Sunday, May 3, 2009

Investasi & Keuangan: Makna Uang bagi Orang Kaya

Minggu, 3 Mei 2009 | 03:31 WIB

Elvyn G Masassya Praktisi Keuangan

Tidak semua orang memiliki kesamaan pandang terhadap uang. Ada kalangan tertentu, yang kendati uangnya berlimpah ruah, tetap saja menganggap uangnya masih sangat sedikit.

Di sisi lain, tidak sedikit pula orang yang menjadikan uang sekadar alat dalam rangka mencapai tujuan hidup. Uang itu sendiri bukan tujuan. Uang hanyalah akibat atas aktivitas yang dilakukan. Walaupun uangnya tidak banyak, mereka tidak pernah merasa kekurangan. Sebaliknya, jika uangnya banyak, bukan hal sulit membagikannya kepada orang lain.

Lantas, bagaimana dengan Anda? Apa pun ”kelompok” Anda, tidak ada salahnya kita cermati makna uang bagi kebanyakan orang kaya. Khususnya, orang kaya yang memperoleh kekayaan melalui kerja keras dan kerja cerdas.

Pertama, memahami apa tujuan memperoleh uang. Bagaimana dengan Anda? Apa tujuan Anda mencari uang? Setelah semua tujuan Anda tercapai, lantas apa? Mau beli 10 mobil, 10 rumah? Ketika kemudian Anda mengajukan pertanyaan sama, setiap kali mencapai tujuan Anda, maka jawabannya adalah ”uang dicari untuk mencapai tujuan keuangan yang tidak pernah ada habisnya”.

Jika Anda memaknai uang seperti itu, maka Anda akan terjebak dan masuk dalam kategori pertama sebagaimana dipaparkan di atas. Anda akan selalu merasa kekurangan. Mencari uang dengan motif seperti itu tidak akan pernah memberi kebahagiaan.

Bagi orang kaya, mencari uang sebenarnya bukanlah untuk memuaskan keinginan pribadi semata, tetapi memiliki makna lebih luas. Termasuk, alat aktualisasi diri. Intinya, jika tujuan mencari uang bukan sekadar memenuhi target keinginan memiliki lebih banyak harta, maka Anda tergolong berbakat menjadi orang kaya, dalam arti sebenarnya, yakni memiliki banyak uang bukan hanya secara harfiah, tetapi kaya dalam memperoleh manfaat uang.

Kedua, uang bukan solusi terhadap segala persoalan. Uang bisa membuat seseorang membeli mobil bagus dan rumah, tetapi uang tidak bisa membeli kesehatan, tidur nyenyak, atau membeli rasa damai.

Uang hanya bisa membantu untuk membeli berbagai barang dan makanan yang berkualitas sehingga menjadi lebih sehat. Tidak heran jika orang kaya sangat memberi perhatian terhadap makanan. Tidak mengherankan pula jika mereka tidak hitung-hitungan dengan uang jika menginginkan sesuatu yang bisa membuat bahagia. Sebaliknya, jika uang yang dimiliki malah membuat sulit tidur, maka uang telah memberi masalah. Kasus ”Antaboga”, misalnya. Itu contoh betapa uang bagi para pemilik dana yang menempatkan dananya di sana telah berubah menjadi problem.

Coba lihat orang-orang kaya (paling tidak sebagian) yang disebut sebagai taipan atau konglomerat. Mereka mengalami pasang surut. Sempat menjadi kaya, lalu kehilangan harta, karena imbas krisis ekonomi, tetapi kemudian kembali menjadi kaya, atau bahkan lebih kaya dari sebelumnya. Apa makna semua itu? Uang bagi mereka, ketika memilikinya dan ketika kehilangan, tidak terlalu berbeda. Yang utama adalah aktivitas yang dilakukan sehingga kemudian bisa memberi dampak yang menghasilkan uang.

Ketiga, mencari uang adalah hal yang menggembirakan. Orang-orang kaya umumnya melakukan berbagai aktivitas yang dilakukannya dalam rangka mencari uang dengan rasa gembira, menikmati apa yang dilakukannya. Coba cermati beberapa kalangan lain. Kerap mengeluh dan mengatakan mencari uang semakin sulit. Atau kalau bekerja sebagai karyawan selalu merasa gajinya tidak pernah cukup. Atau bekerja dengan menggerutu karena merasa tidak puas dengan imbal hasil yang diperoleh. Akhirnya, bekerja bukan menjadi hal yang membuat gembira sehingga uang yang diperoleh juga kehilangan makna.

Keempat, memahami perbedaan antara harga dan nilai uang. Orang-orang kaya umumnya mampu mengukur suatu barang berdasarkan nilai yang terkandung di dalamnya. Itu sebabnya mereka jika membeli barang utamanya adalah barang-barang yang telah memiliki merek terkenal. Kenapa? Karena merek terkenal telah memiliki kualitasnya yang telah terbukti. Atau, lihat bagaimana orang kaya rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membeli sebuah lukisan yang menurut kaum awam mungkin akan sangat mahal.

Konkretnya, murah dan mahal bukanlah suatu masalah karena yang dilihat adalah nilai di balik barang yang dibeli. Demikian pula jika mereka memberikan bantuan kepada masyarakat atau panti asuhan. Jumlahnya bisa sangat besar kalau diukur dari kebanyakan orang lain. Konkretnya, penggunaan uang bukanlah didasarkan atas jumlahnya, melainkan dari nilai tukar yang diperoleh uang tersebut.

Tentu masih sangat banyak makna uang yang lain bagi orang kaya. Hal penting yang bisa dipetik adalah uang tidak semata-mata dilihat sebagai uang. Tetapi lebih dari itu, uang hanyalah alat untuk mencapai tujuan. Selamat merenungkan kembali makna uang. ***

Kompas

No comments: