Friday, August 28, 2009

BlackBerry "Most Wanted" Siap Meluncur di Indonesia


Jumat, 28 Agustus 2009 | 21:04 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Menyusul terbukanya jalan terang bagi peredaran BlackBerry di Indonesia, sejumlah operator yang memegang hak impor dan distribusi BlackBerry dari Research In Motion (RIM) pun kini bersiap untuk melanjutkan bisnis smart phone ini di Indonesia.

PT Excelcomindo Pratama (XL) salah satunya. Operator yang menjual handset dan layanan berlangganan BlackBerry itu kini sedang ancang-ancang meluncurkan varian terbaru, yaitu BlackBerry Gemini. "Seri tersebut akan segera kami lempar ke pasaran setelah Lebaran ini," ujar Manajer Umum Penjualan XL Handono Warih.

Indosat pun kini juga tengah menyiapkan langkah serupa. "Kami sedang dalam proses persiapan peluncuran BlackBerry Gemini," ujar Fuad Fachroeddin, Group Head Integrated Marketing Indosat, Jumat (28/8).
Optimisme XL maupun Indosat tersebut tidaklah berlebihan. Pasalnya, Departemen Komunikasi dan Informatika (Depkominfo) beserta Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), Rabu (26/8) lalu, sudah memberi sinyal positif terhadap fasilitas reparasi dan layanan pelanggan BlackBerry yang dibangun RIM di sejumlah kota di Indonesia.

Sebelumnya, peluncuran varian yang memiliki nama asli BlackBerry Curve 8520 direncanakan bulan ini. Namun, apa mau dikata, RIM terganjal kewajiban mendirikan fasilitas layanan purnajual sebelum bisa melanjutkan aktivitas bisnisnya di Indonesia.

"Sekarang kami sudah siapkan pemesanan untuk 20.000 unit BlackBerry Gemini," ujar Handono. Itu sebabnya, ia baru berani menjanjikan peluncuran setelah Lebaran. "Soalnya memerlukan proses pengapalan dan pemeriksaan bea cukai dulu," ujarnya.

Jumlah tersebut, menurut Handono, hanyalah sebagai tahap awal. XL dengan cukup agresif menargetkan dalam dua bulan sesudah peluncuran seluruh handset tersebut telah terjual habis. "Soalnya ini termasuk most wanted," papar Handono.

Harga handset yang dipatok di bawah harga BlackBerry seri-seri sebelumnya membuat seri Gemini yang diluncurkan di Kanada akhir Juli lalu sangat populer. "Harganya di bawah Rp 4 juta-an," cetus Handono. (Nadia Citra Surya/Kontan)

KOMPAS

- Muhammad Idham Azhari

1 comment:

hanum said...

blackberry bold sepertinya masih jadi primadona ;)