Thursday, November 26, 2009

Obama is Mac

Studi Kasus New Wave Marketing: Kampanye Obama (Tulisan Dua)

Kamis, 26 November 2009 | 09:17 WIB

KOMPAS.com - Banyak pelajaran marketing yang bisa dipetik Obama. Sebut saja ketika ia menang pertempuran pemasarannya pertama kali ketika melawan Hillary di penyaringan Capres Partai Demokrat di Amerika Serikat (AS).

Persaingan kedua kandidat presiden dari partai Demokrat ini sangat mendebarkan. Mereka berdua sama-sama penting di dalam sejarah. Satu adalah perwakilan dari kalangan Minoritas Amerika, satunya lagi adalah wanita kulit putih yang sangat berpengaruh dan diakui kepiawaiannya di dunia politik khususnya di Amerika. Mereka berdua sama-sama pengacara, sama-sama lulusan hukum dan sama-sama memiliki visi untuk membangun AS yang lebih baik. Kehadiran mereka pada waktu itu di kampanye perebutan kursi kandidat presiden AS yang mewakili partai demokrat boleh dikatakan sangat bersejarah karena tidak pernah ada kandidat presiden AS dari kalangan wanita ataupun kalangan kulit hitam.

Akan tetapi ternyata Obama yang menang di dalam pemilihan konvensi partai Demokrat yang akhirnya membawa Obama mewakili partai Demokrat melawan kandidat presiden dari partai Republik, John McCain. Mengapa Obama bisa menang? Kalau dianalisa dari strategi kampanyenya, kedua kandidat menggunakan berbagai media untuk mempengaruhi suara dari konstituan partai demokrat. Penggunaan media inilah yang akan kami analisa.

Seperti telah banyak didokumentasikan, Obama telah sukses karena secara signifikan menambah anggaran medianya di dorong oleh rasa “underdog” termasuk masalah di dalam pencarian dana kampanye. Strategi kampanye Obama melalui media baru telah dilakukan lebih awal ketimbang Hillary Clinton. Obama bergantung cukup besar pada aktivitas online dan jaringan social media termasuk situs kampanyenya.

Ketika Hillary Clinton meminjam uang 5 juta dolar untuk meningkatkan kemampuan kampanyenya, tim Obama menanggapinya dengan mengirimkan e-mail ke para pendukungnya pada hari berikutnya yang berbunyi, "Kita harus mencocokkannya dengan cepat, dapatkah Anda membantu?" Dalam waktu 24 jam, responden menyumbangkan 8 juta dollar AS!

Pada awal kampanyenya, Clinton tampil penuh di blog dan merupakan pendukung awal YouTube. Namun, Obama memenangkan saluran “user-generated media” (websites) dengan sangat besar. Hampir tiga kali lebih banyak video yang diupload oleh tim Obama vs tim Clinton, dengan 10 kali lipat jumlah viewernya ketimbang milik Clinton. Dampak virus dari " I got a crush ... on Obama" video dengan "Obama Girl" dan berbagai variannya dinikmati lebih dari 60 juta viewer di Youtube. Obama juga memanfaatkan lebih dari 1 juta pengguna Facebook dan MySpace. Obama menggunakan media sosial tidak hanya untuk membantu dia untuk berhubungan dengan para pemilih muda, tetapi juga cara yang sangat efisien untuk menjaga dirinya di media.

Di media one-on-one, Obama memperoleh keunggulan kompetitif. Dari strategi untuk fokus pada akar rumput, gimmicks seperti pesan voice-mail dari Chris Rock dan eksploitasi 1 juta-plus alamat e-mail yang diperoleh melalui database penggalangan dana , strategi media one-on-one Obama membantunya untuk mendapatkan begitu banyak pemilih.

Kalau di lihat secara keseluruhan strategi komunikasi Obama, Obama menang secara keseluruhan. Kemampuan kampanyenya untuk menciptakan hubungan pribadi melalui teknik pemasaran massal merupakan karakteristik dari strategi media yang di terapkannya. Penggunaan saluran media digital - khususnya situsnya, penggunaan media sosial dan e-mail pemasaran - membantu mendapatkan dukungan pemilih yang lebih muda dan terbukti efektif dalam penggalangan dana, faktor penting dalam mempertahankan upaya pemasaran yang tergolong sangat berat.

Strategi awal untuk membangun merek, dan kemudian fokus pada media-media online yang bertarget (targeted online media) yang kemudian didukung oleh kegiatan even dan program media One on One, membantu dia untuk membangun momentum di Iowa dan memulai kampanyenya sebagai lawan yang patut diperhitungkan. Kampanye Clinton sangat efektif dalam media-media tradisional akan tetapi terbukti tidak dapat membendung kekuatan social media dan pendekatan media barunya Obama.

Inilah dunia barunya Politik, kekuatan kreatif lah yang akan berjaya. Obama lebih berhasil melihat bahwa konektor yang tadinya tradisional sudah berubah menjadi mobile, experiential dan social. Hal inilah yang di lihat oleh Obama, dan dieksploitasi secara cepat dan masif. Di dunia baru yang lebih horizontal, yang kreatif lah yang akan menang.

Akhirnya kami melihat Obama ibaratnya adalah Mac yang kreatif, sedangkan Hillary Clinton ibaratnya PC yang lebih tradisional.


Hermawan Kartajaya,Waizly Darwin

KOMPAS

No comments: