Sunday, February 7, 2010

INVESTASI: Amankah Bermain Transaksi Berjangka?

Minggu, 7 Februari 2010 | 02:53 WIB


Adler Haymans Manurung - praktisi keuangan

Baru-baru ini seorang investor ditawari investasi dengan nama bermain pada Indeks Hang Seng. Modal awal investasi sebesar 20.000 ribu dollar AS dan bermain dengan 2.000 dollar AS untuk 5 dollar AS per point.

Bila dilakukan transaksi selama 10 hari per bulan, akan diperoleh keuntungan sebesar 1.100 dollar AS per bulan (dalam rupiah sekitar Rp 10 juta, dengan nilai kurs sekitar Rp 9.000 per dollar AS).

Ada juga investor yang telah melikuidasi atau mencairkan investasi pada deposito, reksa dana, saham, dan emas hanya untuk melakukan investasi pada Indeks Hang Seng. Ada pula tawaran dari para marketer bahwa dana awal yang dimiliki investor pasti tidak hilang, bahkan akan menguntungkan. Amankah berinvestasi pada produk ini?

Produk investasi yang ditawarkan kepada investor kelihatannya merupakan produk transaksi berjangka (Futures). Adapun transaksi berjangka merupakan transaksi di antara dua pihak yang akan diselesaikan beberapa waktu mendatang dengan harga tertentu pula.

Bila transaksi dilakukan oleh investor dengan produk berjangka komoditas seperti kopi atau CPO, maka produk ini dikenal dengan Forward. Tetapi, investor bisa melakukan transaksi ini melalui bursa, maka lawan investor bursa dan bursa menyembunyikan pihak lain serta penyelesaian transaksi bisa dilakukan setiap saat atau pada akhir penutupan bursa berjangkanya. Produk ini dikenal dengan Futures.

Investor yang ingin melakukan transaksi Futures di Indonesia harus menggunakan bursa berjangka, yaitu PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ). Perusahaan ini di bawah pengawasan Bapebti, lembaga pemerintah di bawah Menteri Perdagangan. Investor yang ingin bertransaksi di BBJ harus melalui anggota BBJ yang dikenal dengan perusahaan pialang berjangka dan investor harus membuka rekening pada anggota BBJ.

Dana awal yang diminta oleh pemasaran perusahaan berjangka sebesar 20.000 dollar AS merupakan dana untuk pembukuan rekening. Bila investor bertransaksi untuk komoditas dengan harga tertentu, maka kenaikan dan penurunan harga komoditas mengakibatkan dana investor mengalami kenaikan atau penurunan dari dana awal yang disetor semula.

Bila harga komoditas turun terus dan transaksi investor selalu menggunakan yang besar, dana investor pasti habis dan akibatnya investor akan diminta untuk menambah dana awal tersebut. Misalnya, sekali transaksi dilakukan 1.000 dollar AS, maka dana sebesar 20.000 dollar AS akan habis dalam sepuluh hari. Ini risiko pertama yang harus dipahami investor agar investor bisa mengantisipasinya sehingga kerugian bisa diminimalkan.

Bila investor bertransaksi dengan Indeks Hang Seng, penurunan Indeks Hang Seng sebesar 1 point membuat dana awal investor akan berkurang sebesar 5 dollar AS untuk satu kontrak. Jika kontrak yang dilakukan investor sebesar 100 kontrak, kerugian investor juga semakin besar, yaitu sebesar 500 dollar AS.

Gejolak indeks

Setiap hari investor harus memerhatikan gejolak indeks dan dana yang dimiliki. Karena lawan investor adalah bursa dan transaksi pasti diakuntansikan setiap hari, maka risiko tidak bayar akan tidak muncul dan investasi investor tidak akan mengalami kerugian dan bisa dikatakan aman.

Sebagai catatan, Indeks Hang Seng mempunyai volatilities sebesar 3.467,81 untuk periode 2009. Pada akhir tahun Indeks Hang Seng pada level 21.872,5 dan pada akhir Januari pada level 20.121,99, berarti terjadi penurunan 1.750,51 atau terjadi penurunan 8 persen dari level di akhir tahun 2009. Bila investor mempunyai perjanjian/kontrak penurunan satu point sebesar 5 dollar AS, kerugian investor senilai 8.752 dollar AS. Demikian pula bila Indeks Hang Seng naik, investor akan untung dan dana awal investor akan meningkat.

Investor harus menggunakan perusahaan pialang untuk bertransaksi di bursa. Risiko kedua adalah moral hazard dari perusahaan pialang tersebut. Walaupun sebenarnya perusahaan terdaftar di bursa, persoalan moral hazard membuat investor perlu berhati-hati. Oleh karena itu, iInvestor harus meminta perusahaan berjangka untuk membuka rekening investor di bursa agar transaksi tercatat dan bisa
dipertanggungjawabkan di kemudian hari, terutama ketika investor melakukan pelaporan pajak setiap tahun. Investor juga bisa bertanya ke bursa bahwa rekeningnya ada di bursa.

Investor juga perlu mencari informasi mengenai perusahaan tempat investor bertransaksi. Informasi sebanyak mungkin perlu didapatkan investor agar dapat membuat keputusan untuk keamanan investasi. Informasi perusahaan yang diperoleh investor bukan saja tentang sejarah atau transaksi, melainkan juga tentang personal dari pengelola perusahaan. Investor juga harus mengenal pemasar dari perusahaan pialang tempat investor melakukan transaksi. Pengenalan dan dekat dengan pemasar merupakan salah satu cara membuat keamanan dari investasi investor pada produk ini.

Perhatikan pula periode investasi. Untuk produk ini, investor lebih baik melakukan transaksi dengan periode yang lebih pendek. Pendeknya periode investasi membuat investor bisa cepat mengambil keputusan dan meminimalkan kerugian. Semakin panjang periode investasi, maka risiko yang dihadapi semakin tinggi.
Investor harus menyadari bahwa investasi pada bursa berjangka merupakan investasi berisiko. Risiko investasi pada bursa berjangka lebih tinggi dari investasi pada saham. Padahal pada pikiran beberapa pihak risiko saham paling tinggi. Oleh karena itu, investor juga perlu berhati-hati dan cermat agar investasi menguntungkan.

KOMPAS

- Muhammad Idham Azhari

1 comment:

Anonymous said...

Hey
Companies House Webcheck
Webcheck Companies House
Company House Webcheck
Companies House Webcheck Service

[url=http://perosnalbinking.v3host.be/companies-house-webcheck.html]company house webcheck[/url]