Monday, August 10, 2009

BlackBerry Gemini Akan Dijual Rp 3 Jutaan Tanpa Kontrak Langganan

Senin, 10 Agustus 2009 | 08:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — PT Excelcomindo Pratama (XL) akan menjadi salah satu distributor BlackBerry Gemini (Curve 8520) yang disebut-sebut sebagai BlackBerry termurah saat ini. Penjualannya kemungkinan akan dimulai sebelum Lebaran dengan harga sekitar Rp 3 juta tanpa kontrak langganan.

"Antara Rp 3 juta sampai Rp 4 juta," kata Dolly Surya Wisaka, Manager Operation Support Internet and Data Services XL di sela-sela network drive test Lampung-Madura, 7-9 Agustus 2009. Kalau di AS dan Kanada memang harganya lebih murah, yakni sekitar Rp 1,5 juta bahkan pusat belanja Walmart menjual mulai harga Rp 500.000. Namun, hal itu disertai kontrak langganan selama dua tahun.

Dolly mengatakan, Gemini pada dasarnya bisa disebut sebagai versi ekonomis dari BlackBerry Javelin (Curve 8900). Sekilas tampilannya sama, tetapi memiliki kamera lebih rendah, hanya 2 megapiksel, dan memori internal 128 MB. Namun, menurut Dolly, secara arsitektur, Gemini tidak kalah, bahkan lebih baik.
"Saya sudah coba untuk menerima 35.000 e-mail, tidak ada gangguan sama sekali," ujarnya. Selain itu, Gemini merupakan produk pertama BlackBerry yang dilengkapi touchpad optik dan media key di bagian atas untuk mengakses data video, foto, dan musik. Bahkan, cangkangnya lebih kuat dan tahan jatuh.

Menurut Dolly, tanpa kontrak langganan membuat konsumen bisa memilih alternatif semua akses BlackBerry, baik yang ditawarkan XL melalui skema harian, mingguan, maupun bulanan. Pelanggan juga bisa bebas menggunakan layanan, baik yang prabayar maupun pascabayar. Bahkan, pelanggan bisa saja mencoba layanan operator lain untuk membanding-bandingkan kualitas layanan.

Sejauh ini, XL belum memastikan, kapan barang tersedia, meski diharapkan awal September. Menurut Dolly, seharusnya BlackBerry Gemini sudah bisa masuk Indonesia bulan ini, bahkan Indonesia sebelumnya disiapkan sebagai negara kedua peluncurannya setelah AS dan Kanada.

Namun, hal tersebut urung akibat regulasi pemerintah yang menghentikan pengajuan lisensi produk baru BlackBerry sampai RIM membuka pusat servis resminya di Indonesia yang dijanjikan 26 Agustus mendatang.

WAH

KOMPAS

- Muhammad Idham Azhari

No comments: