Sunday, January 18, 2009

Persiapan Dana untuk Anak-anak

Minggu, 18 Januari 2009 | 01:54 WIB

Adler Haymans Manurung, Praktisi keuangan

Semua orang selalu berusaha agar anak-anaknya hidup lebih baik dari dirinya dan tidak mengalami kesulitan seperti yang pernah dialaminya.

Banyak orang mengeluarkan dana cukup besar untuk mencapai keinginan itu. Sebelum membahas persiapan dana tersebut, kita harus memahami lebih mendalam tujuan kita mengenai anak-anak tersebut di kemudian hari.

Minat anak-anak menjadi apa di kemudian hari biasanya berawal dari sifat dan bakat yang dimiliki orangtua. Perkembangan minat akan dipengaruhi pendidikan yang diberikan orangtua, lingkungan bermain anak, dan informasi yang diperoleh anak.

Orangtua bisa juga memberi pilihan kepada anak mengenai tujuan di kemudian hari dan mengarahkan anak untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karenanya, bisa atau tidak bisanya anak menjadi apa yang diinginkan dapat juga merupakan kesalahan orangtua.

Dalam mempersiapkan dana untuk anak-anak ada beberapa tahapan yang harus dilakukan semua pihak yang berkepentingan.

Pertama, menentukan tujuan anak—di sini artinya profesi yang akan digeluti—di kemudian hari. Apakah anak akan berkarier, misalnya, di bidang militer, menjadi arsitek, profesional di pasar modal, apoteker, atau dokter. Ada juga yang berpikiran anak tersebut harus sarjana dan profesi apa tergantung anak di kemudian hari.

Kedua, mencari biaya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Biaya yang harus dikeluarkan untuk pendidikan yang diinginkan, misalnya, biaya pendidikan sarjana teknik atau sarjana kedokteran.

Pendidikan tersebut dapat dilakukan di dalam negeri atau di luar negeri sehingga biaya yang dikeluarkan dapat sangat berbeda, mengingat adanya nilai kurs mata uang asing terhadap rupiah.

Bila anak ingin mempunyai pendidikan di Amerika Serikat akan berbeda biayanya bila dilakukan di Australia atau di Benua Eropa. Orangtua harus mencari baik-buruknya menempuh pendidikan di daerah yang dituju di kemudian hari.

Orangtua harus juga mempertimbangkan perkembangan yang terjadi sejak sekarang sampai saat anak akan melakukan pendidikan di negeri tersebut.

Ketiga, menentukan jangka waktu. Ada dua jangka waktu yang harus dipertimbangkan, yaitu jangka waktu pendidikan yang akan dilakukan anak-anak dan jangka waktu melakukan persiapan untuk pendidikan tersebut. Biasanya, jangka waktu pendidikan harus dicari yang normal dan orangtua harus memberi kelonggaran dari jangka waktu normal. Tetapi, orangtua yang telah memahami anaknya dapat menentukan jangka waktu pendidikan tanpa memberi kelonggaran.

Keempat, melakukan perhitungan dan mencari informasi untuk kepentingan persiapan dana. Nilai dana perlu dihitung agar tahu secara jelas apa yang akan dilakukan. Bila saat ini dana dibutuhkan untuk pendidikan anak masa mendatang, maka biaya untuk beberapa tahun mendatang bisa dikalkulasi dengan baik.

Misalnya, dana saat ini untuk aktivitas keinginan anak tahun mendatang sekitar Rp 500 juta, maka dengan memerhatikan inflasi dan jangka waktu saat ini sampai periode pendidikan sarjana masa mendatang nilai dapat dihitung.

Bila tingkat inflasi sebesar 7 persen per tahun dan jangka waktu akan terjadi 15 tahun mendatang, maka inflasi akan terjadi 105 persen atau Rp 500 juta dikalikan 105 persen yang hasilnya Rp 525 juta. Artinya, orangtua harus menyediakan dana sebesar Rp 1.025 juta selama periode 15 tahun.

Cara mendanai

Untuk mendapat dana sebesar itu ada berbagai tindakan yang dapat dilakukan. Pertama, dengan cara menyimpan dana setiap bulan selama 15 tahun. Dana ini dikumpulkan dari hasil gaji yang diperoleh dan ditabung.

Besaran tabungan tergantung tingkat bunga yang diperoleh atas tabungan yang dilakukan setiap bulan atas anak-anak tersebut. Dalam cara ini masih ada risiko, yaitu adanya risiko yang timbul akibat orangtua sakit atau meninggal sebelum pendidikan sarjana dilakukan. Tetapi, dengan menjaga kesehatan, risiko tersebut masih bisa dielakkan.

Cara kedua, membeli asuransi dengan cara pembayaran premi selama 15 tahun di mana dana akan terkumpul sebesar nilai tersebut. Biasanya, pembelian asuransi ini akan memberi jaminan kepada orangtua bila orangtua meninggal sehingga anak-anak tetap memperoleh dana yang sudah dijanjikan. Artinya, keinginan anak-anak untuk mencapai tujuannya bisa terpenuhi.

Cara ketiga, membeli properti dan nilai properti tersebut akan sebesar nilai yang diinginkan. Properti dapat dibeli dengan cara tunai atau kredit, tetapi dengan periode cicilan yang singkat selama periode 5 tahun. Artinya, apresiasi nilai properti sangat diharapkan agar nilai dana yang diinginkan dapat tercapai. Oleh karenanya, pemilihan daerah yang strategis dan kenaikan harga properti yang cepat perlu diperhatikan dan dianalisis saksama.

Kelima, melakukan implementasi atas rancangan yang sudah dilakukan. Pada tahapan ini orangtua anak harus mempunyai komitmen, konsisten, dan sabar melakukan rencana yang telah diuraikan pada tahapan keempat tersebut. Bila komitmen tidak dipenuhi, maka persiapan dana untuk anak-anak akan tidak tercapai. Untuk melaksanakan rencana ini orangtua dan anak-anak harus bekerja sama dan memahami tugas masing-masing supaya keinginan terjadi. Selamat mempersiapkan.

Kompas

- Muhammad Idham Azhari

No comments: