Friday, July 24, 2009

Terus Diburu, Rupiah Tembus di Bawah 10.000

Jumat, 24 Juli 2009 | 09:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Kurs rupiah terhadap dollar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Jumat (24/7) pagi, berhasil menembus angka Rp 10.000 per dollar AS karena aksi beli rupiah oleh pelaku pasar masih berlanjut.

"Berlanjutnya kenaikan rupiah itu sudah diperkirakan sebelumnya, sehingga menembus angka Rp 10.000 per dollar," kata Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk Rully Nova di Jakarta, Jumat.

Nilai tukar rupiah terhadap dollar menjadi Rp 9.990-Rp 10.000 per dollar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp 10.028-Rp 10.035 atau naik 38 poin.

Rully Nova mengatakan, kenaikan rupiah itu karena pelaku pasar percaya bahwa Indonesia tetap merupakan pasar potensial untuk menginvestasikan dana yang dimiliki. "Kenaikan rupiah itu juga didukung oleh membaiknya harga komoditas di pasar ekspor dan masih tingginya tingkat bunga rupiah terhadap dollar," katanya.

Faktor utama yang mendorong aksi beli terhadap rupiah, menurut dia, karena pemilihan pilpres yang berjalan hanya satu putaran dan pasar regional yang terus membaik.

"Kami optimistis rupiah masih akan mendapat sentimen positif pasar, meski ada laporan bahwa negara-negara maju mengalami pembengkakan defisit anggaran," katanya.

Indonesia, lanjut dia, merupakan negara Asia ketiga setelah China dan India yang merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi terus berkembang. "Karena itu pelaku pasar asing lebih optimistis untuk menempatkan dananya di Asia ketimbang di negara-negara maju terutama di Amerika Serikat," katanya.

Menurut Rully Nova, rupiah kemungkinan akan berada tak jauh dari kisaran Rp 10.000 per dollar karena Bank Indonesia (BI) akan menjaga agar tidak melonjak lebih jauh. "BI khawatir apabila rupiah terus menguat menjauhi angka Rp 10.000 per dollar, maka produk ekspor Indonesia di pasar ekpsor kurang menguntungkan," ucapnya.

EDJ
Sumber : Ant

KOMPAS

No comments: