Tuesday, May 29, 2012

Siapkan Dana Pendidikan Jauh Hari

Dini | Selasa, 29 Mei 2012 | 06:54 WIB

KOMPAS.com - Pada situasi sekarang ini banyak keluarga dipusingkan oleh dana pendidikan. Biaya yang sudah pasti dikeluarkan adalah biaya pelatihan masuk perguruan tinggi berkisar Rp 3 juta sampai Rp 40 juta. Biaya tes minimum Rp 1 juta untuk beberapa perguruan tinggi.

Ketika sudah lulus, orangtua harus mempersiapkan dana untuk pembangunan, dana biaya kuliah per semester, dan biaya buku, serta biaya sewa rumah untuk mereka yang tidak tinggal di rumahnya lagi karena kejauhan. Dana pembangunan minimal Rp 10 juta sampai dengan Rp 100 juta, tetapi ada juga perguruan tinggi yang meniadakan biaya ini. Mereka justru membuat biaya kuliah cukup besar. Akibatnya, banyak perguruan tinggi membuat kebijakan dengan pembayaran cicilan agar anak bisa masuk perguruan tinggi tersebut.

Persiapan
Lantaran kebutuhan dana yang sangat besar, orangtua harus mempersiapkannya jauh hari. Bagi orangtua yang mempunyai pendapatan memadai, tidak menjadi persoalan karena bisa pinjam ke kantor atau ke bank dengan memberikan jaminan. Bagi yang sedikit kurang, mereka harus mempersiapkannya dengan saksama.

Pertama-tama yang harus dilakukan dalam mempersiapkan dana pendidikan tersebut adalah merencanakan anak akan disekolahkan ke mana. Orangtua harus realistis dalam kasus ini, tidak bisa memaksakan keinginannya. Bila anak hanya bisa diharapkan ke swasta yang normal, orangtua hanya mempersiapkan anak tersebut agar bisa berkuliah di perguruan tinggi yang sesuai dengan kemampuannya.

Sering kali orangtua melakukan tindakan tidak realistis dengan melihat tetangga yang selalu masuk perguruan tinggi termahal. Tetapi, motivasi anak juga perlu dilihat agar bisa dimasukkan ke perguruan tinggi harapan orangtua. Dengan adanya kepastian anak akan masuk ke perguruan tinggi yang dimaksud, orangtua dapat melakukan perhitungan dana yang akan dikeluarkan.

Tahapan kedua, yang perlu dipastikan adalah waktu pembayaran atau dalam dunia perencanaan keuangan disebutkan waktu kebutuhan dana tersebut. Apakah dana tersebut dibutuhkan dalam waktu yang singkat,atau waktu yang lebih panjang. Bila dana dibutuhkan pada waktu yang secepatnya, orangtua bisa mengetahui bagaimana mendapatkannya. Selayaknya, waktu yang dibutuhkan cukup panjang sehingga orangtua bisa bernapas untuk mendapatkan dana tersebut. Bila waktu yang dibutuhkan sangat singkat, agak sulit mendapatkan dana tersebut secara cepat.

Kepastian dana yang akan dikeluarkan dan waktu pembayaran yang telah jelas diketahui, maka orangtua mulai masuk pada tahap ketiga, yaitu mendapatkan sumber pendanaan. Sumber dana yang dibutuhkan dimulai dengan berpikir sejenak dan berdiskusi dengan keluarga (ayah dan ibu). Urutan pertama yang harus dipertimbangkan adalah tabungan yang dimiliki saat ini. Apakah tabungan yang dimiliki saat ini bisa membiayai pendidikan yang direncanakan bersama anak dan keluarga.

Prioritas pengeluaran perlu dipahami karena dana tabungan yang tersedia juga diperuntukkan saat pensiun. Sebaiknya sementara dapat dipergunakan untuk pembayaran biaya pendidikan anak. Bila tabungan tidak tersedia, orangtua harus mencari dana tersebut. Alternatif yang bisa dipergunakan adalah aset dalam rumah yang selama ini tidak pernah dipergunakan, bahkan membuat sempit ruangan di rumah, sebaiknya dijual kepada pihak lain.

Urutan selanjutnya, orangtua bisa mendapatkan dari arisan keluarga. Orangtua bisa meminta pada arisan agar lebih dulu mendapatkannya, atau meminta adanya potongan bila diberikan untuk mendapatkannya. Jika dana dari arisan tidak bisa didapat, keluarga bisa melakukan pinjaman kepada pihak lain (bank, leasing, atau perseorangan).

Sebaiknya, lakukan pinjaman kepada pihak yang tidak memiliki hubungan keluarga agar silaturahim berjalan dengan baik. Keluarga juga bisa menggunakan cara lain yang dianggap lebih baik dari uraian sebelumnya.

Tindakan mereka yang sudah matang dalam keuangan adalah dengan mengikuti asuransi pendidikan. Keluarga mempersiapkannya dengan asuransi, dan bila tiba saatnya pembayaran, keluarga bisa mendapatkan dana untuk keperluan tersebut. Bila keluarga menggunakan asuransi ini, keluarga harus memperhitungkan waktu pencairan dan pembayaran premi tahunannya agar bisa terencana lebih baik untuk kepentingan anak.

Pemilihan asuransi yang tepat sangat dibutuhkan keluarga dalam rangka mempersiapkan dana pendidikan anak tersebut. Untuk asuransi ini, keluarga bisa berkonsultasi dengan perusahaan asuransi yang bisa membantu keluarga.

Sisi lain yang bisa dilakukan keluarga adalah dengan mempersiapkan dari anak sejak awal. Minimum perencanaan tersebut sudah dilakukan paling sedikit lima tahun lalu agar dana yang dibutuhkan dapat disediakan secara saksama. Cara pertama yang paling sederhana adalah menentukan besaran tabungan dari jumlah yang harus dipersiapkan. Bila kebutuhan dana pendidikan sebesar Rp 120 juta, keluarga dapat menyimpan dana sebesar Rp 2 juta setiap bulannya.

Bila keluarga menyimpan di bank dana tersebut setiap bulan, dengan perhitungan matematis, dana yang disimpan setiap bulan tidak sebesar Rp 2 juta, tetapi lebih kecil. Tetapi, keluarga juga bisa meminta perencana keuangan untuk membantu keluarga dalam mempersiapkan dana pendidikan ini.

(Adler Haymans Manurung, praktisi keuangan)

Quoted by Muhammad Idham Azhari from Kompas.com

No comments: