Friday, March 6, 2009

ANJURAN BERSEDEKAH DAN LARANGAN BERBUAT KIKIR

Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia lah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.
(QS. Shaba (34): 39)

Bersedekah dapat membuat kita merasa lebih tenteram di hati. Kenapa demikian? hal itu disebabkan karena Allah SWT menjajikan kepada hamba-hambanya yang beriman akan melapangkan rezki orang tersebut jikalau orang itu mau untuk memberikan sebagian rezeki yang ia miliki untuk membantu saudara-saudaranya.

Ketenteraman hati, tidak hanya dapat diukur lewat materil semata, ketenteraman hati yang diberikan adalah sebuah rasa nikmat yang dapat kita rasakan dan itu hanya dapat kita rasakan ketika telah melakukan anjuran sedekah tersebut, timbul rasa kebahagiaan tersendiri di dalam jiwa.

Rezeki yang Allah SWT milliki sangat luas. Kita sebagai manusia harus mencarinya dengan penuh kesungguhan, akan tetapi jangan sampai melalaikan kita dari beribadah kepada-Nya. Kewajiban kita sebagai seorang suami adalah memberikann nafkah kepada istri dan anak-anak, jangan sampai kita melalaikan mereka. Karena ini merupakan kewajiban dan tanggung jawab yang harus dipikul oleh seoarang suami.

Salah satu cara membuka pintu-pintu rizki adalah dengan bersedekah. Oleh karena itu sedekah harus diintensifkan sedini mungkin dan menjadi suatu aktifitas yang sering kita lakukan. Manfaat dari sedekah adalah dengan bertambahnya keimanan seseorang kepada Allah SWT, dan Allah tidak akan mengurangi sedekahnya orang tersebut melainkan akan terus ditambah berkali-kali lipat. Hal ini diterangkan dalam surat Al-Baqarah : 261, "Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui".

Sedekah akan jauh lebih baik jika kita menafkahkan rezeki yang dikeluarkan itu didapatkan dengan cara yang baik atau halal juga. Kriteria rezeki yang barokah sehingga nantinya baik untuk disedekahkan adalah seperti berikut uraiannya.

Pertama rezki yang kita cari ini haruslah dicari karena iman didalam hati, artinya kita tidak hanya mencari rizki, tetapi harus didasarkan niat mencari keridhoan Allah SWT.

Kedua, mencarinya melalui jalan yang halal, walaupun sedikit itu lebih baik dari pada kita mendapat banyak rezki tetapi haram.

Ketiga adalah bersyukur kepada Allah SWT atau Qona'ah, menerima apa adanya rezki yang kita dapatkan setiap harinya, berapapun besarnya. Dibalik kesabaran itu yakinlah suatu saat kita akan mendapatkan rezki yang lebih banyak dari-Nya.

Dan yang keempat yaitu jangan sampai kita mencari rezki tetapi melalaikan kita dari mengingat dan beribadah kepada Allah Ta'ala. Bukannya mendapatkan rezki yang barokah malah kita akan mendapatkan murka Allah SWT.

Oleh karena itu wahai saudaraku marilah kita mencari rezki yang Allah ridhoi jalannya, tanpa melalaikan kita dari beribadah kepada-Nya sehingga semakin banyak rezki yang kita dapatkan semakin banyak pula sedekah yang kita keluarkan. Amin Ya Robbal 'Alamin.

Sumber: Buletin Al-Amanah masjid Polda Metro Jaya, Sholat Jum'at tanggal 6 Maret 2009

No comments: