Wednesday, July 8, 2009

Minyak Melorot, Wall Street Terpuruk

Rabu, 8 Juli 2009 | 08:09 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com - Saham-saham dalam perdagangan di Wall Street Rabu (7/7) waktu setempat, terpuruk di zona merah setelah harga minyak mentah kembali merosot ke bawah level 63 dollar AS per barrel.

Indeks-indeks saham utama Wall Steet melorot rata-rata 2 persen, setelah harga minyak kembali turun dalam lima hari berturut-turut. Hal ini menjadi indikator bahwa para investor mengira permintaan energi dan basic material masih tetap rendah.

Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup berkurang 161,27 poin atau 1,9 peren pada 8.163,60. Ini merupakan level penutupan terendah untuk indeks saham-saham blue chip tersebut sejak 28 April 2009.
Sementara indeks Standard & Poor’s 500 turun 17,69 poin atau 2 persen ke posisi 881,03 yang merupakan posisi terendah sejak 1 Mei 2009. Adapun indeks komposit Nasdaq melorot 41,23 poin (2,3 persen) menjadi 1.746,17, level terendah sejak 27 Mei 2009.

Penurunan dipimpin oleh sektor energi, dengan ExxonMobil merosot 2,26 persen menjadi 66,56 dollar AS, Chevron turun 2,25 persen menjadi 62,70 dollar AS dan ConocoPhillips turun 2,06 persen menjadi 39,99 dollar AS.

Boeing turun 3,75 persen menjadi 39,04 dollar AS, setelah mengumumkan akan mengakuisisi usaha dan operasi yang dilaksanakan oleh Vought Aircraft IndustriesI pada fasilitasnya di Carolina Selatan. Vought, juga perusahaan AS, yang membangun struktur kunci untuk pesawat terbang Boeing 787 Dreamliner.
Pembuat chip terkemuka Intel memberikan kembali keuntungan pada awal perdagangan dan jatuh 1,75 persen menjadi 16,25 dollar AS setelah Bank of America menyarankan membeli saham tersebut.

Alcoa berbalik naik (rebound) dari pelemahan pada Senin dan naik 1,62 persen menjadi 9,41 dollar AS jelang laporan hasil kinerjanya.

Sementara pasar obligasi naik di tengah mengalirnya "safe haven" (tempat berlindung yang aman). Imbal hasil (yield) pada obligasi negara 10-tahun jatuh menjadi 3,460 persen dari 3,495 persen pada Senin dan pada obligasi negara 30-tahun jatuh menjadi 4,308 persen dari 4,351 persen. Harga dan yield bergerak dalam arah berlawanan.

EDJ
Sumber : ANT,AP
Kompas

- Muhammad Idham Azhari

No comments: