Monday, November 16, 2009

Pemasaran yang Berjalan (Bagian Dua dari Dua Tulisan)

Senin, 16 November 2009 | 20:38 WIB

KOMPAS.com — Contoh yang sangat menarik adalah program komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Nike untuk mengampanyekan "Nike iD", sepatu yang pilihan warnanya bisa di-customize oleh pelanggan. Apa media yang digunakan? Salah satunya sudah kami sebutkan di atas: billboard. Nike memasang sebuah papan raksasa berisi gambar sepatu di New York Times Square. Namun, billboard ini bukan sekadar papan iklan yang hanya bisa dipandang.

Dengan memanfaatkan teknologi telekomunikasi, para pejalan kaki yang melewatinya bisa "berkomunikasi" secara interaktif dengan pesan yang ada di billboard. Dengan memanfaatkan ponsel, mereka bisa mengubah-ubah warna sepatu yang ada di dalam layar raksasa berbentuk billboard tadi. Caranya sederhana, mereka tinggal menelepon nomor yang tertera di layar dan selanjutnya rangkaian instruksi untuk melakukan customization akan muncul di layar ponsel. Dan ini berlangsung secara real time!

Tak hanya itu, setelah sepatu yang ada di billboard raksasa berubah warna, mereka pun akan dikirimi pesan berisi link untuk men-download gambar ke dalam ponsel dan menjadikannya sebagai wallpaper. Tak lupa, Anda juga akan ditawari untuk langsung melakukan order pembelian secara on-line. Sangat interaktif bukan?

Apa yang dilakukan Nike di Shanghai, Beijing, dan Guangzhou beda lagi. Billboard yang dipasang di 3 kota ini dilengkapi dengan teknologi Bluetooth yang secara otomatis akan mengirimkan pesan kepada pejalan kaki yang lewat di dekatnya. Isinya berupa instruksi untuk berlari ke toko Nike terdekat secepat mungkin! Sebuah stopwatch virtual secara otomatis akan muncul begitu pejalan kaki menerima pesan, dan akan berhenti secara otomatis begitu mereka sampai di toko sepatu Nike.

Setiap hari, toko sepatu itu akan memberikan sepasang sepatu gratis pada pelari tercepat. Dan hari berikutnya, foto sang juara sudah nampang di layar billboard.

Kampanye di tiga kota tadi berlangsung selama 3 minggu. Tercatat ada 250.000 pesan terkirim via Bluetooth, sebanyak 15.000 peserta ikut berpartisipasi, dan 63 pasang sepatu Nike diberikan sebagai hadiah.

Cerita kedua seputar pemanfaatan mobile connector ala new wave adalah tentang sebuah perusahaan periklanan asal Eropa bernama Adwalker.

Perusahaan ini memiliki armada pejalan kaki yang tiap orangnya "dipersenjatai" dengan sebuah rompi berteknologi multifungsi. Di bagian depan rompi ada sebuah layar LCD tipis yang terhubung dengan internet. Hal ini memungkinkan pengiklan untuk menampilkan pesan-pesannya secara dinamis dan personal karena sang pemakai rompi akan dengan antusias mengajak target audiensi berkomunikasi.

Rompi itu juga dibekali dengan sebuah printer mini. Dengan peranti ini, seandainya ada hypermarket yang sedang mengampanyekan program diskon besar-besaran, audiensi bisa mencetak langsung kupon promosinya saat itu juga.

Teknologi yang dikombinasikan dengan kemampuan mobilitas serta penetrasi yang tinggi dari sang pemakai rompi juga menjadikannya sebagai sarana yang efektif untuk melakukan pengumpulan data pelanggan. Inilah yang dilakukan Castrol saat menggunakan jasa Adwalker untuk mendata sekaligus mempromosikan produknya dalam sebuah event balapan akbar.

Dengan perkembangan teknologi yang ada saat ini, masih banyak lagi model interaksi yang bisa dilakukan dengan target pelanggan melalui perantara sang pemakai rompi.

Inilah model new wave mobile connection yang tidak sekadar canggih dari sisi teknologi, tetapi juga mampu membuka komunikasi dua arah dengan pelanggan.


Hermawan Kartajaya,Waizly Darwin

KOMPAS

No comments: