BLOGSPOT atas

Monday, September 15, 2008

[Bagian 17 dari 100] New Wave Marketing: Long Live the Customers!

Senin, 15 September 2008 | 00:13 WIB

“Long Live the King! Long Live the King!” Adegan seperti inilah yang banyak terdapat dalam film-film silat Tiongkok. Ada seorang raja yang sedang duduk di tahta atau berdiri di panggung, sementara ratusan prajurit berdiri di depannya sambil mengacungkan tangan dan berteriak-teriak seperti itu.

Teriakan para prajurit itu mungkin saja tidak benar-benar berasal dari hati nuraninya. Bisa saja kebanyakan lip service belaka, karena raja di zaman dahulu sangat powerful. Raja bisa menghukum siapa saja. Perkataannya adalah hukum. Sampai-sampai ada istilah “the king can do no wrong.”

Nah, di era New Wave Marketing ini, para marketer harus meneriakkan “Long Live the Customers!”. Kenapa? Sama seperti raja zaman dulu, pelanggan saat ini sangat powerful. Mereka gampang gonta-ganti merek setiap saat. Mereka bisa ngomong apa saja. Semua ucapan pelanggan didengar, disurvei, dicoba untuk dimengerti, dan dituruti oleh semua pemain.

bersambung...


Sunday, September 14, 2008

Bermain Saham Saat Pasar Turun

Minggu, 14 September 2008 | 01:29 WIB

Adler Haymans Manurung praktisi Keuangan

Dalam seminggu terakhir, nilai IHSG drop dan sudah di bawah angka 2.000. Para pemain saham sangat bingung karena IHSG pernah mencapai 2.700 dan menjadi prestasi cukup gemilang. Saat itu, banyak pihak mengklaim kenaikan IHSG merupakan hasil kerjanya—walaupun sebenarnya tidak demikian—sementara turunnya bursa kemungkinan tidak mau diklaim sebagai tanggung jawabnya.

Lalu, bagaimana bermain saham pada pasar yang sedang turun?

Tindakan pertama yang bisa dilakukan adalah harus mengikuti pasar, bukan melawan. Pemain saham yang cukup andal adalah pemain yang mengikuti irama pasar. Bila pasar turun, investor mengikuti irama turun tersebut dan bila pasar naik, investor harus mengikuti irama kenaikan tersebut.

Apabila sekarang pasar sedang turun dan banyak terjadi penjualan, investor ikut menjual saham dan menunggu sampai tiba waktu yang tepat untuk membeli kembali.

Saham yang pertama sekali dijual harus saham yang dianggap berisiko tinggi atau saham yang mempunyai beta di atas satu (â$>1). Saham yang memiliki beta di atas 1 adalah harga saham tersebut akan drop lebih besar dari penurunan pasarnya.

Misalnya, sebuah saham mempunyai beta sebesar 1,36, maka pasar akan drop 36% lebih tinggi dari pasarnya. Bahasa lainnya, saham tersebut akan drop 1,36% bila pasar drop 1%.

Saham lain yang dimiliki dan mempunyai beta di bawah 1 (â$<1)>

Bila suatu saham memiliki beta sekitar 0,82 berarti kenaikan harga saham tersebut 0,18% lebih rendah dari kenaikan pasar. Artinya, investor masih bisa bertahan sebentar atas penurunan pasar dan ketika pasar turun lagi saham ini akan hampir sama dengan penurunan saham yang memiliki beta di atas 1 (satu).

Investor harus mendapatkan beta ini melalui broker tempat investor bertransaksi. Investor juga dapat berdiskusi dengan analis saham di perusahaan broker tempat investor bertransaksi.

Mengenai beta ini, investor juga harus bertanya kepada beberapa analis supaya angkanya lebih tepat dan pasti. Banyak juga analis tidak bisa menghitungnya karena belum mempelajari atau kebiasaan hanya mengambil data dari penyedia data. Beberapa lembaga riset juga menghitung beta ini dan dapat diperoleh gratis melalui internet. Bila investor tidak memahaminya bisa bertanya karena malu bertanya dapat sesat di jalan.

Membeli kembali

Tindakan lain yang dapat dilakukan investor adalah membeli kembali saham yang drop tersebut. Bila investor telah memiliki saham itu, maka harga saham yang dimiliki turun harganya. Tindakan ini dikenal dengan averaging cost down.

Pembelian saham kembali ini merupakan wujud adanya ekspektasi bahwa harga akan naik lagi pada masa mendatang. Tindakan ini juga menyatakan penurunan saham yang terjadi merupakan tindakan sesaat dan saham akan kembali meningkat.

Bila investor membeli saham ketika pasar sedang drop tajam, maka perlu memilih saham tersebut agar bisa mengalami keuntungan yang tajam ketika pasar naik.

Adapun saham yang pertama harus dibeli adalah saham dengan beta di atas 1. Bila saham ini dapat dibeli, investor bisa masuk ke saham lain yang betanya di bawah satu. Artinya, saham ini akan naik tajam bila pasar kembali naik dan investor menikmati keuntungan.

Investor juga dapat membeli saham yang betanya di bawah satu, tetapi industrinya sangat bagus. Biasanya kinerja industri tersebut sangat memengaruhi pergerakan harga sahamnya. Untuk saham ini, investor harus memilih teliti dan perlu diskusi agar yang diinginkan dapat diperoleh.

Bila investor tidak memiliki saham, sudah waktunya membeli saham saat ini karena angka IHSG telah drop tajam. Saat ini sudah di bawah 2.000, sementara tahun lalu pernah mencapai 2.800. Masih ingat sekali kita, pada awal tahun semua analis bernyanyi dengan yakin angka IHSG akan mencapai 3.200.

Estimasi nilai IHSG mencapai 3.200 karena menggunakan estimasi perhitungan laba bersih perusahaan tanpa memandang faktor lain, seperti runtuhnya beberapa sektor keuangan di Amerika. Pada sisi lain, harga komoditas terus turun serta spekulan juga memainkan pasar.

Risiko yang ditolerir

Tindakan membeli saham pada saat pasar turun dan menjualnya kemudian pada saat pasar naik dianggap mengikuti strategi kontrarian. Tindakan ini banyak dilakukan pemain saham yang sudah berpengalaman dan sudah makan asam-garam di bursa.

Akhirnya, bermain saham kembali pada persoalan risiko yang dapat ditolerir investor karena bermain saham sangat berisiko. Bila investor bisa menolerir saham yang naik-turunnya seperti bermain Tornado di Dunia Fantasi, maka sangat layak melakukan transaksi saham tersebut.

Jika hanya bisa menolerir risiko yang sangat kecil, investor tidak layak bermain saham. Bila risiko yang ditolerir rata-rata atau menengah, investor harus menggabungkan bermain saham dalam jumlah kecil dan lebih banyak pada instrumen investasi.

Akhirnya, dana yang dipergunakan pada investasi saham bukan dana yang dibutuhkan untuk keperluan esok hari dan biasanya dana tersebut tidak dipergunakan dalam jangka panjang.

Adler Haymans Manurung praktisi Keuangan

Kompas

Bisnis Membuka Gerai "Online"

Minggu, 14 September 2008 | 05:13 WIB

HARI Jumat adalah saat yang paling ditunggu anggota komunitas We R Mommies Indonesia. Pada hari itu moderator milis membolehkan para ibu muda yang punya bisnis mempromosikan dagangan atau usahanya di milis.

Milis pun ramai dengan bermacam dagangan. Ada yang jualan kue, ada pula yang menawarkan seprai dan bed cover. ”Selain hari Jumat milis terlarang untuk berjualan,” kata Wanda.

Komunitas Dapur Bunda juga membuka gerai online di situsnya. Produk yang dijual, antara lain kue, aneka biskuit, stoples lukis, tempat mainan, baki lukis, dan jam lukis.

Barang-barang yang ”dipajang” di gerai online Dapur Bunda adalah kreasi anggotanya sendiri. Meski begitu, pembeli tidak hanya anggota milis ini, tetapi juga terbuka bagi siapa saja yang berkunjung ke milis ini.

Selain membuka peluang bisnis di dunia maya, komunitas Funky Mom (FM) sesekali juga berjualan di dunia nyata. Ika Ardiana, salah satu anggota milis FM, mengadakan garage sale menjelang puasa di rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang.

Berhenti kerja

Bisnis lewat internet ini boleh dibilang mengubah hidup sebagian anggotanya. Vita (37), misalnya, memutuskan berhenti bekerja dari perusahaan sekuritas Bahana dan memilih bekerja di rumah. Vita yang pandai membuat kue itu laris berjualan kue ulang tahun di milis. Ia lalu menawarkan kue itu ke milis-milis lain.

Dini (36) akhirnya menggeluti dunia bisnis online juga setelah bergabung dengan milis Dunia Ibu. Sebelumnya Dini sempat bekerja di sebuah perusahaan swasta. Setelah anak pertamanya lahir dan bergabung di milis Dunia Ibu, Dini memutuskan berhenti bekerja.

Dini lalu mendalami bidang piranti lunak sehingga ia bisa membuat buku elektronik, situs, dan membuat program-program komputer. Hasilnya lumayan. Selain sering dimintai bantuan teman-teman milis, Dini pun berhasil melebarkan sayap bisnisnya.

Sekarang ia punya klien di luar negeri. Dari bisnisnya ini ia pernah mendapatkan 11.000 dollar AS hanya dalam waktu dua minggu. Melihat sepak terjang Vita, Ika, dan Dini, siapa bilang kalau ibu-ibu hanya bisa ngerumpi kalau sedang kumpul.


IVV,IND

Kompas

[Bagian 16 dari 100] New Wave Marketing: The Never-Ending Cola War: Coke vs Pepsi

Minggu, 14 September 2008 | 00:10 WIB

PERANG antara Coca-Cola (Coke) dan Pepsi memang merupakan salah satu perang klasik dalam dunia pemasaran. Kedua merek ini di zaman Legacy Marketing dulu saling menyerang lewat iklan.

Salah satu iklan Pepsi pada era 1980-an ada yang berjudul “Earth: Sometime in the Future”. Digambarkan seolah-olah kondisi bumi di masa depan. Ada seorang guru yang membawa murid-muridnya berjalan-jalan ke sebuah situs arkeologi. Sambil berjalan-jalan, murid-murid tersebut minum Pepsi. Di sana mereka menemukan berbagai benda yang merupakan artifak dari masa lalu. Benda pertama adalah bola bisbol. Yang kedua adalah gitar.

Nah, benda ketiga yang ditemukan tidak jelas bentuknya karena sudah tertutup debu dan tanah. Sang guru lalu membersihkan benda tersebut, dan akhirnya benda tersebut menampakkan wujudnya yang asli. Murid-muridnya bertanya, benda apa itu? Dijawab oleh sang guru, “I have no idea.”Anda tahu benda apa itu? Ternyata itu adalah sebuah botol Coke! Iklan tersebut kemudian diakhiri dengan tulisan “Pepsi: The Choice of a New Generation.”

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Saturday, September 13, 2008

[Bagian 15 dari 100] New Wave Marketing: When David Kills Goliath: AirAsia Vs Malaysia Airlines

Sabtu, 13 September 2008 | 00:24 WIB

ANDA tahu legenda David vs Goliath? Kisah yang sangat terkenal ini terdapat baik pada Kitab Injil maupun dalam Al Quran. Kalau dalam Al Quran, nama tokohnya masing-masing adalah Daud dan Jalut.

Dikisahkan bahwa David, seorang pemuda penggembala yang bertubuh kecil serta hanya bersenjatakan ketapel dan batu, berhasil membunuh Goliath, seorang raja berbadan tinggi besar yang memakai baju besi serta bersenjata lengkap. Setelah berhasil mengalahkan Goliath, David pun kemudian dipilih menjadi raja oleh rakyatnya.

Kisah ini menunjukkan bahwa kecerdikan lebih penting daripada kekuatan fisik. Bagi saya, kisah ini mirip dengan apa yang terjadi antara AirAsia dan Malaysia Airlines (MAS). AirAsia layaknya David yang menantang sang Goliath, MAS.

Bagaimana tidak. Dibanding MAS yang didirikan tahun 1947, AirAsia tergolong maskapai penerbangan baru. Walaupun sebenarnya sudah didirikan sejak tahun 1993, AirAsia bisa dibilang baru benar-benar lahir sejak Desember 2001. Ketika itu, Tony Fernandes lewat perusahaan Tune Air Sdn Bhd-nya membeli AirAsia dari pemilik lama, DRB-Hicom, sebuah konglomerasi yang dimiliki oleh Pemerintah Malaysia, senilai hanya 1 ringgit Malaysia!

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Friday, September 12, 2008

[Bagian 14 dari 100]

[Bagian 14 dari 100] New Wave Marketing: Battling for Profit: Google vs Yahoo!

Jumat, 12 September 2008 | 00:09 WIB

MANA yang lebih penting: profit atau pangsa pasar (market share)?

Bagi saya, profit lebih penting, karena profitlah yang sebenarnya merupakan modal bagi perusahaan untuk bisa berkembang.

Namun, masih banyak orang yang menganggap bahwa pangsa pasarlah yang harus dikejar.

Ini terjadi karena dulu ada istilah yang namanya Profit Impact of Market Strategy (PIMS). Istilah ini sebenarnya merupakan judul laporan dari lembaga Strategic Planning Institute di Amerika. Laporan tersebut menyimpulkan bahwa profitabilitas perusahaan akan meningkat seiring dengan meningkatnya pangsa pasar perusahaan tersebut.

Namun, laporan PIMS ini ternyata tidak seluruhnya benar.

Di Jepang, banyak perusahaan yang hancur karena mereka berebut pangsa pasar at any cost, dan berharap profit akan datang kemudian.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Thursday, September 11, 2008

[Bagian 13 dari 100] New Wave Marketing: The Seven Steps to Nirvana

Kamis, 11 September 2008 | 00:23 WIB

“A business does more than transact. It communicates. It collaborates. It innovates.”

Itulah yang dikatakan Mohan Sawhney dan Jeff Zabin dalam bukunya, The Seven Steps to Nirvana.

Buku ini judulnya memang bisa membingungkan. Mungkin ada yang mengira buku ini tentang spiritualisme.

Padahal sebenarnya, buku ini membahas tentang manfaat e-business (baca: teknologi) dalam sebuah perusahaan. Kata “nirvana” bermakna bahwa kalau sebuah perusahaan bisa menjalankan tujuh langkah yang ada dalam buku ini, niscaya perusahaan tersebut akan mampu mencapai puncak tertinggi dan jadi pemenang.

Kedua penulis mengatakan hal tersebut pasca meletusnya gelembung dotcom pada sekitar tahun 2000. Sawhney dan Zabin bilang, teknologi semahal dan secanggih apapun yang dipraktikkan dalam e-business tidak akan berarti apa-apa jika kita tidak menjalankan langkah-langkah yang tepat.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Wednesday, September 10, 2008

Bagaimana Mengelola Keuangan Selama Ramadhan?

Rabu, 10 September 2008 | 18:55 WIB

DALAM situasi ekonomi seperti sekarang, bagaimana mengatasi persoalan keuangan keluarga? Penghasilan tetap namun pengeluaran bertambah, terutama menjelang Lebaran. Pakar keuangan dan investasi, Adler Haymans Manurung yang juga penulis buku best seller "Reksa Dana Investasiku dan "Financial Planner'' dalam percakapan dengan Kompas di Jakarta, Rabu (10/9), memberi sejumlah resep.

Pertama, buatlah skala prioritas mengenai pengeluaran untuk bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran. Kedua, rencanakan pengeluaran-pengeluaran setiap hari selama bulan Ramadhan dan Lebaran nanti. Ketiga, tahan diri untuk berbelanja yang tidak dibutuhkan. Keempat, diskusikanlah semua pengeluaran dengan istri dan anak.

Adler yang juga manajer investasi pengelola dana sebesar Rp 2 triliun dan sedang mengelola portal investasi www.finansialbisnis.com itu menambahkan, pengeluaran selama Ramadhan dan Lebaran harus direncanakan jauh hari sebelumnya.

Untuk itu, kita bisa merencanakan pengeluaran Lebaran tahun depan dengan angka pengeluaran tahun ini ditambah inflasi 10 persen. Untuk memenuhi pengeluaran Lebaran tahun depan, tabunglah uang setiap bulan. Kalau misalnya dibutuhkan uang Rp 12 juta untuk Lebaran tahun depan, maka tabunglah sejak sekarang Rp 1 juta per bulan.

Kompas

- Muhammad Idham Azhari

[Bagian 12 dari 100] New Wave Marketing: The Naked Truth of Competitor Intelligence

Rabu, 10 September 2008 | 00:07 WIB

ANDA sudah pernah nonton film Hong Kong yang berjudul Infernal Affairs?

Di film itu dikisahkan terjadi penyusupan pada pihak kepolisian dan pihak mafia yang saling bermusuhan. Karakter yang diperankan Andy Lau, yang sebenarnya adalah anak didik si bos mafia, berhasil menjadi petinggi kepolisian. Sebaliknya, karakter yang diperankan oleh Tony Leung yang sebenarnya adalah polisi, berhasil menjadi orang kepercayaan si bos mafia.

Film ini memang ceritanya sangat menarik, dan sangat laris di Hong Kong. Sampai-sampai kemudian dibuatkan versi Hollywood-nya oleh sutradara terkenal Martin Scorcese. Film yang diberi judul The Departed itu bahkan memenangkan Piala Oscar untuk film terbaik pada Februari 2007.

Itulah film yang menggambarkan pentingnya peranan competitor intelligence (CI).

CI ini bukan hanya ada pada masa modern seperti sekarang ini. Sejak dua ribu lima ratus tahun lalu, ahli strategi militer dari China, Sun Tzu, sudah mengatakan pentingnya mengenali musuh kita selain diri kita sendiri.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Tuesday, September 9, 2008

[Bagian 11 dari 100] New Wave Marketing: From Thai Boxing to American Wrestling

Selasa, 9 September 2008 | 00:26 WIB

DARI tinju ala Thailand sampai ke gulat gaya Amerika.

Adalah Pak I Nyoman G. Wiryanata, Direktur Konsumer PT Telkom Indonesia, yang mengatakan istilah itu kepada saya.

Beliau ingin menggambarkan betapa kacaunya persaingan di dunia marketing saat ini, khususnya di industri telekomunikasi di Indonesia.

Bagaimana tidak. Barangkali susah dicari suatu negara yang jumlah operatornya sebanyak Indonesia. Kalau saya tidak salah catat, saat ini ada 10 operator seluler di Indonesia, baik yang berbasis GSM maupun CDMA. Mereka adalah: Telkomsel, Indosat, XL, Telkom (Flexi), Bakrie Telecom (Esia), Mobile 8 (Fren), Smart, Sampoerna Telekomunikasi (Ceria), Hutchison CP (3/Three), dan Natrindo Telepon Seluler (Axis).

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Monday, September 8, 2008

[Bagian 10 dari 100] New Wave Marketing: Good Cop, Bad Cop and Ugly Cop

Senin, 8 September 2008 | 00:33 WIB

KALAU Anda nonton film-film Hollywood yang bertemakan action, hampir bisa dipastikan Anda akan selalu mendapatkan karakter good cop dan bad cop.

Orang-orang Hollywood memang paling suka mengkontraskan polisi yang baik dengan polisi yang jelek.

Polisi baik digambarkan selalu mematuhi aturan yang ada, jujur, dedikatif, dan bersikap profesional. Play by the book istilahnya.

Sementara, polisi jelek digambarkan suka menangkap orang tanpa alasan yang jelas atau suka menyiksa tahanan yang sedang diperiksa. Polisi jelek juga sering merasa sok berkuasa mentang-mentang dia punya power.

Tapi, teman-teman saya yang pernah ikut pelatihan di FBI Academy di Amerika bilang bahwa di sana ada istilah ugly cop juga.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Sunday, September 7, 2008

[Bagian 9 dari 100] New Wave Marketing: Country First vs People's President

Minggu, 7 September 2008 | 00:31 WIB

MENGIKUTI Republican National Convention (RNC) di Minneapolis-Saint Paul memang terasa bedanya dengan Democratic National Convention (DNC) di Denver.

John McCain bisa menyusul rating Barack Obama di polling dengan cara mengkontraskan dirinya.

Di DNC, Obama dan pembicara lain selalu menekankan bahwa Demokrat akan memberikan presiden yang merakyat. Sedangkan di RNC, John McCain dan pendukungnya justru terus-menerus menekankan bahwa negara dan patriotisme adalah segalanya.

Karena McCain adalah mantan tawanan perang di Vietnam, maka inilah modal terbesarnya yang bisa dikembangkan jadi tema kampanye.

Sedangkan George W. Bush yang sekarang lagi jadi ”lame duck president” mengingatkan bahwa McCain yang pahlawan perang inilah yang nantinya bisa menjaga Amerika dari terorisme.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Saturday, September 6, 2008

[Bagian 8 dari 100] New Wave Marketing: Learn from Obama: Change We Can Believe In

Sabtu, 6 September 2008 | 00:16 WIB

BARACK Obama memposisikan dirinya sebagai seorang Change Leader, bukan hanya seorang Change Manager atau Change Agent.

Kenapa?

Walaupun belum terpilih jadi Presiden AS, Obama telah menunjukkan pada semua orang bahwa Amerika Serikat (AS) perlu berubah.

Antara lain, dia menunjukkan bahwa “War on Terrorism” yang dilakukan Presiden George W. Bush adalah sebuah tindakan yang High-Budget Low-Impact.

Bayangkan saja, sudah berapa banyak prajurit terbaik AS mati di medan perang, entah itu di Afganistan ataupun di Irak. Hitung pula, berapa besar biaya yang telah dikeluarkan untuk membiayai perang-perang tersebut. Sampai-sampai ada buku yang ditulis Joseph E. Stiglitz dan Linda J. Bilmes yang judulnya The Three Trillion Dollar War: The True Cost of the Iraq Conflict!

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Friday, September 5, 2008

[Bagian 7 dari 100] New Wave Marketing: Three Stages of Marketing: Pseudo, Legacy and New Wave

Jumat, 5 September 2008 | 00:55 WIB

BAGI saya, Asia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya, telah dan sedang mengalami tiga era marketing.

Era yang pertama terjadi sebelum tahun 1998. Saya menyebutnya sebagai era Pseudo Marketing.

Pada era ini, orang sudah belajar marketing, tapi tidak banyak yang menerapkan dengan benar.

Kenapa? Ya karena lebih enak ber-”KKN ria”.

Lihat saja, berapa banyak konglomerat, bukan cuma di Indonesia, tapi juga di Malaysia, Thailand, Filipina dan bahkan Korea, yang masuk ke bisnis apapun. Mereka bisa berkembang dengan pesat terutama karena ”dekat” dengan pemerintahan saat itu.

Kompetensi tidak terlalu diperlukan, yang penting koneksi. Apalagi saat itu masih banyak monopoli dalam berbagai sektor bisnis.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Thursday, September 4, 2008

[Bagian 6 dari 100] New Wave Marketing: Borderless World, Seamless Market

Kamis, 4 September 2008 | 00:49 WIB

“We will be number one or two in every business we’re in, or we will fix it, close it, or sell it.”

Itulah ucapan terkenal dari Jack Welch yang menjadi kredo kepemimpinannya. Karena ucapannya ini, banyak orang Amerika marah pada Welch yang ketika itu baru saja diangkat jadi CEO General Electric (GE).

Maklum, orang Amerika, saking bangganya dengan GE, punya pendapat, “What is good for GE, is good for America.”

Mereka khawatir akan terjadinya lay-off besar-besaran di GE kalau Welch menganggap suatu divisi atau anak perusahaannya kalah bersaing, bukan hanya di tingkat Amerika, tapi juga di tingkat dunia.

Welch juga menyatakan bahwa GE bukan perusahaan Amerika lagi, tapi harus jadi perusahaan global. Karena itu, kultur perusahaan mesti diubah. Orang-orang GE harus bisa merasa nyaman ketika diminta bekerja di manapun di dunia. GE tak bisa lagi hanya menjadi raksasa di AS, tapi harus menjadi perusahaan kelas dunia.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Wednesday, September 3, 2008

[Bagian 5 dari 100] New Wave Marketing: Marketing Olympics: One Game, One Market

Rabu, 3 September 2008 | 00:12 WIB

ANDA nonton Olimpiade Beijing kemarin?

Luar biasa, bukan? Begitu Olimpiade ini ditutup dengan sukses, China sudah tidak bisa diabaikan lagi di peta dunia.

Bangsa ini sukses sebagai tuan rumah dan juara umum sekaligus. Acara pembukaan dan penutupannya yang sangat spektakuler bahkan dianggap sebagai salah satu show terbaik sepanjang sejarah.

Ucapan Confucius sekitar 2500 tahun lalu, “It is glorious to receive friends from afar”, adalah local wisdom yang dipakai sebagai universal message di Olimpiade terbesar itu.

Seolah China mau membuktikan pada dunia, walaupun sistem politik mereka masih Vertikal satu partai, Partai Komunis China, tapi secara sosial-budaya orang China sudah sangat Horisontal sejak dulu.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Tuesday, September 2, 2008

[Bagian 4 dari 100] New Wave Marketing: Ekonomi Horisontal yang Mirip Roller-Coaster

Selasa, 2 September 2008 | 00:59 WIB

TAHUN 2008 memang luar biasa!

Saya masih ada di Bangkok ketika terkejut melihat CNN pas tanggal 2 Januari 2008. Harga minyak telah menyentuh angka USD 100 per barel!

Suatu batas psikologis yang menakutkan banyak orang ketika itu.

Setelah itu harga minyak dunia terus meroket sampai USD 147 per barel pada tanggal 11 Juli 2008 ketika ada persoalan tentang uji coba misil Iran. Harga minyak dunia ini kemudian baru turun lagi sampai di tingkat USD 112 per barel pada tanggal 11 Agustus 2008.

Bayangkan, hanya dalam jangka waktu 1 bulan harga minyak sudah naik-turun drastis seperti ini. Harga minyak kembali diperkirakan akan naik karena adanya serangan topan Gustav yang melanda kawasan eksplorasi minyak di AS akhir Agustus ini.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Monday, September 1, 2008

[Bagian 3 dari 100] New Wave Marketing: Horisontalisasi Politik di Seluruh Dunia

Senin, 1 September 2008 | 00:15 WIB

PERTARUNGAN ketat antara Barack Obama dan Hillary Clinton di pemilihan pendahuluan Partai Demokrat di Amerika Serikat menunjukkan bahwa Politics go Horizontal!

Obama mewakili kaum kulit hitam dan Hillary Clinton mewakili kaum wanita. Kedua kelompok ini adalah etnik dan gender minoritas di sana.

Ini tanda-tanda horisontalisasi politik di negara demokrasi superpower tersebut.

Di Pemilu Presiden AS bulan November nanti, kita akan sama-sama menyaksikan pertarungan antara Obama yang sangat Horisontal dan John McCain yang sangat Vertikal.

Kedua belah pihak memang memposisikan diri secara kuat serta sekaligus mereposisi pesaingnya. Ketika Obama mengambil kata kunci “Change”, dia seolah mengatakan bahwa dirinya adalah Masa Depan Amerika.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Sunday, August 31, 2008

[Bagian 2 dari 100] New Wave Marketing: It is the Technology, Stupid...!

Minggu, 31 Agustus 2008 | 02:36 WIB

MAAF pembaca, judul ini mungkin terlihat agak kasar untuk sebagian dari Anda.

Tapi, kita memang sering tidak sadar bahwa horisontalisasi yang menyebabkan demokratisasi di segala bidang sebenarnya memang disebabkan oleh perkembangan teknologi.

Mas Ninok Leksono dari Kompas mengingatkan saya sekali lagi tentang hal ini seusai acara ”Kompas Political Gathering” di Bentara Budaya Jakarta, Rabu malam kemarin. Acara ini merupakan acara khusus yang diselenggarakan oleh Kompas untuk menjalin silaturahmi dengan para pemimpin partai politik peserta Pemilu 2009.

Pak Jakob Oetama yang membuka acara tersebut menekankan bahwa dari satu pemilu ke pemilu berikutnya, demokratisasi Indonesia bertambah matang. Survey menunjukkan bahwa sebagian besar warga negara menyatakan puas atas pelaksanaan demokrasi di negeri ini.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Saturday, August 30, 2008

[Bagian 1 dari 100] New Wave Marketing: The World is still Round, the Market is already Flat

Sabtu, 30 Agustus 2008 | 00:15 WIB

ZAMAN dulu orang sempat bingung, bumi ini sebenarnya bulat atau datar.

Para ilmuwan seperti Nicolaus Copernicus dan Galileo Galilei pun melakukan penelitian mengamati pergerakan bintang-bintang di langit. Mereka akhirnya berpendapat bahwa bumi ini berputar mengelilingi matahari; bertentangan dengan keyakinan saat itu bahwa bintang-bintanglah, termasuk matahari, yang mengelilingi bumi sebagai pusat alam semesta. Karena bumi yang berputar mengelilingi matahari, maka pastilah bumi itu berbentuk bulat.

Selain kalangan ilmuwan, para pelaut malah sudah lama yakin bahwa bumi ini bulat. Karena itu, mereka tidak takut lagi berlayar jauh. Mereka tidak takut akan jatuh ke jurang yang dalam ketika telah mencapai “ujung dunia”.

Christopher Columbus salah satunya. Pelaut Italia ini berani mengarungi Samudra Atlantik dan akhirnya pada tahun 1492 menemukan apa yang disebut sebagai Dunia Baru (New World). Columbus menganggap bahwa Dunia Baru yang ditemukannya itu merupakan dataran paling timur dari Benua Asia. Karena itulah ia menyebut penduduk aslinya sebagai Indian karena dikiranya mereka berasal dari India.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

Friday, August 29, 2008

The World is still Round, the Market is already Flat

Jumat, 29 Agustus 2008 | 14:00 WIB

ZAMAN dulu orang sempat bingung, bumi ini sebenarnya bulat atau datar.

Para ilmuwan seperti Nicolaus Copernicus dan Galileo Galilei pun melakukan penelitian mengamati pergerakan bintang-bintang di langit. Mereka akhirnya berpendapat bahwa bumi ini berputar mengelilingi matahari; bertentangan dengan keyakinan saat itu bahwa bintang-bintanglah, termasuk matahari, yang mengelilingi bumi sebagai pusat alam semesta. Karena bumi yang berputar mengelilingi matahari, maka pastilah bumi itu berbentuk bulat.

Selain kalangan ilmuwan, para pelaut malah sudah lama yakin bahwa bumi ini bulat. Karena itu, mereka tidak takut lagi berlayar jauh. Mereka tidak takut akan jatuh ke jurang yang dalam ketika telah mencapai “ujung dunia”.

Christopher Columbus salah satunya. Pelaut Italia ini berani mengarungi Samudra Atlantik dan akhirnya pada tahun 1492 menemukan apa yang disebut sebagai Dunia Baru (New World). Columbus menganggap bahwa Dunia Baru yang ditemukannya itu merupakan dataran paling timur dari Benua Asia. Karena itulah ia menyebut penduduk aslinya sebagai Indian karena dikiranya mereka berasal dari India.

Setelah Columbus, sejumlah pelaut lainnya juga menjelajahi Dunia Baru ini. Salah satunya adalah Amerigo Vespucci. Vespucci-lah orang pertama yang menyatakan bahwa Dunia Baru tersebut bukanlah bagian dari Benua Asia, tapi merupakan benua baru. Berkat jasa Amerigo Vespucci inilah, benua baru ini kemudian diberi nama Amerika.

Buat saya, Christopher Columbus is a great sailor, but Amerigo Vespucci is a great marketer!

Bagaimana tidak. Walaupun Amerigo Vespucci bukan si penemu, tapi justru namanyalah yang diabadikan. Ini mengingatkan saya pada pernyataan Al Ries dan Jack Trout, penulis buku legendaris Positioning: The Battle for Your Mind. Mereka berdua mengatakan bahwa yang penting bukan siapa yang pertama kali menemukan, tapi siapa yang berani pertama kali mengklaimnya.

Hal ini juga terjadi pada zaman modern ini. Tahu-tahu ada orang yang namanya Thomas L Friedman kembali mengklaim bahwa dunia ini datar, The World is Flat.

Friedman, yang kolumnis tetap surat kabar The New York Times dan gemar berkeliling dunia, ngomong panjang lebar bahwa dunia yang datar ini berkat perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang membuat semua orang punya kesempatan sama, asal punya akses ke internet tentunya.

Semua itu ditulisnya dalam buku The World is Flat. Buku ini memang fenomenal karena akhirnya dikutip orang di mana-mana. Hebat, bukan?

Namun sebenarnya, sebelum Friedman, ada orang Jepang yang namanya Kenichi Ohmae menulis buku The Invinsible Continent.

Di situ, Ohmae yang sering disebut Mr Strategist—merujuk pada buku legendarisnya The Mind of the Strategist—berpendapat bahwa internet itu walaupun sesuatu yang maya, tapi seperti kisah penemuan Benua Amerika dulu.

Jika dulu Columbus menemukan emas di Amerika, sekarang banyak orang jadi kaya dan bahkan sangat kaya karena bisa menemukan ”emas baru” di internet.

Buat saya, Kenichi Ohmae is a Great Strategist, but Thomas Friedman is a Great Marketer!

Walaupun Ohmae sudah lebih dulu punya pemikiran serupa, tapi Friedmanlah yang memopulerkannya.

Yang menarik, dunia TIK saat ini sedang heboh dengan apa yang disebut sebagai Web 2.0. Inilah generasi berikutnya dari internet yang dulunya cuma bisa memberikan informasi. Saat ini internet sudah bersifat interaktif. Era Web 2.0 ini membuat internet tidak lagi bersifat vertikal semata, tapi sudah bersifat horisontal.

Bukan cuma bersifat One-to-Many atau One-to-One, tapi sudah bersifat Many-to-Many. Karena itulah, pasar menjadi datar. Artinya, tidak ada perbedaan status antara Marketer dan Customer. Marketer dan Customer sama rata. Marketer sudah berbaur dengan Customer-nya.

Dengan demikian, hanya marketing yang bersifat horisontal yang akan efektif.

Meminjam kata yang populer dipakai di bidang TIK, I Nyoman G Wiryanata, Direktur Konsumer PT Telkom Indonesia, bilang ke saya bahwa Era Legacy telah bergeser menjadi Era New Wave.

Karena itulah saya lantas terinspirasi untuk mengembangkan New Wave Marketing sebagai jawaban dari tantangan baru yang bersifat horisontal itu.

Selama seratus hari berturut-turut, mulai hari ini sampai dengan 11 Desember 2008 saat penyelenggaraan The MarkPlus Conference 2009 di Pacific Place, Jakarta, saya akan menulis esai yang merupakan kumpulan pemikiran komprehensif tentang hal tersebut.

Dengan mengikuti seratus tulisan tersebut, yang selain di Kompas.com ini, juga bisa Anda baca versi ringkasnya di koran Kompas (cetak), saya ingin mengajak Anda menjadi Marketer seperti Amerigo Vespucci yang berada di zamannya Thomas Friedman. Saya ingin mengajak Anda untuk menjadi Marketer yang mampu menemukan ”emas-emas baru”.

Selamat datang di Era New Wave Marketing!

Percayalah pada saya. Dunia masih tetap bulat kok. Hanya pasarnya yang jadi datar!

Hermawan Kartajaya

Kompas

Thursday, July 31, 2008

MySQL

MySQL Merupakan software sistem manajemen basis data SQL (bahasa Inggris: database management system) atau DBMS yang multithread dan multi-user. MySQL AB membuat MySQL tersedia sebagai software gratis dibawah lisensi GNU General Public License (GPL), tetapi mereka juga menjual dibawah lisensi komersial untuk kasus-kasus dimana penggunaannya tidak cocok dengan penggunaan GPL....

Penggalan kalimat diatas disadur dari IlmuKomputer.com ...

DBMS ini tergolong mudah dilakukan. Saya menggunakan phpMyAdmin untuk tata kelola database MySQL. phpMyAdmin pernah saya oprek2 sewaktu masih bekerja di PT Panasonic Shikoku Electronics Indonesia dan pada waktu itu pula saya sedang kerjakan Web Portal (Intranet) menggunakan paket PHPNuke....manteb banget portal nya...gampang diinstall pula...

-Muhammad Idham Azhari-

Monday, June 23, 2008

Berkilaunya Investasi Emas

Senin, 23 Juni 2008 | 07:04 WIB

JAKARTA, SENIN - Sebuah analisis yang dirilis tahun 2003 menyebutkan, pada 10-12 tahun mendatang harga emas akan mencapai 8.000 dollar AS per troy ounce. Harga itu diperkirakan akan terjadi pada 2013-2015 sehingga bila pada 2007 seseorang menginvestasikan Rp 200 juta untuk emas, maka pada 2013-2015 kelak ia akan memiliki emas senilai Rp 2,2 miliar. Dengan kata lain ia meraup untung dari kenaikan harga yang mencapai 1.112 persen.

Jika hal itu terjadi, maka tidak ada instrumen investasi yang bisa mengalahkan keperkasaan emas, bahkan deposito, saham, maupun ORI sekalipun. Konsultan manajemen sekaligus motivator ternama, Tung Desem Waringin, sejak dulu hingga kini selalu berpendapat bahwa emas merupakan investasi teraman dan paling menguntungkan. "Sejak 2002 saya sudah bilang emas itu investasi paling menguntungkan," katanya.

Pengusaha sukses itu bahkan "mencabut" investasinya di sektor infrastruktur untuk dialihkan ke emas. Ia bersikukuh bahwa tindakan yang dilakukannya benar meskipun banyak orang memilih sektor infrastruktur sebagai instrumen investasi utama. Hal itu karena tren emas sejak zaman dahulu hingga detik ini selalu mengalami kenaikan harga. Namun, untuk kondisi pasar saat ini, ia masih menyarankan calon investor untuk wait and see. "Saat ini pasar masih bergejolak, jadi lebih baik wait and see sebelum memutuskan untuk terjun ke emas," katanya.

Tercatat kenaikan harga emas paling fantastis terjadi pada 2001 di mana pada saat yang sama mata uang kertas justru mengalami penurunan nilai. Proses kenaikan harga emas itu akan semakin dipercepat oleh laju inflasi dan abusing dollar AS saat ini. Itu karena emas tidak mempunyai efek inflasi atau zero inflation effect.

Memang logam mulia bernama emas sepertinya tidak akan pernah lekang dimakan zaman. Kemuliaan dan kemilaunya tetap saja memukau, termasuk bagi dunia investasi. Emas merupakan komoditas yang unik yang jumlahnya terbatas di dunia serta merupakan satu-satunya barang yang dapat ditambang di atas permukaan bumi. Emas juga merupakan alternatif uang kertas dengan daya beli yang abadi dan nilainya cenderung dipatok oleh pasar.


Kagak ada matinya

Pilihan investasi emas saat ini tetap dinilai paling menguntungkan dibandingkan opsi yang lain mengingat sifatnya yang "kebal" inflasi. "Investasi emas ibaratnya kagak ada matinya, alias selalu menguntungkan," kata pengamat ekonomi, A Tony Prasetiantono.

Menurutnya, , berinvestasi emas sama sifatnya dengan menginvestasikan dana untuk membeli tanah dan properti di kota-kota tertentu di Indonesia, seperti Bali dan Yogyakarta, yang harganya terus-menerus naik. Emas juga sangat baik untuk diversifikasi investasi setelah memiliki investasi di saham, obligasi, reksadana, ataupun properti. Terlebih di beberapa negara penghasil emas belakangan ini mengalami penurunan produksi secara signifikan sehingga harga emas dipastikan akan selalu naik.

"Namun, investasi emas juga ada beberapa kelemahannya," kata Tony. Menurut dia, calon investor juga harus mempertimbangkan banyak hal untuk mulai menginvestasikan dananya dalam bentuk emas karena relatif tidak praktis atau sulit disimpan, berisiko hilang, dicuri atau dirampok, dan lain-lain. Selain itu, bila penyimpanan kurang baik memungkinkan terjadinya oksidasi dan perubahan warna. Khusus emas berbentuk koin kalau terjatuh sulit untuk di-treatment ulang dan bisa mengurangi harga.

Kekurangan lain, return-nya relatif stabil dan kalah menggairahkan bila dibandingkan saham atau properti. Investasi emas juga sangat tidak disarankan untuk jangka pendek karena sifatnya sebagai pelindung nilai (hedging). "Oleh karena itu, emas biasanya menjadi salah satu pilihan portofolio yang favorable," katanya.

Pengamat investasi, Roy Sembel, dalam salah satu tulisannya mengatakan, permintaan emas akan melonjak bila terjadi dua hal, yaitu kondisi negara tidak menentu dan terjadi inflasi. "Jika kedua hal itu terjadi, maka ketertarikan investor terhadap emas akan naik karena emas dinilai paling aman untuk investasi," katanya.

Senada dikatakan pakar investasi Safir Senduk, yang berpendapat bahwa bila terjadi inflasi tinggi, maka harga emas akan naik lebih tinggi daripada inflasi yang terjadi. Statistik menunjukkan, bila inflasi naik 10 persen, maka harga emas akan naik 13 persen. Jika inflasi naik 20 persen, emas akan naik menjadi 30 persen. Namun, bila inflasi 100 persen, maka emas akan melonjak 200 persen. Patut dipertimbangkan pula harga emas akan cenderung konstan bila laju inflasi rendah bahkan ada kecenderungan menurun bila laju inflasi di bawah dua digit.

Diversifikasi emas

Tony Prasetiantono mengatakan, saat ini orang tidak harus menyimpan emas dalam bentuk fisik saat berinvestasi ,tetapi juga bisa menyimpannya dalam bentuk lain yang kini semakin bervariasi. Di antaranya dalam valas, saham, obligasi, dan lain-lain. "Investasi emas saat ini telah mengalami diversifikasi yang lebih luas," katanya.

Bentuk emas paling umum adalah batangan menyerupai batu bara berkadar 95 persen atau 99 persen (24 karat). Jenis ini dinilai paling menguntungkan untuk investasi karena kapan pun dan di manapun dijual, harganya mengikuti standar internasional. Bentuk lain adalah koin yang ada baiknya saat membelinya pilih produk dari produsen ternama seperti Maples, Krands, atau Eagles.

Ada juga emas yang berbentuk perhiasan. Bentuk ini sebenarnya kurang menguntungkan untuk investasi karena investor harus menanggung harga pembuatan dan sifatnya subyektif sesuai selera. Koin emas ONH juga merupakan bentuk lain investasi emas. Hanya saja bentuk emas ini sifatnya lokal dan kurang mendapat perhatian dunia. Ada pula yang menawarkan tabungan berbentuk emas untuk keperluan investasi jangka panjang, misalnya Bank Syariah Mandiri dan HSBC Syariah.

Untuk membeli dan menjual emas bisa dilakukan di toko emas atau Perum Pegadaian. Sementara itu, untuk tren dan perkembangan harga emas dunia terkini dapat dilihat di situs Kitco, Gold Price, atau UBC Gold.
Sangat disarankan, investor membeli emas di PT Antam unit Pengelolaan dan Pemurnian Logam, Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur. Dan lebih disarankan lagi untuk selalu meneliti sertifikat berupa kertas kecil berhologram dan kuitansinya. Setelah itu cocokkan dengan fisik emas yang dibeli. Umumnya tercantum kode 9999 atau 24 karat, nomor seri, dan berat logam dengan cetakan tenggelam dan logo pembuatnya.

Penyimpanan emas bila jumlahnya tidak banyak cukup ditempatkan di rumah. Namun, bila jumlahnya banyak dan untuk pertimbangan keamanan, investor dapat menyewa safe deposit box yang ada di setiap bank.
Di balik kemilau investasi emas yang menggiurkan, ada sebagian yang justru berpendapat bahwa emas bukan instrumen yang tepat untuk investasi. Emas cenderung merupakan alat spekulasi karena tidak menghasilkan revenue stream. Nilai emas hanya semata-mata tergantung pada persepsi yang mudah sekali berubah. Di luar itu emas adalah logam yang nyaris tidak berfaedah secara langsung.

Sumber : Antara

Kompas

Friday, May 23, 2008

Mengelola Alternatif Investasi

Jumat, 23 Mei 2008 | 08:30 WIB

Belakangan ini masyarakat banyak mendengar berbagai investasi yang bukan investasi seperti biasanya. Investasi pada real estate investment trust, private equity, hedge fund, protected capital fund, guaranteed capital fund, dan beberapa lagi yang lain. Mereka yang mempunyai dana cukup dan dikenal sebagai investor pintar (smart investor), bahkan investor berduit yang disebut high net worth investor, sudah sangat paham dengan istilah tersebut.

Alternatif investasi maksudnya adalah tindakan investasi alternatif di luar biasanya. Investasi dilakukan pada instrumen investasi dengan tujuan tertentu dan mempunyai risiko cukup, tetapi ada kemungkinan tingkat pengembalian tinggi. Atau modal awal tidak hilang saat jatuh tempo, tetapi tingkat pengembaliannya tidak jelas, hanya indikasi.

Sesuai dengan konsepnya, investasi ini umumnya diharapkan tidak menyebabkan prinsipal investasi berkurang. Bila investor memasukkan dana Rp 1 miliar, dananya akan kembali pada periode tersebut sebesar nilai tersebut juga. Bila prinsipal kembali, tingkat pengembaliannya bisa rendah dan bisa tinggi. Hasil pengembalian investasi dapat tinggi bila perencanaan investasi sesuai dengan kenyataan. Misalnya, investasi tersebut berharap harga saham naik untuk masa mendatang dan kenyataannya harga saham memang naik. Tingkat pengembalian produk ini bisa cukup besar bila investasi oleh manajer investasi mengenai sasaran sesuai prospektus yang diberikan kepada investor.

High net worth biasanya tidak memikirkan tingkat pengembalian tinggi, tetapi menginginkan dana tidak hilang. Investor ini dapat hidup dari investasi lain dan memberi keuntungan cukup lumayan. Oleh karena itu, investasi produk selalu diungkapkan sebelumnya kepada investor. Bila investor tidak termasuk dalam kelompok investor tersebut, selayaknya tidak perlu masuk dalam produk investasi alternatif ini.

Real estate investment trust (REIT) adalah reksa dana dengan portofolio dalam bidang properti. Properti sendiri mempunyai siklus agak berbeda dengan industri lain. Bila tingkat bunga turun terus, investasi pada REIT cukup menarik bagi mereka yang tidak punya dana cukup besar untuk membeli properti. Biasanya, properti mempunyai hubungan negatif dengan tingkat bunga. Bila tingkat bunga naik, investasi pada properti menurun dan permintaan akan berkurang serta sebaliknya, permintaan pada properti akan naik bila tingkat bunga turun.

Menurunnya permintaan properti membuat harga properti mengecil dan REIT menurun nilainya. Sebaiknya, investor membeli REIT ketika harga REIT turun dan menjual REIT ketika REIT pada harga puncaknya. Namun, investor juga harus punya pandangan jangka panjang karena REIT biasanya punya hasil cukup bagus dalam jangka panjang. Investor juga harus memerhatikan portofolio properti dari REIT karena portofolio yang tidak strategis akan membuat hasil tidak menarik. Biasanya investasi dalam properti selalu menggunakan kata-kata lokasi, lokasi, lokasi yang strategis.

Private equity fund merupakan investasi yang agak berbeda dengan produk REIT. Investasinya langsung pada saham. Manajer investasi punya kebebasan berinvestasi dalam saham. Dana bisa saja diinvestasikan seluruhnya pada saham, tetapi karena ada moto diversifikasi, sangat jarang manajer investasi berinvestasi pada satu saham saja. Umumnya, manajer investasi berinvestasi minimum pada lima saham untuk menyebar risiko investasi.

Dana private equity fund biasanya cukup besar dan selalu berharap tingkat pengembaliannya cukup dan patokannya selalu memberi tingkat pengembalian sekitar 15 persen paling rendah, bahkan ada yang
menargetkan tingkat pengembalian 25 persen per tahun.

Manajer investasi umumnya berinvestasi dengan tingkat pengembalian tersebut dan bila sudah melebihi, akan langsung keluar mencari pasar lain yang bisa memberi hasil sebesar tingkat pengembalian tersebut. Namun, bisa saja investasinya tetap selama bisa memberi hasil lebih besar.

Pada sisi lain manajer investasi private equity umumnya memperoleh keuntungan dua kali. Pertama, keuntungan dari bursa saham negara bersangkutan dan kemudian keuntungan dari selisih kurs perusahaan bersangkutan. Biasanya, manajer investasi masuk saat nilai mata uang negara bersangkutan sangat lemah sehingga dana yang ditukarkan lebih banyak dan secara perhitungan, harga sahamnya sudah murah.

Kemudian bursa naik dan mata uangnya mulai membaik dan kembali saham dijual serta langsung membeli valuta asing yang sedang murah harganya.

Apabila investor masuk pada investasi ini, investor harus memperhitungkan kapan keluar. Jika investor memiliki hasil yang menjadi dua kali lipat, selayaknya keluar dari produk ini. Risiko investasi ini juga cukup tinggi karena manajer investasi mempunyai kompetitor yang sama dan bisa juga mau untung dengan kelemahan fund yang lain.

Demikian juga hedge fund. Cara kerjanya hampir sama dengan private equity fund. Hedge fund sedikit lebih terbuka dan investor tahu cara kerjanya karena lebih dulu dikembangkan. Adapun private equity fund, investor mungkin hanya kecil sekali, tetapi mempunyai kemampuan cukup besar. Investasi ini baru kita kenal karena baru masuk di pasar Indonesia walaupun sebenarnya sudah ada investasi sejenis yang masuk.

Oleh Adler Haymans Manurung
Praktisi Keuangan

Kompas

- Muhammad Idham Azhari

Sunday, May 11, 2008

Relasi dengan Uang

Minggu, 11 Mei 2008 | 02:01 WIB

Elvyn G Masassya praktisi keuangan

Relasi dengan uang sebenarnya merupakan salah satu faktor yang menentukan kesuksesan seseorang dalam pengelolaan keuangan.

Seperti kehidupan berumah tangga, apakah relasi antara suami dan istri berlangsung secara hangat, atau dingin-dingin saja, atau malah saling tidak peduli. Relasi dengan uang pun demikian. Ada yang beranggapan uang adalah segalanya, ada yang menjadikan uang sebagai pelengkap hidup, tetapi ada juga yang tak acuh terhadap uang.

Pola relasi yang berbeda tersebut memberi dampak terhadap kondisi keuangan seseorang, baik secara material maupun psikis. Psikis adalah sikap terhadap uang itu sendiri. Artinya, ada orang yang uangnya sangat banyak, tetapi selalu merasa kurang. Namun, ada pula orang yang uangnya pas-pasan atau bahkan minim, tetapi selalu merasa cukup.

Sikap terhadap uang merupakan buah dari relasi yang tercipta. Relasi itu sendiri ada beberapa sebab. Pertama, pengalaman masa kecil mengenai uang. Kedua, realitas saat mencari uang sendiri. Ketiga, pandangan tentang kebutuhan keuangan pada masa depan.

Pengalaman masa kecil

Mengenai pengalaman masa kecil, boleh jadi Anda melihat betapa orangtua Anda bekerja sangat keras dalam mencari uang. Lalu, Anda sendiri pun hampir tidak pernah diberi uang oleh orangtua kecuali, misalnya, Anda tengah berulang tahun atau tengah merayakan hal-hal tertentu. Implikasinya, mungkin Anda beranggapan uang merupakan benda sangat berharga. Sulit diperoleh dan harus bekerja sangat keras untuk mendapatkannya.

Pada sisi lain, bisa saja berdasar pengalaman Anda sangat mudah mendapatkan uang dari orangtua. Atau Anda melihat orangtua tidak perlu bekerja keras, tetapi memiliki banyak uang. Jika ini pengalaman masa kecil Anda, maka yang tertanam di benak Anda memperoleh uang bukanlah hal sulit.

Lalu, apa makna pengalaman masa kecil tersebut? Sederhana saja. Ketika Anda mulai dewasa, boleh jadi yang Anda alami sangat berbeda dari pengalaman masa kecil.

Apabila Anda bekerja pada sebuah perusahaan, yang Anda peroleh adalah gaji. Satu bulan sekali. Jika saat kecil Anda bisa mendapatkan uang setiap saat atau memiliki pengalaman dengan uang yang menyenangkan, realitas berbeda ini bisa menyebabkan Anda frustrasi karena merasa uang tidak selalu cukup. Dengan kata lain, kebiasaan menghabiskan uang akan terbawa ke masa dewasa Anda. Akhirnya, kehidupan keuangan Anda akan kacau.

Bagaimana jika pengalaman masa kecil terkait uang kurang menyenangkan, tetapi saat dewasa Anda malah cukup mudah mendapatkan uang?

Ada dua kemungkinan. Pertama, Anda akan kaget dan kemudian berperilaku sangat konsumtif dengan menghamburkan uang karena balas dendam pada masa kecil yang sulit, atau mungkin perilaku masa kecil tetap terbawa hingga dewasa dan membuat Anda menjadi sangat pelit.

Pandangan kebutuhan keuangan pada masa datang juga berdampak terhadap pengelolaan keuangan saat ini. Kembali ke contoh di atas. Umpamakan relasi dengan uang pada masa kecil sangat menyenangkan, tetapi setelah dewasa ternyata tidak begitu mudah mendapatkan uang, maka sangat mungkin Anda juga tidak terlalu tertarik memikirkan kebutuhan keuangan masa depan. Alhasil, kehidupan keuangan Anda akan porak-poranda atau, paling tidak, tidak memberi kenyamanan bagi keseharian Anda. Setelah memasuki masa tidak produktif, mungkin Anda terjebak kesulitan keuangan.

Di sisi lain, jika relasi masa kecil tidak karib dengan uang, sementara setelah dewasa Anda cukup mudah memperoleh uang, bisa juga akhirnya terjebak pada pandangan mencari uang bukan hal sulit. Dengan kata lain, Anda tidak berpikir menyiapkan kebutuhan dana masa depan.

Jika contoh di atas mirip dengan yang Anda alami dalam keseharian, dipastikan Anda akan mengalami problem dengan uang. Hanya saja, problem itu bisa terlihat, bisa pula tersembunyi. Oleh karena itu, agar tidak terjebak pada problem keuangan hanya gara-gara mengacu pada pengalaman masa kecil, ada baiknya Anda mengubah pola pikir, sikap, dan relasi terhadap uang. Bagaimana konkretnya?

Uang hanyalah alat bantu untuk memudahkan hidup. Karena itu, uang mesti dikelola berdasarkan realitas Anda saat ini.

Realistis

Jika masa kecil Anda tidak menyenangkan atau malah sangat menyenangkan, lupakan semua itu. Kecuali hanya menyangkut persepsi, pengalaman masa kecil tidak akan memberi pengaruh apa pun dalam realitas Anda setelah dewasa.

Konkretnya, berapa pun uang yang Anda miliki atau hasilkan, itulah yang menjadi alat bantu Anda. Maka, kelolalah alat bantu itu untuk memenuhi kebutuhan keuangan saat ini dan juga masa depan. Caranya?

Tanamkan di benak Anda masa lalu adalah masa lalu. Masa kini adalah masa kini dan masa depan bergantung pada tindakan Anda masa kini. Dengan kata lain, masa depan mesti Anda persiapkan sejak saat ini. Jika saat ini Anda sulit mendapatkan uang, camkan bahwa pada masa depan Anda tidak boleh sulit. Itu artinya sebagian pendapatan Anda mesti disisihkan untuk membiayai kebutuhan di masa depan.

Sebaliknya, apabila saat ini relasi Anda dengan uang sangat nyaman, pastikan relasi itu harus dibina dan itu dilakukan sejak kini. Artinya, masa depan yang nyaman juga tidak datang sendiri. Konkretnya, langkah utama yang selayaknya Anda lakukan adalah mengubah pola pikir mengenai uang. Itu kuncinya jika Anda ingin kehidupan keuangan Anda baik-baik saja.

Kompas

Sunday, May 4, 2008

Mengelola Reksa Dana

Minggu, 4 Mei 2008 | 02:07 WIB

Adler Haymans Manurung praktisi keuangan

Reksa dana sudah menjadi primadona bagi investor untuk meningkatkan kekayaan. Industri reksa dana juga mengalami masa keemasan dan masa paling buruk dengan adanya penarikan besar-besaran.

Faktor utama yang membuat reksa dana sangat menarik bagi investor adalah karena tingkat bunga cukup kecil belakangan ini dan investor tidak dikenai pajak untuk berinvestasi pada reksa dana.

Reksa Dana yang ditawarkan ke publik saat ini adalah Reksa Dana Pasar Uang (RDPU), Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT), Reksa Dana Campuran (RDC), Reksa Dana Saham (RDS), Reksa Dana Indeks (RDI), dan Reksa Dana Proteksi (RDPSI). Kemungkinan akan bermunculan Reksa Dana Khusus dan yang lain, tergantung kreativitas manajer investasi.

Dalam berinvestasi pada reksa dana, investor harus tahu persis investor akan mendapat dana dari pencarian reksa dana paling cepat satu hari setelah aplikasi pencairan disampaikan kepada manajer investasi.

Untuk mengelola reksa dana, investor harus mengetahui karakteristik reksa dana tersebut. Bila dana hanya untuk berjaga-jaga dan tidak ingin kehilangan prinsipal (pokoknya), maka sebaiknya diinvestasikan pada RDPU.

Pada sisi lain, RDPU merupakan penampungan investasi sementara sebelum mendapat instrumen investasi yang sesuai tujuan investor. Investor bisa mendapat hasil maksimal bila memahami arus kas keluar investor. Investor institusi yang sering menaruh dana dalam rekening koran bisa menginvestasikan dana itu pada RDPU karena bisa meningkatkan laba perusahaan dibandingkan dengan rekening koran.

Salah satu reksa dana yang sangat populer saat ini adalah Reksa Dana Terproteksi. Reksa dana ini digemari karena memberi jaminan atas tidak hilangnya prinsipal investasi ketika dilakukan penarikan saat jatuh tempo. Penjaminan dilakukan melalui pihak lain atau melalui struktur produk investasi reksa dana tersebut. Tetapi, investor akan rugi bila mencairkan dananya sebelum jatuh tempo.

Reksa dana ini sangat cocok bagi yang dananya berlebih atau investor yang tidak menginginkan tingkat pengembalian tinggi asal prinsipalnya tidak hilang. Bila berinvestasi pada reksa dana ini, maka investor tidak tahu berapa besar tingkat pengembalian yang diperoleh karena tidak satu pun bisa melakukan proyeksi tepat selama periode yang dijanjikan.

Persoalan utama reksa dana ini adalah peramalan hasil investasi ikutan, misalnya opsi atau saham yang diinvestasikan di luar prinsipalnya. Bila investor sedang dalam posisi membangun kekayaan tidak cocok berinvestasi pada reksa dana ini sebab akan merusak seluruh perencanaan keuangannya sebab target tidak akan terpenuhi di belakang hari.

Konsentrasi

Konsentrasi pengelolaan perlu pada investasi RDPT, RDC, RDS, dan RDI.

Urutan risiko dari keempatnya adalah RDPT lebih kecil daripada RDC, RDC lebih kecil daripada RDI, dan RDI lebih kecil daripada RDS (RDPT$

Dalam investasi ada prinsip, risiko yang besar akan menghasilkan tingkat pengembalian yang besar. Berdasarkan hasil empiris di Indonesia, RDS memberi tingkat pengembalian tertinggi. Tetapi, semuanya kembali kepada investor seberapa besar risiko yang ditolerir investor.

Investor bisa berinvestasi pada RDC bila investor menolerir risiko lebih kecil dari RDS dan lebih tinggi dari RDPT. Artinya, investor dapat menolerir risiko, tetapi tidak terlalu tinggi. Bila investor sedikit menyukai prinsipal dana dapat turun karena perubahan harga saham yang turun, maka investasi pada RDC sangat cocok. Umumnya, investor yang menyukai reksa dana ini adalah yang berumur 35-50 tahun.

Salah satu faktor utama di luar pengendalian manajer investasi untuk membuat tingkat pengembalian tinggi adalah tingkat bunga. Bila tingkat bunga tinggi, RDS umumnya akan menurun atau posisinya sangat rendah.

Tingkat bunga berhubungan terbalik dengan pasar saham, yaitu pasar saham akan turun bila tingkat bunga naik dan sebaliknya pasar saham akan meningkat bila tingkat bunga turun. Investor yang berumur 35 tahun sangat menyukai reksa dana saham karena relatif masih dapat menerima risiko yang tinggi.

Investor harus mendapat informasi tingkat bunga pada masa mendatang bila akan membeli atau menjual reksa dananya. Investor harus bisa mencairkan dana lebih dulu (paling cepat) dari reksa dana yang satu ke reksa dana lain dengan memperhitungkan kecepatan manajer investasi dalam mengelola reksa dana.

Bila tingkat bunga akan naik, dana investor dari RDS harus cepat dikeluarkan dan masuk pada RDPT yang telah mengubah portofolionya. Investor harus bertanya berapa nilai durasi portofolio RDPT tersebut. Sebaiknya investor masuk pada RDPT yang berdurasi pendek bila tingkat bunga akan naik. Sebaliknya, investor membeli RDPT yang durasi portofolionya panjang bila tingkat bunga akan turun.

Investor pada RDI umumnya ingin dananya meningkat tinggi dalam jangka panjang dan tidak perlu melakukan perubahan. Biasanya, perencanaan keuangan yang cukup jelas dan yang perhitungannya dapat dipertanggungjawabkan dapat menggunakan investasi RDI.

Sekali lagi, investor yang berinvestasi pada reksa dana harus memahami benar risiko yang akan ditanggung dan besaran hasil yang akan dicapai agar rencana keuangan keluarga pada masa depan tidak terganggu. Selamat berinvestasi.

Kompas

Sunday, April 27, 2008

Dana untuk Hobi

Minggu, 27 April 2008 | 01:44 WIB

Elvyn G Masassya praktisi keuangan

Anda pasti memiliki hobi, apa pun jenisnya. Lantas, apa hubungan hobi dengan uang?

Sederhana saja. Secara umum, hobi pasti membutuhkan dana. Sebut saja, kalau hobi membaca buku, Anda mesti mengalokasikan dana untuk membeli buku baru. Kalau Anda hobi jalan-jalan, kebutuhan dana akan lebih besar lagi. Apalagi, kalau hobi Anda berbelanja. Ini tidak saja membutuhkan dana besar, tetapi juga bisa membahayakan stabilitas keuangan Anda jika tidak dikelola secara arif.

Itu konsekuensi yang akan terjadi bila Anda menganggap hobi identik dengan pengeluaran. Padahal, dalam realitasnya, hobi tidak selalu mesti menghabiskan uang banyak, tetapi bisa juga malah menghasilkan uang. Atau paling tidak, kalaupun membutuhkan uang, dana yang dikeluarkan bisa tidak terlalu besar. Dengan kata lain, Anda mesti melakukan upaya pengelolaan dana untuk kegiatan hobi melalui suatu perencanaan keuangan. Bagaimana konkretnya?

Utamanya, pahami bahwa alokasi pengeluaran Anda adalah maksimal 70 persen untuk konsumsi. Nah, hobi sebenarnya adalah bagian dari pengeluaran konsumsi. Kalau Anda membeli makanan, itu berarti konsumsi perut Anda. Kalau Anda membeli CD atau kaset dan radio, itu adalah konsumsi telinga Anda. Ada lagi konsumsi untuk mata Anda dan bahkan konsumsi perasaan Anda.

Jadi, kalau Anda hendak menjalani hobi, misalnya, belanja buku, koleksi CD, jalan-jalan, atau taruhan sepak bola, dananya harus menjadi bagian dari pengeluaran untuk membiayai konsumsi.

Sekarang, berapa persen yang layak dialokasikan untuk membiayai hobi Anda?

Untuk menjawab pertanyaan ini, pahami dulu bahwa menjalani hobi adalah untuk memenuhi kebutuhan tersier, bukan kebutuhan primer atau sekunder.

Artinya, kalaupun Anda tidak menjalani hobi itu, tidak apa-apa juga. Paling-paling perasaan Anda terganggu. Misalnya, Anda suka menonton film lalu tidak menonton film di bioskop, apakah Anda akan menderita sakit? Atau apakah tidak bisa menonton televisi?

Artinya, cukup banyak alternatif dalam menjalani hobi yang sebenarnya bisa mengurangi pengeluaran. Dengan kata lain, kalaupun ada alokasi dana untuk membiayai hobi, dana itu bukanlah keharusan. Dana tersebut hanya layak dipergunakan jika kebutuhan lain yang bersifat primer dan sekunder sudah terpenuhi.
Konkretnya, dari 70 persen alokasi penghasilan untuk konsumsi, harus dipilah lagi berapa persen untuk kebutuhan primer dan sekunder, sisanya baru bisa dipakai untuk konsumsi tersier, termasuk membiayai hobi.

Efisiensi

Setelah memahami alokasi dana untuk membiayai hobi, lakukan efensiensi dalam menjalani hobi dimaksud. Seperti contoh di atas, misalnya, Anda suka membaca buku dan selama ini selalu membeli buku baru. Memang tidak salah karena hobi membaca termasuk positif.

Namun, apakah buku-buku tersebut harus selalu semuanya dibeli? Apakah Anda tidak bisa meminjam dari perpustakaan? Atau kalaupun beli, apakah harus semuanya? Ingat, hobi biasanya juga bisa membentuk komunitas. Cukup banyak kalangan yang hobi membaca buku lantas membentuk komunitas penggemar buku. Kenapa Anda tidak bergabung dalam komunitas tersebut dan bertukar buku di antara sesama anggota. Jika ini dilakukan, bayangkan berapa banyak penghematan yang Anda lakukan.

Anda mungkin akan mengatakan, cara semacam itu hanya berlaku untuk hobi-hobi tertentu saja. Anda keliru. Semua hobi sebenarnya memiliki komunitas tersendiri. Dan semua kebutuhan dana untuk menjalani hobi tersebut bisa dibagi.

Sebut saja, misalnya, Anda hobi melakukan perjalanan. Kalau Anda berwisata sendiri, biayanya akan lebih besar ketimbang beramai-ramai. Ringkasnya, apa pun hobi Anda, sebenarnya jika dicari peluangnya, akan Anda temukan cara untuk mengurangi pengeluaran demi membiayai hobi tersebut.

Produktif

Paparan di atas baru sekadar upaya mengurangi biaya konsumsi dalam membiayai hobi. Lebih dari itu, sebenarnya ada pula strategi menjadikan hobi sebagai kegiatan produktif yang malah bisa menghasilkan uang.

Prinsipnya, hobi tersebut mesti ditekuni sungguh-sungguh dan Anda lakukan eksplorasi terhadap hobi dimaksud. Apa maksudnya?

Begini, jika memiliki hobi memasak, tentunya Anda akan mampu membuat masakan yang enak. Selanjutnya masakan yang enak itu bisa Anda tawarkan kepada handai tolan Anda. Suatu ketika mereka menginginkan masakan itu, Anda bisa menjualnya kepada mereka.

Lebih jauh lagi, hobi memasak tersebut bisa menjadikan Anda koki profesional yang kemudian berdampak komersial, apakah itu dengan membuka bisnis jasa boga atau bisnis kue.

Contoh lain, Anda penggemar musik. Atau suka bermain musik. Suatu ketika Anda bisa membuat musik yang bagus dan kemudian malah bisa dijual. Atau katakanlah Anda penggemar golf. Anda tekuni hobi itu, lantas berprestasi dan menjadi juara di mana-mana. Implikasinya, Anda mendapat hadiah uang dan lain sebagainya.

Pendeknya, hobi sebenarnya tidak selalu menjadi biaya sepanjang ditekuni serius dan dikelola sedemikian rupa sehingga suatu ketika malah menghasilkan pendapatan tambahan. Selamat mencoba.

Kompas

- Muhammad Idham Azhari

Thursday, April 24, 2008

Mengelola Aset Properti

Kamis, 24 April 2008 | 13:07 WIB

Bila investor ingin membeli properti sudah termasuk tanah di mana bangunan tersebut berdiri dan nilainya sangat bervariasi. Ada harga tanah sama dengan harga bangunan, atau harga tanah lebih tinggi dari harga bangunan, atau harga tanah lebih rendah dari nilai bangunan. Jenis properti yang dapat dibuat menjadi bisnis, antara lain rumah, rumah toko (ruko), gudang, mal, hotel, gedung perkantoran, resor, dan apartemen.

Bila investor berinvestasi pada properti wajib melakukan diversifikasi agar risikonya kecil dan memperoleh keuntungan. Diversifikasi pada properti menggunakan konsep lokasi dan jenis, misalnya berupa perkantoran, perumahan, dan pergudangan.

Bila ingin berinvestasi pada resor, biasanya dibangun di daerah pegunungan dan pantai untuk wisatawan berlibur atau istirahat pada akhir minggu. Demikian juga pergudangan, bila di tengah kota tidak menguntungkan sehingga sebaiknya di dekat daerah bandara atau pelabuhan laut. Beberapa investor berpengalaman dalam properti membuat pergudangan di pinggiran dekat jalan tol sehingga barang yang disimpan bisa dikirim ke tempat tujuan melalui jalan tol.

Hotel sebagai investasi didirikan pada daerah perkotaan atau tempat liburan, jarang di pinggiran kota yang kemungkinan tidak ada konsumen yang datang. Hotel mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai tempat istirahat dan menginap serta tempat berdiskusi berbagai hal.

Tempat tinggal dapat didirikan di tengah kota berupa apartemen atau kondominium atau di pinggiran kota. Lokasi sebaiknya dekat dengan sarana transportasi agar beban pengeluaran peminat/investor tidak harus bertambah.

Pegang dan jual
Mengelola properti sebagai bisnis atau menjadi investasi berarti ada periode saat properti "dipegang" dan dijual. Sebagai bisnis, investor menyewakan propertinya kepada pihak lain. Umumnya penyewa selalu menginginkan properti di lokasi yang strategis.

Lokasi properti juga menentukan besarnya uang sewa. Lokasi yang strategis akan menghasilkan sewa lebih mahal, bahkan sewa yang diperoleh hampir sama dengan bunga dari dana yang diinvestasikan pada properti tersebut yang berarti investor memperoleh keuntungan sangat besar. Bila investor memilih lokasi yang strategis dan bila harga pembelian sangat murah, maka tingkat pengembalian yang diterima sangat tinggi.

Bila nilai sewa yang diperoleh tidak sama dengan tingkat bungaberlaku, maka nilai sewa tersebut harus minimal separuh tingkat bunga berlaku. Misalnya, bila nilai properti sekitar Rp 1 miliar, maka nilai sewa yang diperoleh sekitar Rp 50 juta setiap tahunnya. Tetapi, karena letak properti tidak strategis, nilai sewa yang diperoleh 3%-5%
dari nilai investasi properti tersebut setiap tahun.

Selanjutnya, bila investor ingin berinvestasi dan memungut keuntungan di kemudian hari, maka properti tersebut harus strategis dan telah dihitung kenaikan harganya selama dipegang. Pada saat dipegang, properti tersebut harus disewakan dan besarnya sewa sebaiknya sesuai uraian sebelumnya.

Bila properti tidak disewakan dan ditunggu sampai terjual, maka tingkat pengembalian rendah karena bangunan akan rusak atau semakin kecil harganya. Properti tersebut akan sangat terawat bila ada yang menempati sehingga harga properti akan lebih tinggi dibandingkan dengan kosong selamanya. Dalam kasus ini, investor harus mempunyai perhitungan besarnya kenaikan harga properti selama dipegang.

Rumusan yang dapat digunakan, yaitu minimum tingkat bunga pada deposito ditambah risiko yang ditolerir investor atas investasi pada properti. Bila tingkat bunga secara rata-rata selama periode dipegang sebesar 8%, maka investor harus mempunyai tingkat pengembalian rata-rata lebih tinggi dari 8% dan premiumnya minimum 4%-6%.

Siklus
Untuk mendapat hasil penjualan properti maksimal dan dapat memberi hasil sesuai harapan, maka investor harus memahami siklus properti bersangkutan. Biasanya, harga properti sangat rendah bila tingkat bunga sangat tinggi, situasi ekonomi tidak baik. Harga properti akan tinggi bila tingkat bunga rendah dan ada kelebihan dana yang tinggi di perbankan. Situasi ekonomi harus dipahami dengan bertanya kepada ahli ekonomi dan siklus properti didiskusikan kepada ahli properti yang memahami ekonomi.

Investor juga harus memahami liku-liku penjualan properti untuk mendapat keuntungan maksimal dan perpajakan properti agar dapat menentukan harga dan keuntungan yang diinginkan. Peraturan pajak menyebutkan, setiap properti yang dibeli atau dijual dikenai pajak PPHTB sebesar 5%. Karena itu, investor harus mempunyai nilai properti 10% ditambah tingkat pengembalian yang diinginkan. Berdasarkan penelitian berbagai properti, sebaiknya properti harus dipegang minimum tiga tahun agar terjadi tingkat pengembalian yang diinginkan.

Properti dapat dipergunakan investor untuk investasi dalam rangka persiapan dana sekolah anak-anak di kemudian hari atau bahkan untuk warisan. Bila strategi ini yang dipergunakan, maka investor harus juga memperhitungkan kenaikan harga properti dan harga awal sudah bisa memenuhi kebutuhan sekolah tersebut. Informasi ini didapat melalui hasil penelitian dari ahli properti atau bank data properti.

Dengan demikian, dalam mengelola properti investor harusmemiliki informasi lokasi yang strategis. Informasi dapat juga diperoleh melalui media massa dan investor juga harus tidak lupa mengecek kebijakan pertanahan dan properti di daerah bersangkutan.

Adler Haymans Manurung
praktisi keuangan

Kompas

Tuesday, April 1, 2008

Cracker berusia 18 tahun Bobol 1,3 Juta Komputer

Selasa, 1 April 2008 | 18:37 WIB

 WELLINGTON, SELASA - Seorang anak SMA di Selandia Baru terbukti membobol 1,3 juta komputer di berbagai belahan dunia dan menyebabkan kerugian hingga 20 juta dollar AS. Namun, hakim membebaskannya dari hukuman penjara karena anak tersebut diketahui menderita autis berat.

Owen Thor Walker (18), demikian nama cracker tersebut, memimpin jaringan kriminal maya untuk melakukan aksinya itu. Saat ditangkap tahun lalu, polisi menyebut anak yang menggunakan nama Akill di Internet itu sudah melakukan aksinya sejak di sekolah beberapa tahun lalu.

Ia mendesain program terenkripsi yang tidak terdeteksi antivirus dan program keamanan sejenis. Software jahat tersebut akan menyusup ke komputer korban dan mencuri data-data kartu kedit pemiliknya saat mengetikkan login dan password untuk mengkases layanan penjualan online.

Kegiatan kriminalnya baru diketahui ketika 50.000 komputer disusupi dan menyebabkan server di Universitas Pennsylvania di AS tahun 2006. Polisi Selandia Baru harus bekerja sama dengan polisi Belanda dan agen Federal Bureau of Investigation (FBI) untuk mengusut jaringan kriminal global ini.

Anak muda itu dituntut enam pasal kriminal komputer di pengadilan Thames, dekat rumahnya di selatan Auckland. Meski ancaman hukumannya bisa penjara lima tahun, hakim tidak melakukannya dengan alasan pelakunya menderita sindrom Asperger, salah satu bentuk autisme.

Quoted by Muhammad Idham Azhari from Kompas.com

Sunday, March 23, 2008

Bagaimana Mengelola Obligasi?

Minggu, 23 Maret 2008 | 01:47 WIB


Adler Haymans Manurung praktisi keuangan

Belakangan ini kelihatannya tingkat bunga tidak akan berubah ke arah lebih rendah dan kebijakan ini akan berlangsung sampai akhir tahun.

Di sisi lain, bursa saham tidak memberi kesempatan memperoleh keuntungan karena bursa terus menurun karena kondisi regional, termasuk kondisi ekonomi Amerika Serikat.

Kasus ini membuat berbagai pihak akan menyarankan berinvestasi pada obligasi dan instrumen pendapatan tetap lain. Pertanyaannya, bagaimana mengelola obligasi yang dimiliki atau bagaimana memulai investasi pada obligasi.

Dalam berinvestasi obligasi atau instrumen pendapatan tetap lain perlu dipahami konsep dan manfaat investasi tersebut. Obligasi dan instrumen pendapatan tetap lain merupakan surat utang yang diterbitkan lembaga penerbit, yaitu perusahaan swasta, perusahaan negara dan sering disebut perusahaan, pemerintah pusat dikenal dengan surat utang negara dan Obligasi Ritel Indonesia (ORI), dan pemerintah daerah yang dikenal dengan municipal bond.

Obligasi memberi bunga setiap periode yang dikenal dengan kupon. Pembayaran kupon dilakukan tiap bulan atau sekali tiga bulan, enam bulanan, dan sekali setahun. Pada kupon biasanya disebutkan pembayaran setahun, misalnya 9,5 persen per tahun, seperti kupon ORI ke-4.

Bila pembayaran dilakukan empat kali dalam setahun, maka setiap tiga bulan dibayar 2,375 persen (9,5 persen dibagi 4). Investor akan memperoleh bunga lebih besar bila kupon diinvestasikan kembali dengan besaran bunga sebesar kupon.

Obligasi dapat dikelompokkan menurut kupon obligasi, yaitu obligasi berkupon tetap yang besarnya tidak berubah sampai jatuh tempo; berkupon mengambang dengan kupon bervariasi selama periode obligasi, dan obligasi berkupon nol, yaitu obligasi yang kuponnya dibayar pada saat pembelian (di depan).

Ada karakteristik dan variabel obligasi yang harus dipahami, yaitu harga, hasil, dan lamanya obligasi. Harga obligasi ditentukan tingkat bunga saat itu. Bila tingkat bunga naik, maka harga obligasi akan menurun dan sebaliknya, harga obligasi akan naik bila tingkat bunga turun.

Harga

Dalam transaksi obligasi harga patokan awal adalah harga pada aras 100 dengan tingkat bunga yang berlaku sama dengan kupon obligasi. Hal ini terjadi karena tidak satu pun pemilik dana merasa rugi bila berpindah dari obligasi ke instrumen lain.

Selanjutnya, harga obligasi akan selalu di bawah aras 100 bila tingkat bunga yang berlaku di atas kupon obligasi, ini dikenal dengan diskon. Besaran diskon ini merupakan kompensasi yang harus dibayar pemilik obligasi kepada pembeli karena hilangnya kesempatan investasi pada tingkat bunga yang tinggi tersebut.

Misalnya, tingkat bunga yang berlaku 10 persen dan ORI-4 dengan kupon 9,5 dan maturitas 4 tahun, maka setiap tahun pemilik ORI kehilangan kesempatan sebesar 0,5 persen. Akibatnya, pemilik ORI harus membayar 2 persen atas kompensasi selisih tingkat bunga selama 4 tahun sehingga harga ORI harus dijual pada harga 98. Tetapi, karena adanya bunga berbunga yang sering disebut compound interest, maka harganya akan lebih tinggi dari 98.

Kemudian, harga obligasi akan di atas 100 bila tingkat bunga lebih rendah dari kupon obligasi. Pemegang obligasi tidak akan mau menjual obligasinya pada harga 100 karena kupon obligasi saat ini lebih tinggi dari tingkat bunga berlaku.

Bila dilakukan penjualan seharga 100, maka pemilik dana akan berinvestasi dengan tingkat bunga lebih rendah dan akan merugi. Agar pemilik mau menjual obligasinya, pembeli obligasi harus mau membayar lebih tinggi dari 100.

Bila tingkat bunga 9 persen dan kupon obligasi ”X” 9,5 persen selama periode 4 tahun, maka kompensasi harga yang harus diberikan 2 persen (4 tahun dikalikan 0,5 persen). Tetapi, harga di pasar akan lebih rendah 102 dikarenakan faktor bunga berbunga.

Berdasarkan uraian harga tersebut, ada patokan yang selalu dipakai investor dalam membeli atau menjual obligasi, yaitu manfaat/hasil. Artinya, harga obligasi tersebut ditentukan oleh hasil yang harus dipenuhi sehingga investor/pemilik obligasi membeli (menjual) obligasi.

Manfaat tersebut merupakan refleksi tingkat bunga berlaku dan risiko atas investasi pada obligasi yang dikenal dengan risk premium. Bila obligasi diterbitkan pemerintah pusat, maka manfaat merupakan hasil pasar (tingkat bunga berlaku) dan risikonya dianggap nol.

Obligasi perusahaan akan mempunyai hasil lebih besar karena ada risiko pada obligasi perusahaan tersebut. Risiko paling utama adalah tidak bayar. Risiko lain adalah risiko industri perusahaan penerbit surat utang dan risiko umum.

Durasi

Konsep penting lain yang harus dipahami investor adalah durasi. Konsep ini sangat penting dipahami investor karena dapat digunakan sebagai strategi berinvestasi. Nilai durasi obligasi selalu lebih kecil dari besarnya jangka waktu obligasi bersangkutan.

Konsep tersebut, pertama, rata-rata tertimbang jangka waktu atas arus kas yang diterima dari obligasi tersebut dan secara sederhana disebutkan periode kembalinya dana investor atas investasi pada obligasi tersebut. Obligasi 5 tahun dengan durasi 4,13 artinya pemegang obligasi akan mencapai kembalinya dana dengan periode 4,13 tahun. Umumnya, investor menyukai obligasi berdurasi pendek.

Kedua, ukuran sensitivitas harga obligasi atas penurunan/kenaikan tingkat bunga. Dengan contoh yang sama, artinya obligasi tersebut akan menurun 4,14 persen bila tingkat bunga naik 1 persen. Karena itu, investor harus memperhatikan durasi ini bila ada kebijakan tingkat bunga agar investor tidak merugi dalam berinvestasi obligasi. Selamat berinvestasi.

Kompas

Sunday, March 16, 2008

Menyiapkan Program Pensiun

Minggu, 16 Maret 2008 | 01:29 WIB

ELvyn G Masassya praktisi keuangan

Apa arti pensiun bagi Anda? Ada banyak definisi tentang pensiun. Dalam konteks bahasan ini, pensiun ditafsirkan sebagai berhenti bekerja pada suatu perusahaan karena suatu keharusan ataupun keinginan.

Lantas, ketika pensiun itu tiba, apa yang akan Anda lakukan? Banyak pilihan. Jika Anda sudah mempersiapkan diri sejak puluhan tahun sebelumnya, maka masa pensiun adalah masa menikmati. Anda tidak perlu melakukan apa-apa, kecuali hal-hal menyenangkan. Untuk biaya hidup sudah ada hasil dari berbagai investasi ataupun uang pensiun yang mencukupi. Bagaimana jika keadaan tidak seperti itu?

Banyak contoh di sekitar kita, tatkala masa pensiun tidak dipersiapkan dengan benar, maka keadaan akan memburuk. Uang pensiun yang diharapkan cukup untuk membiayai hidup ternyata jauh dari mencukupi. Oleh karena itu, agar hal-hal seperti itu tidak menerpa kita, tentu ada baiknya dimaknai kembali apa yang disebut dengan masa pensiun dan bagaimana mempersiapkannya.

Empat alternatif

Pensiun bisa saja terjadi setelah Anda berusia 55 tahun, tetapi bisa juga di bawah itu jika ada satu dan lain hal sebagai alasan. Nah, jika kebetulan tergolong dalam kalangan ini, lantas apa yang bisa dilakukan?
Secara konsep sebenarnya ada empat alternatif yang bisa dilakukan. Pertama, melamar kerja lagi di perusahaan lain dan melanjutkan karier baru sebagai pekerja. Jika ini yang menjadi pilihan, ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Anda bisa lebih sukses, tetapi bisa pula gagal total.

Tergantung perusahaan apa yang Anda masuki dan kompetensi apa yang Anda bawa, Anda diharapkan membawa pengalaman dan kompetensi yang dibutuhkan perusahaan baru. Jadi, bukan sekadar sebagai pekerja yang nantinya akan dibekali pelatihan, sebab usia Anda pun tidak muda lagi. Karena itu, dalam memilih perusahaan baru tempat Anda melanjutkan karier, sebaiknya pilih yang ”arena”-nya sudah Anda kuasai. Atau paling tidak Anda memiliki keahlian tertentu yang bisa dimanfaatkan perusahaan tersebut.

Kedua, Anda mengubah haluan menjadi wirausahawan. Pola ini sebenarnya memberi Anda peluang lebih besar untuk memiliki kekayaan. Namun, juga berpeluang membuat Anda lebih miskin jika gagal menjalani usaha Anda. Karena itu, kalau Anda ingin mencoba menjadi wirausahawan, maka persyaratan paling utama adalah Anda cukup kenal dengan bidang usaha yang akan digeluti. Bukan cuma tertarik karena potensinya besar atau tergiur omongan orang yang mengatakan ada bisnis yang memberi keuntungan besar.

Untuk mengurangi risiko gagal, ada baiknya Anda tidak melakukan bisnis seorang diri, tetapi bekerja sama dengan pihak lain yang memiliki keahlian di bidang tersebut. Juga, sangat penting mengoptimalkan jaringan yang telah Anda miliki sewaktu Anda berprofesi sebagai pekerja profesional. Akan jauh lebih baik jika bisnis yang hendak Anda geluti bidangnya tidak jauh-jauh amat dari profesi yang telah Anda jalani sebelum memasuki era pensiun.

Ketiga, menjadi investor murni. Investor di sini adalah investor pasif. Anda hanya menanamkan uang Anda dalam satu atau beberapa jenis investasi, baik di sektor keuangan maupun sektor riil, dan kemudian mengharapkan hasil dari investasi tersebut sebagai sumber penghasilan.

Menjadi investor pada masa pensiun tentu saja berbeda karakternya daripada ketika berinvestasi saat masa muda atau saat masih produktif. Kegagalan investasi pada masa setelah pensiun akan memberi dampak lebih besar terhadap kondisi keuangan Anda. Oleh karena itu, investasi yang dipilih harus yang berisiko rendah dan semata-mata hanya mengharapkan imbal hasil yang bisa diperkirakan. Dengan kata lain, bukan investasi yang bersifat spekulatif.

Keempat, Anda tidak melakukan apa-apa. Masa pensiun dijalani apa adanya dan biaya hidup semata-mata digantungkan pada pendapatan maupun aset produktif Anda. Pola ini hanya akan layak dilakukan jika pemupukan aset Anda sudah dalam tahap memadai. Akan menjadi bumerang kalau misalnya aset maupun uang pensiun Anda tergolong pas-pasan.

Apa yang dipaparkan di atas adalah alternatif langkah jika Anda saat ini memang sudah memasuki era pensiun dengan segala macam alasan.

Rencana pensiun

Lantas, bagaimana jika Anda masih produktif dan baru berencana merancang program pensiun?
Anda mesti menghitung berapa kebutuhan dana yang disiapkan agar Anda tidak perlu bekerja lagi setelah benar-benar pensiun.

Untuk menghitung kebutuhan tersebut, saat ini cukup banyak perusahaan yang menawarkan program pensiun dan bisa menghitung kebutuhan dana pensiun serta dana yang rutin mesti disiapkan setiap bulannya.

Dalam hitungan tersebut akan dimasukkan berbagai parameter, mulai dari penghasilan bulanan, tingkat pertumbuhan penghasilan per tahun, usia saat ini, usia pensiun yang diinginkan, perkiraan panjang usia, laju inflasi, tingkat bunga, tingkat return investasi yang diinginkan, juga dihitung jumlah tabungan/investasi yang dimiliki dan tingkat hasilnya. Setelah itu, akan dihitung pula perkiraan biaya pengeluaran setelah memasuki masa pensiun.

Semua itu kemudian dihitung sehingga akan diperoleh suatu angka berupa dana yang mesti ada pada saat usia pensiun tiba. Dana tersebut kemudian akan dipergunakan untuk membiayai kehidupan pascapensiun.

Kompas

- Muhammad Idham Azhari

Wednesday, February 6, 2008

Happy Birthday!...

HAPPY BIRTHDAY TO ME :) ....

-Muhammad Idham Azhari-

Tuesday, January 22, 2008

Pasar Saham Dunia Rontok

Selasa, 22 Januari 2008 | 08:52 WIB

LONDON,SELASA - Pasar saham di seluruh dunia jatuh pada perdagangan Senin (21/1), dengan pasar-pasar di Eropa, Asia dan Amerika Latin turun hingga tujuh persen karena para investor melepas saham-saham mereka di tengah kekhawatiran terhadap resesi global.
Para dealer mengatakan sebuah rencana utama Presiden George W. Bush untuk menangkis resesi di AS tidak cukup menutup arus berita buruk dari bank-bank akibat akibat krisis di pasar perumahan AS. "Orang-orang tidak membeli cerita penjaminan pembayaran utang AS karena mereka telah merasakan keterburukan oleh melemahnya pasar-pasar Asia," kata Richard Hunter, analis saham pada Hargreaves Lansdown di London.
"Hari ini kami pikir tidak ada minat untuk membeli -- orang-orang akan menahan diri sambil melihat apa yang terjadi di AS," kata dia, yang mencatat bahwa Wall Street tutup pada Senin untuk hari libur nasional.
Tekanan kredit yang didorong krisis pada subprime AS, atau risiko tinggi, sektor mortgage telah memberikan jalan yang luas untuk putus harapan pada ekonomi terbesar dunia tersebut, dengan angka pengangguran meningkat dan dolar AS melemah. Banyak analis sekarang mencemaskan bahwa pelambatan ekonomi AS dapat merusak ekonomi dunia.
Ketua Dana Moneter Internasional (IMF) Dominique Strauss-Kahn memperingatkan, Senin, bahwa "seluruh negara-negara di dunia sedang menderita dari pelambatan pertumbuhan di Amerika Serikat, setidaknya di negara-negara maju."
Harga minyak dunia menyusut di tengah kekhawatiran mendalam turunnya potensi permintaan energi akibat melemahnya ekonomi AS, kata para analis. Kontrak utama New York, minyak mentah jenis, light sweet crude turun 1,76 dollar AS menjadi 88,81 dollar per barel.
Sementara dolar AS naik tajam terhadap euro. Para dealer mengatakan bahwa para investor carry-trade, yang telang menenpatkan uangnya dalam mata uang dengan imbal hasil tinggi, sekarang kembali mengurangi posisinya terhadap dolar, yang masih menawarkan kualitas keamanan yang dapat diandalkan. Namun disana pada Senin, tidak aman untuk para investor pasar saham.
Di London, indeks FTSE 100 turun 5,48 persen. Di Paris, Frankfurt dan Madrid mengalami penurunan harian terbesar sejak serangan teroris 11 September. Di Paris indeks CAC 40 turun 6,83 persen, di Frankfurt indeks DAX turun 7,16 persen dan di Madrid turun 7,54 persen.
Karena bursa Eropa ditutup setelah hari traumatik mereka, bursa-bursa di Amerika Latin juga dibuka dengan berita buruk yang sama. Pasar saham Sao Paulo -- terbesar di kawasan tersebut -- turun 6,0 persen, di Buenos Aires turun 4,64 persen, sementara di Meksiko turun 4,77 persen.
Kegelisahan di Eropa dan Amerika dipicu penurunan lebih awal di seluruh pasar Asia, dengan acuan indeks Tokyo turun 3,86 persen terpukul ke posisi terendah sejak Oktober 2005.
Pasar bereaksi terhadap rencana presiden AS yang diumumkan Jumat untuk pengurangan pajak sementara (stimulus ekonomi) 140 miliar dolar AS (97 miliar euro) dan ketentuan-ketentuan lainnya untuk menangkis sebuah resesi di ekonomi terbesar di dunia tersebut. "Paket Bush tersebut tampaknya terlambat dan tidak cukup kuat untuk berpengaruh," kata Najeeb Jarhom, kepala riset untuk nasabah ritel Fraser Securities di Singapura.
Pasar Asia yang telah rebound pada akhir pekan lalu di tengah harapan rencana stimulus Bush, dibuka turun tajam pada Senin, setelah melihat Wall Street tidak antusias menyambut pengumuman tersebut.

Quoted by Muhammad Idham Azhari from Kompas.com

Wednesday, December 26, 2007

AJAX (Asynchronous JavaScript And XML)

Istilah AJAX (Asynchronous JavaScript And XML) dalam pengembangan web menjadi populer
pada beberapa tahun belakangan ini.

AJAX ini sendiri bukan merupakan bahasa pemrograman baru, AJAX hanya merupakan sebuah teknik pemanfaatan object XMLHttpRequest dengan javascript untuk berkomunikasi dengan server secara Asynchronous, dengan pemanfaatan object XMLHttpRequest ini kita dapat membuat proses berjalan secara background atau bekerja dibelakang layar sementara user dapat tetap berinteraksi dengan halaman web yang ada.

Pemanfaatan tehnik Asynchronous ini jugalah yang telah mendorong pengembangan web menjadi lebih kaya atau banyak yang menulisnya dengan istilah pengembangan Rich Internet Application (RIA) atau WEB 2.0.

Quoted by Muhammad Idham Azhari from IlmuKomputer.com

Sunday, December 9, 2007

INVESTASI & KEUANGAN: Memahami "Permainan" Indeks

ELVYN G MASASSYA / PRAKTISI KEUANGAN

Bagi Anda yang sudah terbiasa memainkan uang di pasar modal, tentu tidak asing dengan istilah indeks harga saham gabungan (IHSG).

...

Kompas

Quoted by Muhammad Idham Azhari from Kompas

Sunday, November 25, 2007

INVESTASI & KEUANGAN: Investasi dan Dinamika Ekonomi

ELVYN G MASASSYA / PRAKTISI KEUANGAN

Kalau Anda membaca surat kabar akhir-akhir ini, tentu Anda tahu harga minyak telah membubung jauh ke langit. Harga minyak belakangan ini telah mendekati 100 dollar AS per barrel. Sangat luar biasa mahal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya atau bahkan jika dibandingkan dengan asumsi harga minyak APBN yang angkanya berkisar 60 dollar AS per barrel. Lalu, apa dampak mahalnya harga minyak tersebut bagi kita? Banyak. Banyak sekali.

...

Kompas

Quoted by Muhammad Idham Azhari from Kompas

Friday, October 26, 2007

PHP (Hypertext Preprocessor)

Kata Si WIKI, definisi PHP (salah satu bahasa pemrograman) adalah sbb:

"PHP is a server-side scripting language designed for web development but also used as a general-purpose programming language".

"PHP code is interpreted by a web server with a PHP processor module, which generates the resulting web page. PHP commands can be embedded directly into an HTML source document rather than an external file to process data. It has also evolved to include a command-line interface capability and can be used in standalone graphical applications".

Cara mudah untuk mempelajari PHP (tidak dimulai dari scratch) adalah dengan membuat portal misalnya dengan bantuan paket PHPNuke. Tinggal install PHPNuke tersebut, lalu jadilah portal tersebut....sisanya kita tinggal oprek portalnya...dilihat deh command2 dari PHP....mudah kan!...(*saya terapkan waktu bekerja di PT Panasonic Shikoku Electronics Indonesia)....

-Muhammad Idham Azhari-

Sunday, September 9, 2007

INVESTASI & KEUANGAN: Pilih "Unit Link" atau Reksa Dana?

ELVYN G MASASSYA / PRAKTISI KEUANGAN

Dalam perencanaan keuangan, penghasilan seseorang sejatinya dialokasikan pada tiga hal utama, yakni konsumsi, tabungan, dan investasi plus proteksi.

......

Kompas

Quoted by Muhammad Idham Azhari from Kompas

Monday, August 6, 2007

CSS (Cascading Style Sheets)


CSS merupakan sebuah bahasa pemrograman yang banyak digunakan untuk membangun web site.

Penjelasannya dibawah ini (*kata Si WIKI)...

CSS is a style sheet language used for describing the presentation semantics (the look and formating) of a document written in a markup language. Its most common application is to style web pages written in HTML and XHTML...

CSS is designed primarily to enable the separation of document content (written in HTML or a similar markup language) from document presentation, including elements such as the layout, colors, and fonts. This separation can improve content accessibility, provide more flexibility and control in the specification of presentation characteristics, enable multiple pages to share formatting and reduce complexity and repetition in the structural content (such as by allowing for tableless web design).

CSS can also allow the same markup page to be presented in different styles for different rendering methods, such as on-screen, in print, by voice (when read out by a speech-based browser or screen reader) and on Braille-based, tactile devices.

It can also be used to allow the web page to display differently depending on the screeen size or device on which it is being viewed. While the author of a document typically links that document to a CSS file, readers can use a different style sheet, perhaps one on their own computer, to override the one the author has specified.


CSS specifies a priority scheme to determine which style rules apply if more than one rule matches against a particular element. In this so-called cascade, priorities or weights are calculated and assigned to rules, so that the results are predictable.

Disambung lain kali ya :) .....

-Muhammad Idham Azhari-

Monday, July 16, 2007

Investasi di Surat Berharga

16 Juli 2006

ELVYN G MASASSYA / PRAKTISI KEUANGAN

Sebagian besar dari Anda pasti memiliki deposito. Kenapa menyimpan uang dalam bentuk deposito? Alasan yang paling utama adalah karena merasa aman dan risikonya renda.

...

Quoted by Muhammad Idham Azhari from Kompas

Monday, June 4, 2007

HTML (HyperText Markup Language)

HTML merupakan salah satu bahasa pemrograman yang paling mudah (*menurut saya loh...), biasanya diperuntukkan untuk membangun web site yang statis...

Penjelasan HTML dapat dilihat dibawah ini (*menurut Si WIKI...)...

HTML is the main markup language for creating web pages and other information that can be displayed in a web browser...

HTML is written in the form of HTML elements consisting of tags enclosed in angle brackets (like ), within the web page content. HTML tags most commonly come in pairs like

and

, although some tags represent empty elements and so are unpaired, for example . The first tag in a pair is the start tag, and the second tag is the end tag (they are also called opening tags and closing tags). In between these tags web designers can add text, further tags, comments and other types of text-based content...

The purpose of a web browser is to read HTML documents and compose them into visible or audible web pages. The browser does not display the HTML tags, but uses the tags to interpret the content of the page...

HTML elements from the building blocks of all websites. HTML allows images and objects to be embedded and can be used to create interactive forms. It provides a means to create structure documents by denoting structural semantics for text such as headings, paragraphs, lists, links, quotes and other items. It can embed scripts written in languages susch as Javascript which affect the behavior of HTML web pages...


Web browsers can also refer to Cascading Style Sheets (CSS) to define the appearance and layout of text and other material. The W3C, maintainer of both the HTML and the CSS standards, encourages the use of CSS over explicit presentational HTML...

Selanjutnya, saya akan berikan contoh-contoh coding dengan HTML...

-Muhammad Idham Azhari-

Tuesday, May 15, 2007

NILAI TUKAR: Dollar-Rupiah, Ada Apa?

Senin, 15 Mei 2006, rupiah terjun bebas dari level 8.765 ke 9.100 per dollar AS. Indeks harga saham gabungan ambruk 96 poin. Sungguh lebih dahsyat dari "bom bali". Padahal, kaum hiperbolis baru saja memaparkan bahwa IHSG akan tancap gas ke 1.700 dan rupiah ke 8.300.

...

FERRY LATUHIHIN
Chief Economist BII

Quoted by Muhammad Idham Azhari from Kompas

Monday, April 2, 2007

Javascript (Programming Language)

Javascript adalah salah satu bahasa pemrograman...berikut penjelasannya (kata Si Wiki)...


Javascript is an interpreted computer programming language. As part of web browsers, implementations allow client-side scripts to interact with the user, control the brower, communicate asynchronously, and alter the document content that is displayed. It has also become common in server-side programming, game development and the creation of desktop applications...

Javascript is a prototype-based scripting language with dynamic typing and has first-class functions. Its syntax was influenced by C. Javascript copies many names and naming conventions from Java, but the two languages are otherwise unrelated and have very different semantics. The key design principles within Javascript are taken from the Self and Scheme programming language. It is a multi-paradigm language, supporting object-oriented, imperative, and functional programming styles...

Next, akan saya berikan contoh programming yang menggunakan Javascript...

-Muhammad Idham Azhari-