Sunday, November 15, 2009

Mobile Karena Konsumen Mobile

Minggu, 15 November 2009 | 19:35 WIB

KOMPAS.com - Sejak dahulu, manusia sudah dikaruniai dengan kemampuan sekaligus kebutuhan mobilitas yang tinggi. Dengan beragam alasan kita senantiasa bergerak dan berpindah tempat, entah didorong oleh kebutuhan ekonomi, sosial, ataupun spiritual. Fakta ini disadari pula oleh para marketer. Beragam marketing tools pun diciptakan untuk "mengimbangi" pergerakan konsumen yang tidak bisa diam.

Contoh yang sangat menarik adalah program komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Nike untuk mengkampanyekan "Nike iD", sepatu yang bisa di-customize pilihan warnanya oleh pelanggan. Apa media yang digunakan? Salah satunya adalah: billboard. Nike memasang sebuah papan raksasa berisi gambar sepatu di New York Times Square. Namun billboard ini bukan sekedar papan iklan yang hanya bisa dipandang.

Dengan memanfaatkan teknologi telekomunikasi, para pejalan kaki yang melewatinya bisa "berkomunikasi" secara interaktif dengan pesan yang ada di billboard. Dengan memanfaatkan handphone, mereka bisa mengubah-ubah warna sepatu yang ada di dalam layar raksasa berbentuk billboard tadi. Caranya sederhana, mereka tinggal menelpon nomor yang tertera di layar dan selanjutnya rangkaian instruksi untuk melakukan customization akan muncul di layar handphone. Dan ini berlangsung secara real time!

Tak hanya itu, setelah sepatu yang ada di billboard raksasa berubah warna, mereka pun akan dikirimi pesan berisi link untuk men-download gambar ke dalam handphone dan menjadikannya sebagai wallpaper. Tak lupa Anda juga akan ditawari untuk langsung melakukan order pembelian secara on line. Sangat interaktif bukan?

Apa yang dilakukan Nike di Shanghai, Beijing dan Guuangzhou beda lagi. Billboard yang dipasang di 3 kota ini dilengkapi dengan teknologi bluetooth yang secara otomatis akan mengirimkan pesan kepada pejalan kaki yang lewat di dekatnya. Isinya berupa instruksi untuk berlari ke toko Nike terdekat secepat mungkin! Sebuah stopwatch virtual secara otomatis akan muncul begitu pejalan kaki menerima pesan, dan akan berhenti secara otomatis begitu mereka sampai di toko sepatu Nike.

Setiap hari toko sepatu itu akan memberikan sepasang sepatu gratis pada pelari tercepat. Dan hari berikutnya, foto sang juara sudah nampang di layar billboard.

Kampanye di tiga kota tadi berlangsung selama 3 minggu. Tercatat ada 250.000 pesan terkirim via bluetooth, 15.000 peserta ikut berpartisipasi, dan 63 pasang sepatu Nike diberikan sebagai hadiah.

Cerita kedua seputar pemanfaatan mobile connector ala new wave adalah tentang sebuah perusahaan periklanan asal Eropa bernama Adwalker.

Perusahaan ini memiliki armada pejalan kaki yang tiap orangnya "dipersenjatai" dengan sebuah rompi dengan teknologi multifungsi. Di bagian depan rompi ada sebuah layar LCD tipis yang terhubung dengan internet. Hal ini memungkinkan pengiklan untuk menampilkan pesan-pesannya secara dinamis dan personal, karena sang pemakai rompi akan dengan antusias mengajak target audience berkomunikasi.

Rompi itu juga dibekali dengan sebuah printer mini. Dengan piranti ini, seandainya ada hypermarket yang sedang mengkampanyekan program diskon besar-besaran, audiens bisa mencetak langsung kupon promosinya saat itu juga.

Teknologi yang dikombinasikan dengan kemampuan mobilitas serta penetrasi yang tinggi dari sang pemakai rompi juga menjadikannya sebagai sarana yang efektif untuk melakukan pengumpulan data pelanggan. Inilah yang dilakukan Castrol saat menggunakan jasa Adwalker untuk mendata sekaligus mempromosikan produknya dalam sebuah event balapan akbar.

Inilah model new wave mobile connection yang tidak sekedar canggih dari sisi teknologi, tapi juga mampu membuka komunikasi dua arah dengan pelanggan.


Hermawan Kartajaya,Waizly Darwin

KOMPAS

No comments: