Sunday, January 17, 2010

Investasi: Resolusi Investasi Tahun Macan

Minggu, 17 Januari 2010 | 02:42 WIB

Elvyn G Masassya - praktisi keuangan

Ketika krisis ekonomi terjadi tahun 1997 dan 2008, cukup banyak orang berhasil dalam berinvestasi. Tetapi, pada tahun-tahun ketika ekonomi bertumbuh pesat, ada juga yang gagal berinvestasi. Bagaimana resolusi investasi pada Tahun Macan ini?

Investasi dibagi menjadi beberapa jenis. Untuk memudahkan, kita bagi menjadi dua area: investasi sektor riil dan investasi pasar modal. Kedua area tersebut tidak bisa dilepaskan kondisinya dari faktor makroekonomi dan faktor internal pelaku atau investor.

Contoh pengaruh faktor ekonomi adalah laju inflasi. Kalau inflasi tinggi, tingkat bunga juga akan tinggi sehingga pemilik dana akan menempatkan uangnya di bank. Sebaliknya, bila tingkat bunga rendah, pemilik dana akan menempatkan dana pada saham. Tetapi, bunga rendah, termasuk bunga pinjaman, sektor riil akan bergerak. Bila kinerjanya bagus, harga saham juga berpotensi menguat.

Dalam realitasnya, kita melihat kondisi perekonomian Indonesia tahun 2009 jauh lebih baik daripada tahun 2008. Pertumbuhan ekonomi berada pada kisaran 4 persen. Nilai tukar rupiah bertengger di sekitar Rp 9.500 per dollar AS. Laju inflasi juga tergolong sangat rendah, yakni di bawah 3 persen.

Indeks pasar saham berada pada angka 2.530-an. Ini jauh lebih tinggi daripada tahun 2008 yang berada pada angka 1.355. Bursa Efek Indonesia bahkan tergolong salah satu bursa yang memberi hasil tertinggi di dunia, yaitu mencapai 86 persen.

Fakta yang terjadi pada setiap investor bisa sangat berbeda. Di pasar modal, misalnya. Kendati secara umum mayoritas investor mestinya menuai keberhasilan, tetapi bila pemilihan waktu masuk membeli saham keliru bukan tidak mungkin yang dituai kegagalan alias merugi. Walaupun secara menyeluruh indeks meningkat hingga 86 persen, tetapi tetap ada saham-saham yang harganya jatuh, khususnya saham berkategori ”gorengan”.

Dari paparan di atas, jelas bahwa tidak peduli tahun kapan pun, yang paling berpengaruh adalah cara investor menyikapi berbagai fenomena ekonomi pada tahun tersebut. Demikian pula pada Tahun Macan ini.

Bagaimana perkiraan ekonomi makro? Konsensus para ekonom dan juga proyeksi beberapa lembaga riset ternama memperlihatkan, tahun 2010 bisa lebih baik daripada tahun 2009. Untuk pertumbuhan ekonomi, misalnya, diperkirakan bisa di atas 5 persen. Ini masih lebih tinggi ketimbang 2009 yang diperkirakan 4,4 persen.

Demikian juga dengan nilai tukar rupiah, diperkirakan akan menguat dan bisa berada pada angka Rp 9. 000 per dollar AS. Di sisi lain, laju inflasi diduga akan lebih tinggi dari tahun 2009, yakni sekitar 6 persen. BI rate diperkirakan meningkat menjadi 7,5 persen, paling tidak itu akan terjadi pada semester kedua 2010. Dampaknya, suku bunga dana mestinya juga lebih tinggi dari sekarang. Sementara untuk pasar modal, banyak kalangan yakin angka indeks masih akan tumbuh 20-25 persen dan berada pada kisaran 2.900-3.000 pada akhir tahun 2010.

Tentukan tujuan

Dalam realitasnya, investasi bersifat dinamis dan lebih dipengaruhi perilaku saat keputusan investasi dilakukan. Lalu, bagaimana konkretnya?

Pertama, kembali ke rumus awal. Tentukan tujuan keuangan pada 2010. Dengan perkiraan keadaan ekonomi akan lebih baik, mestinya tujuan keuangan juga harus lebih menantang.

Kedua, tentukan cara mencapai tujuan keuangan melalui investasi dengan mengacu pada berbagai asumsi ekonomi. Siapkan alokasi investasi strategic asset allocation ke berbagai jenis instrumen investasi. Bila Anda memiliki banyak sumber dana dan ingin masuk ke semua jenis investasi, baik sektor riil maupun sektor keuangan, maka alokasinya tentu berbeda dari tahun sebelumnya.

Ketiga, pastikan ekspektasi rasional Anda terhadap imbal hasil dari semua instrumen investasi yang dipilih. Dalam hal ini, penggunaan logika dan analisis sangat penting. Jangan berkeyakinan bila pasar modal akan seperti tahun 2009 yang tumbuh 86 persen. Untuk mengukur berapa kemungkinan bertumbuhnya, lihat riwayat tahun-tahun sebelumnya.

Itu sebabnya banyak analis yakin indeks pasar modal akan naik hanya sekitar 20 persen. Itu berarti ekspektasi Anda juga sebaiknya pada kisaran angka tersebut.

Lalu jika dihitung menyeluruh dengan menggabungkan ekspektasi imbal hasil di deposito, obligasi, reksa dana atau investasi lain, tentu akan menghasilkan angka yang boleh jadi tidak setinggi itu.

Dari paparan di atas jelas, jika Anda ingin membuat resolusi investasi pada tahun 2010, maka siapkan beberapa resolusi yang masuk akal. Contohnya, investasi tetap bertumbuh berkelanjutan dan memiliki pencapaian tertentu. Perbaiki imbal hasil setiap jenis instrumen investasi. Itu yang utama.

Resolusi lain, misalnya, sempurnakan pola pengambilan keputusan, tidak lagi melibatkan perasaan atau pengaruh orang lain. Ini penting sebab beberapa kegagalan ataupun keberhasilan investasi Anda tahun 2009 boleh jadi bukan karena keputusan sendiri melainkan karena dorongan eksternal.

Kondisi seperti ini jelas tidak akan berulang. Jadi, kesimpulannya, resolusi investasi tidak selalu mesti dalam bentuk angka, tetapi bisa saja lebih fundamental dan berdampak jangka panjang. Dengan kata lain, membuat target kualitatif adalah resolusi yang lebih membumi.

KOMPAS

No comments: