Friday, May 29, 2009

Jelajah Konsumen dengan Mobil Kreatif

Jumat, 29 Mei 2009 | 11:05 WIB

KOMPAS.com - Tak mau hanya menunggu datangnya pembeli, Crayon's Craft pimpinan Syumeiraty Rashando menjalankan Mobil Kreatif untuk mengjangkau petanggan. Strategi jemput bola ini diharapkan mampu mendongkrak penjualan mereka.

Untuk meningkatkan penjualan, pemilik toko hares menerapkan strategi yang tepat. Salah satunya adalah strategi jemput bola. Itu juga yang dilakukan oleh Syumeiraty Rashando, pemilik Crayon's Craft & Co., perusahaan yang bergerak di bisnis pembuatan miniatur aneka benda.

Lantaran hanya memiliki satu gerai di JI Aceh, Bandung, ibu dua anak yang kerap disapa Yoyong ini akhirnya meluncurkan Mobil Kreatif untuk menjangkau seluruh konsumennya.

Yoyong menerapkan strategi tersebut, lantaran banyak masyarakat yang enggan mendatangi tokonya. Terhitung sejak tiga bulan yang lalu, pemasaran Crayon's Craft mulai menggunakan Mobil Kreatif.

Yoyong harus merogoh koceknya sebesar Rp 53 juta untuk investasi Mobil Kreatif. "Rp 48 juta untuk beli mobil seken, dan Rp 5 juta untuk mempermak dan mengisi Mobil Kreatif tersebut," rinci Yoyong.

Dengan waktu operasi dari hari Senin hingga Sabtu, dari pukul 9 pagi sampai jam 5 sore, bisa dibilang Mobil Kreatif bagaikan toko berjalan Crayon's Craft. DI mobil tersebut tersedia aneka alat prakarya sekolah, aneka kertas, kain, serta benang - benang untuk menyulam atau merajut.

Sasaran utama Mobil Kreatif adalah sekolah-sekolah di mana mobil tersebut diijinkan untuk parkir di kawasan Bandung. Untuk harga jual, Yoyong menerapkan harga sama dengan harga jual di toko. "Meski marjinnya lebih kecil, karena saya harus mengeluarkan ongkos bensin," tuturnya tanpa merinci lebih lanjut.

Saat ini, omzet toko Crayon's Craft berkisar Rp 60 juta sampai Rp 100 juta per bulan. Dengan adanya Mobil Kreatif, Yoyong menargetkan tambahan penjualan Rp 400.000 - Rp 500.000 per hari. "Akan tetapi, saat libur sekolah target akan sulit tercapai," timpalnya.

Handy Irawan, pakar marketing dari Frontier Marketing and Research Consultant, berpendapat penggunaan mobil keliling sebagai media promosi cukup bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang adanya suatu produk. Namun perusahaan skala UMKM yang menggunakan mobil keliling juga harus lebih fokus ke sasaran pemasaran yang spesifik. "Sebaiknya datang ke lokasi yang memang dibidik," ajar Handy.

Handy menambahkan, bagaimanapun pengusaha tetap harus menggunakan media lokal lain yang lebih luas. ""Tak perlu skala nasional, cukup dengan pasang ikan di media lokal sesuai kebutuhannya," tandasnya. (Aprillia Ika,Nadia Citra Surya/Kontan)

Kompas

No comments: