Sunday, December 13, 2009

Investasi: Perencanaan Investasi 2010

Minggu, 13 Desember 2009 | 03:27 WIB

Adler Haymans Manurung - praktisi keuangan

Akhir tahun 2009 telah dekat.

Salah satu tindakan penting yang harus dilakukan pada saat ini adalah membuat perencanaan investasi untuk periode 2010. Tindakan ini diperlukan agar ada pegangan untuk melakukan investasi.

Untuk investasi pada tahun 2010, indikator penting yang harus dipahami investor adalah arah tingkat bunga dan kapan (waktu) perubahan tingkat bunga tersebut. Arah tingkat bunga pada tahun 2010 dapat diperoleh investor melalui berita di media massa. Pada situasi sekarang ini, banyak seminar proyeksi ekonomi 2010 yang diberitakan. Diberitakan pula pendapat para pakar dan pengamat ekonomi. Bahkan, investor yang mempunyai tabungan dan menjadi nasabah bank sekarang telah diundang untuk mendengarkan para pengamat ekonomi tersebut mengenai perekonomian pada masa tahun 2010.

Investor juga dapat memerhatikan proyeksi pemerintah terhadap perekonomian pada tahun 2010. Pemerintah setiap tahun mengajukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk disetujui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Dalam APBN tersebut diuraikan asumsi yang dipergunakan pemerintah untuk membuat APBN. Adapun asumsi yang paling minimal dalam APBN harus ada ialah tingkat inflasi, tingkat bunga, dan nilai kurs.

Tingkat inflasi dan tingkat bunga merupakan indikator yang berhubungan. Irving Fisher (1930) menyatakan, tingkat bunga nominal merupakan hasil jumlah tingkat bunga riil dan tingkat inflasi. Beberapa tahun lalu tingkat bunga riil ditargetkan Bank Indonesia sebesar 2 persen. Namun, dua tahun lalu target tingkat bunga riil diturunkan menjadi 1 %. Bila pemerintah menargetkan inflasi sebesar 5 %, maka tingkat bunga sekitar 6 %. Bila tingkat bunga SBI sekarang sebesar 6,5 %, maka kelihatan tingkat bunga tidak akan berubah.

Akan tetapi, apabila dilihat tingkat bunga inflasi yang terjadi tahun 2009 sekitar 3,5 %, maka tingkat inflasi yang diproyeksikan sebesar 5 % sehingga ada kecenderungan pemerintah tidak bisa mengontrol inflasi pada tahun 2010.

Seharusnya proyeksi inflasi dari pemerintah paling maksimal sama dengan tahun sebelumnya atau lebih kecil.

Berbagai analisis memang melihat bahwa tingkat inflasi akan terjadi lebih tinggi pada tahun 2010 karena harga beberapa komoditas mengalami kenaikan serta harga minyak juga mempunyai kecenderungan naik. Dengan demikian, kenaikan inflasi sudah mungkin terjadi bila pengendalian tidak dilakukan dengan menghantam sumber inflasi tersebut agar inflasi tidak meningkat. Analisis berbagai pihak menyatakan bahwa kenaikan tingkat bunga akan dilakukan pada semester kedua tahun depan karena semester pertama tahun 2010 merupakan periode konsolidasi untuk periode selanjutnya.

Berdasarkan informasi tersebut, investor dapat membuat perencanaan untuk meningkatkan keuntungan pada semester pertama (bahkan empat bulan) tahun 2010 sebelum melakukan perubahan. Investor bisa melakukan investasi pada saham pada empat bulan pertama tahun 2010 dan kemudian mengubah portofolio investasi ke yield lebih tinggi satu atau dua bulan kepada investasi yang memiliki bunga. Biasanya investasi pada saham akan drop bila tingkat bunga mengalami kenaikan.

Efek Januari

Investor bisa melakukan investasi pada Desember ini karena pada empat bulan mendatang ada beberapa kejadian yang menarik. Salah satu kejadian yang harus diperhatikan adalah ”January Effect”, di mana semua fund manager melakukan perubahan strategi untuk investasi karena ekspektasi pendapatan perusahaan pada tahun 2010. Biasanya harga saham naik pada Januari sampai April dan pada bulan Mei cenderung stagnan. Sedangkan Juni ada kecenderungan stagnan dan menurun sampai bulan September dan Oktober.

Investor yang memiliki dana segar untuk masuk pada tahun 2010 sebaiknya mulai memilih obligasi yang jatuh tempo pada April sampai Juni dengan tingkat bunga (kupon) tinggi. Kemudian, pada saat dana investasi jatuh tempo, investor sudah siap membeli instrumen investasi dengan tingkat bunga tinggi karena telah dinaikkannya tingkat bunga. Artinya, investor masih mempunyai investasi pada instrumen di luar saham apabila terjadi saham tiba-tiba mengalami penurunan karena faktor informasi yang jelek pada periode tersebut.

Bila investor mempunyai pembayaran yang cukup besar pada periode ini, investor harus memastikan besaran pembayaran tersebut. Kemudian investor melakukan investasi dengan periode sampai satu bulan pembayaran akan dilakukan. Artinya, investor tidak mengalami wanprestasi atas pembayaran tersebut. Sebaiknya diinvestasikan pada instrumen pasar uang supaya risikonya lebih kecil, bahkan dianggap nol, terkecuali risiko institusinya.

Investor yang melakukan perencanaan investasi 2010 seharusnya tetap menimbang risiko yang dihadapi serta risiko yang bisa ditoleransi. Bila investor bisa menoleransi risiko yang lebih besar, tidak salah investor melakukan investasi pada saham alokasinya lebih tinggi. Jika investor tidak bisa menerima atau menoleransi risiko tersebut, investor bisa membeli atau menginvestasikan dana pada obligasi pemerintah. Akan tetapi, investor harus tetap berpikir jangka panjang untuk melakukan investasi agar diperoleh hasil maksimal.

No comments: