Sunday, May 10, 2009

Investasi & Keuangan: Bermain Saham Gorengan

Minggu, 10 Mei 2009 | 03:13 WIB

Adler Haymans Manurung praktisi keuangan

Saham-saham bursa dapat dikelompokkan ke dalam berbagai kriteria. Salah satu kriteria yang sering digunakan adalah kapitalisasi pasar saham.

Kapitalisasi pasar saham adalah hasil perkalian harga saham dan jumlah saham yang dicatatkan di bursa. Perubahan kapitalisasi pasar ini dipengaruhi perubahan harga dan adanya penerbitan atau pengurangan saham yang dicatatkan di bursa.

Dengan kapitalisasi pasar saham, saham tersebut dapat disebut saham kelompok besar, menengah, dan kecil. Namun, saham berkapitalisasi besar, menengah, dan kecil tersebut dapat dilihat berdasarkan hasil yang akan diperoleh atau perubahan harga saham tersebut.

Perubahan harga saham dapat dilihat dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Bila perubahan harga dalam jangka pendek serta memberi keuntungan tinggi dan direalisasikan, saham ini sangat diminati investor. Demikian juga saham yang mengalami perubahan naik dalam jangka panjang jauh melebihi hasil investasi pada obligasi pemerintah, saham ini juga sangat diminati investor. Tetapi, bila saham tersebut tiba-tiba turun terus harganya, investor akan takut sehingga merugi, apalagi bila periodenya sangat panjang.

Pada sisi lain, ada juga saham yang memberi rasa takut tinggi dan juga mengasyikkan bagi investor ketika bermain saham tersebut. Saham tersebut saat dibeli merugikan sangat dalam, tetapi dalam waktu tidak lama langsung berbalik naik dan memberi keuntungan cukup menarik. Keuntungan yang diperoleh jauh di atas rata-rata saham yang diperdagangkan di bursa dan jauh di atas investasi pada deposito. Saham ini dapat kita sebut sebagai saham goreng-gorengan.

Saham goreng-gorengan dapat diperhatikan ketika bursa mulai buka. Tiga puluh menit pertama saham ini sangat bergejolak dan bisa membuat investor ketakutan. Harga saham turun tajam mendekati batas suspens saham dan bergerak lagi naik menuju suspens batas atas saham tersebut. Investor yang sudah sering bertransaksi saham, bahkan yang suka berjudi, sangat cocok memerhatikan saham ini karena memberi keasyikan sendiri.

Memerhatikan

Bila bermain saham ini, investor tidak bisa hanya memberi order beli dan jual kepada dealer perusahaan sekuritas. Investor harus memerhatikan saham ini setiap saat dan harus berjaga di depan monitor pergerakan harga saham. Pergerakan harga saham ini sangat cepat sehingga butuh waktu ekstra untuk mengamati. Waktu membeli dan menjual saham ini harus dipahami dan harus dalam waktu tepat sehingga investor dapat memperoleh keuntungan. Bila investor memerhatikan saham ini, investor harus mempunyai konsentrasi agar pola kenaikan dan penurunan saham ini bisa diketahui.

Investor harus memerhatikan broker yang mentransaksikan saham ini yang harusnya mempunyai informasi yang dapat menggerakkan harga saham. Informasi sangat penting dalam bertransaksi saham.

Informasi ini biasanya sangat banyak pada broker besar dan mempunyai analis, tetapi broker yang mempunyai aliansi dengan broker besar juga perlu dipertimbangkan. Broker yang bermain saham ini paling tidak sudah tahu tingkat laku pergerakan saham ini, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Setidak-tidaknya broker tersebut bisa mencari informasi ke berbagai sumber mengenai saham monster tersebut. Pada sisi lain, broker yang mentransaksikan saham ini banyak diminati pemain saham ulung dan investor bisa mengikuti. Bahkan, pemain saham ini biasanya yang menggerakkan harga saham tersebut.

Investor yang bertransaksi di bursa sering kali mendengar rumor yang membuat harga saham bergerak naik atau turun. Bahkan, ada investor hanya mengandalkan rumor untuk mendapat keuntungan dalam bermain saham di bursa.

Rumor tersebut merupakan sedikit informasi yang bisa mendekati pada fakta. Rumor ini sangat banyak berseliweran pada bursa saham Indonesia. Rumor tersebut bisa diperoleh ketika pasar saham belum ditransaksikan dan pada saat bursa sedang buka. Pertemanan dengan berbagai investor dan diskusi dengan para broker perlu dilakukan agar mendapat informasi lebih.

Investor yang piawai dan sangat mengenal berinvestasi dan bertransaksi saham di bursa sering juga bertransaksi menggunakan margin. Artinya, investor bisa membeli saham beberapa kali dari dana yang dimiliki. Tetapi, untuk bermain saham ini, jangan menggunakan margin bila belum menguasai tingkah laku saham ini. Bila saham drop tajam dan investor tidak memiliki dana untuk menambah dana (top up) yang sudah ada di sekuritas, saham harus dijual dan investor mengalami kerugian. Oleh karena itu, bermain saham ini sebaiknya dengan dana yang ada dan tidak dipergunakan untuk jangka pendek atau jangka menengah.

Saham ini bisa memberi kebebasan finansial bila investor dapat membeli dan menjualnya pada waktu tepat. Investor dapat memperoleh keuntungan paling sedikit 15 persen untuk satu hari transaksi.

Bila investor melihat harga drop 20 persen dan tidak ada kejadian atau rumor jelek beredar yang membuat harga lebih jatuh esok harinya, investor ancang-ancang untuk beli. Kemudian, ketika saham ini naik tajam lagi dan melebihi 15 persen dari harga sehari sebelumnya, investor sudah saatnya keluar dan dapat merealisasikan keuntungan yang tinggi.

Bila tindakan ini dilakukan dengan jumlah besar dan tepat, investor akan memperoleh untung besar dan bisa memberikan dana pensiun investor sehingga investor bisa bebas dari masalah finansial.

Kompas

No comments: