Sunday, July 18, 2010

INVESTASI: Proteksi Kekayaan

ADLER HAYMANS MANURUNG - PRAKTISI KEUANGAN

Baru-baru ini ada satu keluarga bertanya mengenai keuangan keluarga yang dimiliknya dan keberlangsungan hidupnya. Saat ini keluarga tersebut telah mengumpulkan dana yang cukup bagi ukuran keluarga di Indonesia. Tetapi, kekayaan tersebut juga sering melorot atau drop karena penawaran para agen penjual produk investasi.

Bahkan, hasil yang dicapai satu tahun bisa habis dalam hitungan hari karena produk yang ditawarkan cukup menjajikan, tetapi hasilnya nihil dan prinsipal nvestasinya juga hilang.

Keluarga tersebut punya dua pertanyaan mendasar: apakah setiap keluarga terus mengejar aset yang dihitung para perencana keuangan dan bagaimana memproteksi aset yang dimiliki saat ini.

Semua nasihat yang diberikan perencana keuangan sudah baik, tetapi keluarga harus menyimak dan bijak atas nasihat tersebut. Rencana keuangan yang dibuat sudah diimplementasikan, tetapi perlu diperhatikan risiko yang dihadapi dan pengetahuan keluarga atas investasi dan rencana keuangan tersebut.

Rencana keuangan keluarga yang baik adalah jika memiliki perencanaan investasi yang baik. Perencanaan investasi yang baik memerlukan pengendalian dan pengetahuan risiko atas investasi tersebut. Biasanya, nasihat investasi didapatkan dari mereka yang telah berpengalaman melakukan investasi karena telah mengalami risiko atas investasi yang dilakukan. Oleh karena itu, pemilihan perencana investasi harus memerhatikan pengalaman perencana keuangan tersebut.

Oleh karena itu, keluarga harus memahami siklus atau tahapan keluarga dalam perencanaan keuangannya, termasuk siklus investasi yang dimilki keluarga tersebut. Bila umur manusia dikelompokkan dalam perencanaan keuangan, secara besar pengumpulan dana keluarga dikelompokkan dalam dua kelompok besar, yaitu kelompok pengumpulan dana dan kelompok proteksi dana.

Manusia (keluarga) mulai mengumpulkan dana sejak mulai lulus sekolah dan atau mulai bekerja. Biasanya seseorang mulai mengumpulkan dana ketika berumur 23 tahun karena pada umur itu dianggap sudah mulai masuk kerja atau mempunyai penghasilan. Penghasilan tersebut dikumpulkan sampai umur 50 tahun.

Sebenarnya, pada kelompok umur ini terjadi dua tahap (stages) karena seseorang tersebut masih sendiri sampai pada umur 27 tahun. Ketika berumur 30 tahun dan selanjutnya umumnya mereka telah memiliki keluarga, istri dan anak-anak.

Pengumpulan dana dilakukan untuk mendapatkan dana besar agar pada saat pensiun tidak perlu bekerja dan keberlangsungan hidup terjamin. Pada periode ini, keluarga harus memiliki aset seperti rumah dan kendaraan serta peralatan/perlengkapan lain untuk kepentingan keluarga. Pada periode ini juga keluarga harus mempersiapkan dana untuk pendidikan agar anak-anak mempunyai pendidikan yang memadai.

Pada periode ini sebenarnya tindakan pengumpulan dana yang pesat sangat dibutuhkan sehingga investasi yang hasilnya cukup gemilang sangat diminati. Sedangkan investasi pada instrumen berproteksi tidak cocok karena tidak akan memberikan pertumbuhan pada asetnya.

Keluarga bisa melakukan investasi pada instrumen yang berisiko tinggi, karena hasil yang diberikan juga tinggi. Adanya risiko tersebut tidak membuat investor gentar berinvestasi karena kemungkinan mendapatkan hasil yang gemilang menjadi tujuan. Bila dana yang dimiliki sudah tercapai, sebenarnya keluarga sudah termasuk pada kelompok berikutnya, yaitu mulai memikirkan proteksi atas aset tersebut.

Kelompok umur 50 tahun dan selanjutnya merupakan kelompok umur proteksi dan pengeluaran. Pada kelompok umur 50 tahun sampai umur 60 tahun dilakukan proteksi atas aset yang dimiliki, tetapi pertumbuhan aset juga sangat diinginkan.

Terdapat dua kelompok besar di sini, yaitu kelompok persiapan pensiun dan kelompok pensiun. Kelompok persiapan pensiun pada umur 50-60 tahun, bahkan sampai 65 tahun. Setelah umur ini, maka dimasukkan kelompok umur pensiun di mana dana yang dimiliki harus sudah cukup untuk pensiun dan tidak bekerja lagi.

Proteksi aset

Kelompok umur 50 tahun sampai umur 60 tahun dapat dikatakan kelompok umur dimana keluarga harus mempertahankan atau memproteksi aset yang dimilki. Artinya, keluarga tidak perlu melakukan investasi pada aset yang mempunyai risiko yang tinggi.

Proteksi atas aset keluarga bisa dengan cara menyimpan dana pada obligasi pemerintah dan aset properti dan pada saat pensiun dijual dan diinvestasikan pada aset yang bisa memberikan penghasilan bulanan.

Jika keluarga telah menempatkan dananya pada obligasi pemerintah, keluarga telah memproteksi dana yang dimiliki. Kupon obligasi pemerintah bisa digunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari.

Bila investasi pada properti, keluarga harus mendapatkan properti yang nilainya tidak akan turun, serta menyewakan properti tersebut untuk mendapatkan penghasilan agar bisa membiayai kehidupan sehari-hari.

Tindakan keluarga pasti selalu mempunyai risiko. Yang perlu adalah mengendalikan risiko agar kemungkinan kerugian cukup kecil. Diskusi dan bertanya kepada ahlinya sangat dibutuhkan. Selamat memproteksi dan meningkatkan aset keluarga.

KOMPAS

No comments: