Saturday, October 11, 2008

[Bagian 41 dari 100] New Wave Marketing: The Rise of Individual Power

Sabtu, 11 Oktober 2008 | 03:09 WIB

You may say I’m a dreamer. But I’m not the only one. I hope someday you’ll join us. And the world will be as one. Itulah penggalan lirik dari salah satu lagu paling terkenal sepanjang masa, Imagine, karya John Lennon. Mantan pentolan The Beatles ini memang dikenal sebagai tokoh eksentrik dan punya daya imajinasi tinggi. Bersama rekan-rekannya di The Beatles—Paul McCartney, George Harrison, dan Ringo Starr—Lennon telah melakukan revolusi dalam bidang sosial, budaya, dan politik pada era 1960-an. Jejak mereka bahkan masih terasa sampai saat ini.

Lennon sendiri memang sosok yang kontroversial. Musisi kelahiran Liverpool ini pada tahun 1966 sempat mengatakan bahwa The Beatles—yang saat itu sedang berada di puncak kejayaannya—lebih terkenal daripada Jesus (Nabi Isa). Tak pelak hal ini menimbulkan kemarahan banyak orang. Berbagai rekaman dan pernak-pernik The Beatles dibakar. Radio-radio menolak menyiarkan lagu-lagu The Beatles. Konser-konsernya juga dibatalkan. Kemarahan massa ini akhirnya mereda setelah Lennon minta maaf. Namun, peristiwa tersebut bukan lantas membuat Lennon berdiam diri.

bersambung...

Hermawan Kartajaya

Kompas

No comments: