai "raja ruko", walau mampu mengangkat brand equity di kalangan pembeli dan investor kelas menengah, dapat menjadi bumerang saat SIIP mencoba memasuki pasar premium. Maklum positioning bukan hanya sekedar tagline tapi juga capacity to deliver.

Dengan memiliki positioning yang memiliki cakupan yang lebih luas tapi tetap sangat jelas, SIIP akan dengan mudah menunjukkan seberapa tinggi marketing fundamental yang dimilikinya

"Philip Kotler's Executive Class: 100 Days To Go"

Hermawan Kartajaya,Taufik

Kompas

Wednesday, February 11, 2009

Mau Meraup Dollar di Dunia Maya?

Rabu, 11 Februari 2009 | 22:17 WIB

INTERNET kini menjadi wahana bagi peselancar dunia maya untuk meraup keuntungan sebesar-besarnya tanpa harus berjerih lelah. Dengan memanfaatkan fasilitas pemasang iklan, pemilik website atau weblog pun menikmati kucuran dana dari setiap pengunjung yang mampir di domain-nya.

Cukup dengan mendaftarkan website atau weblog di program penyedia iklan milik Google, Adsense, uang terus mengalir sekalipun pemiliknya sedang tidur. Setidaknya itu gambaran besar mereka yang mau memanfaatkan teknologi yang semakin maju dan mudah.

Demikian dipaparkan oleh penulis buku Langkah Mudah Meraup Dollar Lewat Internet, Taufik Hidayat, dalam unjuk bincang di Kompas Gramedia Edu and Book Fair 2009 di Kota Semarang, Rabu (11/2). Taufik menjelaskan, lewat Adsense, pemasukan didapat dari setiap iklan yang diklik oleh pengunjung situs web.

Sistem bayar per klik inilah yang menghadirkan tantangan bagi para blogger untuk menghadirkan pengunjung sebanyak-banyaknya. Sebelumnya, Google akan menyeleksi layak tidaknya sebuah situs web dipasang iklan. Setelah itu, langkah selanjutnya tentu memperbanyak pengunjung.

Caranya, bergabung dengan komunitas dengan minat yang sama, atau memanfaatkan jejaring sosial, seperti Friendster atau Facebook. "Selain itu, buat judul-judul yang menarik perhatian. Buat orang penasaran lebih dulu," kata Taufik yang juga pengajar Magister Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bank BPD Jateng.

Tidak hanya itu, kelebihan Adsense, menurut Taufik, adalah iklan yang dipasang sesuai dengan isi blog sehingga kemungkinan pengunjung mengklik iklan lebih besar. Meskipun demikian, pemilik blog tetap harus bekerja keras untuk memperbarui isi blog atau website-nya secepat mungkin agar pengunjung semakin tertarik.

"Kalau rajin meng-update, setiap bulan penghasilan pemilik blog berkisar 100-700 dollar AS tanpa harus berkeringat," tutur Taufik.
Lukni Maulana (24), mahasiswa Institut Agama Islam Negeri Walisongo Semarang mengungkapkan, dirinya belum mengetahui cara memasang iklan di blog, padahal sudah banyak orang yang menyarankan dia untuk memasang iklan. "Ternyata caranya sangat mudah, saya akan langsung mencoba," ucapnya.

Amanda Putri Nugrahanti

Kompas

- Muhammad Idham Azhari

[Kompas 100]: Danamon: "A Unique Multi-Specialist Bank"

Rabu, 11 Februari 2009 | 07:51 WIB

Tidak mudah untuk menjadi pemain di industri perbankan Indonesia, terutama kalau tidak masuk dalam empat besar dalam ukuran aset. Inilah yang antara lain dihadapi oleh PT Bank Danamon Indonesia, Tbk (BDMN), yang merupakan bank kelima terbesar dalam segi asset. Kebetulan, pada saat ini perbedaan total aset antara pemain keempat dan kelima terbesar cukup jauh.

Tapi kondisi tersebut rupanya jauh-jauh hari sudah diperhitungkan oleh BDMN, terutama kalau mengingat bahwa empat besar bank di Indonesia punya presence dan business network yang tidak gampang ditandingi oleh pemain lain. Dan apa yang dilakukan BDMN? Being different!

Dalam prakteknya, BDMN memang melakukan segala cara untuk menjadikan diri benar-benar different. Meski menemukan sesuatu yang baru di industri perbankan bukan suatu hal yang mudah, tapi BDMN jeli mengemas berbagai model bisnis yang sebetulnya bukan baru menjadi lebih segar. Tengok misalnya yang dilakukan di bisnis pembiayaan mikro melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP).

Di DSP ini BDMN mencoba menjadi spesialis untuk para pedagang di pasar becek. Ini sebuah langkah yang mengejutkan, karena dengan jumlah potensi nasabah pembiayaan mikro yang besar, tapi hanya dipilih satu segmen saja. BDMN punya alasan bahwa dengan memilih satu segmen saja, akan lebih mudah dalam membangun customer intimacy.

BDMN sadar bahwa nasabah potensial perbankan mikro punya kebutuhan unik yang tidak semua bank sanggup melayani dengan baik. Lihat saja, meski Grameen sudah menjadi bahan cerita yang dikenal luas di seluruh dunia, tapi ternyata tidak banyak lembaga keuangan di dunia yang sanggup menggarap pasar Bottom of the Pyramid dengan sukses. Dengan memilih salah satu segmen, BDMN bisa membangun value proposition DSP yang solid, yaitu kenyamanan, kemudahan, dan kecepatan.

DSP bukan hanya satu-satunya cara yang ditempuh BDMN agar menjadi pemain unik. Ketika banyak bank yang masih ragu bagaimana melihat potensi bisnis pembiayaan otomotif yang atraktif tapi juga beresiko tinggi, BDMN dengan cerdik memilih mengakuisisi perusahaan multifinance, ADIRA Finance. Belakangan bank lain pun kemudian mengambil langkah serupa.

Di bisnis multifinance, ADIRA Finance juga menjadi perusahaan yang diikuti langkahnya terutama dalam hal keputusannya untuk melayani semua merek kendaraan. ADIRA Finance juga tidak membatasi pembiayaan hanya pada sepeda motor, walaupun pembiayaan roda dua punya tingkat pertumbuhan tinggi seiring dengan tingginya pertumbuhan sepeda motor yang tinggi selama 5 tahun terakhir.

Yang mungkin sulit diikuti langkahnya oleh perusahaan sejenis adalah keberhasilannya membentuk corporate culture yang solid dan sesuai dengan bisnis autofinancing. Karena itu BDMN memutuskan untuk tidak berupaya banyak mengubah corporate culture ADIRA Finance. Mereka sadar bahwa tidak perlu mengubah sesuatu yang sudah bekerja dengan baik. Culture BDMN belum tentu dapat diterapkan secara langsung ke perusahaan seperti ADIRA Finance.

Untuk mendukung agar setiap unit bisnisnya bisa menjadi spesialis terbaik di lini bisnis yang dimasukinya, BDMN mendirikan suatu corporate university yang diharapkan bisa manjadi leadership engine-nya. Selain itu, implementasi IT system sudah mengarah ke integrasi antar lini bisnis yang antara lain akan memungkinkan sharing informasi nasabah. Yang tersebut terakhir ini akan meningkatkan kemampuan cross selling antar lini bisnis yang pada akhirnya meningkatkan efisiensi dan efektifitas kegiatan promotion dan selling.

Atau mengacu pada Besanko, pengembangan IT system tersebut memungkinkan strategy value yang tinggi. Berbagai inovasi yang dilakukan BDMN telah mengundang perhatian banyak orang.

Tapi inovasi BDMN yang layak dilihat tidak terbatas bagaimana menciptakan lini bisnis baru melainkan dalam writing new rules of the game. Pemain lain bisa saja melakukan dalam skala yang lebih besar berbagai inovasi BDMN. Tapi BDMN telah membuat setiap 12 lini bisnisnya bukan sekedar spesialis biasa, tapi kumpulan spesialis yang akan membuatnya menjadi A Unique Multi-Specialist Bank.

Philip Kotler's Executive Class: 101 Days To Go

Hermawan Kartajaya,Taufik

Kompas

Tuesday, February 10, 2009

INFO INVESTASI: Bukan Berarti Berhenti Berinvestasi

SELASA, 10 FEBRUARI 2009

Krisis ekonomi dunia belum jelas akan berujung di mana. Namun ini bukan alasan untuk berhenti berinvestasi. Mereka yang memiliki pandangan ke depan umumnya justru berani berinvestasi saat ekonomi sedang melambat.

Orang yang punya tujuan finansial yang jelas akan terus berinvestasi. Karena itu saya tidak menyarankan untuk berhenti berinvestasi," ujar penasihat keuangan, Ligwina Hananto. Hal senada dikatakan pula oleh Edisjah, Agency Director PT Asuransi Jiwa Sequis Life, serta Budi Hikmat, Director PT Bahana TCW Investment Management. Dituturkan, yang namanya business cycle pasti turun dan naik. Namun seiring waktu toh keadaan akan kembali membaik.

Kompas

Media "Online" Jadi Sumber Terpercaya Pebisnis Indonesia

Selasa, 10 Februari 2009 | 14:52 WIB

JAKARTA, SELASA — Media online ternyata menempati posisi tertinggi sebagai sumber informasi terpercaya para pebisnis di Indonesia, mengalahkan media massa lain.

Hal tersebut disampaikan Direktur Edelman Trustbarometer Aditya Chandra Wardhana dalam konferensi pers terkait hasil survei perusahaan tersebut atas tingkat kepercayaan masyarakat terhadap satu instansi, Selasa (10/2) di Jakarta.

Dari hasil survei 200 orang elite informasi, ia mengatakan, ada tiga sumber informasi paling dipercaya menurut kalangan elite informasi Indonesia, yakni isi berita online, berita televisi, dan komunikasi langsung dari manajemen perusahaan.

Tingkat kepercayaan para elite informasi yang berpendidikan sarjana untuk konten online mencapai 41 persen, televisi (40 persen), dan komunikasi langsung pada manajemen perusahaan (36 persen).

Sementara untuk tingkat kepercayaan di tingkat media konvensional, artikel di majalah bisnis berada di peringkat kedua mencapai 35 persen, diikuti radio (29 persen), dan terakhir surat kabar (27 persen).

Aditya mengatakan, survei dilakukan kepada para eksekutif yang berusia 25 hingga 65 tahun, dengan penghasilan mencapai Rp 30 juta ke atas. "Mereka terbiasa mengikuti berita online karena mereka butuh informasi cepat untuk mengambil keputusan," ujarnya.

Menurutnya, kebanyakan dari mereka membutuhkan informasi awal dari setiap kebijakan atau peristiwa terkait isu global yang kemungkinan berdampak pada usaha di sektor masing-masing. "Selanjutnya mereka akan mengontak secara pribadi pengamat-pengamat yang biasanya sudah mereka kenal," ujar dia.

Dari hasil survei itu ternyata media massa menjadi institusi yang paling bisa dipercaya, mencapai 77 persen, dibandingkan dengan korporasi, pemerintah, dan LSM. Dari hasil survei, pengusaha berada di urutan kedua dengan persentase sebesar 62 persen, LSM diurutan ketiga (46 persen), dan pemerintah (45 persen).

Edelman sendiri merupakan perusahaan yang telah melakukan survei terkait kepercayaan masyarakat atas kondisi aktual secara global. Survei dilakukan dalam 10 tahun terakhir di 20 negara, dan tingkat error margin-nya mencapai 5 persen.


EDJ
Sumber : Ant

Kompas

[Kompas 100]: "From Market Perception to Marketing Fundamental"

Selasa, 10 Februari 2009 | 07:48 WIB

by Hermawan Kartajaya and Taufik

Apa kabar pembaca Kompas.com sekalian?
Setelah tahun lalu menikmati serial New Wave Marketing selama 100 hari, mulai 10 Februari hingga 26 Mei 2009 kami akan membahas Strategy dan Marketing Fundamental dari perusahaan publik dalam daftar Kompas100.

Serial ini sekaligus countdown kedatangan Philip Kotler, the father of modern marketing, ke Indonesia. Selain merayakan ulang tahunnya ke-78 pada tanggal 27 Mei, Kotler akan membawakan seminar Marketing in Turbulent Times: Discovering Opportunities in a Recession with Chaotic Management System.

Mengapa Marketing Fundamental?

Dari 2004 hingga 2007, Bursa Efek Indonesia mengalami pertumbuhan yang spektakuler. Pertumbuhan ini tercatat sebagai yang terbaik di Asia Tenggara, dan sejajar dengan kinerja bursa saham Shanghai dan Bombay. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bahkan mencapai tingkat tertinggi sepanjang sejarah bursa pada Januari 2008. Namun, resesi ekonomi global pada tahun 2008 mendorong indeks untuk jatuh hingga 50 persen di akhir tahun. Walaupun volatilitas bukanlah sesuatu yang asing di dunia pasar modal, penurunan tajam seperti ini patut dicermati lebih dalam. Apakah fenomena ini cerminan dari lemahnya fundamental perusahaan publik di Indonesia?

Mungkin tidak adil jika kita terlalu tergesa-gesa mengambil kesimpulan itu hanya berdasarkan harga saham. Ekonom seperti John Burr Williams melihat Market Value sebagai nilai dari suatu perusahaan atau aset, berdasarkan persepsi pasar terhadap nilai fundamentalnya. Karena penilaian ini lebih banyak tergantung kepada persepsi pasar, terkadang investor dapat menentukan nilai suatu perusahaan terlalu tinggi (overvalue) atau terlalu rendah (undervalue). Dalam masa turbulen seperti sekarang ini kecenderungan overvalue dan undervalue menjadi lebih besar.

Penilaian dari suatu perusahaan yang juga populer adalah Book Value. Perhitungan Book Value melibatkan analisis mendalam dari income statement dan balance sheet – suatu konsep klasik yang diperkenalkan oleh Luca Pacioli pada abad ke 15. Book Value mempertimbangkan profitability dari suatu perusahaan dan juga kondisi finansial saat ini. Namun Book Value hanyalah cerminan dari kinerja masa lampau perusahaan. Adanya beberapa kelemahan, seperti praktik tax shield dan tidak diperhitungkannya cost of capital serta non-interest working capital mengurangi tingkat akurasi dari Book Value sebagai indikator kemampuan nyata dari perusahaan untuk menciptakan value bagi pemegang saham.

Selanjutnya, Stern Stewart & Company mengembangkan konsep Economic Value Added (EVA). Konsep ini melakukan revisi terhadap analisis tradisional dari income statement dan balance sheet untuk menghitung Economic Value suatu perusahaan. Dalam EVA income statement, praktik tax shield dihindari, dan cost of capital diperhitungkan. Dalam EVA balance sheet, non-interest working capital disertakan dalam perhitungan. Dengan ini, EVA memperhitungkan secara lebih mendalam jumlah kekayaan atau economic profit yang diciptakan suatu perusahaan untuk pemegang sahamnya. Namun, semenjak awal perkembangannya, EVA lebih banyak diterapkan terhadap bagian operasional dan sumber daya manusia. EVA digunakan untuk menemukan titik titik yang masih bisa diperbaiki dan juga menghitung jumlah insentif yang tepat untuk pegawai.

David Besanko, profesor Kellog School of Management, melakukan analisa yang lebih dalam terhadap EVA dan menemukan empat hal utama yang berhubungan dengan strategi suatu perusahaan. Besanko menyatakan bahwa untuk mendapatkan EVA yang lebih tinggi, suatu perusahaan harus meningkatkan gross margin, menurunkan rasio antara Sales, General, Administration (SG&A) Expense dan Sales, menurunkan rasio antara capital dan sales, dan meningkatkan Market Share. Ini adalah empat faktor fundamental yang menentukan Strategy Value suatu perusahaan.

Lebih dalam lagi, bisa dikatakan bahwa fundamental suatu perusahaan ditentukan oleh Marketing Value yang dimilikinya. Suatu perusahaan dapat meningkatkan gross margin, menurunkan rasio SG&A terhadap sales, menurunkan rasio capital terhadap sales, dan mendapatkan market share yang lebih tinggi melalui positioning, differentiation, dan brand (PDB) yang solid. PDB suatu perusahaan bisa menjadi dasar penentuan target segmennya, marketing mix, dan service process yang mereka tawarkan. PDB itu sendiri dibentuk berdasarkan analisa mendalam terhadap perubahan, kompetitor, pelanggan, dan perusahaan (change, competitor, customer, company).

Marketing dan Strategy akan menunjukkan apakah suatu perusahaan memiliki fundamental yang kuat untuk tetap bertahan melalui krisis dan menciptakan value bagi pemegang saham. Oleh sebab itu, saatnya kita beralih cara pandang: from market perception to marketing fundamental!

Philip Kotler's Executive Class: 102 Days To Go

Kompas

Monday, February 9, 2009

HARGA EMAS HARI INI: Harga Si Kuning Melorot Lagi

Senin, 9 Februari 2009 | 15:05

SINGAPURA. Sudah dua hari ini, harga emas di Asia terus melorot. Hal ini terjadi setelah beberapa investor melakukan aksi jual untuk menarik keuntungan atas melonjaknya harga si kuning pada minggu lalu.

Penyebab lainnya, adanya kenaikan di pasar bursa regional membuat turunnya permintaan emas sebagai investasi alternatif.

“Adanya aksi para spekulan dia pasar emas saat ini membuat emas melorot. Kami memprediksikan aksi profit taking akan tetap marak pada satu hingga dua minggu mendatang,” jelas Analis Credit Suisse, Tobias Merath.

Saat ini, harga emas untuk pengantaran cepat turun sebesar 0,9% menjadi US$ 903,34 per troy ounce. Pada pukul 11.00 waktu Singapura, emas berada pada posisi US$ 929,70 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas untuk pengantaran bulan Februari melorot 0,9% menjadi US$ 906,30 di Nymex divisi Comex.

Meski demikian, harga emas diperkirakan akan mengalami rebound pada minggu ini seiring adanya rencana kebijakan baru AS tentang anggaran belanjanya.

Pada tanggal 6 dan 7 Februari lalu, sekitar 27 trader, investor dan analis yang disurvei dari Tokyo hingga Chicago pada 5 Februari dan 6 Februari menyarankan untuk membeli emas.

Barratut Taqiyyah Bloomberg

Kontan ONLINE

Kompas100 "Marketing Cases"

Senin, 9 Februari 2009 | 14:44 WIB

Apa kabar pembaca Kompas.com sekalian?

Setelah tahun lalu menikmati serial New Wave Marketing selama 100 hari, mulai 10 Februari hingga 26 Mei 2009 kami akan membahas Stategy dan Marketing Fundamental dari perusahaan publik yang tercatat dalam daftar Kompas100.

Apa latar belakang kami menulis serangkaian artikel ini? Banyak pihak yang hanya melihat harga saham, atau Market Value, suatu perusahaan sebagai indikator bagus-tidaknya perusahaan tersebut. Namun bagi kami, strategi dan marketing merupakan hal yang lebih fundamental bagi sebuah perusahaan.

Dalam artikel pertama, kami akan menelaah lebih dalam mengenai mengapa kami merasa Marketing Fundamental lebih mencerminkan keadaan suatu perusahaan dibandingkan Market Perception. Lalu, dalam 100 artikel berikutnya, kami akan membahas satu persatu perusahaan yang termasuk dalam daftar Kompas100. Akan kami paparkan marketing fundamental dari perusahaan tersebut yang didasarkan atas studi literatur dan wawancara tertulis maupun langsung dengan pihak perusahaan. Artikel terakhir, atau ke-102, akan menjadi tulisan penutup kami.

Serial artikel kami ini sekaligus menjadi countdown kedatangan Philip Kotler, the father of modern marketing, ke Indonesia. Pada tanggal 27 Mei, bertepatan dengan ulang tahunnnya ke 78, Professor Kotler akan mengunjungi Jakarta dan membawakan One-Day Executive Roundtable Class dengan topik Marketing in Turbulent Times: Discovering Opportunities in a Recession with Chaotic Management System. Beliau akan membawakan konsep yang diambil dari bukunya yang terbaru, berjudul Chaotics.

Terakhir, sekaligus sebagai disclaimer, perlu kami sampaikan bahwa rangkaian tulisan ini bukan merupakan analisis saham perusahaan yang bersangkutan. Tulisan ini akan membahas fundamental strategi dan marketing dari perusahaan publik. Dengan memahami hal ini, pada akhirnya diharapkan masyarakat luas dapat ikut-serta mendukung perusahaan-perusahaan tersebut dalam membangun perekonomian Indonesia.

Selamat menikmati!


Hermawan Kartajaya,Taufik

Kompas

BISNIS VALENTINE: Mencetak Laba dari Karikatur Valentine

Senin, 9 Februari 2009 | 11:18

JAKARTA. Gambar karikatur dapat menjadi kado unik di hari kasih sayang atau valentine. Pada momen ini, para penggambar karikatur panen pesanan.

Misalkan saja gerai online karikaturis.com milik Suardi. Gerai ini sudah kebanjiran order karikatur khusus valentine sejak awal bulan Februari. Tak heran jika gerai ini sudah menutup order pesanan khusus valentine-nya.

Gerai karikaturis.com menyediakan jasa karikatur wajah, badan dan latar belakang yang dikerjakan secara manual dan digital. Untuk karikatur digital, media cetaknya bisa kertas dan mug.

Karikaturis.com dibangun Suardi dan adiknya, Zulkifli, sejak pertengahan tahun 2008 lalu. Kebetulan, kedua kakak beradik tersebut sangat hobi menggambar.

Dengan modal Rp 5 juta, kini karikaturis.com menjadi usaha dengan omset sekitar Rp 5 juta perbulan dengan margin keuntungan sampai 80%.

Menjelang valentine, kedua kakak beradik tersebut sangat kerepotan. Mereka menggarap 50 pesanan mug karikatur valentine dan 10 gambar karikatur.

Lantaran, saban mug karikatur dan gambar karikatur, perlu waktu antara tiga sampai lima hari untuk mengerjakan desain dan cetaknya. Repotnya lagi jika pemesan minta gambarnya diperbaiki. "Kebanyakan pasangan valentine minta karikatur mug karena unik," tandas Zulkifli.

Menurut Zulkifli, pada hari biasa pesanan mug karikatur hanya sekitar 20 buah perbulan. Sedangkan karikatur di kertas hanya sekitar lima pesanan saja.

Khusus untuk mug karikatur, Suardi dan Zulkifli membanderolnya dengan harga Rp 52.000. Rinciannya Rp 17.000 untuk harga mug dan Rp 35.000 untuk jasa desain.

"Margin dari mug-nya saja, kita sudah dapat 30%," ujar Zulkifli. Kedua kakak beradik ini memang punya pabrik mug sendiri di daerah Plumpang, Jakarta Utara, dengan kapasitas produksi 100 unit mug per hari.

Sementara itu, untuk gambar karikatur manual, harganya Rp 250.000 per kepala. Sedang untuk karikatur digital Rp 150.000 per kepala. "Kalau wajah yang dilukis lebih dari satu, harga bisa nego lagi," lanjut Zulkifli.

Suardi dan Zulkifli juga menyediakan jasa cetak foto di mug valentine bikinannya. Banderol harganya cukup Rp 17.000 saja. "Pemesan tinggal kirim fotonya lewat email," ujar Zulkifli.

Lain lagi cerita Novita. Ibu muda pemilik gerai online caricature.alfyori.com ini sudah kerepotan menggarap empat pesanan karikatur dari empat pasangan yang akan merayakan valentine.

Menurut Novita, gerai online yang baru didirikan delapan bulan lalu tersebut mengkhususkan diri pada pengerjaan desain ruangan, website, banner, ilustrasi buku, ilustrasi kartu undangan dan karikatur secara digital.

Khusus untuk karikatur wajah, bakalan dicetak diatas kertas foto. Harganya Rp 100.000 per kepala.

Jadi kalau ada empat pasangan, dalam waktu pengerjaan tiga hari Novita sudah membawa pulang Rp 800.000. "Karena usaha ini jasa, maka margin saya bisa saja 100%," ujarnya.

Novita mengaku, pesanan khusus valentine kali ini sepi. Lantaran, pesanan karikaturnya tak sebanyak pesanan pada hari-hari biasa. "Akhir tahun lalu karikatur saya panen. Saya kerjakan 18 karikatur sekaligus. Tetapi valentine ini hanya empat," ujarnya.

Aprillia Ika

Kontan ONLINE

Ekspor Merosot Cuma Asumsi?

Senin, 9 Februari 2009 | 03:58 WIB

Oleh FAISAL BASRI

Entah sudah berapa kali pemerintah mengutik-utik asumsi APBN. Belakangan ini bahkan frekuensinya hampir mingguan. Sungguh menyesakkan proses perencanaan pembangunan di negeri kita. Krisis ekonomi dunia sudah teramat nyata, tetapi kita masih saja disibukkan oleh perubahan-perubahan asumsi APBN. Satu setengah bulan sudah tahun 2009 berlalu, entah kapan mulai merealisasikan belanja pembangunan dan atau dana stimulus untuk meredam pelambatan pertumbuhan ekonomi dan ancaman ledakan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Kalau tahun-tahun sebelumnya yang kerap jadi biang keladi perubahan besaran-besaran APBN adalah fluktuasi harga minyak, kini merembet ke hampir semua besaran makroekonomi. Pekan lalu, pemerintah berancang-ancang mengerek turun asumsi pertumbuhan ekspor dan pertumbuhan ekonomi.

Tak dimungkiri bahwa perkembangan ekonomi dunia dari hari ke hari kian buruk. World Economic Outlook terbitan Dana Moneter Internasional edisi Oktober 2008 mencantumkan proyeksi pertumbuhan ekonomi (output) dunia tahun 2009 sebesar 3,0 persen. Namun, sebulan kemudian dikoreksi menjadi 2,2 persen. Pada akhir Januari lalu, IMF kembali melakukan koreksi, yang cukup drastis, menjadi hanya 0,5 persen.

Sejalan dengan koreksi proyeksi pertumbuhan ekonomi dunia, proyeksi pertumbuhan perdagangan dunia tahun 2009 pun dikoreksi, dari 4,1 persen pada Oktober 2008 menjadi 2,0 persen pada November 2008, dan minus 2,8 persen, Januari 2009. Dari perbandingan itu tampak koreksi pada pertumbuhan perdagangan dunia lebih tajam ketimbang koreksi pada pertumbuhan ekonomi dunia.

Pemerintah tampaknya merespons kecenderungan pemburukan pertumbuhan ekonomi dan perdagangan dunia dengan usulan mengoreksi asumsi pertumbuhan ekspor dan produk domestik bruto pada APBN 2009. Pertumbuhan ekspor dikerek turun dari 5,9 persen pada awal Januari lalu menjadi 5 persen pada akhir Januari dan akhirnya 2,5 persen pada minggu pertama Februari 2009. Bahkan, pemerintah sudah menghitung pertumbuhan ekspor hanya 1 persen. Jika dibandingkan dengan pertumbuhan ekspor tahun 2008 sebesar 13,7 persen, berarti kinerja ekspor Indonesia tahun ini akan merosot sangat tajam.

Seandainya perekonomian dunia terus mengalami pemburukan lebih lanjut dari yang diperkirakan dewasa ini, bisa saja pertumbuhan ekspor kita akan lebih buruk lagi, katakanlah mengalami pertumbuhan negatif. Dengan kata lain, volume ekspor tahun ini akan lebih rendah daripada tahun lalu. Apakah dengan begitu pemerintah lantas akan mengoreksi lagi target pertumbuhan ekonominya?

Sebetulnya, kemerosotan ekspor tak akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi apabila pada waktu yang bersamaan impor pun turun secara proporsional. Bahkan, bertolak dari pengalaman krisis tahun 1998 dan kejadian di China belakangan ini, kemerosotan impor lebih parah ketimbang penurunan ekspor sehingga menghasilkan perbaikan neraca perdagangan dan transaksi berjalan (current account). Lebih jauh lagi, kemerosotan pertumbuhan impor yang lebih tajam daripada pertumbuhan ekspor justru memberikan sumbangsih positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Perekonomian domestik

Maka, lebih baik kita menyiapkan serangkaian langkah untuk mengamankan perekonomian domestik dan langkah terobosan untuk menyiasati kelesuan pasar global. Namun, ada baiknya lebih dulu mengawalinya dengan sejumput optimisme.

Mayoritas ekspor kita adalah komoditas primer dan produk-produk manufaktur bernilai tambah rendah. Salah satu karakteristik menonjol dari produk-produk seperti itu adalah permintaannya kurang peka terhadap perubahan pendapatan atau bahasa teknisnya low income elasticity of demand. Jadi, kalaupun dunia mengalami resesi, volume ekspor kita tak akan anjlok.

Kita tak banyak mengekspor mobil, barang elektronik canggih, dan jasa-jasa modern yang mahal. Justru sebaliknya, produk-produk sejenis itu kebanyakan kita impor. Karena permintaan terhadap produk-produk tersebut sangat peka terhadap perubahan pendapatan, niscaya impor kita untuk produk-produk itu akan turun lebih drastis ketimbang penurunan ekspor kita. Maka, bisa diperkirakan hasil akhirnya akan positif terhadap pertumbuhan ekonomi dan keseimbangan eksternal, khususnya transaksi berjalan.

Kekhawatiran bahwa kemerosotan ekspor akan mengakibatkan gelombang besar PHK bisa diredam jika kita memaksimalkan potensi pasar dalam negeri. Pusatkan saja perhatian pada tiga produk, yakni elektronik, tekstil dan pakaian jadi, serta sepatu. Terutama, berantas habis impor ilegal. Asosiasi produsen elektronik menengarai bahwa lebih dari separuh impor elektronik dilakukan secara ilegal. Porsi yang cukup besar diduga terjadi pula untuk impor tekstil, pakaian jadi, sepatu, serta makanan dan minuman.

Lalu, permudah dan bantu habis-habisan para tenaga kerja kita yang mencari nafkah di luar negeri dengan memberikan jaminan perlindungan hukum. Satu sumber lagi yang berpotensi bagi penerimaan devisa adalah sektor pariwisata.

Dengan pembenahan mendasar di sektor ini, setidaknya kita masih bisa berharap tak terjadi penurunan jumlah pengunjung. Sumbangan TKI dan wisatawan asing sangat besar peranannya dalam penerimaan devisa dan peredam angka pengangguran.

Rasanya, daya tahan kita menghadapi kelesuan ekonomi dunia bisa tak seburuk bayangan angka-angka yang tersajikan belakangan ini asalkan kita mau kerja keras. Buktikan bahwa kita bisa jadi bangsa mandiri.

Faisal Basri Pengamat Ekonomi

Kompas

Sunday, February 8, 2009

Perilaku Investasi

Minggu, 8 Februari 2009 | 01:13 WIB

Elvyn G Masassya Praktisi keuangan

Apakah benar, ketika seseorang berinvestasi tujuannya memupuk kekayaan sebagaimana kerap dipromosikan lembaga atau institusi yang menjual produk keuangan?

Jawabannya tidak. Pemupukan kekayaan hanyalah salah satu dari banyak tujuan investasi. Jadi, ketika tujuan investasi sudah tidak jelas, jangan heran jika banyak investor menuai kegagalan dalam investasinya. Dus, sebelum melakukan dan memilih alat investasi, pastikan dulu tujuan investasi Anda dan kemudian sesuaikan dengan perilaku investasi ketika memilih alat berinvestasi.

Secara konsep, paling tidak ada empat tujuan investasi. Pertama, melindungi modal dan aset dari inflasi. Kedua, memperoleh pendapatan rutin untuk membiayai keseharian. Ketiga, membangun kekayaan dan meningkatkan aset yang telah dimiliki. Keempat, spekulasi dalam rangka mendapatkan keuntungan besar.

Jika dilihat sepintas, tampaknya keempat tujuan investasi tersebut sama saja. Atau sering kali semuanya menjadi tujuan bagi seorang investor. Apakah memang demikian? Jelas tidak.

Lihat tujuan pertama: memproteksi aset dan modal dari jeratan inflasi. Tujuan ini biasanya hanya dimiliki kalangan yang telah mencapai kemapanan finansial. Artinya, investasi bukan lagi untuk memupuk kekayaan. Pilihan investasinya lebih yang berisiko rendah. Misalnya, dana hanya ditempatkan di deposito berjangka atau surat berharga pasar uang berjangka pendek. Sepanjang hasilnya di atas tingkat inflasi, pemilik dana merasa cukup puas. Aset absolutnya bertambah, namun nilai bersih sebenarnya tetap. Yang lebih penting adalah asetnya likuid, jika diperlukan setiap saat dana tersedia.

Beda dengan kalangan yang berinvestasi untuk memperoleh pendapatan rutin dalam rangka membiayai belanja harian. Menempatkan dana dalam bentuk deposito berjangka saja jelas tidak mencukupi. Karena itu, pilihan investasinya pun mesti lebih beragam. Sebutlah menempatkan dana dalam obligasi pemerintah, BUMN, atau swasta yang imbal hasilnya lebih tinggi daripada deposito berjangka.

Bisa juga menempatkan sebagian dana dalam bentuk saham yang fundamentalnya bagus sehingga mampu rutin membayar dividen rutin. Atau menempatkan dana langsung ke sektor riil, misalnya membeli rumah toko yang kemudian disewakan. Jadi, intinya, investasi yang dilakukan diharapkan bisa memberi pendapatan rutin cukup besar dibandingkan deposito berjangka.

Tujuan ketiga: memupuk kekayaan, di mana hasil investasi diharapkan bisa lebih besar ketimbang tujuan kedua. Dalam model ini, dana yang diinvestasikan belum akan dinikmati dalam jangka pendek. Misalnya, dana ditempatkan di deposito berjangka, maka bunganya akan ditambahkan ke dalam pokok pinjaman untuk didepositokan kembali. Lalu, ketika membeli saham dan mendapat dividen dan gain, akan diinvestasikan lagi untuk membeli saham lain bersama pokoknya.

Jika pola semacam ini dilakukan dalam kurun waktu cukup lama, katakanlah 10 tahun, maka jumlah aset dan modal Anda akan berlipat ganda. Namun, pola investasi seperti ini hanya bisa dilakukan oleh kalangan yang untuk biaya sehari-harinya sudah memiliki dari sumber lain.

Yang terakhir, investasi sudah bersifat spekulatif. Mereka dalam golongan selalu mencari jenis investasi yang berani memberi imbal hasil sangat tinggi dan terkadang tidak masuk akal. Kita pernah mendengar kisah Qisar dan Maddoff di mana pihak penggalang dana menggunakan skema ponzi alias piramida uang.

Jika Anda termasuk pihak yang masuk pada awal dan segera keluar, maka Anda beruntung. Tetapi, jika Anda masuk belakangan, maka besar kemungkinan dana Anda sudah raib diberikan kepada pihak yang lebih dulu masuk sebelum Anda.

Investasi bersifat spekulatif juga kerap terjadi di pasar modal. Saham-saham tertentu yang tidak memiliki fundamental bagus ”digoreng” sedemikian rupa sehingga harganya meningkat. Jika Anda tergiur, Anda akan ikut membeli. Pada saat yang sama, pihak ”penggoreng” telah mengambil keuntungan dengan menjual kembali saham tadi.

Sesuaikan dengan tujuan

Ringkasnya, investasi bersifat spekulatif lazimnya tindakan investasi yang tidak didasari analisis, masuk ke jenis investasi ”abu-abu” dan menempatkan dana dalam jumlah cukup besar karena ingin mendapat keuntungan besar dalam jangka pendek.

Berangkat dari tujuan investasi di atas, korelasikan dengan perilaku investasi Anda. Contoh sederhana, sangat tidak mungkin Anda memiliki tujuan investasi spekulatif jika Anda tergolong penakut atau tidak berani mengambil risiko. Investasi ini hanya bisa dilakukan mereka yang ”berani mati” dan ”berani kehilangan uang”.

Dalam realitasnya kita melihat begitu banyak investor yang kemudian melapor pada polisi, menangis tersedu-sedu, atau malah menjadi gila ketika kehilangan dana investasinya. Sebenarnya ini aneh. Karena ketika berani berspekulasi, mestinya berani pula menanggung akibatnya.

Dalam praktiknya, kebanyakan yang berinvestasi spekulatif sebenarnya memiliki tujuan mempunyai pendapatan rutin dalam rangka membiayai kebutuhan sehari-hari. Kalau memang seperti itu faktanya, mestinya pilihan investasinya adalah yang berisiko moderat, bahkan rendah.

Kesimpulannya, perilaku investasi mesti sejalan dengan tujuan investasi. Jika kedua hal ini tidak sinkron, maka besar kemungkinan investasi akan gagal.

Kompas

Friday, February 6, 2009

KRISIS EKONOMI GLOBAL: Pelajaran dari Depresi Besar

Jumat, 6 Februari 2009 | 13:28 WIB

Banyak yang membandingkan derajat kedalaman dan magnitude krisis ekonomi global yang dianggap sebagai krisis terburuk dalam 60 tahun terakhir sekarang ini dengan Depresi Besar (Great Depression) tahun 1930-an.

Pengalaman keberhasilan dan kegagalan dalam mengatasi depresi ekonomi tahun 1930-an seharusnya juga bisa menjadi acuan untuk bisa keluar dengan cepat dari krisis ekonomi dunia sekarang ini atau krisis serupa.

Sayangnya, para akademisi dan ekonom terkemuka dunia sendiri sampai sekarang ini belum sepenuhnya sepakat mengenai kebijakan apa sebenarnya yang paling berperan dalam membuat dunia keluar dari krisis ekonomi terburuk abad ke-20 waktu itu.

Pandangan tradisional selama ini meyakini kebijakan New Deal yang digulirkan Presiden Franklin D Roosevelt (FDR) sebagai kunci keluar dari krisis dan tak sedikit yang mengaitkan pulihnya kembali ekonomi AS waktu itu dengan meletusnya Perang Dunia.

Banyak studi yang menunjukkan peran PD II dan kebijakan fiskal terkait PD II sebagai faktor terpenting pemulihan ekonomi yang terjadi pada kurun 1941-1942.

Namun, tak sedikit pula studi lain yang membantah temuan ini dengan mengungkapkan bahwa sebagian besar pemulihan ekonomi sudah terjadi sejak sebelum perang meletus. Christina Romer, yang sebelumnya sempat disebut-sebut sebagai kandidat Ketua Dewan Penasihat Ekonomi Presiden Barack Obama, adalah salah satu yang menyebutkan bahwa kebijakan fiskal nyaris sama sekali tak menyumbang pada pemulihan ekonomi AS yang terjadi sebelum tahun 1942.

Beberapa ekonom lain melihat peran belanja fiskal yang dilakukan FDR waktu itu lebih sebagai melapangkan jalan untuk terjadinya pemulihan ekonomi secara alamiah ketimbang sebagai motor pemulihan itu sendiri.

Pandangan lain lagi yang muncul belakangan menyebutkan, pemulihan ekonomi AS dari Depresi Besar lebih didorong oleh pergeseran ekspektasi yang ditimbulkan oleh langkah kebijakan yang ditempuh FDR.

Peningkatan belanja pemerintahan federal dan peningkatan defisit federal (bukan negara bagian) pada tahun 1930-an berperan besar dalam mengubah ekspektasi masyarakat mengenai arah ekonomi, dari yang semula bias deflasioner menjadi inflasioner. Ekspektasi ini yang kemudian menuntun pada turunnya suku bunga riil dan melonjaknya permintaan agregat dalam perekonomian.

Sekelompok ekonom lain, termasuk Bruce Bartlett dari Forbes.com, mengatakan, Depresi Besar 1930-an baru benar-benar berakhir setelah ditempuhnya kebijakan moneter dan fiskal yang sama-sama ekspansif menjelang PD II.

Fiskal ekspansif

Dari studi IMF sendiri (”Fiscal Policy for the Crisis”, Desember 2008) terhadap beberapa kasus krisis besar, mulai dari Depresi Besar 1930-an, krisis perbankan Jepang 1997, krisis finansial Asia 1997, krisis bank simpan pinjam (saving and loan) di AS tahun 1980- 1990, serta krisis perbankan dan ekonomi negara-negara Nordik awal 1990-an, lembaga itu tak bisa menyebutkan secara konklusif seberapa besar efek multiplier dari langkah fiskal yang diambil.

Anehnya, berkebalikan dengan resep kebijakan pengetatan yang diterapkannya dalam penyelesaian krisis finansial Asia 1997, IMF dalam studi itu sependapat dengan kelompok ekonom pengikut aliran Keynesian yang menyatakan diperlukan suatu kebijakan fiskal yang sangat ekspansif untuk bisa keluar dari krisis sekarang.

Paket kebijakan yang diambil, menurut IMF, harus mampu mengatasi dua hal, yakni problem sistem finansial dan masalah penurunan permintaan agregat dalam perekonomian. Artinya, harus mengandung dua komponen, yakni menyehatkan kembali sistem finansial dan mendongkrak permintaan agregat.

Untuk bisa berhasil, menurut IMF, paket stimulus fiskal itu harus tepat waktu (timely), masif, berkelanjutan (lasting), terdiversifikasi, kebersamaan (contingent), kolektif, dan sustainable.

Alasan harus tepat waktu karena yang diperlukan adalah langkah sesegera mungkin untuk mengatasi krisis. Skalanya harus besar karena penurunan permintaan swasta yang terjadi atau akan terjadi juga luar biasa besar. Berkelanjutan karena penurunan ekonomi diyakini akan berlangsung cukup lama. Terdiversifikasi karena ada ketidakpastian yang sangat besar menyangkut efektivitasnya, apa pun langkah yang ditempuh.

Kebersamaan karena upaya menekan probabilitas terulangnya kembali Depresi Besar juga menuntut adanya komitmen untuk menempuh langkah lebih jauh dari semua pihak dan secara kolektif jika diperlukan karena krisis hanya bisa diatasi jika semua negara yang masih memiliki kapasitas atau ruang fiskal juga ikut berkontribusi.

Aspek sustainabilitas juga harus diperhatikan agar langkah stimulus dalam skala masif ini tak menuntun pada ledakan utang dan reaksi yang tak dikehendaki dari pasar finansial.

Salah satu yang mengkhawatirkan stimulus sekarang ini kemungkinan tak cukup memadai (not big enough) adalah ekonom peraih Nobel Ekonomi Paul Krugman. Menurut Krugman, persoalan sekarang ini adalah seberapa radikal langkah yang diambil Obama untuk menjaga agar sistem finansial tetap berfungsi di tengah krisis yang semakin memburuk dan semakin sulit diatasi dengan semakin berlalunya waktu.

Yang diperlukan sekarang ini, menurut dia, adalah langkah drastis segera agar AS tak terperangkap dalam kemelut ekonomi seperti sekarang ini secara berkepanjangan.

Dari formula dan komposisi paket stimulus yang diluncurkan banyak negara sekarang ini, IMF melihat komponen stimulus yang memiliki efek multiplier terbesar tampaknya adalah dengan menggenjot belanja pemerintah dan pengurangan pajak serta transfer yang bersifat terarah. Sementara penurunan pajak yang bersifat umum atau subsidi, baik yang ditujukan pada konsumen maupun sektor dunia usaha, dinilai tak besar efek multiplier-nya.

Kalkulasi sejumlah kalangan yang dikutip IMF dan Krugman menyebutkan, biaya yang dikeluarkan AS untuk mengamankan satu lapangan pekerjaan di suatu sektor jauh lebih besar daripada rata-rata upah tahunan di sektor tersebut.

Perhitungan yang dikeluarkan Federal Reserve Dallas tahun 2002 menyebutkan, diperlukan 230.000 dollar AS lebih hanya untuk mempertahankan satu lapangan kerja di 20 sektor dalam perekonomian sebagai konsekuensi dari kebijakan proteksi yang ditempuh pemerintah di sektor tersebut.

Suatu ongkos yang sangat mahal hanya untuk satu lapangan kerja. Namun, para ekonom dan politisi mengingatkan bahayanya jika tak ditempuh stimulus. Tanpa ada stimulus, krisis akan semakin memburuk dan berkepanjangan, serta angka pengangguran di AS diperkirakan juga membengkak menjadi 16 juta tahun 2010.

Sementara itu, jika ditempuh stimulus, angka pengangguran berdasarkan konsensus sejumlah lembaga, bisa ditekan menjadi 13 juta pada tahun 2010. Dalam tiga bulan terakhir 2008, angka pengangguran di AS bertambah 500.000 per bulan dengan jumlah penganggur tahun lalu mencapai 6 juta orang, sementara output ekonomi anjlok 6 persen dibandingkan periode sama tahun 2007.

Sektor yang paling terpukul adalah sektor konstruksi yang dalam tahun 2008 saja mengurangi 1,3 juta tenaga kerja.

Ekonom Moody’s Economy.com, Mark M Zandi, memproyeksikan paket stimulus senilai 750 miliar dollar AS (terakhir membengkak menjadi 900 miliar dollar AS lebih) yang diusulkan pemerintahan Obama akan menumbuhkan PDB sebesar 2,9 triliun dollar AS dalam empat tahun ke depan atau sekitar empat kali lipat dari biaya stimulus.

Ia memproyeksikan PDB AS akan meningkat masing-masing 1 triliun dollar AS lebih pada tahun 2011 dan 2012. Sementara itu, Christina Romer dan Jared Bernstein memperkirakan, paket stimulus akan menciptakan 3,7 juta lapangan kerja pada akhir tahun 2010.

Paket stimulus Obama itu sendiri sukses mengombinasikan dua pendekatan ideologis (kelompok pengikut aliran Keynes dan penentang) yang saling bertentangan sekaligus merupakan semacam bentuk kompromi yang ditempuh Obama dalam upaya mendapatkan dukungan dua kubu partai (Demokrat dan Republik/bipartisan) terhadap paket yang akan digulirkan.

Di antara langkah itu adalah pemotongan pajak temporer senilai 300 miliar dollar AS sebagaimana dikehendaki kubu Republik dan perluasan program jaring pengaman sosial, seperti asuransi pengangguran, yang dinilai kubu Demokrat bermanfaat, baik secara ekonomi maupun sosial.

Ekonom yang yakin paket stimulus Obama ini akan berhasil atau gagal sama-sama kuat. Ada beberapa alasan yang membuat sebagian ekonom percaya stimulus dalam bentuk proyek infrastruktur akan berjalan di lapangan. Salah satunya, pemerintah negara bagian dan pemerintah daerah sudah memiliki proyek infrastruktur yang siap (ready to go) untuk segera direalisasikan dan selama ini tertunda karena keterbatasan anggaran daerah. AS mungkin juga tak mengalami kendala institusional seperti yang kita alami di Indonesia.


Sri Hartati Samhadi
Sumber : Kompas Cetak

Kompas

Harapan Baru Dorong Nilai Dow Jones

Jumat, 6 Februari 2009 | 06:07 WIB

NEW YORK, JUMAT - Pelaku pasar di bursa saham Wall Street, New York, untuk sementara tak terendam dalam kekhawatiran akan kelesuan ekonomi di AS. Kalangan investor mengalihkan perhatian pada saham teknologi serta ritel setelah sejumlah perusahaan di sektor itu mencatat laba dan penjualan lebih memuaskan dari yang diharapkan.

Kenaikan penjualan itu terlihat dari laporan Wal-Mart Stores Inc. dan Macy’s Inc. Kabar positif tentang pendapatan kuartal keempat Akamai Technologies Inc. telah mendorong kenaikan nilai saham teknologi.

Laporan tersebut telah mengembuskan kegairahan baru ke bursa Wall Street di tengah resesi ekonomi yang dihadapi oleh AS. Namun, investor masih bersikap waspada menghadapi laporan lonjakan jumlah pengangguran yang diumumkan oleh Departemen Tenaga Kerja AS Jumat (6/2).

Indeks industrial Dow Jones terdongkrak 106 poin serta ditutup pada 8.063. Sejumlah indeks terkemuka lainnya juga mengalami kenaikan.

Indeks The Standard & Poor’s 500 naik 14 poin serta ditutup pada 846. Sementara indeks terkemuka Nasdaq melonjak 31 poin serta ditutup pada 1.546.

JIM
Sumber : AP

Kompas

Happy Birthday!...

HAPPY BIRTHDAY TO ME :) ...

-Muhammad Idham Azhari-

Kamus Investasi & Keuangan

Active Market
Perdagangan suatu saham dengan volume besar dalam kondisi harga penawaran dan harga permintaan berkisar sempit.
Agen Asuransi
Seseorang atau badan yang diberi kuasa atau yang ditunjuk untuk mewakili atau bertindak atas nama seseorang atau badan lain dan mempunyai hubungan tetap dengan yang diwakilinya
Akuisisi
Pengambilalihan perusahaan oleh perusahaan lain melalui pembelian saham.
Analisa Fundamental
Merupakan analisa saham berdasarkan kinerja keuangan, pangsa pasar dan kemampuan manajemen dalam menjalankan perusahaan untuk menentukan harga saham di masa mendatang.
Analisa Teknikal
merupakan analisa saham berdasarkan pergerakan harga dan volume di masa lalu. Pembentukan trend ini dapat dipakai untuk memperkirakan gerak harga saham di masa depan.
Anggota bursa
Perusahaan-perusahaan sekuritas yang telah memperoleh izin dari Badan Pengawas Pasar Modal dan mempunyai hak untuk menggunakan sistem yang tersedia di bursa. Biasanya mereka pula yang menjadi pemegang saham bursa bersangkutan.
Annual report
Laporan keuangan dalam jangka waktu satu tahun (lihat Laporan Keuangan) dan telah mendapat persetujuan pemegang saham lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Arbitrase
Dengan melakukan Arbitrase, investor dapat mengambil laba dari perbedaan harga yang terjadi karena surat berharga yang sama diperdagangkan di dua atau lebih pasar dengan tidak adanya risiko tambahan.
Auction Market
Pembentukan harga di pasar reguler dilakukan dengan cara tawar menawar (auction market) secara terus menerus berdasarkan kekuatan pasar.

Balance sheet
Laporan neraca keuangan perusahaan yang menunjukkan keadaan kekayaan, utang, dan modal per tanggal tertentu.
Bearish
Kondisi bursa ketika harga saham, obligasi, dan komoditas yang diperdagangkan turun dalam masa yang cukup lama.
Biaya Administrasi
sebagian ada yg untuk agent, sebagian untuk administrasi seperti rekening koran, kurir , dan lain-lain.
Biaya Akuisisi
Adalah biaya awal yg ditetapkan perusahaan sebagai dana awal nasabah, untuk coveragenya, untuk gaji2 pegawai (non agent/ agency), operational perusahaan, de el el.
Biaya Asuransi

Adalah biaya untuk kelangsungan cover atas seluruh benefitnya.

Biaya Asuransi
adalah biaya untuk kelangsungan cover atas seluruh benefitnya.
Bid
Penawaran yang diajukan oleh calon pembeli saham. Harga penawarannya disebut bid price.
Block Trading
Perdagangan dalam jumlah besar (block trading) adalah perdagangan untuk jumlah saham minimal 200 (dua ratus) ribu lembar saham.
Bluechips
Sering diterjemahkan sebagai saham unggulan. Biasanya menunjukkan pada saham-saham perusahaan yang memiliki reputasi baik serta gampang diperjualbelikan di bursa saham karena banyak peminatnya.
Bond
Sebutan lain untuk obligasi. Surat bukti utang jangka panjang dari emiten, lazimnya di atas tiga tahun. Setiap periode tertentu pemilik surat ini bisa menukarkan kupon-kupon yang terlampir untuk mendapatkan bunga dari emiten, sampai akhirnya jatuh tempo ketika perusahaan harus melunasi utangnya. Bond bisa diperjualbelikan di bursa efek.
Book value
Nilai perusahaan dihitung dari total asset dikurangi harta tidak terwujud, dikurangi utang dan nilai nominal dari saham preferen.
Broker
Sebutan lain pialang. Individu atau perusahaan yang bertindak sebagai perantara jual dan beli atas efek-efek yang diterbitkan oleh perusahaan (emiten) dengan memperoleh imbalan jasa.
Bullish
Kebalikan dari bearish. Kondisi bursa ketika harga saham, obligasi, dan komoditas yang diperdagangkan naik dalam masa yang cukup lama.
Bursa efek
Pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem dan atau sarana untuk mempertemukan penawaran jual dan beli efek. Di Indonesia saat ini ada dua bursa efek: Bursa Efek Jakarta (BEJ) dan Bursa Efek Surabaya (BES).
Buyback
Emiten kadangkala melakukan Buyback atau pembelian kembali saham yang beredar dengan tujuan meningkatkan pendapatan per lembar saham dan sekaligus harga pasarnya.

Capital gain
Keuntungan yang diperoleh investor dari jual beli saham.
Capital market
Bahasa keren untuk menggambarkan perdagangan surat-surat berharga, termasuk saham dan obligasi.
Cash flow
Pencatatan perubahan modal kerja sehubungan dengan kegiatan usaha perusahaan yang dilaporkan. Catatan memperlihatkan perincian sumber uang kas dan penggunaannya.
Cash Fund Unit Link (Unit Link Dana Kas atau Pasar Uang)

Jenis unit link ini merupakan pilihan instrumen investasi yang paling aman dimana portofolio investasi akan ditempatkan 100% pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, sertifikat BI, dan surat hutang jangka pendek. Rentang waktu investasinya jangka pendek dengan tingkat risiko paling rendah.

Cash Fund Unit Link (Unit Link Dana Kas atau Pasar Uang)
Jenis unit link ini merupakan pilihan instrumen investasi yang paling aman dimana portofolio investasi akan ditempatkan 100% pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, sertifikat BI, dan surat hutang jangka pendek. Rentang waktu investasinya jangka pendek dengan tingkat risiko paling rendah.
Closing Price
Harga penutupan suatu efek/surat berharga.
Company listing
Pendaftaran saham perusahaan ke bursa efek agar bisa diperjualbelikan.
Crossing
Perdagangan tutup sendiri (Crossing) adalah perdagangan untuk transaksi jual-beli yang dilakukan oleh satu Anggota Bursa.
Custody
Biasa diterjemahkan dengan kata kustodian. Lembaga atau pihak yang menyimpan surat-surat berharga yang diperdagangkan seperti saham. Tujuannya macam-macam, salah satunya agar memudahkan penyelesaian transaksi di kemudian hari.
Cut Loss
Tindakan untuk menghindari terjadinya kerugian yang lebih besar dengan menjual saham pada harga yang lebih rendah dibanding harga beli.

Delisting
Penghapusan saham suatu perusahaan dari bursa efek. Dengan begitu, saham bersangkutan tak bisa lagi diperdagangkan di bursa.
Dilusi
Pengurangan proporsi kepemilikan seorang pemegang saham pada suatu perusahaan.
Disclaimer
Pernyataan penolakan bertanggung jawab atas risiko investasi yang mungkin muncul akibat penggunaan informasi yang tertera pada suatu laporan riset, surat pernyataan, atau semacamnya.
Diversifikasi
Cara berinvestasi dengan menanamkan uang pada beragam efek, misalnya membeli saham dari beberapa perusahaan yang berbeda sekaligus.
Divestasi
Kebalikan dari investasi alias penjualan kembali saham perusahaan. Istilah ini populer ketika pemerintah menjual saham-saham "hasil sitaan" BPPN.
Dividen
Bagian laba yang diberikan emiten kepada para pemegang sahamnya dan besarnya dividen ditentukan oleh RUPS. Dividen bisa dibagikan dalam bentuk tunai (cash dividen) maupun dalam bentuk saham (stock dividen).
Dual Listing
Sebuah surat berharga dikatakan Dual Listing jika dicatatkan di lebih dari satu bursa sehingga likuiditas surat berharga tersebut lebih terjaga.

Earning per share
Laba bersih per saham suatu perusahaan. Cara menghitungnya, laba bersih perusahaan dibagi dengan jumlah seluruh saham.
Efek
Seluruh surat berharga alias surat-surat yang memiliki nilai uang, seperti obligasi, saham, unit penyertaan.
Efek Beragun Aset

Unit Penyertaan Kontrak Investasi Kolektif yang portofolionya terdiri dari aset keuangan berupa tagihan yang timbul dari surat berharga komersial, sewa guna usaha, perjanjian jual beli bersyarat, perjanjian pinjaman cicilan, tagihan kartu kredit, pemberian kredit termasuk kredit pemilikan rumah atau apartemen, Efek bersifat hutang yang dijamin oleh pemerintah, Sarana Peningkatan Kredit (Credit Enhancement)/Arus Kas (Cash Flow), serta aset keuangan setara dan aset keuangan lain yang berkaitan dengan aset keuangan tersebut. Dengan demikian Efek Beragun Aset bukan merupakan Reksa Dana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 27 Undang-undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Pasar Modal.

Emiten
Perusahaan yang menerbitkan dan menawarkan surat berharga kepada masyarakat atau investor melalui penawaran umum.
Emiten

Pihak yang melakukan Penawaran Umum.

Endorsement
(pengalihan hak) pengesahan pemindahan hak milik aset dengan membubuhi tanda tangan dan cap di balik efek.
Equity Unit Link (Unit Link Dana Saham)
Jenis unit link ini paling sesuai untuk nasabah yang ingin mendapatkan pertumbuhan hasil investasi secara maksimal. Untuk mencapai tujuan tersebut, dana investasi akan dikembangkan pada instrumen yang memiliki potensi pertumbuhan paling besar yaitu saham (sekurang-kurangnya 80%). Tingkat return atau pengembalian hasil investasi akan berubah dari tahun ke tahun dan berfluktuasi seiring dengan kondisi pasar saham.

Face value
nilai nominal, nilai yang tercantum pada sekuritas seperti wesel, obligasi dll.
Fenomena Standard & Poor's (S&P)
Sebuah saham cenderung mengalami kenaikan harga jika baru saja masuk dalam S&P Index karena dana indeks yang terkait akan menyesuaikan portofolio mereka, inilah Fenomena Standard & Poor's (S&P).
Financial Statement
laporan keuangan, laporan utama yang diterbitkan secara periodik, disusun berdasarkan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima umum menyajikan kondisi keuangan perusahaan (neraca), laporan rugi-lab, dan laporan perubahan ekuitas pemilik.
Fixed Income Investment
investasi pendapatn tetap, suatu efek yang hanya memberikan suatu tingkat pendapatan tetap, contoh: obligasi, saham preferen dll.
Fixed Income Unit Link (Unit Link Pendapatan Tetap)
Jenis unit link ini cocok diambil oleh nasabah yang ingin mendapatkan keuntungan pada tingkat bunga optimal namun tetap mengutamakan pendapatan yang stabil dan konsisten. Komposisi dana investasi akan difokuskan pada instrumen obligasi (sekurang-kurangnya 80%).
Fundamental Analysis
merupakan analisa saham berdasarkan kinerja keuangan, pangsa pasar dan kemampuan manajemen dalam menjalankan perusahaan untuk menentukan harga saham di masa mendatang.

Gain (Untung)
Hasil keuntungan yang diperoleh dan transaksi surat berharga; keuntungan tersebut terjadi apabila harga Jual surat berharga lebih besar daripada harga beli
Go public
Rangkaian proses ketika suatu perusahaan menawarkan sahamnya untuk masyarakat luas.
Growth Stock
memperlihatkan perolehan penghasilan yang lebih cepat dari rata-rata beberapa tahun terakhir dan menunjukkan pertumbuhan laba lebih tinggi dalam jangka panjang.

Harga nominal (par value)
Nilai yang ditetapkan emiten untuk menilai setiap saham yang dikeluarkannya.
Harga Pari
par value, istilah lain dari harga nominal.
Harga pasar
Harga terakhir yang dilaporkan saat saham terjual di bursa. Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di bursa.
Harga perdana
Harga pada waktu pertama kali suatu efek ditawarkan kepada masyarakat.
Hedging
Investor seringkali melakukan Hedging dengan cara melakukan transaksi yang berlawanan di pasar berjangka atas posisi investasi mereka di pasar spot.
Hedging
dari kata "Hedge" yang maksudnya mengambil langkah pengamanan dari suatu keadaan agar bila dalam pergerakan market, asset kita tidak rugi atau paling tidak ruginya diminimalisir. Misalkan kita punya pinjaman dari bank dengan bunga sekian, kita tempatkan dana pinjaman kita di suatu bisnis atau investasi yang menghasilkan lebih dari bunga bank, nah ini berarti kita udah "hedging" uang pinjaman bank yang kita ambil. kita punya dana 100 juta kita belikan semua ke satu saham bluechip seharga $100, nah supaya menjaga agar investasi kita disaham tidak jatuh, maka kita bisa beli Futures contract daripada saham itu, misakan futures contract 3 bulan kedepan kita bisa menjual saham itu di harga $100, jadi kalau harga saham turun ke $75 pun, di bulan ke 3 kita tetap bisa break even, karena udah ada "Hedging" di futures contract saham.
Holding company
Biasa disebut pula perusahaan induk. Artinya, perusahaan yang memiliki saham dengan hak suara yang cukup di dalam perusahaan lain untuk mempengaruhi dewan direksi sehingga bisa mengendalikan kebijaksanaan dan manajemen perusahaan tersebut.

Indeks
Indikator yang menggambarkan pergerakan harga seluruh saham di bursa efek atau saham-saham tertentu.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)
Indikator gabungan dari pergerakan harga seluruh saham yang tercatat di Bursa Efek Jakarta, baik saham biasa maupun saham preferen. Hari dasar perhitungan IHSG adalah tanggal 10 Agustus 1982 dengan nilai 100.
Initial Public Offering (IPO)
Penawaran saham perdana pada saat perusahaan mulai go public.
Insider trading
Transaksi saham berdasarkan bocoran informasi rahasia dari pihak-pihak yang terkait dengan emiten, konsultan perusahaan, atau regulator (insider information). Transaksi seperti ini biasanya melibatkan orang-orang yang menurut aturan tidak boleh melakukan transaksi. Contoh insider trading, direksi perusahaan yang memperdagangkan saham perusahaan sendiri.
Instrumen Pasar Modal
semua instrumen keuangan yang berada di pasar modal sebagai media investasi. Saat ini di Indonesia ada tujuh instrumen, yaitu: saham, obligasi, obligasi konversi, rights, waran, reksadana, dan asset back securities.
Interest Coverage
menunjukkan kemampuan perusahaan untuk membayar bunga dan potensinya untuk meningkatkan/mengurangi kembali pinjamannya.
Investasi
Kegiatan menanam dana atau modal dengan tujuan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan.
Investor
Perorangan atau lembaga yang menanamkan modalnya dalam saham perusahaan.

Jakarta Automated Trading System (JATS)
merupakan sistem perdagangan Efek yang berlaku di Bursa Efek Jakarta untuk perdagangan yang dilakukan secara otomasi dengan menggunakan sarana computer.

Kapitalisasi pasar
Harga saham perusahaan dikalikan dengan jumlah saham yang diedarkan.
Klaim (claim)
Permintaan ganti rugi dari tertanggung, kepada penanggung sesuai dengan kerugian yang dipertanggungkan berdasarkan polisnya.
Kliring
Proses penentuan hak dan kewajiban yang timbul dari transaksi di bursa atau pertukaran efek antarpialang sekaligus perhitungan rekening masing-masing.
Kontrak
Kontrak unit link biasanya jangka Panjang diatas 10 tahun, sehingga ada kedisiplinan untuk terus membayar premi (setiap jatuh tempo pembayaran, perusahaan asuransi mengingatkan hal tersebut)
Kontrak Investasi Kolektif
Kontrak antara Manajer Investasi dan Bank Kustodian yang mengikat pemegang Unit Penyertaan dimana Manajer Investasi diberi wewenang untuk mengelola portofolio investasi kolektif dan Bank Kustodian diberi wewenang untuk melaksanakan Penitipan Kolektif.
Konversi Saham
perubahan bentuk saham dari wujud fisik menjadi data elektronik
Kustodian

Pihak yang memberikan jasa penitipan Efek dan harta lain yang berkaitan dengan Efek serta jasa lain, termasuk menerima dividen, bunga, dan hak-hak lain, menyelesaikan transaksi Efek, dan mewakili pemegang rekening yang menjadi nasabahnya.

Laporan keuangan
Suatu laporan mengenai keadaan keuangan perusahaan. Isi laporan ini termasuk neraca perusahaan, laporan laba-rugi, dan arus kas.
Lembaga Kliring dan Penjaminan

Pihak yang menyelenggarakan jasa kliring dan penjaminan penyelesaian Transaksi Bursa.

Lembaga Penyimpanan dan Penyelesaian

Pihak yang menyelenggarakan kegiatan Kustodian sentral bagi Bank Kustodian, Perusahaan Efek, dan Pihak lain.

Likuiditas
Karakteristik suatu saham yang jumlahnya cukup banyak di dalam peredaran sehingga memungkinkan untuk dilakukan transaksi dalam jumlah besar tanpa harus menyebabkan turunnya harga saham.
Lot
Satuan terkecil perdagangan saham di bursa (500 saham).
LQ-45
Indeks di Bursa Efek Jakarta yang terbentuk dari 45 saham dengan likuiditas dan kapitalisasi pasar tertinggi dan diseleksi melalui beberapa kriteria pemilihan, dengan evaluasi setiap 6 bulan sekali.

Managed Unit Link (Unit Link Pendapatan Campuran)
Jenis unit link ini sesuai untuk para nasabah yang ingin memperoleh investasi yang memberikan pendapatan memadai sekaligus memanfaatkan peluang pertumbuhan investasi dalam jangka panjang.
Manajer Investasi
Manajer Investasi atau yang biasa disebut fund/investment manager adalah pihak yang kegiatan usahanya mengelola portofolio efek, dan menjual bagian (unit) dalam portofolio tersebut kepada investor, baik investor institusional maupun individual. Untuk mencapai tujuan tersebut, pengelolaan dana investasi akan difokuskan pada saham dan obligasi dengan komposisi tertentu sehingga dapat diperoleh tingkat return yang optimal. Tingkat pengembalian dapat berfluktuasi dari tahun ke tahun namun relatif lebih stabil dibandingkan unit link dana saham.
Manajer Investasi
pihak yang mendapatkan izin Bapepam untuk mengadakan usaha mengelola portfolio efek bagi para nasabah atau mengelola portfolio investasi kolektif untuk sekelompok nasabah.
Manipulasi Pasar
usaha-usaha perorangan atau sekelompok investor dengan cara memberikan informasi yang tidak sebenarnya untuk mempengaruhi investor lain melakukan perdagangan.
Margin Trading
perdagangan marjin, perdagangan efek oleh nasabah dengan sebagian penbiayaannya dilakukan oleh perantara pedagang efek dengan jaminan saham yang dibeli
Market Capitalization
nilai suatu perusahaan publik berdasarkan harga pasar dari saham biasa yang diterbitkan dikalikan jumalh saham yang beredar.
Market order
pesanan jual/beli berdasarkan harga terbaik yang terjadi di bursa.
Market Orders
pesanan jual/beli dari nasabah untuk suatu efek berdasarkan pada penawaran/permintaan terbaik saat itu.
Merger
Penggabungan dua perusahaan atau lebih menjadi satu, di mana unit yang dominan menyedot unit yang pasif, dan unit yang dominan ini meneruskan kegiatan bisnisnya di bawah nama yang sama. Berlawanan dengan merger, dalam suatu konsolidasi (atau peleburan usaha), dua unit bergabung dan diganti dengan suatu perusahaan baru, biasanya dengan nama yang baru pula
NAV (Nett Aset Value)
Penghitungan seluruh total nilai investasi reksadana sejenis, dikurangi dengan biaya-biaya pengeloaan reksadana dan kemudian dibagi dengan total unit penyertaan yang dikeluarkan oleh perusahaan reksadana.

Odd Lot
Perdagangan di bawah standar lot (Odd Lot) adalah perdagangan untuk jumlah saham kurang dari standar lot, yaitu kurang dari 500 lembar saham untuk saham sektor non perbankan atau kurang dari 5000 lembar saham untuk saham sektor perbankan.
Offer
Penawaran jual suatu saham di bursa oleh calon penjual. Harga penawarannya disebut offer price.
Open Price
harga pembukaan, harga pada saat pasar pertama kali dibuka
Opsi (option)
hak untuk membeli atau menjual suatu saham pada harga yang telah diperjanjikan dalam kontrak/perjanjian.

Pasar perdana
Penjualan efek pertama kali kepada publik pada saat IPO.
Pasar sekunder
Suatu transaksi yang berlangsung pada setiap hari bursa bertempat di bursa efek terhadap saham-saham yang terdaftar di bursa efek. Proses transaksi ini berlangsung antara para broker baik atas nama sendiri maupun atas nama orang lain.
Pasar Tutup Sendiri
penjual dan pembeli saham menggunakan pialang yang sama.
Penasihat Investasi

Pihak yang memberi nasihat kepada Pihak lain mengenai penjualan atau pembelian Efek dengan memperoleh imbalan jasa.

Penawaran Tender

penawaran melalui Media Massa untuk memperoleh Efek Bersifat Ekuitas dengan cara pembelian atau pertukaran dengan Efek lainnya .

Penjamin Emisi Efek

Pihak yang membuat kontrak dengan Emiten untuk melakukan Penawaran Umum bagi kepentingan Emiten dengan atau tanpa kewajiban untuk membeli sisa Efek yang tidak terjual.

Perdagangan tanpa warkat
(scripples trading) perdagangan saham yang penyelesaian transaksinya tanpa menggunakan sertifikat saham secara fisik.
Perolehan (Return )
Suatu jumlah dimana suatu investasi dapat bertambah karena penggabungan bunga atau pendapatan devidend dan pertumbuhan modal. Hal ini dinyatakan dalam prosentase. Untuk unit link syariah, perolehan atau return adalah bagi hasil
Perusahaan publik
Perseroan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 (tiga ratus) pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp 3 miliar atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah.
Pialang
Pihak yang melaksanakan pembelian dan atau penjualan saham atas perintah investor. Dari aktivitasnya mendapatkan komisi (fee).

Portofolio
Jika Anda melakukan diversifikasi investasi dilebih dari sebuah saham atau dengan kombinasi obligasi, properti atau aktiva lainnya dengan tujuan mengurangi risiko, maka Anda telah menciptakan Portofolio.
Portofolio (Portfolio)
Sekuritas (khususnya ekuitas, obligasi dan uang tunai) dimiliki oleh investor atau oleh suatu reksa dana.
Premi
Biaya pertanggungan yang dibayar secara sekaligus atau berkala oleh tertanggung kepada penanggung berdasarkan suatu polis. Nasabah unit link membayar premi dalam dua porsi: porsi premi perlindungan dan porsi investasi. Premi perlindungan berfungsi sama dengan premi pada asuransi biasa. Sedangkan porsi investasi akan disetorkan oleh perusahaan asuransi kepada manajer investasi untuk dikelola.

Prospektus

Setiap informasi tertulis sehubungan dengan Penawaran Umum dengan tujuan agar pihak lain membeli efek.

Quote
kependekan dari quotation, menunjukkan harga saat ini (real time price) untuk saham yang ditawarkan, kadang quote menunjukkan pula harga tertunda.

RBC
(Risk Based Capital), yaitu rasio yang mengukur kesehatan dan dan keamanan finansial perusahaan asuransi. Semakin besar semakin baik. Sedangkan ketentuan pemerintah hanya 120%
Redemption
mekanisme pembelian kembali oleh manajer investasi atas unit penyertaan yang telah dibeli oleh investor atau nasabahnya. Atau, suatu mekanisme di mana investor atau nasabah reksa dana menjual unit penyertaan yang dimilikinya dan manajer investasi wajib membeli kembali unit penyertaan tersebut.
REINSTATEMENT (PEMULIHAN POLIS)
Menghidupkan kembali polis yang sudah batal karena tidak membayar premi.
Return
Hasil yang diperoleh dari penanaman modal tertentu dalam suatu perusahaan di dalam periode tertentu.
Right issue
Penawaran umum terbatas efek pada harga tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya kepada pemegang saham lama dalam rangka penerbitan hak memesan efek terlebih dahulu.
Saham
Bagian kepemilikan dari suatu badan usaha. Jika Anda membeli atau memiliki sebagian saham dari suatu perusahaan berarti Anda ikut serta memiliki perusahaan dan tentu saja Anda memiliki klaim baik pada kekayaan maupun pada penghasilan perusahaan.
Saham bonus
Penerbitan saham untuk dibagikan secara cuma-cuma kepada pemegang saham
Saham Gorengan
Adalah saham perusahaan-perusahaan yang umumnya diperdagangkan bukan berdasarkan fundamentalnya tetapi sering diperdagangkan oleh para bandar saham untuk mendapatkan keuntungan
Saham Tidur
Saham yang tidak aktif diperdagangkan.
Scripless trading
Perdagangan saham tanpa warkat.
Securities company (perusahaan efek)
Perusahaan yang telah memperoleh izin usaha berdasarkan keputusan ini untuk menjalankan satu atau beberapa kegiatan sebagai penjamin emisi, perantara pedagang efek, manajer investasi, atau penasihat investasi.
Short selling
Menjual saham walaupun belum memilikinya. Biasanya strategi ini dilakukan ketika investor yakin harga saham akan turun pada hari yang sama, sehingga dia bisa membeli ketika harganya lebih rendah ketimbang saat dia menjualnya.
Stock split
Pemecahan setiap satuan unit saham menjadi lebih dari satu sehingga akan menambah jumlah saham yang beredar.
Suspend
Penghentian perdagangan saham untuk sementara.

Top-up
Tambahan investasi di luar premi asuransi yang dibayarkan tiap bulan. Biasanya tambahan nilai investasinya ini ditentukan minimal Rp 1 juta untuk satu kali setoran.
Trading floor
Lantai bursa, tempat transaksi efek berlangsung
Transaksi Bursa

kontrak yang dibuat oleh Anggota Bursa Efek sesuai dengan persyaratan yang ditentukan oleh Bursa Efek mengenai jual beli Efek, pinjam-meminjam Efek, atau kontrak lain mengenai Efek atau harga Efek.

Transaksi di Luar Bursa

transaksi antar Perusahaan Efek atau antara Perusahaan Efek dengan Pihak lain yang tidak diatur oleh Bursa Efek, dan transaksi antar Pihak yang bukan Perusahaan Efek.

Undersubscribed
jika jumlah permintaan terhadap saham perdana kurang dari jumlah saham yang akan diterbitkan.
Undervalued
Saham atau surat berharga yang menurut persepsi orang diperdagangkan dengan harga di bawah nilai likuidasinya.
Underwriter
Di sebut juga dengan penjamin emisi, perusahaan sekuritas yang bertindak melaksanakan penjaminan atas keberhasilan penjualan emisi efek tersebut
Unit
Unit adalah satuan kepemilikan investasi termasuk pecahan di dalamnya yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari dana investasi. Jumlah unit yang dialokasikan tergantung dari jumlah premi investasi yangdialokasikan dan nilai unit pada saat penempatan.
Unit link
Adalah produk asuransi yang menggabungkan layanan asuransi dan investasi sekaligus. Dengan menjadi nasabah produk unit link, seseorang bisa mendapatkan manfaat ganda yaitu perlindungan asuransi dan investasi. Produk asuransi yang ditawarkan bisa berbentuk asuransi kesehatan atau asuransi jiwa, tetapi biasanya dipasarkan dalam kemasan yang lebih menarik bagi masyarakat: misalnya tabungan masa depan atau asuransi pendidikan. Sedangkan pembayaran premi hanya sampai tahun tertentu saja dan selebihnya investasi atau tabungannya yang akan membayar preminya.
Wali Amanat

Pihak yang mewakili kepentingan pemegang Efek yang bersifat utang.

Waran

Efek yang diterbitkan oleh suatu perusahaan yang memberi hak kepada pemegang Efek untuk memesan saham dari perusahaan tersebut pada harga tertentu untuk 6 (enam) bulan atau lebih.

Window dressing
Upaya para manajer investasi mempercantik kinerjanya dengan mengangkat harga saham-saham yang ada dalam portofolionya. Aksi ini dilakukaan di akhir kuartal, akhir semester atau akhir tahun.

Yurisdiksi Setara

sistem hukum negara lain yang di dalam peraturan perundang-undangannya, termasuk peraturan di bidang pasar modal, terdapat ketentuan tentang perlindungan terhadap kepentingan pemodal yang melakukan investasi atas suatu jenis Efek, yang pada prinsipnya sesuai dengan ketentuan tentang perlindungan terhadap kepentingan pemodal yang melakukan investasi atas Efek yang sejenis menurut peraturan perundang-undangan pasar modal di Indonesia.

Kontan ONLINE