Sunday, June 20, 2010

Dana Liburan

Minggu, 20 Juni 2010 | 03:52 WIB


Adler Haymans Manurung - praktisi keuangan

Liburan pasti membutuhkan biaya. Besar kecil biaya tergantung liburan yang ingin dilakukan.
Sering kali orangtua membuat liburan tanpa direncanakan sehingga tidak disangka dananya kurang. Oleh karena itu, perlu dibuat perencanaan liburan sehingga diketahui dana yang dibutuhkan.

Tahap pertama yang perlu dilakukan adalah menentukan tujuan liburan dan target yang ingin diperoleh dari liburan. Biasanya keluarga menginginkan liburan sambil melakukan aktivitas lain. Misal, keluarga yang berasal dari Tapanuli, Sumatera Utara, berlibur ke Danau Toba dan beberapa hari sebelumnya melakukan aktivitas adat di tanah leluhurnya.

Tempat liburan dan aktivitas liburan perlu direncanakan secara rinci supaya liburan bermanfaat. Sebaiknya dipilih tempat liburan yang berbeda setiap tahun agar ada variasi dan anak-anak mendapat beragam pengalaman. Liburan bisa juga menghilangkan rasa bosan di rumah atau mencari suasana baru. Artinya, berlibur tidak harus ke daerah yang jauh dari rumah. Perlu juga dirancang aktivitas liburan yang memberikan arti kepada keluarga sehingga bisa merasakan suasana yang berbeda.

Liburan juga tidak harus memakan waktu panjang, misalkan dua minggu. Masa tiga hari juga dapat dikatakan liburan apabila memberikan manfaat kepada keluarga.

Jika perlu, liburan dapat dilakukan bersama keluarga besar supaya ada bahan cerita anak-anak kalau sudah besar nantinya. Semua aktivitas liburan sebaiknya didiskusikan dengan anggota keluarga agar tercapai kesepakatan dan tidak ada yang merasa idenya tidak dipakai.

Biaya liburan

Tahap kedua, menentukan besarnya biaya liburan. Biaya pertama yang harus dihitung yaitu biaya transportasi dan penginapan. Biaya transportasi dengan pesawat terbang lebih besar dari biaya menggunakan transportasi yang lain.

Jika ingin memberikan pengalaman yang menarik, keluarga dapat berlibur dengan menggunakan transportasi mobil sendiri. Siangnya mereka berjalan melihat pemandangan dan malamnya menginap di hotel. Jangan memaksakan pada tempat yang wah jika belum pada waktunya.

Biaya yang mungkin dikeluarkan yaitu biaya makan dan jajan harian selama berlibur. Sebaiknya keluarga sudah membuat patokan apa yang akan dikonsumsi selama liburan dan rata-rata pengeluaran per orang selama liburan.

Biaya liburan sebaiknya tidak memasukkan biaya pembelian peralatan. Informasi tentang besarnya biaya liburan dapat diperoleh dari perusahaan travel dan lembaga yang mempersiapkan liburan. Apabila keluarga bisa mendapatkan besar biaya tahun lalu, besarnya biaya untuk tahun berikutnya ditambahkan sekitar 30 persen sehingga keluarga dapat merencanakan biaya liburan tahun berikutnya.

Tahap ketiga, mendapatkan dana liburan. Tahapan ini dapat dilakukan apabila sudah jelas besar biaya liburan yang akan dikeluarkan. Biaya liburan sebaiknya menggunakan dana yang diperoleh keluarga juga dari dana kaget. Artinya, urutan pertama untuk dana liburan diperoleh dari pendapatan yang tidak biasanya diperoleh keluarga. Misalkan keluarga mendapatkan dana atas komisi aktivitas yang tidak direncanakan. Adanya liburan tidak mengganggu perencanaan keuangan keluarga.

Apabila tidak ada dana yang diperoleh dari pendapatan yang tidak biasanya didapat, keluarga perlu melakukan persiapan. Oleh karena itu, persiapan liburan tahun ini selayaknya merupakan rencana liburan tahun lalu setelah pulang liburan. Artinya, biaya liburan tahun ini sudah dipersiapkan setiap bulannya selama satu tahun terakhir. Apabila dana liburan sebesar Rp 15 juta dalam liburan ini, keluarga harus sudah menabung sekitar Rp 1.250.000 setiap bulan.

Jika keluarga sudah mempersiapkan dana tersebut, keluarga tidak perlu mengganti daerah liburan terkecuali biayanya sama atau lebih kecil. Apabila biaya yang lebih besar, keluarga bisa merencanakan pada liburan tahun berikutnya.

Keluarga juga bisa mempersiapkan dana liburan dari hasil investasi yang dimiliki. Dana yang diinvestasikan tersebut dirancang agar bisa memberikan tingkat pengembalian sebesar biaya liburan tahun ini. Keluarga perlu membuat perencanaan yang matang agar liburan terlaksana dan biaya yang dibutuhkan tersedia.
Lebih penting liburan harus bermanfaat dan membahagiakan keluarga. Sesuaikan
biaya liburan dengan isi kantong. Jangan lebih besar pasak daripada tiang. Kita harus bersyukur karena masih bisa menikmati liburan.

KOMPAS

- Muhammad Idham Azhari

No comments: