Sunday, February 22, 2009

Jepang Ingin Rupiah Menguat

Minggu, 22 Februari 2009 | 09:31 WIB

Laporan wartawan Orin Basuki

PHUKET, MINGGU — Jepang pada dasarnya ingin nilai tukar rupiah terhadap yen menguat. Dengan demikian, Jepang bisa mendorong sektor ekspornya hingga pertumbuhan ekonomi negara itu meningkat.

Kepala Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam)-Lembaga Keuangan Fuad Rahmany mengungkapkan hal tersebut di Phuket, Thailand, Minggu (22/2), saat menghadiri Pertemuan Tingkat Menteri Keuangan dari 10 Negara ASEAN plus Tiga Negara (Korea Selatan, Jepang, dan China) atau The Special AFMM ASEAN+3.

Menurut Fuad, Jepang menganggap Indonesia sebagai pasar yang sangat besar bagi produk-produk dalam negerinya. Dengan demikian, mereka tidak ingin rupiah melemah terhadap yen. Karena jika rupiah melemah, maka akan mengurangi dorongan impor produk Jepang ke Indonesia.

"Dengan demikian, Jepang berkepentingan mempertahankan Indonesia. Atas dasar ini, sangat masuk akal jika Jepang rela memberikan jaminan atas penerbitan Samurai Bond (obligasi yang diterbitkan di pasar modal Jepang dalam denominasi yen) senilai 1,5 miliar dollar AS. Ini bisa memasok yen ke Indonesia," ujar Fuad.

Di antara negara-negara Asia, Indonesia diperkirakan akan menjadi negara ketiga dengan pertumbuhan ekonomi terbesar pada tahun 2009 meskipun ada tekanan krisis ekonomi global. Tiga negara Asia yang diperkirakan tetap akan tumbuh perekonomiannya dengan persentase tinggi adalah China, India, dan Indonesia.

Bandingkan dengan Malaysia yang ekonominya akan sangat turun dari sekitar 3 persen ke 1,5 persen tahun ini. Apalagi Singapura yang minus lima persen. "Di sini Indonesia beruntung tidak tergantung terlalu banyak pada ekspor sehingga masih bisa bertahan dari krisis," ujar Fuad.

Kompas

No comments: