Saturday, January 31, 2009

Obama Sebut Bencana Ekonomi AS Berlanjut

Sabtu, 31 Januari 2009 | 08:35 WIB

WASHINGTON,SABTU-Presiden AS Barack Obama menyebut kontraksi perekonomian Amerika Serikat dalam kuartal terakhir tahun 2008 sebuah bencana yang berkelanjutan.

Berbicara di Gedung Putih, Jumat (30/1), ia mengumumkan pembentukan satu gugus tugas baru untuk membantu kelas menengah Amerika dari ancaman bencana ekonomi.

Output ekonomi Amerika Serikat turun 3,8% dalam tiga bulan terakhir tahun 2008, dan ini kontraksi kuartal terburuk dalam 26 tahun, seperti ditunjukkan statistik resmi.

Penurunan itu lebih tajam dari penurunan 0,5% antara Agustus dan Oktober .

Ini merupakan kali pertama Amerika Serikat mengalami penurunan ekonomi caturwulan secara berturutan sejak tahun 1991. Pertanda terbaru memburuknya resesi Amerika terjadi, sementara Presiden Obama mencoba meloloskan paket stimulus ekonomi senilai sekitar 800 miliar dollar melalui Kongres.

Semakin banyak pekerja di Amerika kehilangan pekerjaan mereka pada tahun 2008 sejak Perang Dunia II.

Selama 2008, ekonomi Amerika Serikat tumbuh hanya 1,3% dari 2% pada tahun 2007, dan pertumbuhan terlambat sejak 2001, kata Departemen Perdagangan.

Kinerja ekonomi Amerika antara Oktober dan Desember merupakan yang terburuk sejak kuartal pertama 1982.

Meski penurunan 3,8% persen tidak seburuk 5,4% yang diperkirakan oleh pasar, para analis mengatakan, laporan itu masih menunjukkan hal yang kelam.

Presiden Obama mengatakan keinginannya untuk menyetarakan posisi bagi serikat buruh. Ia menambahkan rasa bersatu diperlukan untuk bekerja berdampingan dengan perusahaan yang kuat.

"Saya tidak melihat gerakan kaum buruh sebagai persoalan. Menurut saya mereka adalah sebagian dari jalan keluar," katanya.

Presiden mengatakan ia telah menandatangani tiga surat perintah presiden untuk membantu kaum pekerja, di antaranya memastikan kontraktor tingkat federal untuk menawarkan pekerjaan kepada pegawai mereka terlebih dahulu bila ada perubahan kontrak.

Sementara itu wakil presiden Joe Biden mengatakan: "Warga kelas menengah Amerika sedang tertimpa kesengsaraan. Miliaran dollar dalam bentuk rumah, pensiun, dan tabungan untuk menyekolahkan anak ke universitas hilang begitu saja."

"Kelas menengah yang kuat sama artinya dengan Amerika yang kuat. Keduanya tidak bisa saling meniadakan."

Pengumuman pembentukan gugus tugas itu disambut gembira oleh para pemimpin serikat buruh. Salah satu ketua serikat buruh menyebut: "Ini babak baru bagi kaum buruh. Harapan akan impian Amerika yang makmur telah dipulihkan lagi."

ONO
Sumber : BBC

Kompas

No comments: