Sunday, February 15, 2009

[Kompas 100]: Sorini Agro Asia Corporation: A Leading Global Player from East Java

Minggu, 15 Februari 2009 | 04:42 WIB

POSISI sebagai negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia dan didukung dengan kekayaan alam melimpah sering kali membuat banyak perusahaan Indonesia terlupa untuk menggarap pasar internasional. Apalagi berpikir menjadi pemain yang diperhitungkan di pasar global. Tapi tidak berarti Indonesia tidak punya yang bisa disebut -- meminjam salah satu judul film terkenal Tom Cruise -- A Few Leading Global Player.

Tidak mudah untuk menjadi anggota klub elit tersebut. Karena bukan hanya harus mampu menciptakan keunikan produk tapi juga mampu menjaga standar kualitas tinggi dalam jangka waktu lama seperti yang dituntut perusahaan-perusahaan global. Dan hal tersebut terakhir biasanya sudah membuat takut kebanyakan perusahaan Indonesia.

Soegiarto Adikoesoemo, pendiri Aneka Kimia Raya (AKR), termasuk salah satu yang tidak takut, bukan hanya untuk memenuhi standar kualitas perusahaan global tapi juga untuk bersaing dengan pemain global di bidang bisnis yang digelutinya. Awalnya, Soegiarto adalah importir produk sorbitol dari Roquette, perusahaan nomor satu di dunia untuk produk ini, untuk Unilever. Tapi setelah memahami lebih jauh tentang bisnis sorbitol, terutama melimpahnya bahan bakunya, singkong dan tapioka, di Indonesia, di tahun 1983 Soegiarto mendirikan Sorini Asia Agro Corporporindo (SOBI), perusahaan pembuat sorbitol di Pasuruan Jawa Timur.

Dari awal berdirinya, SOBI bukan hanya sekedar mengandalkan keunikan singkong dan tapioka yang ada di Indonesia, tapi juga berdasarkan pengalaman sebagai importir untuk Unilever. Dimana, jika produsen mampu menjaga standar kualitas tinggi dalam jangka waktu lama, perusahaan global akan menempel terus sebagai pelanggan. Setahun setelah pabriknya resmi beroperasi di tahun 1987, SOBI sudah masuk ke pasar Jepang, salah satu pasar yang sekalipun bersedia membayar tinggi juga punya tuntutan standar kualitas tinggi.

Kesuksesan yang diraih di pasar Jepang membuat jalan SOBI masuk ke perusahaan global lain lebih mudah. Boleh dibilang di sektor business to business yaitu perusahaan yang memasok bahan baku untuk perusahaan lain, kemampuan masuk ke pasar dengan tuntutan standar kualitas tinggi menjadi alat efektif pemasaran. Istilah gampangnya, it speaks for itself! Pelan tapi pasti, daftar perusahaan global yang menjadi pelanggannya terus bertambah. Dan perusahaan global yang menjadi pelanggannya adalah perusahaan-perusahaan yang masuk dalam FORTUNE most admired global companies seperti antara lain Unilever, P&G, Colgate Palmolive, BASF, Nestle, Glaxo Smith Kline dan Abbott.

Sorbitol buatan SOBI merupakan bahan baku untuk produk farmasi, pasta gigi, makanan minuman dan kosmetik. Sebelumnya, Roquette mendominasi pasokan ke perusahaan-perusahaan global tersebut di atas. Dan kini Roquette mesti bersaing dengan SOBI yang merupakan pemain nomer dua di pasar global untuk sorbitol.

Di tahun 1992, tampuk kepemimpinan AKR dan SOBI diserahkan Soegiarto kepada anaknya, Haryanto Adikoesoemo. Di tangan Haryanto, yang tahun 2008 terpilih sebagai Entrepreneur of the Year versi Ernst & Young, SOBI semakin kukuh menjadi pemain global, dan produknya telah masuk ke 70 negara.

"Philip Kotler's Executive Class: 101 Days To Go"

Hermawan Kartajaya,Taufik

Kompas

No comments: