Sunday, January 2, 2011

INVESTASI: Portofolio Investasi 2011

Minggu, 2 Januari 2011 | 04:37 WIB

ELVYN G MASASSYA/PRAKTISI KEUANGAN

Tahun 2010 baru saja berlalu. Pertumbuhan pasar modal 2010 luar biasa. Bahkan, indeks mencapai angka yang tidak pernah diduga sebelumnya. Naiknya mencapai sekitar 40 persen dibandingkan dengan tahun 2009. Lantas, apakah kondisi ekonomi dan pasar modal tahun 2011 akan sebaik 2010, atau malah lebih baik? Atau bisa sebaliknya, lebih jelek dibandingkan dengan tahun 2010?

Sejujurnya tidak ada yang tahu. Yang jelas, pasti tidak sama dengan tahun 2010. Analis yang paling hebat sekalipun hanya bisa menduga-duga. Menggunakan berbagai indikator dan parameter, lalu membuat perkiraan. Sekali lagi hanya perkiraan. Oleh karena itu, Anda pun sebenarnya bisa membuat perkiraan, bagaimana sketsa 2011, khususnya di aspek perekonomian dan investasi, untuk kemudian menjadi dasar pertimbangan dalam menyusun strategi investasi 2011.

Secara umum, analis mengatakan bahwa tantangan 2011 adalah laju inflasi yang mungkin bisa lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2010. Implikasinya, tingkat suku bunga juga akan mengalami peningkatan. Tetapi, di sisi lain, ada peluang Indonesia masuk dalam kategori investment grade. Ini berarti investor asing akan menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang layak untuk tempat berinvestasi kendati sejak tahun 2009/2010 arus investasi, khususnya yang bersifat jangka pendek, masuk sangat besar ke pasar modal Indonesia.

Lalu, apa implikasi dari semua itu? Sederhananya, portofolio investasi pribadi Anda pada tahun 2011 tentu mesti pula disesuaikan jika menginginkan hasil yang lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Bagaimana caranya? Siapkan portofolio investasi yang lebih fleksibel. Seperti apa?

Tentukan imbal hasil

Pertama, tentukan berapa imbal hasil investasi yang diinginkan untuk tahun 2011. Kalau Anda setuju dengan perkiraan para analis bahwa ada kemungkinan tingkat bunga pada tahun 2011 lebih tinggi dibandingkan dengan 2010, tentu tingkat bunga deposito berjangka juga akan meningkat. Dus, oleh karena itu, jika parameternya adalah bunga deposito, imbal hasil investasi Anda adalah berapa persen di atas bunga deposito. Anggaplah pada tahun 2010 tingkat bunga deposito akan berada di kisaran 7-8 persen, maka hasil investasi Anda secara total adalah diharapkan bisa 1,5 atau 2 kali lipat bunga deposito berjangka. Jika Anda optimistis dan agresif, boleh saja mematok dua kali bunga deposito, atau sekitar 15 persen.

Jangan lupa, itu adalah hasil secara menyeluruh terhadap total portofolio Anda. Dalam praktiknya kontribusi tiap-tiap instrumen pasti akan berbeda. Oleh karena itulah, kemudian Anda mesti menyusun secara lebih detail berapa dana tiap-tiap instrumen dan berapa hasil yang diharapkan.

Kedua, berdasarkan target imbal hasil yang diharapkan, selanjutnya disusun portofolio investasi secara umum, yakni berapa persen dana akan dialokasikan untuk deposito berjangka, saham, obligasi, reksa dana, dan lain sebagainya. Itu adalah portofolio diversifikasi sempurna karena dana investasi Anda akan tersebar di berbagai produk investasi.

Yang menjadi poin penting hanyalah, berapa persen dana ditempatkan di tiap-tiap instrumen investasi tersebut. Sebagai misal, jika dana Anda adalah 100 persen, maka bisa saja dialokasikan secara pro rata ke setiap instrumen investasi yang Anda pilih. Namun, jika Anda tergolong investor agresif, tentu saja terhadap instrumen investasi yang memberikan potensi return lebih tinggi, seperti saham, dapat dialokasikan dana yang lebih besar.

Ketiga, menentukan tenor atau jangka waktu pada tiap-tiap instrumen investasi yang telah Anda pilih. Benar, bahwa portofolio yang Anda susun adalah untuk tahun 2011. Namun, portofolio itu sendiri bukan berarti mesti selesai tahun 2011 juga. Artinya, portofolio ini adalah yang Anda susun dan buat untuk mengalokasikan dana investasi Anda, baik yang baru maupun yang sudah ada. Sedangkan investasi itu sendiri bisa tetap Anda pegang sesuai dengan jangka waktu yang diinginkan.

Tenor di sini, misalnya, adalah untuk deposito berjangka. Dana yang akan Anda masukkan ke bank tentu mesti ditentukan untuk berapa lama. Jika Anda yakin suku bunga akan naik terus, pilihannya adalah tenor yang berjangka pendek. Sebaliknya, kalau Anda merasa tingkat bunga akan mengalami penurunan, penempatan dana Anda mestinya berdurasi lebih panjang supaya Anda bisa tetap menikmati bunga yang tinggi meskipun di pasar bunga deposito telah mengalami penurunan.

Hal yang sama juga Anda berlakukan terhadap saham. Apakah Anda bermaksud membeli saham semata-mata untuk diperdagangkan pada tahun 2011, atau ada sebagian yang akan dibeli pada tahun 2011, tetapi tujuannya adalah untuk dipegang dalam jangka panjang, atau lebih dari setahun. Hal-hal semacam ini mesti diputuskan secara jelas ketika menyusun portofolio investasi Anda agar hasilnya bisa lebih optimal.

Keempat, timing eksekusi. Benar, bahwa portofolio yang Anda susun adalah untuk tahun 2011, tetapi eksekusi portofolio tersebut tidak mesti dilakukan sekaligus pada awal tahun. Pada awalnya, jika Anda sudah menentukan berapa dana yang akan Anda investasikan, masukkan seluruh dana baru tersebut ke dalam tabungan ataupun deposito berjangka pendek. Setelah itu, dengan melihat perkembangan pasar, maka sedikit demi sedikit dana tersebut dikonversikan menjadi saham, obligasi, ataupun reksa dana. Dengan cara tersebut, diharapkan portofolio Anda akan optimal karena Anda masuk pasar pada saat yang tepat.

Quoted by Idham Azhari From KOMPAS

No comments: