Sunday, November 29, 2009

INVESTASI & KEUANGAN: Bermain Opsi ketika Pasar "Bullish"

Minggu, 29 November 2009 | 03:26 WIB

Adler Haymans Manurung praktisi keuangan

Beberapa analis dan pemain pasar menyatakan pasar akan naik tahun mendatang dan dimulai akhir November. Desember dianggap berbagai pihak sebagai saat pemain dan issuer saham melakukan window dressing karena ingin memperlihatkan kinerja yang bagus.

Harga saham akhir Desember dipublikasikan pada laporan keuangan perusahaan dan selalu diinginkan ada kenaikan harga saham bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Bila menurun, maka harus ada alasan terjadinya penurunan itu. Bermain opsi pada kondisi ini sangat diperlukan agar mendapat untung.

Asumsi yang digunakan kali ini harga saham naik dalam enam bulan ke depan. Alasan seperti diuraikan sebelumnya dan juga adanya kemungkinan January Effect di mana harga saham akan naik karena fund manager mengubah strategi dengan menukar saham akibat adanya perubahan estimasi pendapatan.

Tindakan pertama yang dilakukan investor adalah membeli opsi cal, bisa yang bergaya Amerika atau Eropa. Disarankan membeli opsi call Amerika supaya investor lebih bebas melakukan eksekusi. Walaupun pasar diasumsikan naik terus, ada kemungkinan turun. Bila penurunan pada akhir periode, maka pembeli opsi call tidak banyak untung.

Pada opsi call Amerika, investor bebas mengeksekusi selama periode opsi untuk mendapatkan keuntungan optimal. Kemampuan melihat waktu yang tepat mengeksekusi sangat diharapkan agar keuntungan optimal.

Dalam membeli opsi call, investor juga harus memerhatikan dan menganalisis periode opsi call agar keuntungan optimal. Periode yang dipergunakan bisa enam bulan atau lebih pendek, yaitu satu bulan. Tetapi, disarankan periode pendek untuk investor yang mempunyai waktu untuk memerhatikan pasar tiap hari. Investor yang tidak mempunyai waktu disarankan membeli yang periodenya panjang.

Investor juga harus memerhatikan harga strike, kesalahan menentukan bisa membuat ketinggalan sehingga keuntungan tidak optimal. Harga strike yang diharapkan tidak jauh berbeda dari harga sekarang, bila perlu harga strike sama dengan harga sekarang.

Tindakan kedua, lindung nilai terhadap tindakan sebelumnya. Tindakan ini ada dua strategi. Bila investor sudah membeli saham atau dikenal dengan underlying asset, investor dapat membeli/menulis opsi. Sebaliknya, pertama sekali investor melakukan tindakan opsi dan tindakan selanjutnya membeli saham.

Bila investor pertama sekali membeli saham, berikutnya investor harus melindungi saham tersebut dengan membeli put. Artinya, bila harga jatuh tajam tiba-tiba, investor sudah punya hak menjual sahamnya pada harga tertentu. Dengan begitu investor hanya rugi sedikit.

Bila investor pertama kali mempunyai tindakan menulis opsi call, investor wajib menyerahkan barang ke lawannya. Tindakan ini salah pilih karena investor mendapat informasi bahwa harga naik. Investor harus melindungi tindakan menulis opsi call tersebut dengan membeli underlying asset atau saham yang dikontrak opsi call tersebut.

Membeli saham memberi keuntungan bagi investor pada masa mendatang karena pasarnya naik. Tetapi, menulis opsi membuat rugi sehingga keuntungan investor stabil (sama) atas portofolio tersebut sepanjang harga saham naik.

Posisi atas opsi

Tindakan berikut, mengambil posisi atas dua atau lebih opsi dengan jenis yang sama. Artinya, investor mengambil posisi dua atau lebih opsi call dan juga demikian dengan opsi put yang disebut sebagai spread. Misalnya, investor membeli opsi call dan juga menulis opsi call.

Harga strike dari membeli opsi call lebih rendah dari harga strike menulis opsi call. Perbedaan harga strike ini merupakan spread bagi investor. Investor juga harus membayar premium opsi call tersebut secara berbeda. Premium pembelian opsi call lebih tinggi dari premium menulis opsi call. Perbedaan nilai premium ini juga menyatakan spread atas opsi tersebut. Kedua tindakan opsi ini harus mempunyai jatuh tempo sama sehingga tidak terjadi missmaturity dalam literature opsi.

Atas tindakan posisi dua opsi call ini atau disebut portofolio opsi call, keuntungan investor akan stabil setelah harga strike menulis opsi. Tetapi, kerugian investor juga stabil bila harga drop sejak harga strike membeli opsi call. Penulisan opsi call dengan harga strike yang lebih tinggi dari harga strike pembelian opsi call untuk membuat kenaikan harga masih jauh terjadi kewajiban penyerahan underlying asset.

Yang juga dapat dilakukan pada saat harga naik adalah mengambil posisi dua opsi put. Posisi pertama membeli opsi put dan posisi kedua menjual/menulis opsi put. Investor harus membuat harga strike membeli opsi put lebih rendah dari menulis opsi put sehingga investor mempunyai spread atas harga strike.

Investor juga membuat premium dari membeli opsi put lebih rendah dari premium menulis opsi put. Perbedaan premium dari kedua opsi put ini merupakan keuntungan investor. Investor sebaiknya mempunyai periode opsi put sama sehingga jatuh temponya sama. Dalam portofolio ini, investor mempunyai keuntungan stabil bila harga terus naik sepanjang masa di mana harga naik dari harga strike menulis opsi put. Namun, investor akan rugi bila harga turun terus dari harga strike membeli opsi put.

KOMPAS

No comments: