Saturday, June 27, 2009

Beragam Respon Wall Street terhadap Profit Taking

Sabtu, 27 Juni 2009 | 07:42 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Saham-saham Wall Street berakhir beragam pada akhir pekan ini karena para investor sebagian besar melakukan aksi ambil untung dari sebuah kenaikan kuat sehari sebelumnya dan berbalik hati-hati menjelang akhir pekan. Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 34,01 poin (0,40 persen) mengakhiri pekan ini pada 8.438,39, sehari setelah mencatat kenaikan tiga angka pertama sejak 1 Juni.

Indeks saham teknologi dominan Nasdaq naik 8,68 poin (0,47 persen) ke 1,838.22 sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 menyusut 1,36 poin (0,15 persen) menjadi 918,90. Indeks saham blue-chip Dow dan S & P 500 mencatat penurunan mereka untuk kedua pekan berturut-turut karena para investor kembali berhati-hati mengenai prospek pemulihan ekonomi.

Sebagian besar saham jatuh sejak bel pembukaan perdagangan hari terakhir pekan ini, dengan para investor merealisasikan keuntungan dan mempertimbangkan data beragam pemerintah yang dirilis pada Jumat soal pendapatan dan belanja pribadi. Para pedagang merasa lega menganalisis rally kemarin.

"Pelaku pasar juga menyambut kenyataan lebih besarnya daripada perkiraan kenaikan pendapatan pribadi dan dalam baris data inflasi yang diharapkan dapat membantu pasar mengatasi beberapa penurunan pasar awal perdagangan," kata analis di Charles Schwab & Co dalam sebuah catatan kepada kliennya. Belanja konsumen AS meningkat moderat pada Mei walaupun pendapatan pribadi melonjak didukung dimulainya belanja besar-besaran pemerintah untuk mengeluarkan ekonomi dari resesi.

Departemen perdagangan melaporkan belanja konsumen AS naik tipis 0,3 persen pada Mei dari April sejalan dengan perkiraan para ekonom. Tetapi data menunjukkan bahwa tingkat tabungan pribadi meningkat ke posisi tertinggi 15 tahun karena pendapatan melonjak. Ini mengindikasikan konsumen berhati-hati dalam pengeluaran di tengah meningkatnya pengangguran dan jatuhnya nilai rumah.

Lambannya kenaikan belanja pribadi - yang mencatat dua pertiga dari kegiatan ekonomi AS - terjadi menyusul revisi data untuk April, yang turun 0,3 persen pada Maret dan meningkat 0,4 persen pada Februari. Pendapatan pribadi melonjak 1,4 persen pada Mei, kenaikan terkuat dalam setahun, namun lonjakan ini disebabkan oleh paket stimulus 787 miliar dolar AS yang diluncurkan oleh Presiden Barack Obama pada Februari.


Sumber : Antara

Kompas

No comments: