Tuesday, February 17, 2009

Dampak Krisis Global Mulai Mengancam

Selasa, 17 Februari 2009 | 18:33 WIB

JAKARTA, SELASA — Dampak krisis ekonomi global mulai mengancam Indonesia. Tanda-tandanya adalah adanya perlambatan ekonomi dan Tingkat Product Domestic Bruto (PDB) pada triwulan IV tahun 2008 turun minus 3,6 persen dibandingkan triwulan sebelumnya.

"Kalau nanti pertumbuhan kuartal I minus juga, berarti Indonesia sudah resesi. Kan resesi itu pertumbuhan minus pada dua kuartal berturut-turut. Jadi kita tunggu saja," kata anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Drajad Haribowo, di gedung DPR, Jakarta, Selasa (17/2).

Drajad mengakui, banyak kalangan yang menyatakan bahwa dampak krisis ini jauh lebih cepat masuk ke Indonesia karena cepatnya perlambatan harga-harga komoditas. Pasalnya, seluruh Indonesia mengandalkan sektor komoditas. "Faktor yang banyak mempengaruhi adalah ekspor yang kemudian terus berputar ke dalam," ujarnya.

Drajad mengatakan, pihaknya belum dapat memprediksi kondisi ekonomi pada triwulan I 2009. Namun, menurutnya, pelaku pasar perlu lebih berhati-hati dan waspada. Karena potensi-potensi kerugian di Singapura belum keluar semua. Padahal, banyak orang Indonesia yang memiliki aset di Singapura.

"Kalau nilai aset di sana anjlok dan sekarang sudah mulai artinya kekayaan orang Indonesia semakin ambruk. Padahal, kekayaan orang Indonesia di Singapura adalah salah satu penggerak daya beli dan pertumbuhan ekonomi," katanya.

ANI

Kompas

Komentar: "Siapkan diri Anda dengan dana darurat ditangan (cash tentunya) jikalau PHK masal terjadi. Minimal dana darurat adalah 3 kali gaji sebulan. Atau lebih bagus lagi investasikan uang Anda ke Emas yang memiliki likuiditas yang bagus"

No comments: